
Piedmont Susa Valley
"Deya nggak papa Jeng... " ucap Bayu ke layar MacBooknya saat melakukan panggilan video ke istrinya, Ajeng Pratiwi.
"Beneran nggak papa mas?" Tampak wajah Ajeng sangat khawatir apalagi saat mendengar iparnya ditembak orang.
"Nggak apa-apa, Ajeng sayang. Lagipula ada Bee, Mas Sammy dan Ken disini."
"Kalian dimana tho? Kok bangunannya lucu... Sangat khas Eropa." Ajeng bisa melihat background Bayu yang dipenuhi perabotan bergaya Italia.
"Di pondok punya Bang Dante. Macam villa tersembunyi. Oh satu jam dari sini bisa langsung ke Swiss lho Jeng..." senyum Bayu.
"Yang penting kalian baik-baik saja. Hati-hati, salam buat semua ..." ucap Ajeng.
"Jeng, anak-anak gimana hari ini ? Nggak bikin ulah kan?" Bayu tahu putra sulungnya, Duncan yang duduk di junior high school sangatlah panasan macam dirinya sedangkan adiknya Scarlett yang beda dua tahun lebih kalem dari kakaknya.
"Well, Duncan ya gambaran mu mas. Wis tenang saja. Aku bisa handle anak-anak kok..." senyum Ajeng. "Dengan kekuatan jari jempol dan telunjuk, maka akan menghukum mu !" Wanita Solo itu menirukan gaya Sailor Moon membuat Bayu terbahak.
"Dasar... Nggak hilang-hilang kebiasaan kamu Jeng..." kekeh Bayu. "Hati-hati di rumah. Love you."
"Love you too mas. Hati-hati semuanya. Salam buat keluarga Italia..." pamit Ajeng.
"Nanti akan aku sampaikan." Bayu mematikan panggilannya dan melihat Ken juga baru saja menghubungi istrinya, dokter Faheema.
"Salam dari Ajeng" ucap Bayu.
"Salam dari Faheema juga. Dia sangat khawatir soal aku, mas" senyum Ken.
"Wajar ... " ucap Bayu.
"Mas..."
"Hhhmmm..." sahut Bayu sambil memeriksa semua laporan dari Giordano Smith.
__ADS_1
"Apa kalau saat kalian di Rio de Janeiro, Harland Rochester kalian habisi atau kalian bawa ke FBI, kira-kira akan kejadian ini nggak ya?" tanya Ken Al Jordan yang sudah memiliki putra yang masih balita bernama Keanu.
"Bisa iya, bisa tidak..." jawab Bayu. "Ohya ampun..."
"Apa mas?" tanya Ken.
"Alessandro akan datang ke Turin .."
"Haaaaahhh?"
***
Mansion Moretti Milan Italia
"Kita mau berangkat jam berapa?" tanya Dante sambil menghembuskan asap rokoknya.
"Bagaimana habis makan siang? Setidaknya masih terang..." tawar Alexis. "Kita pulang naik Van lagi? Seriously, kok aku merasa masuk ke mobil pengawas FBI ... " ( Baca The Bianchis )
"Masih ingat saja" kekeh Dante. "Kamu cemburu kan Al waktu Raveena mencium Harland Rochester..."
"Demi tugas yang diberikan Luke, Al. Kalian tahu kan Raveena aktris teater jaman kuliah..." jawab Alexis dengan wajah dongkol membuat Dante tertawa terbahak-bahak sedangkan Alessandro menggelengkan kepalanya sambil tertawa geli.
"Kita semua sangat posesif dengan wanita kita..." senyum Alessandro.
"Kita menikahi wanita - wanita yang hebat" puji Dante sambil melihat Leia yang asyik mengobrol dengan Raveena dan Sakura.
"Dan aku sangat bersyukur Deya selamat... Mengingat dulu dia juga hampir tewas di tangan Yunita Laksono..." ucap Alexis.
"Oh iya, kamu sangat tahu ya bagaimana Tomat dan Deya ..." celetuk Dante.
"Dante, tampaknya vendetta anakmu membuat kita semua harus turun gunung" ucap Alessandro. "Kita tidak bisa diam saja melihat keluarga kita terluka. Apalagi kita sudah lama tidak gegeran..."
Dante tersenyum smirk. "Sayang otaknya sudah mati..."
__ADS_1
"Adiknya kan ada. Setidaknya ada penggantinya..." sahut Alessandro.
"You're right. Oh ada pesan dari Antonio. Siapapun yang menembak Deya dan terlibat di dalam mobil itu, bagian dirinya dan Alano yang akan habisi" ucap Alexis.
"Waktu dan tempat dipersilahkan. Karena Deya hampir tewas dan Antonio sudah seperti orang gila saat Deya tertembak..." timpal Dante. "Aku pun akan menggila jika sesuatu terjadi pada Leia."
***
"Jadi mas Arsyanendra ikutan ? Apa Oom Sean nggak panik anaknya main tembak-tembakan?" tanya Ashley ke Hyde dan Vicenzo.
"Wong tadinya aku dan Hyde tidak ingin mas Arsya tahu ... Tapi kasus penembakan Tante Deya, merubah segalanya..." jawab Vicenzo.
"Selama mas Arsya nggak terluka saja, aman kok. Kalau sampai mas Arsya kenapa-kenapa... Nah itu yang baru berabe" sahut Asher.
Ashley menatap adiknya. "Benar juga ... Terus, apa yang diperbuat Nyunyun? Katanya Mas Arsya memakai hasil penelitian nya?"
"Nyunyun membuat b*m cat untuk temannya yang tukang bully di sekolah. Entah bagaimana formulanya, cat itu tidak bisa hilang dan harus nunggu seminggu baru bisa memudar..." jawab Hyde.
"Dan sekarang dipakai sama kalian?" tanya Asher.
"Dipakai Shohei yang tepat. Kalian kan tahu sendirilah otak Shohei dan Nyunyun terkadang satu aliran dan server. Setidaknya berguna untuk mengacaukan mobil-mobil lawan" ucap Hyde.
"Kacau... Kacau" gumam Ashley.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Maaf pendek karena sudah ngantuk...
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 25 08 23 )