Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Siapa Yang Tahu?


__ADS_3

Mansion Mancini Turin Italia


"Radhi baik-baik saja?" tanya Luke ke Bayu yang sedang melakukan panggilan video. Semua orang menunggu kabar mantan pembalap formula satu itu.


"Nih, bocahnya masih terkapar..." goda Bayu ke adik sepupunya sambil meletakkan iPadnya diatas meja tempat tidur Radhi.


Radhi tersenyum tipis sambil melambaikan tangannya dengan lemah. "Seriously, aku tidak tahu kenapa jadi korban Gegeran kalian..."


"Padahal Radhi paling tidak pernah ikutan Gegeran macam Dewa tapi kok ya diincar..." gumam Leia.


"Karena dia orang beken" goda Bayu.


"Masa sih?" celetuk Dante usil membuat Radhi menyipitkan matanya sebal ke iparnya.


"Yang penting Radhi selamat dan lolos dari maut. Tapi kenapa kamu pakai jaket tebal kemarin?" tanya Leia.


"Abu Dhabi kemarin sempat turun hujan deras, sesuatu yang langka dan hawanya dingin sangat jadi aku pakai jaket tebal. Ternyata itu menyelamatkan aku..." jawab Radhi.


"Mungkin itu suatu pertanda kamu memang harus memakai jaket tebal kalau tidak, nyawamu sudah melayang..." ucap Luke.


Bayu dan Radhi saling berpandangan.


***


Pondok dekat Kediaman Keluarga Ferrara


Shaun dan Shohei masih tetap setia mengawasi area yang tertutup tembok tinggi macam benteng itu melalui drone yang diterbangkan oleh JJ.


"Kamu benar-benar tidak bisa masuk Badut. Lihat, temboknya saja ada aliran listrik dan ada sensor nya bahkan gerakan lalat saja langsung kena dor" ucap Shaun yang mempelajari kondisi kediaman keluarga Ferrara.


"Iya Senpai. Sebelum kamu masuk, kamu sudah gosong duluan" timpal JJ.


"Bagaimana kondisi pabrik Ferrara, Gio?" tanya Shaun ke Giovanni yang memasang CCTV kecil di beberapa pohon dan tiang listrik serta telepon sekitar pabrik. Tadi dirinya seolah-olah memasang poster mencari anjingnya yang hilang sambil memasang CCTV. Kini mereka melihat hasil kamera kecil itu di layar monitor MacBook Giovanni.


"Masih belum ada pergerakan, Shaun. Tampaknya mereka masih mengolah botol narkoba itu." Giovanni tampak geram mengingat sahabatnya menjadi korban.


"Be patient, Gio. Semuanya akan berakhir dengan kemenangan kita" ucap Shaun sambil memegang pundak anak didiknya.


"Thanks..."


"Aku masih penasaran bagaimana cara masuk kesana..." gumam Shohei.


"Dengar Badut, meskipun aku sering sebal padamu, tapi aku tidak ikhlas kamu gosong jadi daging panggang sebab cuma aku yang boleh bunuh kamu !" sahut Shaun.


"Kok aku merasa seperti Luffy dan Zoro ya?" gumam Shohei. JJ hanya tersenyum smirk.


"Mulai deh cucokloginya" kekeh JJ.


"Lho bukannya begitu. Roronoa Zoro selalu bilang, yang boleh bunuh Luffy cuma dia" sahut Shohei.

__ADS_1


JJ dan Giovanni hanya menggelengkan kepalanya. "Dengar Gio, bersama mereka berdua, malam akan terasa lebih lama" kekeh JJ.


***


Istana Al Azzam Dubai UAE


Hunter memeluk adiknya erat dan Izzy pun membalas pelukan kakaknya. "I'm so glad to see you sis" bisik Hunter penuh perasaan.


"Me too Kakakku sayang. Kami baik-baik saja disini" senyum Izzy.


"Bagaimana Radhi?" tanya Damian.


"He'll live. Hanya bingung kenapa dia jadi diincar..." jawab Hunter sambil memeluk adik iparnya.


"Thanks God, Radhi selamat" ucap Damian. "Kamu tidak apa-apa kemari?"


"Tenang gadisku tidak ada yang tahu jadi aman. Lagipula dia sama badassnya denganku" senyum Hunter membayangkan istri kecilnya yang macam cabe rawit.


"Yuk kita masuk dulu ke ruang tengah. Daddy dan mommy pasti ingin tahu bagaimana keadaan Radhi..." ajak Damian.


