
Markas Mancini
Arsyanendra bersama dengan Vicenzo dan Hyde keluar dari ruang interogasi itu sedangkan Shohei, Shaun dan Isaak masih berada di dalam untuk mengawasi Fazzio Gennaro.
"Bagaimana ini mas? Menurut rencana Tante Deya mau dibawa pergi ke villa milik Padre. Biar dirawat disana terus Oom Antonio mau mengadakan acara pemakaman" ucap Vicenzo.
"Siapa yang bikin rencana itu?" tanya Arsyanendra.
"Oom Luke dan Oom Bayu" jawab Hyde.
"Zo, apa di villa kamu ada simpanan senjata?" tanya Arsyanendra.
"Ada. Nanti Oom Samuel, Tante Bee akan dibawakan oleh Padre."
Arsyanendra mengangguk. "Fazzio kalian tahan disini dulu. Jika dia kita lepaskan, ada kemungkinan dia akan mati atau melaporkan kita ke kartel."
"Jika boleh memilih, aku pengen nabrak dia seperti dulu dia kasih ijin n?b@jing@n yang menabrak Padre dan paman Sergio !" geram Vicenzo.
"Harusnya kamu seperti itu ke Simone Ferrara, tapi sayangnya sudah mati duluan" balas Hyde.
"Too bad..." gumam Vicenzo.
"Sekarang yang kita lakukan adalah, kita cari Kefka Guilherme. Tidak perduli menggunakan semua sumber daya, yang penting kita dapat dulu. Sekalian Michael Ferrara. Memang bukti belum dapat secara konkret karena baru berkas dari mantan pengawal keluarga Ferrara tapi itu bisa saja dimanipulasi karena tadi saja kita baru tahu kalau sebenarnya Simone lah yang berada di balik semua ini kan?" Arsyanendra menatap ke kedua adiknya.
"JJ sedang berkoordinasi dengan Oom Gio. Dan semoga server milik keluarga Mancini bisa kuat mendapatkan semua data dari Jang Corp" ucap Vicenzo.
***
Tiga hari berada di markas Mancini, akhirnya Arsyanendra bersama Vicenzo dan Hyde mendatangi rumah sakit usai membersihkan diri. Arsya tidak mau kena omel Tante Blaze dan Tante Leia nya hanya gara-gara dia malas mandi akibat ajaran dari Oom Trio Kampret nya.
Sesampainya di Ospedale Regina Margherita Hospital, ketiganya melihat bagaimana Alano sudah tampak cerah dan senang setelah ibunya bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa. Blaze dan Samuel beserta dokter Xavier Del Piero sudah melihat kemajuan Savrinadeya pasca operasi keduanya.
Karena mereka sedang dalam misi, maka Savrinadeya dipindahkan ke kamar VIP khusus dan tidak sembarangan orang bisa masuk tanpa pemeriksaan detail dari pihak pengamanan Ramadhan Securitas yang dikirim oleh David Hakim Satrio, sehari pasca penembakan itu.
***
"Jadi Tante Deya sudah bisa pergi ke tempat villa Padre? Di Piedmont Susa Valley?" tanya Vicenzo ke Alano.
"Yup. Malam ini berangkat dengan mobil Van lengkap dengan semua peralatan medis. Macam ambulans tersamar" jawab Alano.
__ADS_1
"Siapa saja yang berangkat?" tanya Arsyanendra.
"Mommy, Oom Sammy, Tante Bee dan tiga pengawal. Daddy menyusul karena kita harus membuat acara pemakaman bohongan" jawab Alano lagi.
"Tante Bee sudah dikasih senjata?" tanya Vicenzo.
"Sudah, Oom Dante sudah menyiapkan di mobil dan ada tiga mobil yang akan berangkat nanti malam. Dua sebagai pengalih satu langsung ke Piedmont."
Arsyanendra mengangguk. Mata biru nya melihat bagaimana Oom dan tantenya tampak sibuk untuk memindahkan Savrinadeya ke dalam mobil di jam Kunti seperti ini. "Mas ikut di salah satu mobil. Perasaan mas kok nggak enak."
Keempat adiknya menatap pria tinggi gagah itu dengan tatapan horor. "Mas Arsya jangan nakut-nakutin dong..." rengek Raul.
