Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Ambush ! ( Revisi )


__ADS_3

Di sebuah klinik rahasia kota Turin Italia


Ken Al Jordan ditemani oleh tiga perawat pria dan diawasi lima pengawal bersenjata, mulai memeriksa kondisi Kefka Guilherme. Selain dislokasi bahu kiri, empat rusuk juga retak, ditambah Kefka diduga mengalami gegar otak ringan.


Pria tampan itu tampak serius memeriksa hasil CT scan dan Rontgen yang sudah diambil oleh salah satu perawatnya. Kefka sendiri terbaring dengan kaki diborgol ke besi tempat tidur.


"Ternyata gegar otaknya tidak sesederhana itu..." gumam Ken.


"Ada tumor kan dok? Saya sampai harus memeriksa beberapa kali" ucap perawat itu.


"Yup. Ada Oligodendroglioma di otak besar nya Kefka. Dan harus dioperasi... Hanya saja aku belum tahu apakah Bang Antonio mengijinkan aku operasi dia karena dia ingin Kefka mati. Satu sisi sebagai dokter, aku harus menyelamatkan nyawa pasien tapi sisi lain, aku adalah adik Bang Antonio ..." Ken menghela nafas panjang. "Biar aku diskusikan dengan Signor Bianchi."


***


"Tumor otak?" seru Antonio saat Ken menghubungi nya lewat panggilan video.


"Yup. Namanya Oligodendroglioma istilah medisnya. Tumor otak ini bermula di sel glial bernama oligodendrosit. Jenis ini biasanya terjadi pada otak besar sisi depan dan pinggir serta mengganggu pembentukan selaput myelin yang berfungsi dalam menghantarkan impuls pada sel saraf" jawab Ken.


"Apakah karena itu jadi pola pikir Kefka jadi sinting ?" tanya Alexis.


"Aku tidak tahu" jawab Ken. "Jadi bagaimana ini bang?"


"Apa harus dioperasi?! Tumor nya berbahaya nggak?"


"Kalau aku bilang sebagai dokter bedah, iya. Tapi kalau menjadi adikmu yang tahu elu mau balas dendam, semua kembali padamu ..." jawab Ken.


"Ya sudah, aku hajar Kefka dulu, sekarat, baru elu ambil tuh tumor ! Mati di meja operasi kan jauh lebih terhormat daripada jadi makanan piranha nya si Luke" jawab Antonio kalem membuat Ken dan Alexis melotot.


"Intinya kamu tetap ingin Kefka mati kan tapi dengan berbagai aral rintangan dan kejadian?" Alexis menatap Bossnya sekaligus iparnya dengan tatapan sebal.


"Nah tuh tahu !" jawab Antonio cuek sedangkan Ken hanya bisa menutup matanya sambil berhitung hingga sepuluh.


***


Markas Ferrara


Manuel Raymundo mengamuk habis-habisan setelah tahu tiga pabrik besarnya rata dengan tanah. Tanpa harus menyelidiki, dia tahu siapa orang di balik semua itu.


"Bangsaaaatttt kamu Bayu O'Grady !!! Kubunuh Kaaauuuu !!!" Manuel Raymundo menembaki semua pohon yang ada di halaman belakang rumah Ferrara membuat semua pengawal baik darinya maupun Ferrara, memilih masuk ke dalam rumah daripada terkena peluru nyasar.


"Raymundo !" panggil Michael Ferrara.


"Apa !" balas Manuel Raymundo.


"Kefka ditangkap mereka."


"Bangsaaaatttt !!!!" Manuel Raymundo menghabiskan semua peluru dari senapan semi otomatis nya dan Michael hanya bisa menatap sendu pohon - pohon nya menjadi korban amukan kartel itu.


***


Sementara itu ..

__ADS_1


"Ada yang ngamuk..." kekeh Pria berdarah Taiwan itu sambil melukis diatas bukit dekat dengan markas Ferrara. Pria tersebut memasang alat yang sekilas mirip teropong tapi itu adalah microphone jarak jauh yang bisa mendengarkan ucapan seseorang.


"Alat terbaru ini keren juga" ucap pria Jepang yang juga asyik melukis. Keduanya tampak menyamar sebagai dua orang tua dengan rambut beruban dan kumis macam Einstein.


"kira-kira... Kita dicurigai tidak ya?" pria berdarah Taiwan itu melihat rekannya tampak geli. "Mukamu kalau sudah tua macam begitu ya Hidetoshi."


"Sialan !! Kamu juga kalau tua jelek, YangYang..." sungut Hidetoshi. "Nobu, Tokyo aman?" Suami dokter Yuri itu melihat wajah Nobu dari layar iPadnya yang disandarkan di easel.


"Aman senpai. Keluarga Yakuza lainnya juga ikut berjaga jika ada kartel masuk dan hendak berbuat onar di Tokyo" jawab Nobu.


"Berhati-hatilah... Kalian jaga ketat keluarga Park. Meskipun tuan Hideo dan nyonya Fayza tidak ikutan tapi Shinchan kan yang membuat PW-10. Jaga Nyunyun-chan dan Den Den Mushi..." ucap YangYang.


"Haik senpai. Tapi senpai... "


"Apalagi Nobu?"


