Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Den Den Mushi Part 1


__ADS_3

Perfektur Yamanashi Dekat dengan Aokigahara


Empat mobil SUV sudah berada di area yang hanya berjarak satu kilometer dari rumah-rumah yang sudah banyak terbengkalai disana karena berkurangnya penduduk yang tinggal disana.


Rombongan Tokyo yang dipimpin oleh Tama dan Nobu, berjalan dengan menggunakan perlengkapan senjata lengkap. Hideo sendiri bersama dengan Jin, merasakan adrenalin mereka muncul kembali setelah selama ini mereka hidup damai dengan mengelola toko emas milik keluarga Kojima.


Mereka berjalan di sela-sela semak-semak yang tinggi dengan dibagi tiga kelompok. Hideo bersama dengan Jin dan dua anggota Yakuza Takara. Shinichi sendiri bersama Raihanun, Yukihiro, Tama dan Akito sedangkan Nobu bersama dengan Momiji dan dua anggota Yakuza lainnya. Tim Hideo mengambil sisi kiri, Shinichi sisi tengah sedangkan Nobu mengambil sisi kanan.


Rumah itu berada di bawah bukit jadi tidak ada tempat untuk para penculik itu kabur ke arah hutan karena terhalang bukit kapur yang lumayan tinggi.


Saat mendekati lokasi, Hideo, Tama dan Nobu mengambil binoculars yang super canggih karena bisa night vision goggles.


"Rumah nya horor ... " gumam Nobu di earpiece masing-masing orang.



Bayangin aja kalau malam


"Mereka kok nggak ditakuti sama Sadako ya?" gumam Shinichi.


"Sumurnya ketutup pakai tutup besi kali appa. Jadi nggak bisa keluar karena ga kuat angkat" jawab Nyunyun yang nyaris membuat semua orang terbahak.


"Jangan bercanda Nyun !" desis Yukihiro sebal dengan ucapan adik sepupunya yang cantik itu.


"Lho dilogika aja dong mas Yuki..." eyel Raihanun.


Yukihiro menatap judes ke adiknya yang memasang wajah manyun tidak mau kalah dengan kakaknya.


"Heh ! Sudah ! Mau nyelamatin Dendeng kok malah ribut !" tegur Hideo dengan suara dalamnya tapi mampu membuat semua orang diam.


"Nobu-san." Sebuah suara terdengar di earpiece Nobu.


"Siapa ini?" tanya Nobu yang bingung mendengar suara asing di telinganya.


"Agen Luiz Gustavo. Saya agen ABIN yang menyusup ke kartel Brazil milik Raymundo. Putra Shinichi Park ada di sisi timur. Dia berada di kamar anak dan ada jendela dengan teralis bambu yang sudah dirusak olehnya."


"Apa kamu yang menculik Den... Raiden?" tanya Shinichi.


"Bukan saya, Señor Park."


"Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam earpiece kami?" tanya Hideo.


"Señor Bianchi dan Señor Oliviera yang memberikan jika sesuatu terjadi pada keluarga Jepang."

__ADS_1


Hideo menatap ke arah putranya dan Nobu menggunakan night vision goggles yang dipakainya. "Apakah dia bisa dipercaya? Mengingat sejarah generasi keenam dengan ABIN tidaklah bagus."


"Anda boleh tidak percaya pada saya tapi saya mengatakan yang sebenarnya. Saya tahu anda semua datang karena Señor Oliviera sudah memberikan sinyal ke saya..."


"Señor Park senior... Saya Eduardo Oliviera. Saya diminta bantuan dari Luke Bianchi untuk menolong anda" suara Eduardo masuk ke line earpiece keluarga Tokyo.


"Dimana Luke?" tanya Hideo.


"Mengurus kecoak yang masuk ke mansion Bianchi."


Semuanya tampak terkejut. Yukihiro lah yang paling khawatir dengan keselamatan Luke dan Hyde.


"Kalian jangan khawatir, semuanya selamat tapi tidak dengan orang-orang yang datang tanpa permisi" kekeh Eduardo. "Agen Gustavo adalah agen yang memang menyamar untuk masuk ke dalam kartel. Kalian jangan khawatir, he's cool."


"Señor, mereka bergerak. Tampaknya sedang berbicara dengan Raymundo" bisik Agen Gustavo.


"Kita bergerak sekarang!" ucap Hideo. "Aku sudah menghubungi polisi karena ini kasus penculikan bukan urusan dengan kartel... Anggap saja begitu."


"Ini murni penculikan!" ucap Momiji geram dan merasa bersalah karena kecolongan.


"Bersiap kalian semua!" ucap Tama sambil mengkokang Glocknya. Shinichi sebenarnya paling malas memegang pistol tapi demi anaknya yang sering mereog tidak jelas dan kewarasan semua orang, dia terpaksa memegang senjata.


Raihanun memilih memakai pistol BB gun untuk menembakkan semua peluru berisikan b*m cat nya.


