Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Raiden Javier Sky Park ( Revisi )


__ADS_3

Di dalam mobil penculik


Raiden menatap dua pria yang tadi main jebol tembok dan menculiknya. Tunggu! Aku diculik?! Apa untung nya culik aku?"


"Oom, kita mau kemana Oom?!" tanya Raiden menggunakan bahasa Inggris. Tadi Raiden berusaha melawan dan berhasil meninju hidung salah satu penculiknya hingga berdarah. Bocah cilik itu yakin hidungnya agak patah.


"Menyandera kamu !! Biar keluarga kamu mau kasih tanah Turin !" bentak penculik yang hidungnya sudah memakai plester.


"Yah Oom. Salah culik dan strategi. Culik kok anak kecil macam aku. Rugi Oom ! Duit masih minta appa, kadang masih ngutang di toko game. Aku tuh bokek Oom. Tak berduit apalagi beruang. Tunggu, beruang atau ber uang ya?" ucap Raiden tanpa takut.


"Kamu bisa diam nggak !" bentak salah satu penculik nya.


"Nggak bisa Oom. Mulut ku kalau sudah buka, susah ditutup. Macam Brook di One Piece itu lho yang tengkorak Afro gara-gara makan Yomi Yomi no Mi. Bedanya tho Oom, Brook itu tinggi langsing... Ya jelas wong tengkorak hidup gitu. Tinggi dia 277cm, sedangkan aku baru 155cm..."


"Diam kamu !"


"Kan aku sudah bilang. Sekali ngomong susah diamnya Oom. Ini aku mau dibawa kemana sih? Ada arcade nya nggak ? Terus kira-kira mau berapa lama aku diculik? Soalnya aku harus segera pulang Oom, aku ada PR matematika. Okasan bisa marah kalau aku belum pulang dan buat PR..." Raiden terdiam dan menatap dua orang seram di depannya berbicara bahasa Portugis setelah mendapatkan informasi dari layar ponsel nya.


"Oom ngobrol pakai bahasa Portugis ya? Orang Brazil? Wah, pasti tahu tari samba kan? Atau Ronaldo, Ronaldinho, Neymar... "


"DIAM !" bentak salah seorang penculik Raiden.


"Ih dibilangin kagak percaya sih... Aku tuh ..." Raiden melihat si pengemudi menghentikan mobilnya dan orang yang membentak Raiden turun sambil membawa Lakban. Pria itu langsung menutup mulut Raiden dengan lakban hingga tidak bisa berbicara lagi.


Raiden menatap sebal ke para penculik nya. Duh appa dan okasan gimana? Mbak Nyunyun... Raiden yang tangannya diikat ke belakang langsung memencet tombol di jam mainannya. Tunggu saja kalian sampai, Opa, Appa dan mas Yuki datang ... Habis kalian !


***


Kediaman Keluarga Park Tokyo Jepang


"AAAPPAAA? Dendeng diculik?" seru Shinichi. "Semoga penculik nya nggak stress..."


"Mas Shin !" bentak kedasih yang sudah menangis karena putra bontotnya diculik orang jahat.


"Jin ! Kita habisi mereka !" Ucap Hideo sambil mengeluarkan Glock dari lemari besinya.


"Sabar... Sabar. Ini GPS nya Dendeng sudah nyala..." ucap Akito sambil melihat layar MacBook nya. Putra Hidetoshi dan dokter Yuri itu memang disuruh ayahnya menjaga keluarga Park.


"Kemana itu?" tanya Fayza yang juga sudah menangis sambil sesenggukan. Meskipun dirinya dan Hideo sering pusing dengan ulah cucunya tapi tetap saja hatinya mencelos saat tahu Raiden diculik. Bayangan saat Shinichi baru lahir sudah diculik, muncul di pikiran Fayza. ( Baca Love and Revenge of Mr Mafia ).

__ADS_1


"Arah Aokigahara..." jawab Akito.


Shinichi tertawa. "Ya salam dibawa kesana tuh bocah ! Bahagia dia ketemu teman-teman hantunya ..."


"ICHIII ! Anakmu itu diculik ! Kok kamu tenang - tenang saja sih !" bentak Fayza kesal. Benar-benar definisi orang tua Membagongkan!


"Yuk, kita kesana, jemput anak itu pulang sebelum terjadi banyak kerusakan... " Senyum Shinichi tenang.


"Nyunyun boleh ikut appa?" tanya gadis cilik itu.


"Kamu mau pamer b*m cat kan?" seringai Shinichi. "Jadi dipatenkan sama Oma Moon?"


"Jadi appa."


"Oke. Kita berangkat. Oom Jin, appa ikut?" tanya Shinichi.


"Ikutlah !" senyum Jin yang meskipun sudah usia 70an tapi masih sehat.


