
Somewhere di Hutan Amazon Brazil
Shaun dan Shohei menatap sekumpulan orang disana yang lebih mirip kelompok gypsy sedang sibuk memasak. Di belakang sekelompok orang itu terpasang tenda dan bangunan mirip rumah pohon yang sederhana. Shaun dan Shohei mengira-ngira mereka ada sekitar 30an orang.
"Aku rasa mereka bukan suku kanibal deh Domba..." bisik Shohei.
"Tapi itu kaki apa?" tanya Shaun sambil mengedikkan dagunya.
"Itu kaki kijang... Meskipun disini tidak diketahui apakah ada kijang tapi pasti adalah..." bisik Shohei. " Ehem... Com licença. Perdidos ( Maaf. Kami tersesat )."
Shaun mendelik karena tiba-tiba pria Asia satu ini bisa berbahasa Portugis.
"Vocês sabem a saída ( apakah kalian tahu jalan keluar )? I'm sorry. My Portuguese language is not good ( bahasa Portugis saya tidak bagus )" jawab Shohei dengan wajah memelas.
"Aku bisa berbahasa Inggris..." ucap seseorang yang muncul dari sebuah tenda. Shaun dan Shohei bisa melihat, pria paruh baya itu mirip Gaucho atau koboi Argentina lengkap dengan poncho ( mantel ), chambergo con barbijo ( topi datar yang berbeda dengan Cowboy pada umumnya ) dan panuelo ( kain seperti syal yang diikat di leher ).
Shaun dan Shohei bisa bernafas lega. "I'm sorry. Kami membuat anda tidak nyaman tapi kami sangat-sangat tersesat" ucap Shohei.
"Siapa nama kalian ?"
"Aku Shohei Kawaguchi dan ini..."
"Shaun Bruno" jawab Shaun.
"Aku Benicio Vega dan ini adalah keluarga aku. Melihat dari pakaian kalian yang meskipun sudah lusuh, pasti mahal dan kalian dari keluarga berkecukupan. Bagaimana bisa kalian tersesat di hutan ini?" tanya pria paruh baya itu.
"Begini Signor Vega. Kami diculik dari Turin Italia hingga menyasar ke hutan Amazon dan oleh penculik, kami dibuang dengan asumsi bakalan dimakan anaconda" jawab Shohei santai tapi tetap saja membuat Shaun mendelik.
Seriously? Badut ! Apa kamu sadar kalau aku paling benci ular dan kamu dengan santainya bilang kita bakalan dimakan anaconda ?! Itu bukan cara mati yang aku inginkan ! Shaun melirik tajam ke Shohei yang seolah tidak tahu kalau teman pengawalnya emosi.
"Siapa yang menculik kalian ? Ayo, duduk. Kalian last lapar dan haus" ajak Benicio Vega.
Salah seorang wanita memberikan dua gelas kaleng kopi yang membuat keduanya merasa lega mendapatkan minuman yang mereka rindukan.
"Obrigado ( terima kasih )" jawab keduanya membuat wanita itu mengangguk.
"Sekarang, ceritakan apa yang terjadi?" tanya Benicio yang duduk bersama dengan para kelompoknya.
Shohei dan Shaun bercerita secara bergantian tapi mereka berdua bingung saat menyebutkan nama Manuel Raymundo dan Kefka Guilherme, mereka semua meludah ke tanah.
__ADS_1
"Apakah ada yang salah?" tanya Shaun bingung setelah Benicio menerjemahkan ucapan kedua pria itu.
"Raymundo dan Guilherme adalah orang-orang yang kami hindari ! Mereka merampok tanah kami dan mencuri ternak kami yang kemudian dijadikan pabrik narkoba ! Kami sudah berusaha untuk mendapatkan tanah kami kembali tapi usaha kami berpuluh tahun, belum mendapatkan hasil. Bahkan banyak dari rekan dan keluarga kami menjadi korban mereka !" jawab Benicio.
"Vocês têm sorte de estar vivos !" ucap salah seorang pria disana.
"Excuse me?" tanya Shohei.
"Kalian beruntung kaliam masih hidup" jawab Benicio. "Lalu apa yang akan kalian lakukan?"
