
Lhasa Tibet
Shohei tiba di ibukota Tibet dan mulai mencari tahu soal pria Italia yang datang. Dia sudah mencari tahu dari duta besar Italia di China karena Tibet masuk wilayah China. Sekarang, tinggal mencari tempat Shaun menginap karena pria itu harus ikut acara meditasi.
"Hukumannya beneran berat, bro" kekeh Shohei. "Sekarang domba itu ada di tempat biksu atau ikut dengan kambing gunung?"
***
Di Sebuah Rumah Makan
"Jadi saya belum boleh pulang?" tanya Shaun dengan wajah memelas.
"Belum Shaun" jawab Dante judes. Shaun bahkan harus memakai telepon jadul menghubungi Bossnya.
"Signor, saya sudah cukup lelah melakukan meditasi. Please, Signor. Maafkan saya..." rayu Shaun.
"Tunggu sampai marahku hilang !"
"Kapan itu Signor?" Shaun merasa lemas karena ini hukuman paling Membagongkan.
"Entah..." jawab Dante mengambang.
Shaun pun merasa lemas.
***
Pria Italia itu pun keluar dari rumah makan dan matanya terkejut saat melihat Shohei berdiri di hadapan dengan wajah prihatin.
"What the hell are you doing in here ( ngapain elu kesini )?" Shaun pun berjalan meninggalkan Shohei yang wajahnya semakin menyebalkan dimatanya.
"Menemani kamu lah !" jawab Shohei cuek. "Aku kasihan padamu, di tempat antah berantah, menjadi biksu dan berteman dengan kambing gunung..."
Shaun berbalik. "Aku tidak berteman dengan kambing gunung ! Dan aku tidak menjadi biksu !" ucapnya penuh penegasan.
__ADS_1
"Oh come on Domba. Katakan, kamu senang bertemu denganku bukan? Kapan lagi ada temannya di tempat antah berantah kedua setelah Brazil..." Shohei merangkul bahu Shaun. "Lagipula, aku sudah lama tidak makan makanan vegan. Bukankah bagus untuk detox?"
Shaun melirik judes ke arah Shohei.
***
Tokyo Jepang
"Apa yang terjadi?" tanya Hyde bingung melihat bagaimana Kana berdiri di depan pintu apartemen sambil bersikap untuk berkelahi. Apakah gadis ini dulunya Yankee macam Okasan?
"Tuan, wanita ini gila ! Tiba-tiba saja mendorong saya !" ucap Ippei.
"Bohong! Kamu memaksa masuk ke dalam apartemen muridmu ! Sungguh tidak pantas !" bentak Kana.
"Tunggu Kana-san... Coba ceritakan apa yang terjadi?" tanya Hyde.
"Pria ini berniat melecehkan siswi aku, Hyde-kun. Aku melihat dia memegang tangan siswiku dan mengelusnya ! Apakah pantas jika seorang pria dewasa, seorang wali kelas dan guru, mengelus tangan siswinya di bawah umur !" jawab Kana dengan nada penuh amarah. "Aku sudah menemukan bukti-bukti. Dan kali ini aku bisa membuktikan bahwa kamu memang berniat melakukan pelecehan !"
"Kana-san, tuan..." Hyde menatap Ippei.
"Ippei-sensei."
Hyde mengangguk. "Ippei-sensei... Bolehkah saya bertanya, apa yang anda lakukan pada murid anda di apartemennya? Apakah ada orang tuanya?" tanya Hyde ke Kana.
"Tidak ada. Ibunya pergi bekerja!" jawab Kana sambil melirik ke arah pintu apartemen yang terbuka sedikit dengan wajah Haru mengintip disana. Ada rasa takut di wajahnya.
"Dimana ibunya bekerja ? Sebagai apa?" tanya Hyde lagi.
"Cleaning service di AJ Corp dan AJ Mall" jawab Kana. "Dengar Hyde-kun. Ippei-sensei mencari kesempatan saat Haru sendirian !"
"Siapa nama ibunya?" tanya Hyde ke Kana.
"Mari Hanada. Tapi pria ini memilih datang saat ibunya pergi" jawab Kana.
__ADS_1
"Aku hendak membantu membuat tugas !" jawab Ippei.
"Memangnya ada tugas apa?" tanya Hyde yang memberikan kode pada Nobu guna mencari data nama ibu Haru.
"Tugas science dan saya tahu Haru belum mendapatkan kelompok jadi dia harus bekerja sendiri. Karena itu saya hendak membantu nya !" jawab Ippei.
"Saya pernah sekolah, Ippei-sensei dan biasanya jika tidak mendapatkan kelompok, dikerjakan sendiri tanpa bantuan guru sekalipun ..." jawab Hyde. "Kenapa anda repot-repot membantu Haru? Bukankah itu suatu pilih kasih?"
Kana menatap Hyde yang masih tenang menghadapi Ippei yang mulai gelagapan saat Hyde mengatakan soal pilih kasih.
"Atau ada alasan dibalik semua itu ? Begini saja, anda pulang..." ucap Hyde.
"Tapi Hyde-kun..." Kana menatap Hyde kesal.
"Anda pulang, biar urusan Kana-san dan Haru-chan, menjadi urusan saya daripada polisi datang..."
Ippei pun bergegas pergi meninggalkan keempat orang disana.
"Hyde-kun !" hardik Kana geram.
"Kita masuk dulu. Aku ingin mendengar cerita versi Haru-chan baru kita lihat CCTV dari apartemen ini. Sudah kamu tenang saja Kana-san" senyum Hyde membuat Kana cemberut.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Maaf pendek soalnya aku udah ngantuk
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1