
Mansion Keluarga Mancini
"Mas Arsya kapan datang?" tanya Vicenzo sambil memeluk Arsyanendra.
"Satu jam yang lalu. Halo, Hyde." Arsya memeluk Hyde erat. "Al dan Raul masih di rumah sakit?"
"Masih kayaknya. Aku dan Vic tidur seharian setelah tidak tidur hampir 24 jam" jawab Hyde. "Aku lapar. Ada makanan apa?" Pria berdarah Jepang itu duduk di kursi makan dan melihat menu makanan di meja. "Yes, lasagna" serunya sambil mengambil potongan besar pasta itu.
"Sekarang, ceritakan sama aku, apa yang sebenarnya terjadi?" Mata biru Arsya menatap tajam ke kedua adiknya membuat Vicenzo dan Hyde sedikit segan.
***
"Hyde-chan !" panggil Shohei yang datang bersama JJ dan Shaun. "Oh, your highness..." Ketiga orang itu membungkuk hormat ke Arsya.
"Don't be so formal, aku disini sebagai Arsyanendra, kakak Hyde dan Vicenzo" senyum Arsya ke ketiga pengawal adik-adiknya. "Apa yang kalian temukan?"
"Duduk saja. Santai" ucap Vicenzo sambil makan grilled chicken nya.
Ketiga orang itu duduk di depan ketiga anggota keluarga Léopold, Bianchi dan Mancini.
"Kalian tidak akan menduganya... Pertama..." Shohei menarik nafas dulu. "Pria yang berada di pelabuhan gudang A-13, yang menculik istri Carlo dan ketiga anaknya adalah mantan kapten kepolisian Turin, Fazzio Gennaro. Dia memang sudah pensiun tapi masih memiliki power disini. Kami mendapatkan nama itu melalui face recognition yang didapatkan dari Alano-chan dan Raul-chan."
"Oke. Lalu?" Arsya menatap dingin ke ketiga pria di depannya. Entah karena aura pangeran nya, membuat tiga pengawal itu tampak terintimidasi.
"Kami sudah mendapatkan siapa penembak Nyonya Savrinadeya..." jawab JJ.
"Siapa namanya?" tanya Vicenzo tidak sabar.
"Kefka Guilherme" jawab Shaun.
"Kefka Guilherme. Siapa itu?" tanya Hyde.
"Apakah kalian semua percaya jika pria ini adalah putra Yunita dan Carlos Guilherme?" ucap Shaun lamat-lamat.
Ketiga sepupu itu tampak berpikir. "Siapa Yunita?" tanya Hyde.
"Yunita Laksono lengkapnya, adalah mantan teman sekamar Nyonya Savrinadeya di asrama Gallaudet University. Dan Yunita ditangkap polisi setelah hampir membunuh Nyonya Savrinadeya" jawab Shaun.
"Gallaudet University? Bukankah itu kampus untuk kaum tuna rungu? Jadi Yunita ini bekas teman sekamar Tante Deya? Apakah dia tuna rungu?" tanya Arsyanendra. ( Baca Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena ).
__ADS_1
"Antara benar dan tidak your highness. Rupanya Yunita adalah seorang social chameleon, dan dia bisa meniru orang seperti yang dia mau termasuk tuna rungu. Yunita mempelajari bahasa isyarat dengan cepat hingga tidak ada orang yang mencurigai nya. Aslinya Yunita ini normal your highness. Alasan dibalik kenapa dia hendak membunuh nyonya Savrinadeya karena dia ingin merebut tuan Antonio Bianchi. Yunita sebelum ke Gallaudet, membunuh temannya di Kuala Lumpur dan satu di Tokyo meskipun selamat. Akhirnya Yunita di ekstradisi ke Tokyo untuk dijatuhi hukuman sepuluh tahun untuk percobaan pembunuhan tapi hanya enam bulan di penjara Tokyo, Yunita di ekstradisi ke Kuala Lumpur Malaysia untuk penjatuhan hukuman karena pembunuhan..." papar Shaun.
