Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Bertemu dengan Kefka


__ADS_3

RR'S Meal Asakusa Tokyo


Iris dan Kana melongo melihat rubik yang kuat itu bisa hancur di tangan bocah berusia sembilan tahun.


"Astagaaa..." ucap kedua gadis itu tidak percaya melihat rubik yang tidak berbentuk lagi.


"Sudah biasa kalau kami" sahut Raihanun dengan cueknya.


"Dendeng rekor memecahkan satu lusin piring di rumah ku" timpal Hyde judes.


"Lho, aku kan bukan Spiderman yang bisa nempel semuanya" elak Raiden.


"Kamu itu hanya ceroboh, Dendeng ! Dan kamu bangga dengan kecerobohan kamu !" hardik Vicenzo.


"Eh nggak ya. Aku itu sudah berhati-hati mas Enzo sayang, tapi barang-barangnya aja yang sentimen sama aku" jawab Raiden dengan santainya.


"Ya Allah... Gue bingung dulu Tante Kedasih ngidam apa sampai modelan elu brojol nya..." Hyde memegang pelipisnya gemas.


***


"Kefka itu siapa Hyde-kun?" tanya Kana saat mereka semua makan siang.


"Kefka itu musuh kami dulu. Panjang ceritanya dan bermula dari anak ini" jawab Hyde sambil menunjuk ke Vicenzo.


"Akan aku ceritakan..." Vicenzo, Hyde dan Iris bergantian bercerita ke Kana sedangkan Raihanun dan Raiden menyimak serta menjadi pendengar yang baik.


"Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah kita harus menemui Kefka atau tidak?" tanya Hyde.


"Dia bilang hendak meminta maaf?" tanya Kana balik yang dijawab anggukan Vicenzo.


"Dan dia pernah mengalami operasi tumor otak? Sempat kehilangan memorinya?" tanya Kana lagi.


"Yup dan dia bilang kepada kepala polizia ingin meminta maaf pada kami berdua." Vicenzo menatap Kana dan Hyde bergantian.


"Menurutku, kalian harus menemui Kefka" jawab Kana. "Bukan sebagai musuh tapi sebagai orang yang berhati lapang. Terlepas dia nyaris membunuh Tante Savrinadeya, tapi sudah waktunya masing-masing dari kalian mendapatkan closure atau penutup. Setelah itu kalian bisa moving forward tanpa harus memikirkan Kefka lagi. Mungkin Kefka juga ingin mendapatkan ketenangan batin sembari menebus dosa-dosanya... Kita tidak ada yang tahu. Hanya saja, aku lebih memikirkan kalian berdua. Kalian yang berkaitan langsung dengan kejadian ini dan kalian berhak mendapatkan peaceful."


Raihanun dan Raiden melihat bagaimana wajah serius Kana tampak begitu keren.

__ADS_1


"Kana-niichan... Sugoooiii ( keren )!" puji Raihanun.


"Hah?" Kana menoleh ke arah Raihanun. "Sugoi gimana?"


"Cara Kana-niichan itu lho. Benar-benar psikolog... "


"Kamu mau masuk psikologi? Yang ada klienmu yang makin stress ! Soalnya kasih konseling sering unfaedah ! Kamu tuh beda sama Alisha..." omel Vicenzo.


"Yeeee... Siapa juga mau jadi psikolog? Yang ada malah aku sarankan menjadi psikopat !" gelak Raihanun membuat Hyde menoyor jidat adiknya saking gemasnya.


"Mbak Nyun mau jadi tukang insinyur" celetuk Raiden. "Katanya mau ambil kuliah di Swiss sekalian..."


"Kamu mau ambil teknik apa Nyun?" tanya Iris.


"Mekanik, mbak Iris. Aku tertarik dengan semua yang berbau mekanik Soalnya di bidang mechanical engineering itu bakalan jadi penemu kreatif yang berspesialisasi dalam mengembangkan, merancang dan menyempurnakan perangkat mekanik. Soalnya mempelajari mengenai sistem mesin, mulai dari desain, manufaktur operasional, hingga maintenance... Aku kan anaknya kreatif jadi mempelajari basic nya bisa meningkatkan skill kerandoman aku..." jawab Raihanun bangga.