"Bukan nakutin, Raul. Tapi mas barusan interogasi Fazzio Gennaro hampir tiga hari dengan jawaban yang sama. Semua orang yang di Turin, diincar kartel Brazil. Mereka sudah membuat Tante Deya terluka dan bukan tanpa alasan, mereka akan mencelakakan yang lain." Arsyanendra lalu menghampiri Dante dan tampak keduanya serius mengobrol.
"Al, mas Arsya itu diam-diam menghanyutkan deh. Kirain cuma tukang malas mandi doang tapi makin kesini kok auranya makin beda ya..." gumam Raul.
"Sudah pantas buat gantiin Oom Sean nanti. Mas Arsya jauh lebih tegas dari Oom Sean. Eh apa benar Mas Arsya pacaran sama mbak Violet?" Alano menatap ketiga sepupunya.
"Violet putri dari kerajaan Belanda?" tanya Vicenzo. "Katanya sih... Tapi itu kan baru rumor. Tahu sendiri mas Arsya sahabatnya cuma tiga, Vio, pangeran Richard dari Inggris dan putri Adonia dari Spanyol."
"Kalau mereka pacaran, ya nggak papa sih. Wong dah kenal dari kecil juga..." sambung Hyde.
"Selalu ada dan lengkap" jawab keempatnya.
"Good. Karena kita tidak tahu apa yang bakalan terjadi di jalan nanti."
***
Jam 00.45 waktu Turin, tiga mobil Van hitam sudah berada di pintu belakang rumah sakit yang dekat dengan kamar mayat. Semua keluarga Turin mengenakan pakaian hitam-hitam dengan pengawalan ketat.
Tak lama tiga brankar tertutup kain putih pun dikeluarkan oleh para pengawal kepercayaan mereka yang membawa masuk ke dalam Van hitam itu.
Blaze dan Samuel masuk ke Van nomor dua bersama dengan tiga pengawal kepercayaan Dante Mancini.
Antonio dan Alano masuk ke mobil Van pertama bersama dengan Shohei dan Shaun, sedangkan Alexis masuk ke Van ke tiga bersama dengan Raul dan dua pengawalnya.
Arsyanendra sudah bersiap diatas motor Ducati bersama dengan Hyde dan Vicenzo beserta JJ, Isaak dan Giovanni, salah satu pengawal Vicenzo yang jago tembak.
"Isaak, kamu mengawal Tante Bee bersama dengan JJ. Giovanni, kamu bersamaku mengawal Oom Tonio. Hyde dan Vicenzo, kalian mengawal Oom Alexis" perintah Arsyanendra.
__ADS_1
"Your highness..." ucap Isaak.
"Bleib ruhig ( tenang saja )" ucap Arsyanendra dari earpiece nya. "Kalian semua sudah pakai kevlar ?"
"Sudah" jawab kelimanya. Arsyanendra tadi memang meminta pengawal Vicenzo untuk membawa enam motor Ducati dari garasi Mancini.
"Oom Dante akan mengawal Oom Tonio, jadi sudah pasti yang paling diincar yang itu karena dua mayat decoy itu dianggap Mikaela dan Idris yang diberitakan juga meninggal di meja operasi. Semua orang di rumah sakit sudah diminta diam kalau tidak akan dihancurkan oleh Tante Moon seperti di Mexico" ucap Arsyanendra yang duduk diatas motor hitam itu sambil bersedekap.
"Mas, masa Tante Moon mampu berbuat seperti itu?" tanya Hyde.
"You have no idea apa yang bisa Tante Moon lakukan. Jika kamu mengira kamu sudah menjadi seorang Yakuza dan Mafia, kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan seorang Jang Geun-moon" jawab Arsyanendra tenang. ( Baca Agen Federal dan Guru Cantik ).
Vicenzo dan Hyde saling berpandangan dari balik helmnya.
"Mereka mulai bergerak your highness" ucap Isaak.
Arsyanendra menutup kaca helmnya dan menoleh Hyde yang menyelampirkan katana miliknya di punggung. "Kamu macam ninja Hatori..." kekeh sulung dari generasi ketujuh.
"Seriously mas ? Malah kepikiran ninja Hatori?" gerutu Hyde.
"Tapi mirip kok!" timpal Shohei dari balik jendela mobil Van.
"Urusai ( berisik )!" bentak Hyde.
"Kita berangkat boys. May the force be with you" ucap Arsyanendra sambil memacu Ducati nya.
"HAAAAAHHH?" seru adik-adiknya.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1