
Area Pemakaman Keluarga Bianchi
Leia dan Raveena menatap Arsyanendra dengan perasaan bingung, tidak percaya dan berbagai perasaan yang berkecamuk disana.
"Tunggu mas. Bagaimana bisa Shaun dan Shohei yang dibawa?" tanya Hyde.
"Perawakan aku dan Shaun kan hampir mirip. Semuanya, tinggi, badan, warna rambut tapi yang membedakan adalah mata. Mataku biru, Shaun coklat. Karena kami semua memakai kacamata hitam dan masker, jadi tidak bisa mengenali dengan baik buat orang-orang yang tidak pernah memperhatikan kami dengan baik" jawab Arsya. "Lagipula, namaku kan kalah moncer dibandingkan dengan Richard dan Louis."
"Jadi kamu sudah memperhitungkan?" tanya Alessandro.
"Bukan aku, tapi dua orang itu. Mereka tahu aku berdiri di balkon saat mobil keluarga Ferrara melewati mansion Bianchi" jawab Arsyanendra.
"Misi kita sekarang adalah, membawa pulang dua orang itu meskipun aku tidak kasihan Shohei sih... " ucap Hyde yang mendapatkan lirikan tajam Leia dan Raveena. "What?"
***
Sementara itu di dalam mobil Van
"Cubra suas cabeças ( tutup kepala mereka berdua )!" perintah salah satu orang itu menggunakan bahasa Portugis.
Shaun dan Shohei yang masih memakai masker dan kacamata hitam hanya saling berpandangan. Salah seorang dari penculik menarik kacamata dan masker yang dipakai kedua pengawal itu lalu segera membungkus kepala mereka berdua dengan kain hitam. Kedua tangan Shaun dan Shohei diikat ke belakang, membuat mereka tidak bisa bergerak.
"Destrua os dois telefones ( Hancurkan ponsel mereka )!"
Orang yang di belakang Shaun dan Shohei merogoh kantong jas dua pengawal itu dan mengambil ponsel masing-masing lalu menghancurkan di dalam mobil. Shaun mencoba mengingat-ingat jalan yang mereka tempuh tapi dirinya tetap tidak bisa memprediksi mereka hendak kemana.
"Kalian mau bawa kami kemana?" tanya Shaun.
"Bukan urusan kalian !" jawab orang yang duduk di sana. "Geledah mereka ! Aku tidak yakin pangeran manja itu tidak membawa gadget lainnya !"
Shohei dan Shaun digeledah semua baju dan jas mereka guna mencari smart watch atau apapun yang berhubungan dengan GPS, tapi tidak ada disana. Satu-satunya yang mereka pakai hanyalah jam tangan merk Tissot yang dipakai Shaun dan Bremont yang dipakai Shohei.
"Aku yakin pasti ayahmu sekarang merasa kebingungan karena putra sulungnya sudah kami culik !" kekeh salah seorang penculik nya.
Mereka tidak tahu jika di balik bungkusan kain hitam itu, Shaun dan Shohei tersenyum lebar.
Jangan remehkan keluarga Boss kami, a$$ hole !
***
__ADS_1
Mansion Bianchi Turin Italia
"GPS duo kadut ke arah mana?" tanya Vicenzo saat melihat layar monitor di ruang IT keluarga Bianchi.
"Bandara khusus pesawat pribadi" jawab Giordano Smith.
"Mereka akan dibawa kemana?" Hyde menatap ke arah Oomnya.
"Manifest pesawat disana hanya ada dua yang akan terbang dari bandara itu. Ke Rio de Janeiro dan Miami" jawab Giordano. "Taruhan mereka ke Rio."
"Apakah kita akan obrak Abrik Rio?" gumam Arsyanendra.
"Jika perlu" jawab Antonio Bianchi. "Sudah lama kita nggak gegeran gedubrakan... "
Alessandro dan Dante tersenyum smirk. "Bilang saja kamu ingin menghabisi Kefka" ujar Dante.
"Itu juga! Dan itu yang paling utama !" ucap Antonio geram.
