Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Hasil Karya Raihanun


__ADS_3

Turin Italia



Arsyanendra dan Giovanni mengemudi Ducati hitam nya di belakang Van yang dinaiki Antonio dan Alano di Van nomor satu.


"Your Highness, ada dua mobil di belakang kita" ucap Giovanni sambil menengok ke belakang.


"Bukan mobil dari keluarga kita?" tanya Arsyanendra melalui earpiece yang terbuka seluruh saluran generasi ketujuh.


"Bukan your highness..." jawab Giovani.


"Hyde, Vic... Hati-hati ! Kita diikuti !" ucap Arsyanendra.


"Bagaimana dengan mu JJ ?" tanya Hyde yang berada di belakang mobil Alexis.



Ninja Hatori kata Arsyanendra


"Kami juga diikuti... " ucap JJ.


"Isaak, jika perlu habisi mereka semua kalau sampai mengganggu mobil Tante Bee !" perintah Arsyanendra.


"Yes Your Highness !" jawab Isaak.


"Your Highness... Kita hajar?" tanya Giovanni.


"Kita lihat dulu. Jika macam - macam, baru hajar."


***


Sementara itu di mobil yang dikemudikan Shaun, pria itu melirik ke arah Shohei yang tampak sibuk menyiapkan sesuatu di tas pinknya. Antonio dan Alano juga ikut bingung melihat pria Hongkong itu membuka tas pink dari Raihanun yang sudah berisikan berbagai macam botol kecil dengan aneka warna.


"Apa itu Shohei?" tanya Antonio yang menyiapkan Glocknya, begitu juga Alano dengan SIG Sauer nya.


"Resep dari Nyunyun-chan" jawab Shohei kalem.


"Jangan bilang kamu sibuk seharian di markas itu membuat b*m cat?" seru Shaun tidak percaya teman satu profesinya melakukan hal yang di luar Nurul.


"Kita harus persiapan Domba... Nyunyun-chan sudah bersusah payah membuat formulanya jadi sudah waktunya kita apresiasi kan kemampuannya... " jawab Shohei sambil berdendang lagu tema Mission Impossible.


"Shaun, apa maksudnya?" tanya Antonio bingung. "Keponakan aku berbuat ulah apa lagu?"


"Nanti akan saya jelaskan!" jawab Shaun.


"Shaun ! Mobil itu mulai mendekati kamu !" teriak Arsyanendra sambil mengeluarkan SIG nya dan hendak menembak mobil yang mendekati Van Shaun.

__ADS_1


"Your Highness ! Masih ada dua mobil di belakang kita !" seru Giovanni yang berbalik dan langsung menembak mobil di belakangnya.


Arsyanendra menatap kagum dengan kemampuan Giovanni yang bisa menembak diatas motor kencang.


"Mobilnya sebelah mana your highness?" tanya Shaun.


"Kirimu !" teriak Arsyanendra sambil menembakkan peluru ke belakangnya. Dirinya merasa kesal karena kecolongan akibat tadi sempat ragu.


Shaun menatap Shohei yang sudah bersiap dengan dua botol kaca bewarna. Pria Hongkong itu memajukan tubuhnya dan membuka kaca jendela mobil Van itu.


"Kamu nyetir yang stabil !" perintah Shohei.


"What are you doing ?" tanya Shaun bingung tapi dia harus konsentrasi menyetir. Shohei lalu melemparkan dua botol kacanya ke arah kaca depan mobil bersamaan dengan seorang pria dari kursi penumpang mengeluarkan senjata api.


Botol kaca itu pecah dan membuat kaca depan mobil itu langsung tertutup cat yang beleberan hingga menyulitkan pengemudi yang akibatnya mobil oleng dan menabrak sebuah truk yang terparkir hingga meledak.


"Whoah !" seru Alano yang melihat dari jendela Van nya.


"Aku tidak menyangka b*m cat Nyunyun-chan akan berefek seperti itu ... " gumam Shohei yang sudah kembali duduk di kursinya.


"Itu baru kaca, gimana orang..." Shaun melihat kaca spion kanannya. "Satu lagi Badut !"