"Yang paling utama, Shaera dan Syahreza sudah kangen dengan Oomnya" senyum Izzy sambil merangkul lengan kakaknya.


***


Pondok Sewaan Luke Bianchi


Shohei dan Shaun tampak terlelap diatas tempat tidur lipat sedangkan Giovanni masih mengawasi CCTV bersama dengan JJ yang sudah minum kopi yang keempat kalinya.


"Kita ikuti? Naik Vespa ku saja. Mobil yang dipakai Shaun terlalu mencolok." Gio menatap JJ.


"Aku bangunkan senpai."


***


Setengah jam kemudian, Giovanni dan JJ sudah berada diatas Vespanya mengikuti dua mobil Van itu


"Mereka kemana Gio?" tanya JJ sambil memeriksa ponselnya.


"Kalau tidak salah, mereka menuju port ... Pelabuhan... " gumam Giovanni.


"Tempat Alano dan Raul Gegeran?" tanya JJ.


"Yup. Aku hubungi Nicholas... Kita kalah banyak JJ."


"Jangan dulu ! Kita awasi mereka ngapain..." potong JJ.


"Benar JJ, kita ke port." Giovanni melihat mereka menuju pelabuhan. "Kita melihat dari atas bukit" Giovanni langsung membelokkan Vespanya menuju bukit yang ada di pelabuhan. Sesampainya disana, mereka memarkirkan Vespanya dan mengintai dari binoculars canggih mereka.


"JJ, aktifkan fitur perekam di binoculars kamu" perintah Shohei.

__ADS_1


"Oke senpai." JJ mengaktifkan kamera di binocularsnya.


Keduanya melihat dua mobil Van itu terbuka dan orang-orang disana mengeluarkan kotak-kotak dari kayu yang diperkirakan berisikan botol-botol berlapis narkoba.


"Bisa kamu zoom itu kemana?" tanya Shaun.


JJ menzoom kotak-kotak itu dan mereka semua terkejut membacanya. "Brazil."


"Mereka akan menjual narkoba lagi ke Brazil?" tanya Giovanni.


"Manuel Raymundo memang sudah habis pabriknya di Brazil tapi dia tetap bisa berbisnis karena memiliki Cabang disini" gumam JJ.


"Aku sangat tidak suka ini JJ. Ini terlalu terang-terangan..." balas Giovanni sambil melihat dari Binocularsnya.


***


Mansion Bianchi Turin Italia


Hyde dan Vicenzo masih belum bisa tidur dan berusaha mencari tahu, kenapa semua anggota keluarga diserang. Siapa yang punya dendam Kesumat sama dengan Vicenzo.


"Perasaan aku yang dendam, aku yang ingin vendetta ke keluarga Ferrara, kenapa jadi beleber kemana-mana..." ucap Vicenzo sambil mengetuk ketuk kepalanya dengan pensil.


"Aku curiga, ada pihak lain yang tahu... Sangat tahu keluarga kita." Hyde tampak sibuk mengutak-atik MacBook nya.


"Maksudmu, ada pengkhianatan di keluarga kita?" Vicenzo menatap horor ke Hyde. "Tapi... Siapa?"


"Ini aku sedang mencari tahu dan aku harus mundur kebelakang, Vic. Semoga aku salah karena semua klan lain berteman baik dengan keluarga kita bahkan menjadi ipar...dan keluarga..." Hyde berusaha melihat dari folder keluarga yang disusun secara sistematis oleh Joshua Akandra hingga Giordano Smith.


"Hyde, aku harap kamu salah..." bisik Vicenzo.


"Aku harap demikian, Vic. Tapi ini sudah keterlaluan... Sampai Oom Radhi kena... Padahal Oom Radhi dan Oom Dewa bukan tipe ikut gegeran ..." Hyde menatap layar monitor nya.


"Dan orang ini menurut mu sangat tahu silsilah keluarga kita?" Vicenzo menatap Hyde.


"Silsilah keluarga kita bukan rahasia lagi, Vic tapi sampai tahu detail, hanya orang-orang terdekat yang tahu..."


Vicenzo membelalakkan matanya. "Menurutmu mantan pengawal salah satu keluarga kita?"


"Siapa lagi yang paling tahu kita kalau bukan pengawal kita sendiri bukan?" Hyde menoleh ke Vicenzo. "Meskipun sudah discreening, tapi manusia bisa berubah seiring berjalannya waktu..."


Vicenzo mengusap wajahnya kasar.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2