Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Kana dan Ippei


__ADS_3

Jalur Pendakian Gunung Everest


Shaun merasa bahwa ide Shohei tidaklah jelek karena dia bisa melihat pemandangan yang sangat spektakuler. Memang dia sering melihat gunung Alpen Swiss kalau mengantarkan Vicenzo ke pondok keluarga tapi Himalaya dan Everest itu berbeda.


Pegunungan ini memiliki vibe yang semakin memperlihatkan bahwa manusia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan alam. Manusia butuh alam tapi seringkali manusia lupa bahwa mereka harus melindungi alam yang sudah mau dipakai semua sumber dayanya.


Shaun melihat bagaimana jalur pendakian ini adalah yang paling landai. Total ada dua arah jalur utama pendakian dari punggungan Tenggara Nepal dan punggungan Utara Tibet. Total ada 17 jalur pendakian dari dua punggungan utama itu dan duo S dari punggungan Utara Tibet. Gunung Everest disebut sebagai salah satu seven summits yang terdiri dari Everest, Aconcagua, Denali, Kilimanjaro, Vinson, Mont Blanc, Puncak Jaya.


"Kalau kamu pengsan, aku sudah pesan helikopter tapi harus foto dulu sama kambing gunung" ucap Shohei ke Shaun yang langsung menoleh judes.


"Tidak semudah itu Badut !" geram Shaun.


Shohei pun tersenyum senang lalu bersenandung... "minami no shima wa atta ke-e paina purupuru, atama pokopoko, aho baka... ( Pulau-pulau di selatan hangat... Dan kepala mereka menjadi sangat panas... Mereka menanam-nanas... Mereka menanam-kelapa... Dan mereka semua idiot! ).."


"Shut up Baka ( bodoh ) !" teriak Shaun kesal karena Shohei menyanyikan lagu Luffy One Piece dengan nada sengau dan sangat jelek suaranya.


***


Junior High School Tokyo Jepang sore hari


Kepala sekolah melihat bagaimana perubahan wajah Ippei menjadi memucat saat melihat rekaman CCTV dan body cam Kana yang sudah disusun berdasarkan timeline peristiwa.


Kana yang duduk disana, hanya menatap datar tanpa ekspresi ketika Ippei menoleh ke arahnya. Wajah Ippei tampak penuh kebencian pada guru bimbingan konseling itu. Seolah mengatakan 'Awas kau !' Namun Kana mengacuhkan tatapan itu karena sebagai anak tentara, dia sudah dididik untuk bersikap berani jika kamu benar.


"Bagaimana penjelasan anda Ippei-sensei?" Kepala sekolah itu menatap tajam ke Ippei.


"Itu semua hanya salah paham, Sensei. Saya hanya membantu siswi yang membutuhkan pertolongan... Anda lihat kan bagaimana tangan Haru-chan basah, Tohru kesulitan dalam meletakkan barang-barang di lemari..."


"Tapi tidak dengan mengelus dan memegang tubuh ! Itu sudah masuk pasal pelecehan !" hardik kepala sekolah. "Saya sudah melihat bukti-bukti yang diberikan termasuk saya melihat ulang rekaman CCTV sekolah ini. Dan semua itu bukan salah paham ! Anda memang melakukan tindakan tidak menyenangkan dan tidak terpuji. Untuk itu, saya akan menghukum anda dengan menskors anda selama dua bulan dan harus melakukan konseling..."


"Tapi sensei..." protes Ippei. "Saya tidak melakukan kesalahan !"


"Memaksa masuk ke dalam apartemen seorang siswi yang sendirian tanpa pendampingan orang tuanya itu bukan kesalahan? Siswi itu masih di bawah umur ! Sekarang anda pilih saya skors atau saya laporkan anda ke polisi?" Mata kepala sekolah itu menatap tajam. "Jika memang anda ingin saya lapor ke polisi, bisa saja !" Wanita paruh baya itu langsung mengambil ponselnya.


"Jangan Sensei ! Saya akan terima skorsing dua bulan dan akan mengikuti konseling." Ippei menatap serius ke kepala sekolah.


"Bagus ! Saya akan pantau anda, Ippei-sensei. Anda itu guru bagus tapi jangan sampai anda terkena skandal yang mencoreng nama anda."


