Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Plot Mengejutkan


__ADS_3

15 Kilometer dari markas Kartel Brazil


Antonio berjongkok dan menatap penuh kebencian pada Kefka Guilherme. Meskipun dirinya ingin segera menghabisinya, tapi rasanya terlalu mudah. Dia ingin membuat Kefka mati pelan-pelan dan menyakitkan.


"Apakah kamu mau menghabisi nya sekarang?" tanya Alessandro.


"Nope. Kita bawa dia ke markas. Akan aku buat dia mati pelan-pelan... Oh sebelumnya, biar dia tahu seberapa gilanya ibunya. Dan ternyata penyakit gila itu menurun..." seringai Antonio sedangkan Kefka menatap tajam ke kepala keluarga Bianchi Italia.


***


Dalam Mobil GMC milik Eduardo Oliviera


"Kefka ditangkap Oom Antonio dan Oom Alessandro" ucap Bayu saat membaca pesan dari Antonio. Lucio yang menyetir dengan kecepatan tinggi.


"Tidak langsung dihabisi?" tanya Vicenzo bingung.


"Nope. Oom kamu hendak membuat nya mati pelan-pelan..." jawab Bayu.


"Oooohhh I can't wait to watch it ( aku tidak sabar melihatnya )" seringai Hyde.


"Minna ( kalian semua )" panggil Shohei.


"Ya Badut?" jawab Hyde. "Kalian dimana?"


"Perjalanan pulang. Kami lewat jalan kecil. Oh Lucio, bilang sama Naolin, aku sudah mendapatkan surat tanah milik keluarga Vega yang dirampas Raymundo!"


"Shohei obteve o título de propriedade da família Vega que Raymundo confiscou, Naolin" ucap Lucio ke pria yang duduk di kursi Tengah bersama Hyde dan Vicenzo.


"É verdade ( benarkah )?" tanya Naolin tidak percaya.


"Shohei memang menyebalkan, tapi dia tidak pernah berbohong" jawab Hyde.


"Shohei é um pé no saco, mas ele nunca mente" ucap Lucio menerjemahkan ke bahasa Portugis.


Mata hitam Naolin tampak berkaca-kaca. "Obrigado... Muito obrigado ( terimakasih banyak )."


"De nada ( sama-sama )" senyum Bayu.


***


Mansion Keluarga Oliviera Rio de Janeiro

__ADS_1


"AAAPPAAA?!" teriak Vicenzo saat melakukan panggilan video ke kedua orangtuanya. "Mereka menembak Padre? Dan membunuh empat pengawal ?" Pria muda tampan itu menggebrak meja hingga membuat semua orang terkejut kecuali para oom dan sepupunya.


Shaun dan Shohei sudah biasa melihat Bianchi bersaudara itu main gebrak meja jadi sudah tidak kaget. Bahkan dulu Hyde sampai melempar shuriken ke orang yang berbuat ulah di markas Yakuza.


Definisi ninja Hatori kalau Hyde-chan bukan Naruto apalagi Shinobi. Assassin Creed juga bukan... Shohei tertawa sendiri gara-gara otaknya mulai melenceng pikirannya membuat orang-orang yang di ruang itu menoleh ke arah pengawal berdarah Hongkong itu.


"Shohei, apa kamu yakin tidak menghirup bubuk narkoba saat kamu disana?" tanya Bayu karena melihat pria itu seperti tidak fokus.


Shohei tertegun karena dia masuk ke dalam pabrik tanpa mengenakan masker. "Duh ! Aku harus tes narkoba...."


"Ayo Shohei, aku bantu melakukan test dengan mamaku" ajak Iris. Keduanya pun keluar dari ruang meeting itu dan keluarga Italia pun khawatir jika memang Shohei terpapar bubuk haram itu, mau tidak mau harus menjalani detox terlebih dahulu untuk menghilangkan zat adiktif di dalamnya.


"Kenapa efeknya agak lambat di tubuh Shohei?" tanya Dante dari layar monitor.


"Adrenalin. Shohei tidak merasakan karena dia sudah fokus dan lagipula dia tidak lama di dalam sana" jawab Eduardo.


"Semoga hasil test nya negatif... Oke kembali ke kasus penembakan di mansionmu. Bagaimana itu ceritanya?" tanya Antonio.


"Aku hendak ke pabrik dan kami... Maksudku aku, Sergio bersiap untuk pergi. Giovanni sedang memarkirkan G-Class aku di depan dan... " Dante menunjukkan rekaman CCTV detik-detik saat penembakan itu berlangsung.


Semua orang menahan nafas dan betapa Vicenzo bersyukur ibunya masuk ke dalam rumah dan ayahnya bisa bersembunyi di balik mobil Mercedez yang memang anti peluru itu.


"Bagaimana dengan Giovanni?" tanya Alessandro.


