
Ruang Kerja Hyde Bianchi
Dokter Yuri dan putranya Akito Shinoda yang juga seorang mahasiswa kedokteran, sudah mengambil sampling darah, swab cheek dan rambut Aspen dan Alaska. Mereka sudah menyimpannya di wadah dengan sealed dan diberikan nama.
"Hyde-chan, ini Tante sudah ambil semua sampel DNA nya dan akan diperiksa di laboratorium. Oh, apakah Tante bisa mengakses semua DNA keluarga Al Jordan dan Pratomo terutama milik Hiroshi Al Jordan dan Shanum Pratomo?" tanya Dokter Yuri yang tahu semua anggota keluarga Pratomo dari generasi kedua sudah memberikan sampel DNA yang disimpan di data terkunci di perusahaan IT milik Giordano Smith sekarang.
"Nanti biar aku bilang ke Oom Gio agar kalian diberikan akses DNA milik Opa Hiroshi, Oma Shanum, Opa Mamoru, Oma Miki dan Opa Masayuki. Kalau DNA aku kan kalian punya. Pakai saja untuk mencari kecocokan" jawab Hyde.
Kedua anak kembar itu hanya hanya menatap bingung karena mereka semua memakai bahasa Jepang yang tidak mereka mengerti.
Dokter Yuri mengangguk. "Ayo Akito. Kita mulai bekerja ..." panggil istri Hidetoshi Shinoda yang merupakan tangan kanan Luke Bianchi.
"Gaman shite ( bersabarlah )" ucap Akito serius.
"Wakarimasu ( aku tahu )" jawab Hyde.
Kedua ibu dan anak itu pun keluar dari ruang kerja Hyde. Pria berdarah campuran Italia Jepang itu lalu menatap kedua anak kembar itu dan memberikan kertas serta pena.
"Tuliskan alamat panti asuhan kalian di Swiss, lengkap !" perintahnya.
Aspen pun mengambil pena dan menuliskan alamat panti asuhannya dengan tangan kiri.
Setelahnya Hyde membaca alamat itu dan memberikan pada JJ. "Selidiki, JJ."
"Haik, Hyde-chan..." JJ pun segera menuju meja IT nya.
"Kamu akan kesana Hyde?" tanya Shohei.
"Mochiron ( tentu saja )! Aku ingin tahu apakah mereka hanya ngaku - ngaku atau disuruh oleh seseorang yang hendak mendapatkan keuntungan dari uang Opa buyutku !" jawab Hyde dingin.
"Lalu mereka berdua?" tanya Keita.
"Tempatkan di apartemen umum. Awasi gerak gerik mereka ... Aku akan ke Genewa dan Helsinki untuk memeriksa semuanya." Hyde menatap dingin ke arah dua anak kembar itu.
__ADS_1
***
"Tapi bagaimana bisa, bang Lukie?" tanya Yvonne Rogers Tarrant saat Luke menghubungi dirinya bersama dengan Mamoru Bradford, Leia Bianchi dan Blaze Bianchi Prasetyo yang merupakan keturunan Mamoru dan Miki Al Jordan melalui panggilan video.
"Itulah yang membuat kita kaget, Von. Setelah sekian generasi, kenapa baru sekarang muncul? Kita semua tahu para orang tua kita selalu bilang Opa Masayuki meninggal karena kecelakaan dan aku sendiri tidak pernah membuka folder tentang Opa Masayuki yang dikunci oleh Opa Joshua hingga ke Opa Bryan Smith. Karena kita tahu, Opa Masayuki tidak menikah lagi setelah istri dan anaknya tewas dalam kecelakaan bukan? Kita hanya tahu Opa Masayuki melepaskan nama Pratomo dan Al Jordan tapi Opa Hiroshi tetap menyimpankan uang hak Opa Masayuki..." ucap Luke.
"Mommy pernah cerita saat aku bertanya soal keluarga Al Jordan Tokyo karena lebih tertutup dari keluarga Al Jordan Dubai kalau kita perhatikan. Dan soal Opa Masayuki adalah pecandu narkoba, serius, aku baru tahu ini" jawab Mamoru yang namanya diambil dari Mamoru Al Jordan sebagai penghormatan Alea Al Jordan Hamilton ke Opanya. Seperti Opa buyutnya, Mamoru menjadi dokter bedah di New York.
