Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Permintaan Shohei


__ADS_3

Markas Yakuza Takara


Usai drama menyusul ke Tibet, mengajak Shaun the sheep mendaki pegunungan Himalaya menuju puncak Everest demi mencari saudara jauhnya beda spesies, akhirnya Shohei pulang ke markas Yakuza Takara. Seperti biasa, semua orang mendapatkan oleh-oleh berupa gelang dari manik-manik.


"Tadinya aku mau bawakan salju Himalaya atau Yak sekalipun karena kita belum pernah punya kan, tapi bawanya itu yang bingung. Salju pasti cair, Yak... harus pakai kapal mengingat bobot Yak yang bisa mencapai 580kg... Pengen karena lucu tapi bawanya yang repot..." ujar Shohei saat bercerita sambil membagi-bagikan oleh-oleh.


"Berani bawa Yak, kamu tidur di kandang!" ucap Hyde judes.


"Oh Hyde-chan... Yakin kamu tidak merindukan diriku? Karena aku sangat merindukanmu..." Shohei langsung memeluk Hyde membuat Yakuza itu berdecih sebal. "Kakakmu ini sangat baik kan bisa memulangkan domba sebelum resmi menjadi biksu atau malah ikutan naik gunung dengan saudara jauhnya..."


"Lepaskan pelukanmu ! Horor !" Hyde menyentakkan tubuhnya hingga pelukan Shohei terlepas.


Shohei cekikikan tapi setelahnya wajahnya berubah serius. "Hyde-chan... Bisakah aku berbicara denganmu dan Luke-san?"


Hyde menatap Shohei dengan wajah bingung.


***


Ruang Kerja Luke Bianchi


Luke dan Hyde melongo saat Shohei mengatakan ingin mengawal Raiden Park.


"Are you serious?" tanya Luke.


"Yes Luke-san. Aku sayang Hyde, bahkan 15 tahun bersamanya. Kami sudah upside-down selama ini dan pada saat Denden Mushi nanti berusia sepuluh tahun, aku ingin mengawal nya karena yakin, semakin besar, bakalan semakin mereog dan pengawalnya akan merasa jauh lebih stress. Kalau aku, justru mencari sumber awet muda karena Hyde sudah dewasa, pasti bakalan punya pacar dan menikah mungkin ... Dan aku ingin melanjutkan memberikan pelajaran yang indah dan Membagongkan..." jawab Shohei panjang lebar. "Siapa tahu tangan ajaib Denden-chan bisa benar sembuh."


Luke menoleh ke arah Hyde yang berdiri di sebelahnya. Pria blasteran Italia dan Jepang itu meminta pendapat putranya. "Bagaimana Hyde?"


"Well, kalau maunya Badut bertambah stress ... Aku tidak masalah. Masih ada Nobu, Kenta dan pengawal lainnya" jawab Hyde. "Dendeng sekarang berusia delapan tahun dan masih ada dua tahun Badut bikin aku emosi jadi ya... No problemo..."


Shohei tersenyum senang. "Domo Arigato" ucapnya sambil membungkuk hormat 90°.


***


Mansion Mancini Turin Italia


Shaun tampak senang bisa pulang dan langsung memeluk Vicenzo erat membuat putra Dante itu merasakan bagaimana pengawalnya sangat-sangat homesick selama di Tibet.


"Makanya besok lagi jangan bikin ulah ! Masih bagus dikirim ke Tibet. Kalau ke Antartika ... Lama-lama kamu jadi penguin !" ucap Vicenzo sambil menepuk punggung Shaun.


"No, Zo. Aku sudah kapok !" gumam Shaun yang menganggap Vicenzo tidak hanya bossnya tapi juga adiknya.


"Sudah, kamu sekarang makan malam dulu, dan beristirahat lah. Mukamu sangat berantakan !"


***


Tokyo University, Tokyo Jepang Keesokan Harinya


Hyde mendatangi almamaternya guna menemui Oomnya, Shinichi Park. Dirinya memilih untuk berbicara di laboratorium tempat Shinich bekerja sebagai peneliti dan dosen fisika daripada dia bicara di rumah karena pasti kedua adik mereognya bakalan heboh.

__ADS_1


Setelah memarkirkan motor Ducati nya, Hyde pun masuk ke gedung fakultas science. Pria itu membalas sapaan orang-orang yang bertemu dengannya sepanjang lorong dengan wajah dingin tapi nadanya ramah.


Tak lama dirinya sampai di ruang kerja Shinichi dan mengetuk pintunya. Tak lama, pintu itu terbuka secara otomatis dan Hyde pun masuk ke dalam.