Shohei membuka kaca mobilnya dan melemparkan tiga botol kaca ke arah mobil itu yang langsung membuat pengemudi mobil itu tidak bisa melihat dan mobil hitam itu menabrak tiang listrik dan terbakar.


Antonio dan Alano hanya bisa melongo melihat kekacauan akibat b*m cat yang berwarna-warni itu.


"Buat teman-temannya yang membully sahabat nya" jawab Shohei sambil menyiapkan b*m cat lagi.


"Warna apa yang dipakai?" tanya Alano yang bisa meraba kemana sepupunya yang cantik itu berulah. "Jangan bilang hitam!"


Shohei menengok ke belakang sambil nyengir.


"Nooooo !" seru Antonio dan Alano bersamaan.


***


Arsyanendra dan Giovanni hanya bisa tertegun melihat dua mobil itu hancur akibat b*m cat hasil karya Raihanun Park.


Arsyanendra pun memacu motornya ke arah kursi Shohei. "Shohei, berikan b*m catnya !"


"Tapi your highness... " Shohei takut jika terkena Arsyanendra karena bisa tidak hilang lama.


"Bungkus, lempar ke aku !"


Shohei mengambil kantong yang memang disiapkan Raihanun di dalam tas pinknya dan memasukkan beberapa b*m cat disana. Lalu pria itu melemparkan ke Arsyanendra yang dengan sigap menangkap nya menggunakan tangan kiri.


Lalu pangeran Belgia itu menggantungkan di kunci motor dan membuka kantong itu dan mengambil dua b*m cat itu kemudian berbalik ke arah dua mobil yang masih mengejar. Arsyanendra mengambil jalur bahu jalan lalu mengambil dua botol kaca itu dan melemparnya ke arah kaca depan mobil. Hasilnya membuat pengemudi tidak bisa melihat karena semakin terkena wiper, warnanya semakin pekat.

__ADS_1


Mobil itu pun oleng dan menabrak tembok jembatan. Arsyanendra memacu motornya ke belakang mobil satunya dan melakukan hal yang sama dari sisi kiri hingga mobil kedua pun menabrak sebuah kios kosong.


"Oh my Your Highness ..." ucap Giovanni yang sejak tadi berusaha menghindari peluru dari mobil di belakangnya.


"Kalian segera ke mansion Bianchi, empat mobil sudah lenyap !" ucap Arsyanendra. Mobil Van itu dengan kawalan Arsyanendra dan Giovanni pun tiba di mansion Bianchi dengan selamat.


***


Mobil Van Nomor Dua


"Brengseeekkk !" umpat Isaak yang berusaha menembak ke arah mobil di belakang mereka.


"Mereka terus mengejar kita, Dokter Bianchi" lapor JJ sambil menyetir zig zag demi menghindari tembakan dua mobil itu.


"Kalian berusaha jangan sampai tertembak !" ucap Blaze sambil mengkokang shotgunnya di dalam mobil.


"Damn it !" umpat Isaak.


Tiba-tiba dua mobil di belakang JJ dan Isaak terpental akibat ledakan membuat dua orang itu bingung namun mereka tetap memacu motor nya mengawal di belakang mobil Deya.


"Itu tembakan Javelin JJ" ucap Isaak yang memang orang militer.


"Javelin? Bukankah itu ilegal jika dijual bebas?" gumam JJ bingung.


"Nggak ilegal jika yang membawa orang yang boleh menembakkan nya."


Sebuah suara membuat Isaak dan JJ melongo.


"Siapa ini?" tanya JJ via earpiece nya.


"Bayu O'Grady dan Ken Al Jordan. Maaf terlambat. Tertahan di imigrasi... Oh itu bukan Javelin, melainkan PW-10 yang sudah diupgrade."


Tak lama sebuah Ferrari hitam convertible sudah berada di belakang Isaak dan JJ yang menoleh disana. Tampak Bayu meletakkan PW-10 di belakang kursinya sedangkan Ken Al Jordan berada di belakang kemudi.


"Bawa Signora Bianchi langsung ke Piedmont !" perintah Ken Al Jordan lewat earpiece nya.


"Sì Signor Al Jordan."


Malam itu di jalan ke arah perbatasan Turin dan Swiss, terjadi kekacauan akibat tembakan PW-10 milik Jang Corp.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2