"Opa Masayuki pecandu?" tanya Yvonne. "Astaghfirullah..."
"Iya Von, makanya uangnya dari keluarga Pratomo, mengendap di bank Swiss Karena dibekukan akses nya dari Opa buyut Reza Pratomo. Meskipun dibekukan, tapi tetap haknya mengalir disana hingga sekian puluh tahun" jawab Luke.
"Luke, jika hasil DNA menunjukkan bahwa dia masih keturunan Opa Masayuki, bagaimana?" tanya Leia.
Luke menatap kembarannya. "Honestly, aku tidak tahu Leia. Aku tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana... "
Blaze menatap sepupunya. "Aku yakin anakmu pasti akan terbang ke Swiss dan Helsinki untuk menyelidiki."
"Biar Rase menemani Hyde. Dia kan masuk kuliah masih sebulan lagi. Vicenzo kan masih gedubrakan dengan Arsya jadi biar Rase yang akan bersama Hyde" jawab Blaze.
***
Aspen dan Alaska pun ditempatkan di apartemen untuk para pegawai AJ-BIANCHI Corp dengan pengawalan serta pengawasan ketat. Hyde bersama Shohei dan JJ memutuskan pergi ke Swiss tapi sebelumnya mereka akan berada di Brussels sekalian menjadi titik temu dengan Rase yang berangkat dari New York.
Sean dan Zinnia tampak ikut prihatin dengan peristiwa yang mengejutkan semua anggota keluarga Pratomo terutama yang keturunan langsung dari Shanum Pratomo dan Hiroshi Al Jordan. Mereka masih menunggu hasil test DNA karena akses DNA generasi kedua dan ketiga baru bisa dibuka oleh Benjiro Smith.
"Menurutmu gimana Hyde. Apakah mereka hanya mengaku-ngaku atau gimana? Lagipula, jika Opa Masayuki punya anak lagi, dan istrinya menghilang saat Opa tewas, kenapa tidak mencari kalian pada saat itu?" ucap Sean ke keponakannya.
"Itu yang masih menjadi tanda tanya. Oke istrinya Sinead Willson melahirkan anak, terus dewasa menikah punya anak ... Ini jumlahnya berapa? Apakah hanya satu per generasi atau ada banyak... Itu yang aku dan Otousan masih belum bisa mendapatkan benang merah. Oom Giordano masih mencoba mengakses data penduduk di Helsinki dan Genewa" jawab Hyde.
"Bagaimana kalau tidak hanya mereka berdua yang keturunan Opa Masayuki..." gumam Zinnia was-was. "Bukan kita tidak mau mengumpulkan balung ya Hyde, tapi kita nyaris tidak mengenal mereka karena di bawah radar ..."
"Lho Zee, bukannya dulu kamu sama aku kan juga sama-sama tidak jelas asal usulnya?" goda Sean.
__ADS_1
"Tapi kalau dirunut kan kita bisa tahu silsilah nya, sayang. Lha ini keduanya kita tidak tahu, siapa ayah ibunya, dari garis mana yang merupakan keturunan Opa Masayuki. Itu lho Sean yang aku maksud..." jawab Zinnia.
"Mommy benar. Begini saja. Terkadang punya gelar kebangsawanan itu perlu dimanfaatkan sekali-kali" kekeh Avaro.
"Apa maksudmu Varo?" tanya Hyde.
"Aku akan ikut dengan kalian. Jika seorang pangeran Belgia ingin mencari keluarganya di kantor kependudukan, yakin lebih cepat mendapatkan akses" seringai Avaro. "Terkadang mereka agak tertutup akan warganegara nya."
"Apa kamu yakin Varo?" tanya Hyde.
"Kamu panasan, Rase sama saja, harus ada yang meredam kalian berdua. Shohei dan JJ pasti akan terbantu jika ada tambahan pawang" cengir Avaro.
"Reseh lu !"
***
Rase datang dengan membawa koper dan tas nya ke istana Brussels.
"Lewat mana sih !" gerutunya sambil cemberut. "Mana tadi yang jemput kacau pula ! Gini amat ya punya sodara tinggal di istana Segede Gaban !"
Rasendriya Bianchi
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1