"Wah, Hyde ... Tumben kemari ? Mau ambil S2 kamu?" sapa Shinichi sambil tetap menulis perhitungan fisika di whited board.


"Nggak Oom. Belum." Hyde pun duduk di sofa yang ada disana.


"Ada apa?" Shinichi meletakkan spidolnya dan berjalan menuju sofa untuk duduk di sebelah keponakannya.


"Shohei hendak berhenti menjadi pengawal aku."


Shinichi terkejut. "Tapi Hyde... Kenapa? Kamu hajar pasti !"


"Iiiissshhh. Tapi itu ide yang bagus. Nggak, Shohei ingin sesuatu yang baru dan ingin menjadi pengawal orang baru juga."


"Tapi apa hubungannya sama Oom?" tanya Shinichi bingung. "Jangan bilang Shohei mau mengawal Oom."


"Nope Oom. Shohei hendak mengawal Dendeng pas usianya sepuluh tahun."


Shinichi melongo. "Dua tahun lagi? Apa dia tidak tahu betapa stressnya ngawal si Dendeng ?"


"Justru katanya obat awet muda..."


Shinichi tertawa terbahak-bahak. "Astagaaaa ! Kacau benar pengawal kamu itu ! Okelah, Oom tidak masalah jika Shohei menjadi relawan korban kekacauan Dendeng ..."


"Hyde, Oom malah suka Dendeng dapat Shohei. Entah siapa yang paling stress nanti!"


***


Hyde pun pergi meninggalkan gedung science karena Shinichi harus mengajar dan menuju cafetaria tempat dirinya biasa makan siang saat kuliah dulu. Pria itu lalu memesan makanan favoritnya dan mulai makan siang.


Pria berwajah dingin itu melihat sekelilingnya dan melihat Kana berjalan sambil membawa buku tebal dalam pelukannya.


"Kana !" panggil Hyde membuat gadis itu menoleh. Wajahnya tampak terkejut saat melihat siapa yang memanggilnya dan bergegas menghampiri Hyde.


"Hyde-kun ! Ngapain kamu disini? Kuliah lagi?" tanya Kana dengan wajah berseri-seri. Siang itu Kana mengenakan blus warna putih dipadu padan dengan rok panjang dengan warna yang sama dan sepatu boot.


"Nope. Aku masih belum memutuskan untuk mengambil S2 dalam waktu dekat ini atau tidak. Tadi hanya bertemu Oomku... " jawab Hyde.


"Siapa Oom kamu?"


"Shinichi Park, dosen Fisika. Oh, sama Tante ku juga dosen fisika disini juga, Kedasih Jayanti Park."


Kana hanya menatap bingung ke Hyde. "Hyde-kun, apa kamu sadar kalau aku bukan anak science jadi aku tidak hapal nama dosen-dosennya."


"Tapi kamu tahu aku anak science Todai..." senyum Hyde.


"Karena kamu terkenal, Hyde-kun. Juara Kendo nasional dari Todai dan... Tukang berkelahi..."

__ADS_1


Hyde terbahak. "Yaaa gimana ya... Aku memang suka berkelahi apalagi aku kan Yakuza ... "


Kana menggelengkan kepalanya. "Dasar !"


"Kamu ngapain ke kampus?"


"Menyelesaikan semua laporan aku dan melihat jadwal sidang tesis... Aku kan sudah menyelesaikan magang bertepatan dengan selesainya tahun ajaran semester genap."


"Kamu nggak makan ? Pesan gih, aku bayarin." Hyde mengeluarkan uang ¥10000 dan memberikan ke Kana.


"Hyde-kun ! Memangnya aku tidak punya uang?" kekeh Kana sambil menolak uang itu.


"Pakai saja, Kana" paksa Hyde yang akhirnya diterima Kana. Gadis itu lalu membeli makanan yang dia suka dan kembali duduk bersama Hyde.


"So, bagaimana kabar si guru cabul itu?" tanya Hyde sambil memakan ebi tempuranya.


"Resign. Aku dengar dia pindah ke Hokkaido" jawab Kana.


"Dia cari mangsa baru, Kana-san."


Kana mengangguk. "Kepala Sekolah aku sudah mengirimkan email ke semua sekolah untuk waspada ke Ippei-sensei. Terlepas dari perilakunya, dia guru yang baik dalam mengajar."


Hyde mengangguk.


"Hyde-kun..."


"Nani ( apa )?"


"Kenapa kamu cakep hari ini?" tanya Kana polos.


Hyde langsung tersedak.



Yang kaget dibilang cakep



Yang godain Yakuza


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2