Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Jomblo Bukan Berarti Belok


__ADS_3

Shibuya, Tokyo Jepang


Kana menikmati acara naik motor bersama Hyde dan kini mereka berada di sebuah toko pastry yang dikenal sebagai toko pastry tua dan masih eksis di Shibuya.


"Wah... Kita mau makan malam atau hanya makan dessert?" tanya Kana yang memang sering ke toko ini kalau weekend hanya sekedar duduk manis sambil membaca buku dan memeriksa saham sembari menikmati strawberry on the shortcake serta segelas ice cappucino.


"Sebentar, mau bertemu seseorang." Hyde mengajak Kana masuk. "Kamu pernah kemari?"


"Hampir tiap weekend buat relaks dan bermain saham disini..." jawab Kana apa adanya.


"Really? Suka yang apa cake nya?" tanya Hyde.


"Strawberry on the shortcake."


Hyde tersenyum geli. "Oh my God. Kamu sangat mirip beliau."


"Beliau?" beo Kana.


"Watashi no Okasan ( ibuku )" jawab Hyde sambil masuk ke dalam toko pastry itu.


Kana terkejut mendengar jawaban Hyde namun gadis itu tetap mengikuti pria tersebut. Kana melihat toko / cafe pastry yang sudah sangat dihapalnya dan melihat Hyde menemui sepasang pria dan wanita yang berwajah mirip dengan Yakuza itu.


"Kana... Kemari..." panggil Hyde.


Kana pun menghampiri kedua orang berusia sekitar empat puluhan akhir dan membungkuk hormat.


"Otousan, Okasan, perkenalkan ini Kana Kitajima yang sedang aku bantu kasus pelecehan yang menimpa siswi di sekolahnya..." senyum Hyde membuat Kana terbelalak.


"Eeeehhhhh?"


Luke dan Rin tersenyum geli melihat wajah pucat Kana akibat terkejut.


***


Meanwhile di tempat camp Everest...


Shaun menikmati hot choco saat rombongan tiba di sebuah penginapan khas pondok gunung untuk beristirahat. Pria bermata hijau tersebut melihat gunung Everest dari jendela pondok dan tampak kagum dengan cantiknya gunung itu.


"Kok aku tidak menemukan ular ya?" gumam Shohei membuat Shaun mendelik judes ke pria yang duduk di sebelahnya. "Gunungnya sangat cantik dan semoga kita besok bertemu dengan saudara jauhmu, Domba, supaya bisa pulang ke Turin. Kamu kangen Turin kan?"


"Yeah. Aku rindu kamarku... Rindu Vic, rindu semua orang... Hyde sama siapa kalau kamu disini, Badut?" Shaun menoleh ke arah Shohei.


"Nobu. Sudah waktunya Nobu belajar menjadi pengawal Hyde-chan. Aku sudah mengajukan untuk menjadi pengawal Dendeng Mushi sebab pengawalnya sudah mengalami stress berat... Karena harus mengganti kerusakan yang dibuat Raiden jika tangan ajaibnya berulah... Meskipun nanti diganti oleh Shinichi-san."


"Yakin kamu mau jadi pengawal Raiden?" goda Shaun sambil menyesap hot choco nya.

__ADS_1


"Aku ingin suasana baru, Domba. Aku sudah mengawal Hyde-chan sejak dia berusia lima tahun dan sekarang dia 20 tahun. Aku ingin suasana yang lebih mereog..."


Shaun tertawa kecil. "Disaat pengawal lainnya ingin suasana tenang, kamu malah mencari sumber kekacauan..."


"Obat awet muda itu, Domba."


Shaun menggelengkan kepalanya. "Terserah kamu deh ! Dasar tukang cari penyakit !"


"Kamu bagaimana? Apa kalau Vicenzo suatu hari nanti menikah dengan Iris, kamu akan tetap mengawalnya?" tanya Shohei sambil menyesap kopi hitamnya.


"Of course. Aku sudah berjanji akan mengawal Enzo hingga ke anaknya nanti."


"Kamu tidak ingin menikah?"


