
Istana Brussels
"Mr Prasetyo !"
Rasendriya menoleh dan melihat dua orang pengawal mendatangi dirinya.
"Maafkan pengawal baru yang belum hapal. Mari saya antar masuk ke dalam istana.." Pengawal itu lalu membawaku koper milik Rasendriya.
Pria jangkung yang wajahnya perpaduan antara Blaze dan Samuel mengikuti dua pengawal itu menuju istana Brussels.
***
"Nyasar ? Nyasar?" seru Sean tidak percaya ada pengawalnya yang bingung dengan masuk ke istana hingga salah mengantarkan keponakannya.
"Dia masih culun, Oom... Yang penting aku sampai sini. So, bagaimana rencananya?" tanya Rasendriya.
"Avaro ikut dengan kita" jawab Hyde.
Rasendriya menoleh ke sepupunya yang tampak kalem. "Are you sure ?"
Avaro mengangguk. "Sudah waktunya aku memakai gelar ku bukan?"
***
Rombongan Brussels berangkat dengan dua mobil beriringan. Mobil pertama disetiri oleh Otto, pengawal ibunya dulu lalu ke Gemintang dan sekarang ke Avaro. Memang harusnya Otto sudah pensiun tapi Sean memilih pria itu menjadi pendamping putra keduanya. Bukan apa-apa tapi pengalaman Otto sangat diperlukan apalagi soal birokrasi ke berbagai negara Eropa terutama yang berdekatan dengan Belgia.
Di mobil pertama terdapat Otto, Avaro, Hyde dan Rasendriya. Mobil kedua berisi Hubert, Shohei dan JJ sebagai pengawal ketiga orang bersaudara itu.
"Kita kemana dulu Mr Bianchi?" tanya Otto.
__ADS_1
"Kantor catatan sipil Helsinki. Aku tidak bisa menemukan data disana dan kemungkinan tidak tercatat juga bisa" jawab Hyde yang sibuk dengan MacBooknya.
"Harusnya semua sudah terkomputerisasi..." gumam Rasendriya. "Mereka menikah resmi kan? Bukan nikah sirih?"
"Mana ada nikah sirih Rase... Eh tapi ..." Avaro tampak berpikir. "Bagaimana jika Opa Masayuki tidak menikah resmi jadi tidak tercatat..."
"Bodohnya akuuuu !" teriak Hyde.
"Apa Hyde ?" tanya Rasendriya.
"Opa Yuki kan sudah melepaskan nama Pratomo dan Al Jordan. Sudah pasti tidak ada ! Kenapa aku tetap mencari dua nama belakang keluarga aku sih ! Bakka !" umpat Hyde. "Siapa nama tengah Opa Masayuki?"
"Mana kita tahu Hyde ... Bukankah kamu dan Oom Luke yang punya akses ..."
Hyde membuka folder milik keluarganya. "Jirou." Pria blasteran Jepang Italia itu mengetik nama tengah Masayuki dan keluarlah nama itu.
"Oke, Masayuki Jirou menikah dengan Sinead Willson... Beda agama. Pantas di catatan sipil..."
"Meilahti Triangle Hospital."
"Kapan dia melahirkan?" tanya Rasendriya sambil mencoba memasukkan dengan hasil silsilah kasar agar bisa mengira-ngira berapa turunan Masayuki Al Jordan.
"Sebulan setelah Opa Yuki meninggal... Saat itu berarti sedang hamil tujuh delapan bulan" gumam Hyde. "Tapi harusnya dia tahu kan siapa Opa Yuki?"
"Hyde, yang jadi pertanyaan...kemana Sinead Willson saat Opa Yuki tewas ?" celetuk Avaro.
"Kalau begitu, kita bagi dua. Aku dan Avaro bersama JJ ke kantor polisi pusat sedangkan Rase bersama Shohei dan Uncle Hubert ke Meilahti Triangle Hospital. Varo, sudah waktunya kamu pamer gelar mu."
***
__ADS_1
Kantor Polisi Pusat Helsinki Finlandia
Avaro dan Hyde datang ke kantor polisi. Semua orang tahu bahwa kepolisian Helsinki agak sulit ditembus. Otto yang maju ke bagian front desk karena dia bisa berbahasa Finlandia atau disebut Finnish.
"Anteeksi. Missä voin tavata poliisipäällikön ( Maaf. Dimana saya bisa bertemu dengan kepala polisinya )?" senyum Otto.
"Kuka sinä olet ( Kalian siapa )?" tanya petugas itu.
"Olemme ryhmä Brysselistä. Tämä on belgialainen prinssi Avaro, joka etsii kadonnutta perhettään ( kami rombongan dari Belgia. Pangeran Avaro dari Belgia, hendak mencari keluarganya yang hilang )" jawab Otto.
"Helsingissä ( di Helsinki )? Kun ( kapan )?"
"lähes 80 vuotta sitten ( hampir 80 tahun lalu )."
"Ini logo kerajaan Belgia, jika anda tidak percaya." Avaro menunjuk lencana miliknya beserta paspor kerajaannya. "Periksa saja kalau tidak percaya."
Otto menerjemahkannya ke dalam bahasa Finlandia dan petugas itu melakukan scanner ke pasport diplomatik khusus milik Avaro. Petugas itu tampak terkejut karena pria yang berada di hadapannya, benar-benar seorang pangeran Belgia.
"Anteeksi, teidän korkeutenne. Ilmoitan kapteenille ( Maafkan saya yang mulia. Akan saya beritahukan kapten )!" petugas itu berdiri dan memberikan hormat pada Avaro lalu bergegas menuju ruang kaptennya.
"Kan aku sudah bilang. Terkadang harus kamu gunakan gelarmu." Avaro mengambil paspor dan lencana kerajaan miliknya membuat Hyde tersenyum smirk.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️