"Kalau sampai ada apa-apa pada Den Den Mushi, aku yakin penculik nya bakalan stress" ucap Nobu.


"Kenapa?"


"Semua yang dipegang kecuali tubuhnya sendiri bakalan rusak..." jawab Nobu kalem membuat Hidetoshi dan YangYang tertawa.


"Brengsek kau !" umpat Hidetoshi..


"Senpai, kan senpai sudah tua, kenapa pada dandan macam Einstein?" tanya Nobu lagi.


"Nobu, kamu mau kami suruh nyanyi depan Empang?" ancam Hidetoshi.


"Eh?"


***


"Bagaimana caranya? Mansion Bianchi memiliki keamanan tingkat tinggi sekarang..." jawab Luke Bianchi.


"Mereka akan menggunakan mercenary terlatih. Ada dua puluh orang sudah datang" timpal YangYang.


Luke menyeringai. "Yuk main PUBG."


Hidetoshi dan YangYang saling berpandangan. Kacau nih!


***


Mansion Bianchi


Antonio dan Alexis melongo saat Luke datang ke mansion bersama dengan Hidetoshi dan YangYang tanpa pemberitahuan.


"What the hell?" seru Antonio yang senang sepupunya datang.


"Aku berangkat saat kalian masih di Rio dan langsung menyewa pondok dekat kediaman Ferrara. Sayangnya aku kecolongan saat mereka menyerang Dante dan Leia" jawab Luke. "Dimana anakku?"


"Hyde di kediaman Mancini, Luke. Bagaimana?!" jawab Alexis.

__ADS_1


Luke lalu menelpon Hyde. "Hyde, mau lempar shuriken nggak? Ada mangsa. Otousan sudah bawa semua... Nanti malam... Di rumah Alano... Kamu segera kemari."


Antonio dan Alexis melongo mendengar percakapannya antara Luke dan Hyde yang Membagongkan sedangkan Alessandro tertawa terbahak-bahak.


"Jangan-jangan anakmu memang ninja Hatori seperti yang dibilang Arsya..." gumam Antonio.


***


Menjelang sore, Hyde dan Vicenzo bersama dengan Shohei yang sudah merasa mendingan, datang ke mansion Mancini. Luke memeluk Hyde erat dan dibalas oleh putra sulungnya.


"Oke. Aku sudah mendapatkan info kalau malam ini, kamu Tomat, akan diincar nyawanya oleh Manuel Raymundo dengan mengirimkan 20 mercenary untuk membunuh mu, Alano dan Alexis karena tahu kamu disini..."


"Kalian mau gegeran tidak ajak-ajak !" sebuah suara feminin terdengar di ruang tengah. Tampak Raveena berdiri disana sambil berkacak pinggang. Raul yang berada di sebelahnya, hanya bisa menatap memelas ke ayahnya.


"Veena tapi..."


"Dengar bang Luke Skywalker Takara Bianchi ! Aku sudah gatal ingin main tembak-tembakan jadi tidak ada alasan ! Apalagi nyawa keluarga aku juga dipertaruhkan!! Akan aku bunuh semua !" Mata Hijau Raveena berkilat marah. "Belum tahu kalau keturunan Giandra, Blair dan O'Grady ngamuk !"


"Mom, ingat tensi..." bisik Raul ke ibunya.


"Ini tuh obat tensi, tahu nggak Raul !" hardik Raveena galak membuat Raul menutup telinganya.


"Baiklah. Veena, you know the drill kan?" Luke tidak bisa bilang tidak pada adiknya yang memang jago menembak dan bela diri.


Semua anggota generasi keenam dan ketujuh mulai melakukan persiapan strategi untuk nanti malam. Luke sengaja tidak meminta Bayu datang karena berjaga di mansion Mancini.


***


Malam Harinya ...


Semua orang sudah berada di pos masing-masing dan Vicenzo bingung melihat dandanan Hyde yang benar-benar macam ninja, begitu juga Shohei. Keduanya berada di pilar teras sedangkan Shohei naik ke atap.



"Untung mas Arsya tidak lihat kamu kayak gini... Serius ini ninja Hatori... " bisik Vicenzo.


"Shut it Zo !" balas Hyde.


Tak lama terlihat tiga mobil berhenti di depan pagar mansion Bianchi dan mereka mulai melakukan jam ke berbagai CCTV dan mematikan alarm namun semua generasi keenam dan ketujuh sudah persiapan.


"Mereka mulai masuk dengan memanjat pagar" ucap YangYang di earpiece semua orang. Dan tak lama listrik di mansion dipadamkan oleh orang-orang tidak diundang itu namun semua sudah siap dengan night vision goggles.


"Badut, tembak dengan cat!" perintah Hyde ke Shohei yang berada diatas atap mansion. Shohei pun menembak satu persatu orang - orang itu dan mulai berpendar hingga semua generasi keenam dan ketujuh tidak memerlukan night vision goggles Karena cat warna warni itu muncul di kegelapan.


Hyde pun langsung menyerang cepat dengan katananya dan berhasil menusuk salah seorang dari mereka. Teriakan pria itu membuat gaduh dan mereka mulai menembak membabi buta.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 24 08 23 )


__ADS_2