Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Rencana Kefka ( Revisi )


__ADS_3

Mansion Bianchi Turin Italia


Arsyanendra berdiri diatas balkon kamarnya yang berada di lantai dua mansion sambil menelpon Violet, sahabatnya dari kecil yang sekarang sedang penjajakan ke level yang lebih tinggi, yaitu sebagai kekasih.


"Kamu nggak apa-apa kan Sya?" tanya Violet, putri mahkota Kerajaan Belanda yang memiliki mata bewarna ungu.


"Syukurlah nggak papa."


"Tante Deya bagaimana?"


"Tante Deya sudah aman. Ada Oom Sammy, Oom Ken dan Tante Bee kok disana jadi soal dokter, tidak perlu diragukan deh..." Mata biru Arsyanendra menatap ke arah jalan yang menuju mansion Bianchi. Memang mansion ini terletak diatas bukit dan hanya ada satu jalan menuju bangunan dua lantai itu.


"Syukurlah kalau sudah aman semuanya Sya."


"Kamu dimana Vio?"


"Menemani Daddy acara ke Rotterdam, nanti malam pulang ke Den Haag" jawab Violet.


"Ya sudah. Kamu acara dulu deh, aku mau persiapan acara pemakaman Mikaela, asistennya Tante Deya yang jadi korban penembakan."


"Hati-hati Sya. Jangan sampai ada apa-apa... Tahu sendiri Oom Sean bisa ngajak perang Italia kalau terjadi sesuatu sama kamu."


Arsyanendra tersenyum. "Aku yakin aman. Bye Vio, ik houd van je ( I love you - bahasa Belanda )."


"Ich liebe dich, Arsya" balas Violet dengan bahasa Jerman.


Arsya tersenyum lalu mematikan panggilannya. Tak lama ponselnya berbunyi lagi dan kali ini sahabatnya yang lain.


"Yo, Richard ..." jawab Arsya.


"What the hell were you doing last night ( apa hal yang kamu lakukan semalam )!" bentak Richard, putra mahkota Kerajaan Inggris.


"Aku ngapain?" jawab Arsya kalem.


"Arsyanendra Schumacher Léopold !"


Arsyanendra tertawa. "Membantu vendetta, Rich..."


Richard mengumpat. "Oom Sean tahu?"


"Tahu lah ! Tunggu, bagaimana kamu tahu aku melakukan apa semalam?"


"Arsya, memangnya aku tidak hapal sifat panasan kamu ?! Tante mu habis kena tembak, dan aku yakin sepupu mu yang mafia serta Yakuza itu tidak akan diam saja ! Dan kamu, pasti ikutan karena kamu juga tidak terima kan !" omel Richard Carrington.


"Dengar Rich, jangan sampai Alisha tahu."


"Tidak mungkin Sha tidak tahu karena dia juga hapal sifat kakaknya."


"Oh come on Rich. Aku sudah memberikan ijin kamu mendekati adikku, jadi bantulah aku...." pinta Arsya.


"Dasar calon ipar tukang meras !" omel Richard.


"Pleeaaseee..." rengek Arsya ke Richard. Hanya ke pangeran Inggris itu saja, Arsya bisa bersikap santai.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kamu bakalan bisa seperti ini Sya."


"Apaan?"


"Macam Louis kalau ingin sesuatu..." sungut Richard membuat Arsyanendra tertawa.


Tiba-tiba mata biru Arsya melihat adanya mobil bewarna hitam menuju jalan ke arah mansion milik keluarga Bianchi. Dirinya langsung waspada karena mereka dalam kondisi masih pemulihan pasca semalam gegeran.


"Sya? Ada apa ?" tanya Richard.


"Ada kecoa yang mau cari tahu" jawab Arsyanendra.


***


Shohei dan Shaun pun melihat mobil yang melintasi pagar mansion dengan jalan perlahan-lahan. Kedua pengawal itu meminta para penjaga waspada karena untuk saat ini semua yang melintas harus dicurigai.


"Cari tahu plat nomor mobil nya, Domba" ucap Shohei yang mengawasi kamera CCTV di ruang pengawas.


"Tanpa kamu minta, sudah pasti aku lakukan badut !" balas Shaun.


"Perasaanku tidak enak, Domba."


"Semoga tidak terjadi apa-apa." Shaun pun juga merasa tidak enak perasannya.