***
Istana Brussels Belgia
Wajah Sean tampak marah saat mendengar putra sulungnya, putra kebanggaannya, nyaris menjadi korban penculikan orang gila. Meskipun dirinya bersyukur karena dua pengawal keponakannya mengorbankan diri, tapi tetap saja Sean ingin mengirimkan armada perang ke Turin dan Rio de Janeiro.
Zinnia sendiri pun merasa cemas saat mengetahui Arsya hampir diculik tapi dirinya jauh lebih lega jika putra kesayangannya selamat.
"Tapi Zee..."
"Sean, si penculik itu tidak tahu... belum tahu kalau salah culik. Arsya dan semua anak-anak generasi ketujuh kan tipikalnya lebih low profile bukan tukang pamer di sosial media... Hanya Ashley dan Asher yang dikenal karena Alessandro dan Sakura memakai mereka sebagai model Butik Morr. Jadi wajar kalau mereka tidak banyak dikenal wajahnya kecuali di negara masing-masing... Itu pun mereka berusaha agar tidak terlalu dikenal agar lebih mudah membaur..." Zinnia memeluk suaminya erat. "Biar sepupu kita dan keponakan yang membawa duo S pulang. Kamu, tahan emosi. Dan tarik Arsya untuk pulang ke Brussels, jangan ikutan gegeran meskipun dia ingin. Lalu, kita menunggu hasil akhir karena kamu tahu sendiri sepupuku rindu gegeran."
Sean mencium bibir Zinnia. "Kamu tarik Arsya pulang ..."
"Kenapa bukan kamu?" tanya Zinnia bingung.
"Karena kalau aku yang bilang, kita bakalan ribut. Arsya paling takut sama kamu !" cengir Sean.
Zinnia mencium rahang suaminya. "Dasar !"
***
__ADS_1
Isaak pun akhirnya kembali ke Turin dan bersama Arsyanendra, mereka kembali ke Brussels karena perintah Zinnia. Sekeras kepalanya Arsya, pria tampan itu pasti tidak akan membantah ultimatum Zinnia. Menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Bianchi, Arsyanendra pun kembali ke Belgia.
***
Pesawat yang membawa Shaun dan Shohei mendarat di sebuah landasan pacu pribadi yang sekitarnya adalah hutan. Keduanya hanya diberikan ijin ke kamar mandi dan makan pun berupa roti serta air putih.
Shaun dan Shohei digiring masuk ke dalam sebuah bangunan lalu didudukkan ke kursi. Keduanya bisa mencium bau pepohonan hutan tropis hingga baik Shohei dan Shaun yakin mereka berada di Brazil.
Harum parfum mahal tercium di hidung kedua pengawal yang masih tertutup tudung kain hitam. Baik Shohei dan Shaun yakin, orang yang berada di hadapan mereka adalah Kefka Guilherme.
"Welcome your highness... Aku harap anda bisa menikmati tempat yang jauh berbeda dari istana anda...." Suara Kefka terdengar di telinga Shaun dan Shohei.
"Eles são um aborrecimento durante a viagem ( apakah mereka merepotkan selama perjalanan )?" tanya Kefka ke pengawal yang membawa duo S.
"Não. Eles são muito quietos ( tidak. Mereka sangat tenang )" jawab pengawal itu.
"Dasar pangeran manja, tidak mau pergi sendirian hingga harus dikawal ?" Kefka tertawa menyebalkan. "Okelah. Setidaknya kalau kamu terpaksa tewas, ada temannya. Pengawalmu."
Shaun dan Shohei hanya diam saja.
"Abra a tampa ( Buka penutup nya )!" perintah Kefka.
Dua tudung itu pun ditarik dan duo S harus mengerjap-ngerjap kan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam mata mereka berdua.
Kefka menatap tajam ke arah pengawalnya.
"QUEM É ( ini siapa )?" teriak kefka.
"Príncipe belga ( pangeran Belgia )" jawab pengawalnya bingung.
"ELA NÃO É ARSYANENDRA ( dia bukan Arsyanendra )!" bentak Kefka.
"Memang bukan. Aku adalah kloningan Arsyanendra yang gagal" jawab Shaun kalem.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️