"Menunggu boss kami datang menyelamatkan kami. Mereka sudah tahu dimana posisis kami. Dan jika kami berhasil mengalahkan mereka... Aku dan Shohei akan meminta pada boss kami untuk mengambil alih tanah kalian. Apakah ada bukti tertulis soal tanah kalian?" Shaun menatap Benicio Vega serius.
"Semua sertifikat dari awal keluarga kami, selalu kami bawa copy nya dan yang asli kami simpan di deposit box bank Rio de Janeiro. Kami yakin, suatu saat nanti kami bisa merebut tanah kami kembali" jawab Benicio.
"Não confiamos na lei do Rio agora porque todos foram comprados pelos cartéis brasileiros !" ucap pria tadi membuat Shaun dan Shohei menatap Benicio dengan tatapan bertanya.
"Kami sudah tidak percaya dengan polisi Rio karena sudah dibeli kartel Brazil" jawab Benicio.
"Sama saja dengan di Turin" gumam Shaun.
"Kalian pasti lapar. Aku harap kalian suka dengan grilled daging kijang."
***
"Mereka berada disini" ucap Antonio saat memeriksa GPS dari jam tangan Shohei. "Dan ini adalah foto satelit dua puluh menit yang lalu."
Mereka semua berada di ruang IT yang penuh dengan layar monitor disana. Eduardo Oliviera adalah pengusahaan IT terkenal di Brazil dan Jang Corp, Morr Ltd serta PRC Group memiliki kerjasama bisnis dengan keluarga terpandang itu. Eduardo dan Antonio adalah teman saat kuliah dulu.
"Mereka berada di kelompok gypsy..." komentar Eduardo. "Bukan... Gaucho."
"Papa, mereka tampaknya dua hari berada disana. Dan jarak dari mereka berkemah ke jalan yang bisa dilalui kendaraan sekitar 20 kilometer" jawab Iris sambil memeriksa tab nya.
"Berapa lama kita bisa kesana dari Rio?" tanya Alessandro.
"Mobil? 6 hari 9 jam. Helikopter atau pesawat? 10 jam dan 6 jam" jawab Eduardo.
"Naik mobil hampir seminggu? Shaun sudah bakalan ditelan anaconda !" seru Vicenzo membuat Hyde mendelik.
"Doamu jelek banget !" ucap Hyde sambil mengeplak punggung sepupunya.
__ADS_1
"Pengawalku itu sangat takut ular" bisik Vicenzo ke Iris yang cekikikan.
"Kamu jahat Enzo ! Dia itu pengawal kamu" kekeh Iris.
"Pengawal tapi takut ular itu ... Ckckckck..." balas Vicenzo dengan wajah jahil.
"Tidak semua pria itu bisa berani sama ular ... Harafiah, bukan ular yang lain" seringai Eduardo membuat Antonio, Bayu dan Alessandro melotot.
"Seriously Ed ! Ada anak gadismu yang masih di bawah umur !" seru Alessandro.
"Tenang saja paman Ale, aku anak Brazil. Soal s3k5 education, aku sudah tahu dari usia SD !" senyum Iris ke pria bertattoo itu.
"Aku lupa kita berada di Brazil" gumam Alessandro.
"So, kita berangkat menggunakan pesawat... Iris, apakah ada jalan yang bisa menjadi landasan pesawat kita?" Eduardo menatap putri tunggalnya yang sangat pintar di dunia IT.
"Ada papa. Memang jaraknya lima kilometer dari lokasi pengawal Enzo. Tapi papa, markas yang dipakai keluarga Guilherme memiliki radar. Bagaimana kita bisa menghindari itu?" Iris menatap ayahnya.
"Iris, kita tidak memakai pesawat milik paman Antonio tapi memakai pesawat kita. Tahu sendiri kan pesawat kita nyaris tidak bersuara dan tidak bisa dideteksi oleh radar manapun..." senyum Eduardo.
"Jangan bilang kamu melakukan percobaan dengan Jang Corp..." gumam Bayu.
"Perusahaan aku yang pertama mencobanya, Bayu..." cengir Eduardo. "Kita berangkat malam ini. Kalian masih jetlag?"
"Nope. Bring it on!" jawab Antonio.
***
Introducing Iris Oliviera
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 25 08 23 )