
RS PRC Group Jakarta
DOR! DOR!
Romeo memejamkan matanya saat mendengar suara tembakan dan mencoba merasakan ada yang menembus kulit serta daging nya, namun dokter Jantung itu tidak merasakan apapun. Perlahan Romeo membuka matanya dan melihat dua orang yang sangat dikenalnya berada di belakang dua orang yang sudah tersungkur terkena tembakan.
"Astagaaaa ! Lucas? Valentino?" ucap Romeo yang tidak menduga ada agen BIN dan iparnya berdiri di sana dengan menodongkan Glock masing-masing.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Lucas yang segera menghampiri Romeo dan Zayn yang masih dalam kondisi shock.
Valentino juga menghampiri sahabat sekaligus ipar nya sambil menodongkan pistol ke arah dua orang yang mereka tembak punggungnya. Suasana parkiran menjadi ramai apalagi polisi langsung datang.
"Bawa mereka ke IGD !" perintah Valentino ke polisi dan petugas kesehatan yang datang dengan brankar menghampiri keluarga dokter Romeo Akihiro.
Segera dua orang yang masih bernafas itu dibawa ke IGD dengan kondisi tangan di borgol pinggiran brankar. Valentino menyimpan Glocknya di pinggang belakangnya dan memegang bahu Romeo.
"Daijoubu ( tidak apa-apa )?" tanya ayah Kaivan itu.
"Daijoubu..." jawab Romeo sedikit lemas. "Ba... bagaimana kalian bisa disini?" Romeo menatap Lucas dan Valentino bergantian.
"Zayn, minta botol air mineral dingin ! Kamu dan dokter Romeo butuh itu !" perintah Valentino.
"Ba... Baik Pak Valentino..." Zayn pun berusaha menghilangkan shocknya dan berjalan menuju lobby rumah sakit dimana terdapat cooler berisikan botol-botol air mineral yang free diambil pengunjung.
Setelahnya, pengawal itu datang dan memberikan satu botol ke Romeo yang segera membukanya dan menenggaknya hingga separuh lebih.
"Sekarang... Bilang padaku. Bagaimana kalian bisa disini?" tanya Romeo ke Lucas Syahputra dan Valentino Reeves.
"Intelku mengatakan bahwa ada dua orang berpaspor Brazil datang ke RS PRC dan mencari dirimu" jawab Lucas. "Mereka mengira BIN tidak tahu bahwa kami sudah alert semenjak Savrinadeya tertembak dan pangeran Arsyanendra nyaris diculik. Aku yakin keluarga kalian dalam bahaya."
"Untung kami belum terlambat. Kamu dan Zayn tidak bisa mengambil senjata masing-masing kan?" ucap Valentino.
"Serius aku yang diincar?" tanya Romeo.
"Serius. Kami mendapatkan percakapan dua oknum agen CIA dan ABIN" jawab Lucas Syahputra yang merupakan cicit keponakan Irjen Manggala Syahputra ( Baca Just The Way You Are dan Jayde and Wira Stories untuk tahu siapa Lucas ).
"Sudah, aku pulang bareng kamu. Biar disini urusannya Lucas dan Kepolisian Republik Indonesia" ucap Valentino sambil memberikan kode ke Zayn untuk menyetir mobil milik Romeo.
***
Kediaman Keluarga Reeves
Juliet memeluk Romeo erat-erat setelah tahu nyaris menjadi korban pembunuhan kartel Brazil. Valentino melihat wajah ayahnya tampak marah dan berusaha menenangkan karena Hoshi punya darah tinggi.
__ADS_1
"Pak Hoshi, ingat tensi" ucap Valentino sambil mengusap bahu pria paruh baya yang masih awet cantik itu.
"Kurang ajar ! Belum pernah aku gantung di pohon mangga apa ya !" omel Hoshi kesal.
"Sayang, minum teh dulu. Jangan marah - marah..." ucap Rina sambil membawakan teh kesukaan suaminya.
"Tapi cewek Arab, ini sudah keterlaluan ! Rombeng kan tidak pernah ikut apapun !" sungut Hoshi sambil menyesap tehnya.
"Rombeng kan macam Radhi dan Dewa. Jarang ikut gegeran dan dianggap paling lemah dari kita" timpal Valentino.