Raihanun dan Raiden terbiasa memanggil para pengawal senpai sedangkan Akito dipanggil sama seperti mereka memanggil kakak sepupunya.


Tiga tim disana berjalan pelan diantara tingginya rumput. Mereka melihat ada jalan menuju desa terdekat dan disana terdapat tiga mobil yang diyakini salah satunya dipakai untuk menculik Raiden.


Hideo dan Jin berjalan mengendap-endap ke belakang mobil bersama dengan dua pengawal lainnya sedangkan Shinichi dan Akito yang sudah siap dengan Glock masing-masing, maju ke arah rumah. Yukihiro pun berjalan mengendap-endap dengan melindungi Raihanun di belakangnya.


Tama maju untuk mengintip kondisi dalam rumah yang didalamnya penuh dengan pria Amerika Latin sedang ribut sendiri. Salah satu pengawal kepercayaan Luke itu menghitung ada sekitar 11 orang disana.


"Ada sebelas orang di dalam" bisik Tama.


"Aku yang akan maju duluan" ucap Nobu yang memberikan kode ke Momiji dan dua pengawal nya untuk ikut dengannya.


***


Raiden nyaris berteriak senang saat melihat GPS kakaknya terlihat di jam canggihnya dengan tutup Strike Freedom Gundam. Segera bocah itu naik ke atas kursi dan melihat dari jendela. Entah bagaimana dia bisa merasakan Appanya dekat dengan dirinya, begitu juga dengan kakak perempuannya.


"Ayo... Kalian segera jemput Dendeng. Nanti dimarahi okasan belum bikin PR. Tahu gitu tadi sebelum ke toko game bikin PR dulu !" gumam Raiden manyun.


Bocah itu masih melihat pergerakan diantara rumput ilalang yang tinggi itu. Duh semoga mbak Nyunyun nggak ketemu ular. Bisa berabe!

__ADS_1


***


Nobu dan Momiji berjalan menuju arah belakang dengan dua pengawal berjaga di belakang mereka. Tanpa mereka duga, ada dua orang penculik disana dan Nobu serta Momiji segera menembakkan senjata mereka. Dua orang yang tidak sempat menembak itu pun ambruk akibat peluru bius yang dipakai.


Suara tubuh orang jatuh pun terdengar membuat semua yang berada di dalam rumah bergegas keluar dan mereka semua ditembak oleh keluarga Park yang sudah berjaga bahkan Raihanun berhasil menembak orang yang hendak kabur dengan peluru cat nya. Yukihiro langsung mengejar orang itu dan menghajar nya dengan pedang kendonya.


Jin yang melihat bocah yang dianggap cucunya, tampak dingin menghajar seorang dewasa, hanya bisa menatap kagum. Benar-benar anaknya Luke !


Akito yang melihat Raihanun menunduk, langsung melindungi adik sahabatnya sambil membawanya ke tempat aman arah rumah. Keduanya tidak tahu jika mereka berada di ruangan Raiden.


"Mbak Nyunyun ! Mas Akito !" seru Raiden dari jendela membuat kedua orang itu mendongak.


"Den Den Mushi!" seru Raihanun dan Akito bersamaan.


"Aku mau kelu... " Tiba - tiba dinding kayu yang memang sudah lapuk itu pun ambruk akibat tekanan tubuh Raiden dan nyaris menimpa kakak - kakaknya. "Addduuuhhh ! Sakiiiittt !" teriak Raiden yang tengkurap di lantai.


Suara teriakan Raiden membuat penculik yang kena tinju bocah itu bergegas masuk ke dalam ruangan itu dan Raihanun langsung menembak kan pistol BB nya hingga pria itu terkena peluru cat dan salah satu nya mengenai matanya hingga berteriak kesakitan terkena bahan kimia yang dibuat gadis cilik itu.


Akito langsung menembakkan peluru bius nya membuat pria itu ambruk. Buru-buru dokter muda itu melihat kondisi mata pria yang terkena peluru cat Raihanun. "Duh, Nyun, ini bakalan lama sembuhnya ..."


"Eeeehhhhh? Nyunyun belum nemu formula buat kalau kena mataaaa..." teriak gadis cilik itu panik.


***


Tak lama drama tembak tembakan pun berakhir dengan semua pelaku tertidur akibat peluru bius buatan Jang Geun-moon. Kepolisian perfektur Yamanashi pun datang begitu juga Inspektur Yoshizawa dari Tokyo yang merupakan teman baik Luke Bianchi dan Hideo Kojima Park.


"Mereka menculik Dendeng?" kekeh Inspektur Yoshizawa yang ikutan Luke memanggil Raiden.


"Begitulah. Tolong ya Yoshizawa" senyum Hideo. "Tenang, mereka semua tidur kok."


Inspektur itu tersenyum lalu memanggil anak buahnya untuk membawa semua pelaku. Hideo berdiri sambil melihat Shinichi memeluk kedua anaknya usai kejadian yang memicu adrenalin. Syukurlah semua selamat.



Anggap aja udah agak tuaan yaaa


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2