"Di Malaysia, Yunita dihukum seumur hidup dan pihak pemerintah Jepang tidak masalah Yunita dihukum disana karena pembunuhan. Yang membuat gegeran adalah, Yunita bertemu dengan gembong narkoba dari Brazil bernama Carlos Guilherme yang merupakan salah satu letnan di Kartel Brazil. Entah bagaimana enam bulan di penjara, Yunita hamil" lanjut JJ.
"Bukannya penjara pria dan wanita terpisah?" tanya Hyde.
"Benar tapi saat itu terjadi kebakaran di lapas wanita jadi mereka dipindahkan ke lapas pria untuk sementara waktu dan itu kesalahan terbesar" jawab Shohei.
"Karena di penjara tidak boleh mengasuh bayi, akhirnya putra Yunita dan Carlos itu diambil oleh Harland Rochester lalu dibawa ke Brazil yang dididik menjadi anak angkat kapten Manuel Raymundo dan sekarang menjadi salah satu kapitan disana" sambung JJ.
"Sekarang dimana Kefka?" tanya Vicenzo.
"Kefka sudah pergi meninggalkan Turin dua jam usai penembakan itu dan menurut manifestas penerbangan, dia kembali ke Rio de Janeiro " jawab Shaun.
Arsyanendra tampak berpikir. "Aku rasa Kefka sengaja mengincar Tante Deya dulu karena menganggap gara-gara Tante Deya, ibunya dipenjara dan dia memupuk dendam disana dengan catatan, doktrin apa yang diterimanya selama tinggal di kartel Brazil."
"Apakah dia akan kembali lagi ke Turin?" tanya Shohei.
"Oh ya. Dia akan kembali ke Turin." Arsyanendra mengangguk yakin. "Dan sekarang, kita urus yang berada di Turin."
***
"Mas Arsya mau rencanain apa?" tanya Hyde.
Hyde dan Vicenzo tertawa mendengar kalimat khas Arsyanendra. "Kagak ilang-ilang juga kalimat mas Arsya pikir-pikir dulu..." gelak Hyde.
Arsya tersenyum smirk namun setelahnya dia berwajah serius. "JJ, bukannya anak Carlo Berzonni ada empat orang. Kenapa yang dikirim ke Jepang hanya tiga?"
"Karena yang satu disekap oleh Fazzio Gennaro, your highness."
"Disekap sebagai leverage agar Carlo Berzonni muncul" jawab JJ.
"Tapi kan sudah diberitakan tewas dibunuh Oom Luke..."
"Kami belum menemukan nya."
"Usia berapa anak yang disekap?" tanya Vicenzo.
"Tujuh belas tahun."
__ADS_1
Arsya menatap ke semua orang di meja makan. "Aku rasa dia akan jadi korban human trafficking... Sekarang bisakah kamu melacak dimana Fazzio Gennaro?" Arsya menatap tajam ke arah JJ.
"Dia ada di bar Piñata setiap malam" jawab JJ.
"Nanti malam juga?"
"Yes your highness."
Arsyanendra mengangguk. "Nanti malam, kamu JJ dan Shaun ikut aku ke bar Piñata. Kita awasi Fazzio Gennaro."
"Tapi mas..." Vicenzo menatap cemas ke kakaknya yang tidak hanya wajahnya dikenal seluruh dunia tapi juga dia seorang pangeran dan putra mahkota Kerajaan Belgia.
"Es ist okay ( it's okay )" senyum Arsya dengan bahasa Jerman.
***
Bar Piñata Malam Harinya
Arsya bersama dengan JJ dan Shaun masuk ke dalam bar lalu mengambil tempat di sudut sembari memperhatikan sekelilingnya.
"Your highness, sudah bawa senjata?" bisik Shaun. Bukan apa-apa, semua keluarga dan pengawal inti keluarga besar klan Pratomo tahu Arsya anak militer yang digembleng habis selain sejak kecil sudah dididik khas klan Pratomo.
"Kamu kira aku kesini tanpa persiapan?" senyum Arsya yang mengenakan topi Beanie. Ketiganya memesan bir yang kadar alkoholnya tidak setinggi minuman keras lainnya.
"Your highness, arah jam dua anda" bisik JJ.
Arsya pun menoleh. Here We Go.
Arsyanendra Léopold
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Maaf pendek karena aku dah ngantuk euy
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 25 08 23 )