***


Di Dalam Mobil Hitam itu


"Benar Signor Guilherme. Pangeran Arsyanendra keponakan keluarga Bianchi" jawab pengawalnya.


Kefka tersenyum licik. "Kita buat rencana tambahan. Culik pangeran itu sebagai jaminan untuk penyerahan semua aset keluarga Bianchi dan Mancini."


"Signor, anda hendak menculik pangeran dan putra mahkota Kerajaan Belgia... Anda mengibarkan bendera perang ke kerajaan Belgia !" cegah pengawalnya.


"Kalau mau vendetta, harus total ! Savrinadeya sudah tewas. Jika mereka tidak mau pangeran Belgia itu mengalami hal yang sama, cukup serahkan kekuasaan Bianchi dan Mancini di Turin."


"Signor, apakah anda lupa jika keluarga mereka tidak perduli akan hukum? Mereka pernah mengubrak Abrik Hongkong. Triad Wong saja mereka habisi."


Kefka menarik kerah baju pengawalnya. "Aku tidak takut ! Kita punya banyak anak buah di Brazil ! Bahkan aku bisa mengangkut mereka kemari ! Aku yakin, ayah pangeran manja itu, akan lebih memilih nyawa anaknya dan akan berusaha membujuk keluarga nya untuk menukar tanah mereka demi nyawa anaknya ! Memangnya pangeran itu bisa apa ?"


Pengawalnya hanya diam saja.


"Besok adalah acara pemakaman Savrinadeya. Kita culik pangeran itu dan kita bawa ke Brazil !"


***


Mansion Moretti di Milan


Ashley dan Asher cemberut karena tidak diijinkan pergi ke Turin.


"Kalian masih sekolah jadi Big NO ikutan gegeran !" ucap Sakura galak.


"Okasaaannn... " rengek dua kakak beradik itu. "Dad..."

__ADS_1


"Well, kalau okasan mu bilang tidak, ya tidak. Daddy nggak bisa bilang apa-apa. Lagipula, apa yang dibilang benar kok. Kalian masih sekolah dan akan ada ujian kan? Jangan bilang cari alasan buat skip ujian" jawab Alessandro dengan nada tenang tapi tatapan nya tajam ke kedua anaknya yang memang manja.


Ashley pun cemberut. "Nyebelin !"


"Sudah nggak usah marah-marah ! Kalian akan dikawal oleh Bugs Bunny dan Daffy Duck. Jadi jangan nakal !" final Sakura.


Dua pengawal Ashley dan Asher bernama Bruno dan Davidde tapi sering dipelesetkan oleh Sakura menjadi tokoh kelinci dan bebek Iconic kartun Looney Toons besutan Warner Bros.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Dante ke pasangan Moretti itu.


"Yup" jawab Alessandro.


"Kalian naik apa?" tanya Leia.


"Range Rover lah. Senjataku banyak tersimpan disana" cengir Alessandro.


Ashley menghampiri Hyde dan Vicenzo yang sudah siap diatas motor Ducati nya. Dua motor itu sudah diisi bahan bakar penuh hingga keduanya tidak bingung mencari pom bensin.


"Seriously, mas Hyde macam Ninja Hatori" kekeh Ashley.


"Reseh lu ! Aku bukan macam Ninja Hatori!" sungut Hyde dari balik helmnya.


"Lalu siapa?" tanya Asher.


"Toshizo Hijikata. Salah satu wakil kapten Shinsengumi" jawab Hyde.


"Kebanyakan baca Kenshin deh" gumam Asher.


"Kalau aku bilang, kamu nggak mirip sama anggota Shinsengumi itu..." ucap Vicenzo.


"Terus ? Mirip siapa?" tanya Ashley.


"Yajirobe" jawab Vicenzo tenang sambil menutup kaca helmnya.


Hyde menatap sepupunya dengan tatapan tidak percaya. "Yajirobe? Yajirobe ? Brengseeekkk kau Zo !"


Ashley dan Asher tertawa terbahak-bahak membayangkan seorang tokoh Dragon Ball yang gendut itu.


"Aku tidak gendut Zo !" teriak Hyde kesal sementara Vicenzo sudah keluar mansion.



Yajirobe


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️ revised 25 08 23

__ADS_1


__ADS_2