
Hutan Belantara di suatu tempat di Brazil
"BUGH ! BUGH ! BUGH !"
Tiga pukulan mendarat di wajah Shaun yang hanya diam saja tanpa ingin mengatakan sesuatu. Baginya pukulan Kefka tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keselamatan pangeran Belgia kebanggaan keluarga klan Pratomo.
Shohei yang melihat frendnemy ( teman tapi musuh Julid ), hanya bisa memberikan support lewat matanya.
"So, dimana sekarang Arsyanendra?" tanya Kefka.
"Sudah pasti kembali ke negaranya... Dude, kamu benar-benar sudah gila berani menculik seorang pangeran Belgia yang mana pengawalmu tidak bisa membedakan antara aku, pengawalnya dan pangeran sendiri... Anak buahmu lebih t*l*l dari seorang keledai ! Sama dengan Bossnya yang gila !" Shaun tertawa mengejek membuat Shohei mendelik.
Kefka memukul Shaun membabi buta hingga akhirnya pria itu terdiam akibat pingsan.
"Buang mereka bawah ! Besok kita buang ke hutan !" perintah Kefka.
***
Shohei melihat Shaun mulai terbangun lalu beringsut mendekati pria Italia Inggris itu. Mereka berdua disekap di sebuah ruangan bawah tanah yang pengap dengan berbagai macam bau yang Shohei sendiri tidak mau membayangkan apa yang terjadi di ruangan ini.
Pria berdarah Hongkong itu beringsut mendekati Shaun yang mulai membuka matanya. Penerangan mereka hanyalah lampu bohlam kuning lima Watt dan jendela kecil yang mana dirinya apalagi Shaun pun tidak bisa melewati nya.
"Domba ! Kamu masih hidup?" tanya Shohei.
"Brengseeekkk kau Badut ! Mendoakan aku mampus !" omel Shaun dengan sedikit mengerenyitkan dahinya akibat bibirnya terasa sakit. "Damn ! Dia memukul ku beneran !"
"Iyalah ! Dia memukul mu beneran Domba !"
"Pukulannya masih kalah dengan pukulannya Enzo. Anak itu kalau mukul beneran bikin bisa pingsan ..." gumam Shaun. "Kita masih diikat? Seriously?"
"Hei Domba, kamu bisa mengambil pisau kecil yang ada di sol sepatu kaki kanan aku..." Shohei memberikan kakinya ke Shaun.
"What are you? Ethan Hunt?" tanya Shaun sambil berusaha membuka sol sepatu Shohei. Cukup mengalami kesulitan karena posisi tangannya terikat di belakang. Akhirnya Shaun berhasil membuka sol sepatu itu dan ada sebuah scapel kecil disana.
"No, Domba. Aku Dan Briggs... " jawab Shohei cuek. Dan Briggs adalah tokoh utama tv series Mission Impossible tahun 1966-1967.
__ADS_1
Shaun berhasil mengambil scapel itu dan berusaha memotong tali ikatan yang dari plastik atau cable ties. Setelah bebas, dirinya membebaskan Shohei.
"Simpan kembali pisau itu Badut. Siapa tahu berguna" ucap Shaun sambil memberikan scapel imut itu. Shohei pun menyimpan kembali pisau itu ke dalam sol sepatu nya. "Apalagi yang kamu bawa Shohei?"
"Ada beberapa tapi biar aku simpan dulu. Seorang pesulap tidak akan menunjukkan triknya di depan lah..." ucap Shohei dengan percaya diri.
Shaun menggelengkan kepalanya. "Damn it ! Kita benar-benar di penjara bawah Tanah !" Pria itu melihat di sekeliling nya yang berada dalam ruangan ukuran 3x4 dengan jeruji besi disana dan hanya ada satu jendela yang juga ditutup teralis.
"Kita macam dalam penjara abad ke 16 atau 17... Robin Hood itu abad ke berapa sih?" gumam Shohei sambil memencet sesuatu pada jam tangannya.
"Kepikiran ya soal penjara jaman Robin Hood? Kalau tidak salah King Arthur itu abad ke 12 atau 13, Badut !"
"Oh, bukan abad ke 16 ? Aku lupa kalau kamu separo Inggris Domba. Cocok kan dengan namamu Shaun the sheep yang dibuat tv Inggris..." cengir Shohei.
"Tidak usah bawa-bawa nenek moyangku yang pelaut itu" sahut Shaun.
Shohei tertawa.
"Kenapa kita jadi jalan-jalan ke hutan tropis ya?" gumam Shaun. "Lagipula kita sudah lama tidak melihat hutan ya Badut..."
"Oh aku lupa ... " Shaun lalu menatap Shohei. "Apakah GPS kamu sudah terpasang?"
"Sejak kita diculik, Domba."
"Kira-kira mereka paham tidak percakapan kita?" tanya Shaun sambil melihat ke arah CCTV.
"Kita berbicara dengan bahasa Jepang yang sangat cepat dan aku yakin tidak ada orang disana yang memahami ucapan kita yang cepatnya melebihi kecepatan cahaya komet Halley..." seringai Shohei.
"Jika kita besok akhirnya dibuang ke hutan?" tanya Shaun.
"Kita jadi survivor lah... Hidup macam Tarzan. Siapa tahu bisa berteman dengan anaconda?" seringai Shohei jahil.
"Brengseeekkk kau Badut ! Aku takut ular tahu nggak !"
***
__ADS_1
Sementara itu di ruang CCTV
Kefka dan anak buahnya merasa bingung dengan percakapan antara dua orang yang mereka tangkap dan dibawa ke Brazil.
"Mereka berbicara dengan bahasa Jepang yang cepat dan kami sedang berusaha menerjemahkannya. Tapi mereka berbicara seperti bergumam..." ucap salah seorang pegawainya.
Kefka menggebrak meja karena tidak bisa mengetahui percakapan mereka.
"Brengseeekkk !!!"
***
Piedmont Susa Valley
"Mereka di Brazil?" seru Bayu. "Oh boy, it's getting better and better... "
"Melihat dari wajahmu mas, kamu tampaknya ingin segera gegeran ke Brazil" kekeh Ken.
"Absolutely ! Aku akan kembali ke Turin bersama JJ, kalian semua disini dan biar kami bawa pulang dua pengawal itu."
"Mas Bayu... " panggil Savrinadeya.
"Ya Deya?"
Hati - hati.
Bayu tersenyum. "Of course Deya... Of course..."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 24 08 23 )