
Yas Marinas Circuit Abu Dhabi
"Radhi Blair..."
"Yes ..?" Radhi Blair berbalik.
"DOR !"
Radhi menatap tidak percaya saat peluru menembus tubuhnya dan mantan pembalap itu pun terjengkang ke belakang.
"DOR !"
Andre Bianchi menembak mati orang yang menembak Radhi Blair.
"Bawa Mr Blair ke rumah sakit !" teriak Andre yang melihat Radhi terkapar di tanah. Segera para tim Ferrari memanggil ambulans yang memang terdapat di dalam. Radhi Blair tertembak di perutnya, sedang dalam penanganan petugas medis dan para kru kesehatan lainnya bergegas menyiapkan helikopter. Ambulans itu membawa ke helipad yang ada di sirkuit dan dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Radhi Blair dibawa ke LLH Hospital.
Andre Bianchi memeriksa si penembak yang sudah tewas dan menemukan kartu pengenal nya.
"Damn it ! Orang kartel Brazil !" umpatnya. Pria itu langsung menghubungi Alaric Blair dan Ayrton Schumacher.
***
LLH Hospital Abu Dhabi
Alaric, Nura dan Charlotte McGregor, istri Radhi, sudah berada di Rumah sakit tempat Radhi dirawat menggunakan helikopter milik Al Azzam. Nura dan Charlotte sudah menangis sejak berangkat dari Dubai. Perjalanan yang membutuhkan waktu setengah jam, mereka rasakan lama.
Ketiga anggota keluarga Blair itu segera menuju lift setelah helikopter mereka mendarat di helipad rumah sakit dengan dikawal petugas rumah sakit. Wajah Alaric tampak mengeras karena tidak menduga putra nya akan menjadi korban penembakan di tempat yang selama ini dianggap aman.
Mereka tiba di ruang operasi dan Alaric langsung melihat Andre Bianchi dan Gerald Ford, sahabat / partner tim Radhi saat masih balapan dulu.
"Oom Alaric, Tante Nura, Charlotte..." sapa Gerald yang matanya tampak sembab. Alaric langsung memeluk Gerald yang sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri.
"Bagaimana Radhi, Andre?" tanya Nura.
"Masih dioperasi Tante. Charlotte, I'm sorry..." Charlotte McGregor memeluk Andre Bianchi yang termasuk saudara jauhnya.
"Terima kasih sudah menghabisi orang yang menembak mas Radhi" isak Charlotte.
"Kena apanya Ndre" tanya Alaric sambil memeluk asisten Radhi di tim engine Ferrari.
"Perut Oom..." jawab Andre.
Tak lama Lampu ruang operasi padam dan semua anggota keluarga Blair menunggu dokter keluar.
"Blair family?" panggil dokter itu.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan suami saya Dokter?" tanya Charlotte cemas.
"Alhamdulillah pelurunya bisa kami keluarkan karena mengenai tulang rusuknya. Jantung, paru-paru, semua organ tubuh Mr Blair aman semuanya. Hanya lambung yang terluka dan sudah kami jahit karena terserempet peluru. Mungkin karena mengenakan baju tebal jadi pelurunya ada penghalang..." ucap dokter berdarah Arab itu. "Mr Blair sangat beruntung."
Alaric dan Nura saling berpelukan sambil mengucap syukur sedangkan Charlotte menangis lega dalam pelukan Gerald yang sudah seperti kakaknya sendiri.
"Sekarang... Siapa lagi yang masih ada di Abu Dhabi dan Dubai?" Mata coklat Alaric berkilat marah. "Akan aku habisi !"
***
Keesokan paginya, Bayu O'Grady yang langsung terbang dari Turin, tiba bersamaan di Abu Dhabi dengan Hunter McDouglas karena mengkhawatirkan keselamatan adiknya, Elizabeth 'Izzy' McDouglas Blair yang menikah dengan Damian Blair. Mereka berani berbuat seperti itu pada Radhi, bukan tidak mungkin berani melakukannya hal yang sama dengan keluarga Blair yang lain. Keduanya dalam mobil yang sama menuju LLH Hospital.
Siapa kangen Mas Lisus ?
Hunter McDouglas
"Bay... Aku langsung ke istana Al Azzam setelah kita melihat Radhi" ucap Hunter dengan wajah menahan amarah.