"Kalau aku sih melihat Nyunyun nantinya kuliah di mekanik, setuju aja karena dia memang otaknya encer. Kalau Dendeng kuliah disana, nggak yakin semua penelitian nya akan selamat dari tangan ajaibnya secara kan meskipun memakai komputerisasi, tetap saja dosen akan meminta maket empat dimensi dalam perbandingan 1:1 di ujud riil. Lha tangan Dendeng macam begitu, baru dilem saja sudah ambrol..." senyum Hyde.


"Makanya aku tidak mau masuk kuliah yang harus membuat maket atau prototipe dalam wujud nyata. Mending aku masuk matematika yang paling juga yang ambruk white board dan patah spidolnya..." sahut Raiden cuek.


PRAAAKKKK!


"Rubiknya bahannya murahan nih !" jawab Raiden cuek. "Jadi nggak awet."


Kana dan Iris menggelengkan kepalanya sedangkan Raihanun sudah terbahak melihat semua orang sebal dengan adiknya.


***


Turin, Tiga Minggu Kemudian


Hyde datang ke mansion Mancini bersama dengan Shohei guna mendatangi penjara tempat Kefka ditahan.


"Kalian serius mau ke penjara besok?" tanya Dante Mancini ke putra dan keponakannya saat makan malam.


"Serius Oom. Buat closure kami berdua tapi Alano dan Raul katanya mau ikut. Sebenarnya menurut aku sih, Alano lah yang berhak mendapatkan closure karena Kefka menembak Tante Deya" jawab Hyde.


"Bilang sama Alano. Be cool."

__ADS_1


"Ada kami kok Padre, dan aku rasa Alano juga ingin mendamaikan hatinya dari rasa benci ke Kefka" timpal Vicenzo.


"Tapi Madre curiga lho, Zo... Kenapa Kefka minta bertemu dengan kalian ? Kenapa baru sekarang setelah sekian lama ..." gumam Leia.


"Kita akan tahu jawabannya besok, Tante" jawab Hyde.


***


Penjara Federal Turin Italia


Keempat pewaris Kerajaan bisnis Bianchi dan Mancini pun datang ke penjara Federal Turin tempat Kefka dipenjara seumur hidup tanpa ada kemungkinan pembebasan bersyarat.


Vicenzo, Hyde, Alano dan Raul datang bersama dengan pengawal masing-masing namun keempat pengawal mereka memilih menunggu di luar ruang pertemuan.


Tak lama, Kefka pun masuk dengan diborgol bersama dua orang sipir penjara. Pria itu tersenyum ke arah empat pria muda di hadapannya dan Kefka bisa merasakan tatapan kebencian Alano kepadanya. Kefka tidak menyalahkan Alano karena dia sudah menembak ibunya.


"Halo boys" sapa Kefka sambil meletakkan tangannya yang diborgol keatas meja dan sipir penjara mengunci borgol itu kaitan besi disana.


"Stop the chit chat, Kefka. Apa maumu?" ucap Vicenzo dingin sambil melihat dua sipir itu keluar dari ruang pertemuan.


"Aku ingin minta maaf pada kalian semua..." ucap Kefka tenang. "Anggap saja sebagai remisi dosa-dosa aku..."


"Aku tidak percaya jika kamu tulus hendak meminta maaf pada kami !" potong Alano dingin.


Wajah Kefka tampak sendu. "Aku benar-benar tulus ingin meminta maaf pada kalian semua... Bukan apa-apa. Jika kalian semua bisa memaafkan aku, ada rasa tenang di aku jika meninggal nanti."


"Apa maksudmu Kefka ? Bukankah tumormu sudah diambil oleh Oom Ken?" tanya Hyde bingung.


"Memang benar. Puji Tuhan tumorku sudah diambil tapi... Remisi aku sampai disitu dan baru-baru ini, aku mendapatkan hasil check up akibat aku mengalami pendarahan... Ada sel kanker di paru-paru aku dan masuk stadium dua. Mengingat bagaimana pengobatan disini, pengacara aku sedang mengusahakan aku mendapatkan pengobatan di rumah sakit dengan pengawalan ketat. Hanya saja aku yakin, umur aku tidak akan lama... Jadi aku ingin meminta maaf pada kalian secara langsung karena mungkin kita tidak akan bertemu lagi seperti ini." Kefka menatap serius ke keempat orang itu. "Aku benar-benar minta maaf atas semua perbuatan aku termasuk menembak ibumu, Alano Bianchi."


Alano hanya menatap datar tanpa ekspresi ke Kefka.


***


Yuuhuuuu Up Malam Yaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2