"Tomasso..." bisik Vicenzo.


"Yeah... Tomasso sedang bertugas di depan Vic" jawab Dante.


"Manuel Raymundo berada di Turin, Signor. Aku dan Shohei menemukan plot pembunuhan semua keluarga Turin." Shaun memberikan folder yang di ambil Shohei di markas. "Aku tidak tahu mengapa mereka tampak ceroboh dalam meninggalkan semua berkas tapi mungkin Manuel mengira Kefka bisa diandalkan di Rio. Manuel tahu kita ke Rio tapi tidak semua. Maka dari itu menyerang anda Signor Mancini..."


"Bacakan Lucio" pinta Eduardo.


Lucio membaca berkas - berkas itu dan wajahnya memucat.


"Lucio, bacakan bukan dibaca sama kamu!" tegur Eduardo.


"Eh maaf. Keluarga Mancini. Target utama Dante Mancini, habisi dengan cara apapun. Leia Bianchi Mancini, akan aku bawa. Meskipun sudah berumur tapi masih seksih..." Wajah Lucio tampak ketakutan saat membaca berkas itu. "Saya hanya membacakan..."


"Tidak apa-apa Lucio. Lanjutkan" timpal Leia yang ikut bergabung bersama suaminya.


"Vicenzo Mancini, muti*lasi tubuhnya begitu juga dengan pengawal nya, Shaun." Lucio melihat wajah Vicenzo yang menahan amarah.

__ADS_1


"L'ho fatto a pezzi ( aku yang cincang dia )!" umpat Vicenzo dengan bahasa Italia.


"Keluarga Bianchi... " Lucio menatap Antonio yang tampak tenang.


"Antonio Bianchi... Habisi dengan kecelakaan macam Dante Mancini. Savrinadeya... Masih bisa dijual ke para pemadat... Alano, culik dan buang ke laut. Alexis Accardi, buat hal yang sama dengan Antonio. Raveena Accardi, sama dengan Savrinadeya. Raul Accardi, buat sama nasibnya dengan Alano... Mio Deu ( Ya Tuhan )... Semua anggota keluarga Pratomo menjadi target pembunuhan... "


Alessandro lalu membaca berkas itu dan wajahnya mengeras ada nama Sakura dan Ashley dan Asher disana. "Bayu... Ada nama Ajeng, Duncan dan Scarlett ... Ini nama-nama yang terlibat kasus 25 tahun lalu dan 20 tahun lalu saat kita membawa Gabriel pulang."


Bayu lalu menelpon Giordano. "Gio, kirimkan drone. Hancurkan markas mereka... Aku tidak perduli ada korban atau tidak ! Mereka punya plot membunuh kita semua yang terlibat di Brazil !"


Wajah imut Giordano yang tidak lekang usia tampak terkejut. "Termasuk Omar Zidane?" tanya Giordano.


"Termasuk Omar Zidane. Ada nama Nadya, Aslan dan Diana" sahut Alessandro.


"Apakah nama Luke ada?" tanya Leia.


"Ada. Semua yang terlibat di Rio masuk Leia" jawab Alessandro.


"Mas Bayu, segera kembali ke Turin. Aku akan mengirimkan drone dari Rio. Eduardo, apakah semua sudah siap?" Giordano bertanya ke Eduardo.


"Habisi saja Gio. Semua peralatan sudah siap. Kapan kamu mau launch, kami siap" jawab Eduardo sambil mengetikkan sesuatu di keyboard nya.


"Mereka memang minta mati !" umpat Giordano.


Dan pukul sepuluh pagi, waktu Rio de Janeiro, pabrik narkoba terbesar milik Manuel Raymundo, meledak termasuk pabrik kecil yang berada di tanah milik keluarga Vega.


Disaat drone penghancur itu beraksi, keluarga Turin sudah dalam perjalanan kembali ke Italia. Wajah-wajah generasi keenam dan ketujuh tampak ingin membunuh Manuel Raymundo dan Michael Ferrara.


Antonio pun membawa Kefka turut serta ke Turin dan sengaja membuatnya lumpuh sementara. Sepanjang perjalanan, Kefka disuguhi semua rekaman CCTV saat ibunya menjadi roomate Savrinadeya.


Antonio menghampiri Kefka dengan wajah dingin. "Kamu lihat sendiri... Siapa yang gila? Ibumu ! Memang kamu anak seorang pembunuh ! Dan aku tidak heran jika menurun ! Oh ngomong - ngomong, istriku masih hidup dan aku sudah berjanji padanya bahwa aku akan menghabisi siapa yang berani mencelakakannya... Dan aku akan penuhi janji itu. Aku akan membuat mu mati pelan-pelan, menyakitkan sampai kamu berharap segera mati saja saat itu !"


Kefka menatap horor ke arah pria berwajah dingin itu.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2