"Rombeng nggak lemah !" protes Juliet sambil terus memeluk suaminya.
"Tahu... Tapi kan tadi memang posisinya Rombeng nggak bisa apa-apa..." ucapan Valentino terhenti ketika ponselnya berbunyi. "Ya Lucas?"
Semua orang di sana tampak antusias mendengarkan kabar dari Lucas Syahputra termasuk Aizen putra Romeo dan Kaivan putra Valentino.
"Jadi mati satu. Yang aku tembak atau kamu tembak?" tanya Valentino cuek membuat Katya sang istri mendelik. "Oh yang kamu tembak. Oke, kamu tinggal urus yang masih bertengger nyawanya." Valentino menutup panggilan Lucas dan menatap semua anggota keluarganya.
"Mokat satu?" tanya Hoshi.
"Yup."
"Good. V, bawa Daddy Kesana. Ada yang ingin aku bicarakan sama coco*meo itu !"
***
Mansion Mancini Turin Italia
"Romeo selamat kan?" tanya Luke ke Juliet.
"Selamat bang Luke. Sekarang aku suruh istirahat dulu. Dia habis melakukan operasi yang rumit, malah nyawanya nyaris melayang" jawab Juliet.
"Syukurlah... " ucap Dante saat mereka melakukan panggilan video.
"Valentino kemana?" tanya Luke.
"Ke rumah sakit sama Pak Hoshi. Katanya mau interogasi yang selamat kena tembakan mas V."
Luke dan Dante menatap satu sama lain. Kacau kalau bon cabe turun gunung.
***
RS PRC Group Jakarta
__ADS_1
Hoshi berjalan dengan Valentino menuju ruangan salah satu anggota kartel Brazil yang selamat dari tembakan ayah Kaivan itu.
Meskipun sudah berumur, namun Hoshi masih berjalan tegap dan tetap memancarkan aura dingin ke siapapun hingga membuat banyak orang segan dengannya. Kalau Hyde bilang, Opanya itu memiliki Haki yang sangat mengerikan kalau marah.
Lucas Syahputra melihat Hoshi datang bersama Valentino, hanya bisa pasrah dengan wajah dingin salah satu komisaris PRC Group Asia Tenggara itu. Perasaan Lucas sudah tidak enak karena tahu bagaimana sepak terjangnya Hoshi dari muda yang tidak pernah takut akan apapun selama dia benar.
"Lucas..." ucap Hoshi dingin.
"Oom Quinn... Sehat Oom?" sapa Lucas sambil bersalaman.
"Sehat banget kalau sudah melihat cecunguk yang mau bunuh menantuku !" jawab Hoshi cuek membuat Valentino tersenyum smirk.
"Oom, aku ijinkan masuk tapi jangan dibunuh ya Oom..." pinta Lucas. "Aku yang repot bikin laporan ke pusat... "
Valentino terbahak.
***
Di dalam kamar terduga pelaku percobaan pembunuhan, Hoshi dan Valentino melihat perban yang menyelimuti bahu hingga dada pria itu. Hoshi bisa melihat ada darah yang sedikit merembes disana.
"Então você quer matar o Doutor Romeo ( Jadi kamu yang hendak membunuh dokter Romeo )?" Hoshi menatap dingin ke arah pria yang masih tampak lemah karena pengaruh obat bius. "Quais são as suas razões ( apa alasan kamu )?"
Lucas hanya melongo karena tidak tahu kalau Hoshi bisa bahasa Portugis.
"Vá para o inferno ( Pergilah Ke Neraka )!" ucap pria Brazil itu dengan wajah penuh kebencian.
Hoshi pun menghampiri pria itu dan mengambil sarung tangan lateks hitam dari saku jaketnya dan memakainya. Pria yang biasa dipanggil bon cabe atau muka cewek oleh iparnya, Bima Baskara, langsung memencet bekas operasi tempat peluru itu dikeluarkan dengan jempolnya membuat pria itu menjerit kesakitan.
"Você é o primeiro a ir para o inferno ( kamu lah yang pergi ke neraka duluan )!" seringai Hoshi tanpa belas kasihan membuat Valentino dan Lucas hanya bisa menatap dingin ke arah pria yang kesakitan dan darah segar mulai merembes ke perbannya.
***
Visual Kaivan D'Angelo Reeves dewasa
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️