Shaun menggeleng. "Nope. Aku tidak suka terikat. Apalagi pekerjaan kita seperti ini, Badut. Aku tidak mau ada orang yang merasa mendapatkan perhatian nomor sekian dari pekerjaan utama kita. Kadar stress mengawal keluarga kacau itu sangat tinggi, Badut, dan aku tidak mau pulang ke rumah masih harus menghadapi orang yang mereog tidak diperhatikan."


Shohei mengangguk. "Aku sendiri juga tidak ingin menikah. Bagiku keselamatan keluarga Hyde-chan semuanya adalah prioritas aku. Kamu tahu sendiri kan Domba, bagaimana aku diangkat menjadi anggota keluarga mereka."


"Kamu dan aku sama, Badut. Kita sama-sama diangkat menjadi anggota keluarga yang sangat baik dan awesome meskipun sering tidak ingat mereka siapa. Mungkin kalau aku tidak bertemu dengan Signor Mancini, aku sudah menjadi preman jalanan... "


"Sama. Aku mungkin menjadi bagian Triad Hongkong... Hanya saja, Luke-san memilih membawa aku keluar Hongkong, memberikan pendidikan ke aku dan kehidupan yang sangat layak. Karena itulah, aku akan melindungi mereka dengan nyawaku..." Shohei teringat dulu bagaimana hidup di jalanan Hongkong demi bertahan hidup dan neneknya. Saat Shohei membantu YangYang kasus Hongkong, neneknya meninggal dunia.


"Kita kenapa jadi melow begini?" gumam Shaun.


"Mungkin pemandangan di jendela ini begitu syahdu hingga kita melow?" jawab Shohei sambil meletakkan kepalanya di bahu Shaun.


"Mungkin aku sedikit belok?" seringai Shohei membuat Shaun melongo.


"Dasar sinting !"


"Niban! ( The islands in the north are snowy...)


Kita no shima wa


Samui ~ ♪ ( And their heads get really cold... )


Hyakoi-koi-koi ( They're very chilly-chilly... )


Atama buruburu ( They're very willy-nilly... )


Aho bakaaa ~ ♫.. ( And they're all idiots! )" dendang Shohei lagi mengutip lagu Luffy bait kedua.


Shaun menutup kedua telinganya. "Urusai Aho Bakka ( Berisik, Dasar


Bodoh )!"

__ADS_1


***


Toko Pastry milik Marissa Bianchi


Kana tampak menatap judes ke Hyde yang hanya memasang wajah lempeng apalagi Rin dan Luke memindai dirinya.


"Jadi kamu guru konseling?" tanya Rin.


"Benar Bianchi-san. Saya guru bimbingan konseling di Shibuya Junior High School meskipun belum menjadi guru tetap..."


"Why?" tanya Luke.


"Saya masih menyelesaikan program S2 dan profesi di Todai. Salah satu syaratnya saya harus magang di sekolah sesuai dengan program studi yang saya ambil."


"Kasus apa yang dibilang Hyde tadi, Kana?" tanya Rin penasaran. "Apakah kamu bisa menghandle nya?"


"Insyaallah saya bisa menghandle nya, Bianchi-san..." senyum Kana membuat Luke dan Rin terkejut.


"Cotto matte kudashai ( tunggu sebentar ), kamu mualaf?" tanya Luke.


"Iya."


"Bagaimana bisa?" tanya Rin.


Kana pun bercerita bagaimana dia proses mualaf dan Luke tertawa terbahak-bahak saat tahu siapa orang yang membuat Kana pindah.


"Apakah kamu tahu siapa Ratih Yung?" tanya Luke.


"Saya hanya tahu dia wanita Indonesia, dokter anak dan suaminya bertugas di Tokyo setahun."


"Ratih Yung itu adalah tanteku, adik iparnya Otousan. Oom aku, Radyta Yung, adalah suami dari Ratih Yung. Oom Radyta itu adik sepupunya Otousan" jelas Hyde sambil tersenyum.


Kana melongo. "Oh ya ampun, jadi sebelum aku bertemu denganmu, aku sudah berhubungan dengan anggota keluarga kamu terlebih dahulu?"


"Mungkin karena ada sesuatu di balik itu, Kana-chan" senyum Rin.


Kana bisa melihat bagaimana Yakuza yang sangat ditakuti di Jepang, ternyata tidak seseram yang dia bayangkan. Belum sepertinya.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2