"Aku juga ikut!"


Semua orang menoleh dan tampak Yukihiro berdiri disana dengan pedang Kendo kesayangannya berada di belakang punggungnya. "Meskipun aku sebal sama Dendeng, tapi dia tetap adikku !"


Fayza langsung memeluk Yukihiro. "Bawa anak ceroboh itu pulang ya Yuki."


***


Perfektur Yamanashi, satu area dengan Aokigahara


Raiden di masukkan ke dalam sebuah gudang pengap dan dikunci dari luar. Mereka tiba di sebuah rumah kosong yang menurut Raiden masih kalah horor sama punya keluarga Oom Luke yang dipakai buat buang orang-orang menyebalkan tapi piranha pada ogah makan ...


Agak sok manusiawi lah pokoknya biar Oom Luke nggak jahat-jahat amir. Sekali-kali insyaf kagak kasih makan piranha pakai daging orang. Itung-itung ngurangi dosa walaupun dikiiiittt pakai banget!


Raiden mulai mencari cara melepaskan ikatannya dari ties menyebalkan. Otaknya yang cerdas berhasil menemukan sebuah gunting agak karatan terselip sampah.


Bocah berusia delapan tahun itu berusaha menggunting ikatannya dan akhirnya setelah bermanuver berbagai gaya, akhirnya lepas juga. Raiden lalu menarik paksa lakban di mulutnya dan membuat dirinya bisa berseru senang.


"Haaaaahhh ! Aku macam Bruno saja harus diberangus setiap mau divaksin !" omel Raiden mengingat anjing corginya yang sering gigit kalau disuntik ke dokter hewan.


Raiden berkeliling di ruangan yang diyakininya bekas kamar anak-anak. "Wuuuiiiihhhh komik Naruto... Duh kok penerangan nya begini. Nggak bisa baca dong ... Nanti mataku rusak..."

__ADS_1


Bocah itu pun menyelidiki lagi dan menemukan jendela yang diteralis tapi menggunakan bambu. Raiden mengambil sebuah kursi plastik dan naik ke atasnya lalu mencoba menariknya. Tanpa diduga teralis bambu itu terlepas dan Raiden mengukur kira-kira lebarnya lalu melihat tubuhnya.


"Cukup kok ! Apalagi aku kan ikut parkour sama Momiji senpai." Raiden memutuskan menutup jendela itu sementara sambil menunggu penculiknya masuk. Tadi dia baru melihat ada delapan orang bersama dengan dua orang penculiknya jadi sepuluh orang.


"Sabar Den Den Mushi... Sabar itu temannya subur ... Subur itu temannya beser ( sering pipis ). Duh ngomong-ngomong soal beser... Aku kebelet pipis !"


***


"Anak itu tidak menangis?" tanya rekan penculiknya.


"Malah menyebalkan !"


Tiba-tiba suara gedoran terdengar dari kamar tempat Raiden disekap.


"Apa lagi !"


"Oom ! Oooommmm ! Aku pengen pipis !!!" teriak Raiden.


"Pipis saja disitu !" balas penculiknya.


"Iiihhh pipis itu harus di kamar mandi Oom!" balas Raiden.


"Cerewet ! Pipis saja disana !" bentak pria itu.


Raiden cemberut karena tidak bisa keluar dan melihat ada berapa total orang yang disini. Bocah pemberani itu mulai membuka pintu geser dan dirinya terpekik saat ada boneka beruang jatuh.


"Iissshhh horor !" gerutu Raiden Yang tidak takut soalnya dia biasa ikut dengan Lachlan, kakak sepupunya mencari hantu.


"Duh pipis disini gak papa ya" gumam Raiden melihat lemari itu sudah rusak berat. Setelah pipis, Raiden pun mulai melihat jam tangan mainannya. Bocah itu membuka jam berbentuk robot Gundam dan melihat GPS kakaknya mulai mendekati tempatnya berada.


"Kabur nggak kabur nggak... Kabur aja deh... Eh tapi nanti dicariin Oom penculik terus aku kucing-kucingan sama mbak Nyunyun juga.... Duh aku galaaaauuu !" Raiden pun naik ke atas kursi lalu mengambil teralis bambu itu. Perlahan dia melongokkan kepalanya dan tanpa sengaja melihat seorang pria di sudut rumah sedang menyalakan korek untuk rokoknya.


Aku pernah lihat orang itu... Tapi dimana! Raiden tampak berpikir dan dia memutuskan untuk tidak kabur karena bukan tidak mungkin dirinya akan kesulitan melepaskan diri lagi. Bocah itu mulai mencari peralatan seadanya untuk dia jadikan senjata selain gunting yang dia temukan tadi.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 24/08/23 )


__ADS_2