"Oke. Aku akan disini bersama Oom Alaric dan Tante Nura. Radeva akan berjaga di New York bersama Doogie dan Omar Zidane. Lagipula Daddy dan Oom Pandu disana ... Apalagi ada Oom Chris Bradford..." ucap Bayu.
"Istrimu bagaimana Hunter?" tanya Bayu.
"She's a badass tapi kartel Brazil tidak tahu siapa istriku jadi kamu tenang saja. Dia bisa menjaga dirinya" jawab Hunter yang sudah menikah dan memiliki seorang putra berusia tiga tahun. Mobil yang membawa mereka tiba di parkiran rumah sakit dan keduanya pun turun menuju pintu masuk..
"Berani mereka menyerang keluarga Blair ! Padahal Radhi tidak pernah ikutan macam - macam... Dia hanya fokus balapan !" sungut Bayu yang berjalan menuju resepsionis. "Kamar Radhi Blair, please" ucap Bayu ke resepsionis.
"Dengan tuan..."
"Bayu Blair O'Grady dan Hunter McDouglas." Bayu mengeluarkan ID card-nya.
"VIP 501. Lantai lima Mr O'Grady" jawab resepsionis itu.
"Angkanya macam brand Levi's deh" kekeh Hunter.
"Masih sempat ngelawak lu" sungut Bayu.
"Telepon Ajeng deh ! Daripada dia ngereog tahu Radhi kena tembak. Tahu sendiri kan Radhi itu idolanya dia jaman pacaran sama elu..." goda Hunter demi mencairkan suasana tapi ternyata yang diajak gokil lagi mode tembak dor.
"Bisa-bisa Ajeng minta terbang ke Abu Dhabi !" gerutu Bayu sambil masuk ke dalam lift. Tiba-tiba ponsel Bayu berbunyi dan pria itu tersenyum. "Halo Je..."
"Mas Bayuuu ! Radhi gimana? Duh kok bisa sih! Mas, pokoknya aku nggak mau tahu ! Habisi para kutu beras itu !" omel Ajeng yang membuat Bayu sampai tidak bisa menyela rentetan kata-kata istrinya.
__ADS_1
"I...iya Jeng. Tapi kamu jangan teriak-teriak di kupingku dong ... Masih dipakai ini !" senyum Bayu yang mendapatkan mood booster dari istrinya.
"Hhiiiihhhh sayang sudah mati ya yang nembak ! Coba kalau masih hidup ! Bakalan aku kasih hukum picis ! Mumpung aku habis panen jeruk nipis !" omel Ajeng yang membuat Hunter terbahak.
"Astagaaaa...."
Bayu melirik ke arah pengawalnya. "Bar-bar itu menular kan ?"
Note
Pada masa kolonial ini juga pernah dilakukan hukuman mati dengan diikat di tonggak kayu atau pohon. Lalu tubuhnya disayat-sayat dengan pisau, dan lukanya diolesi air garam serta asam. Begitu terus sampai mati. Hukuman seperti ini disebut Picis.
***
Kamar Radhi VIP 501.
Charlotte langsung menghambur ke arah Bayu yang memeluknya erat. "Mas... Mas Radhi..." isaknya.
"Belum sadar C?" tanya Bayu ke adik iparnya yang juga masih saudara angkat jauhnya.
"Belum mas. Sudah hampir 24 jam... " isak Charlotte.
"Anak-anak sama siapa?" tanya Hunter.
"Sama Izzy dan Mas Damian. Kami semua tidak ada yang diijinkan Oom Direndra keluar istana. Mas Radhi kan memang harus bekerja... Kami pikir akan aman karena semua orang saling kenal satu sama lain... Itu lingkungan yang aman..." jawab Charlotte. Radhi dan Charlotte dikaruniai sepasang anak kembar laki dan perempuan bernama Nandara dan Nefa.
"Oom Alaric dan Tante Nura kemana?" tanya Bayu.
"Cari sarapan..." suara Charlotte terhenti saat mendengar suara lirih dari Radhi. Wanita berambut hitam dan mata biru terang itu bergegas mendekati suaminya.
"Mas Radhi..." bisik Charlotte.
"Halo cantik... " bisik Radhi yang langsung mendapatkan ciuman lembut dari istrinya.
"Welcome back..." senyum Charlotte sambil menangis bahagia.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1