Ippei mengangguk. Lebih baik aku cooling down daripada ditangkap polisi. "Kalau boleh tahu, mengapa bisa mendapatkan rekaman CCTV di apartemen Haru-chan?" Ippei menatap Kana.

__ADS_1


"Karena pemiliknya adalah Hyde Takara Bianchi yang kemarin bertemu dengan anda, Ippei-sensei" jawab Kana dingin.


Ippei melongo. "Yakuza Takara?"


"Haik. Jadi, sebaiknya anda benar-benar ikut konseling karena nama anda sudah masuk blacklist Yakuza Takara" ancam Kana meskipun Hyde tidak langsung berkata demikian.


Wajah Ippei memucat.


***


Hyde mendatangi sekolah tempat Kana bekerja karena ingin tahu bagaimana hasilnya. Sungguh, baru kali ini dirinya penasaran akan suatu hal yang tidak ada kaitannya dengan keluarganya.


Pria itu datang menggunakan motor Ducati nya tanpa pengawalan siapapun karena rencananya memang hendak mengajak Kana makan malam sambil bertanya perkembangan kasusnya.


Pria itu datang dengan langkah santai tapi tampak aura dinginnya. Mengenakan jaket dan kaus berkerah tinggi, Hyde pun masuk ke dalam sekolah yang masih ada beberapa murid disana.


"Sumimasen, dimana letak ruangan Kitajima-sensei?" tanya Hyde sopan membuat para siswi terpesona melihat pria cool itu.


"Err... Ano... Anda siapa?" tanya salah satu murid itu memberanikan diri bertanya.


"Hyde-san ?"


Semua orang di sana terkejut karena Haru yang biasanya pendiam, bisa mengenal pria cool tampan itu. Mana memanggil Haru dengan begitu akrabnya.


"Masih di ruang kepala sekolah. Tadi saya lihat masuk Kesana usai bel tanda pulang berbunyi" jawab Haru.


"Tunjukkan saja dimana, biar aku tunggu" senyum Hyde.


"Haik. Mari ikut saya, Hyde-san." Haru pun berjalan di depan Hyde yang mengikutinya. Tak lama mereka tiba di dekat ruangan kepala sekolah.


"Itu ruangannya. Hyde-san bisa menunggu disini" ucap Haru sambil menunjukkan kursi panjang untuk menunggu.


"Domo arigato. Kamu mau pulang?" tanya Hyde.


"Iya Hyde-san. Okasan pulang cepat hari ini. Katanya mendapatkan bonus libur dua hari dan gaji tetap dibayar. Kami akan makan soba bersama" jawab Haru dengan wajah berbinar.


Hyde tersenyum. "Pulang lah. Aku yakin Okasan mu sudah menunggumu di rumah."


Haru membungkuk hormat ke Hyde. "Domo arigato."

__ADS_1


"Douita Shimashite ( sama-sama )" balas Hyde. Haru pun bergegas pulang karena sudah lama dirinya tidak pergi berduaan dengan ibunya. Hyde tersenyum karena dia meminta pada Hidetoshi untuk memberikan libur dua hari untuk ibunya Haru.


Hyde memilih berdiri sambil melihat - lihat lemari kaca yang berisikan piala dan piagam prestasi para siswa dan siswi sekolah itu dari tahun ke tahun.


Suara pintu terbuka, membuat Hyde menoleh dan melihat Ippei yang keluar terlebih dahulu. Wajah Ippei sangat tidak bersahabat dengannya tapi tidak ada keberanian melawan Hyde yang memasang wajah dingin. Bergegas pria itu meninggalkan cicit Takeshi Takara yang masih menunggu Kana.



Hyde Takara Bianchi


Tak lama Kana pun keluar dan terkejut melihat Hyde berdiri disana dengan senyum tipis. Sikap dan gaya Hyde yang berbeda-beda, membuat jantung Kana berdesir. Kenapa Yakuza satu ini makin hari kok makin menarik sih?


"Sudah lama?" tanya Kana sambil menghampiri Hyde.


"Nope. Belum ada lima menit. Yuk, aku temani ke ruangan kamu setelahnya kita makan malam ..." ajak Hyde sambil memberikan kode ke Kana untuk berjalan bersama.


Kana pun berjalan di samping Hyde dan terkadang gadis itu melirik ke arah pria jangkung dengan gaya cool itu.



Kana Kitajima


"Ada yang salah, Kana-san?" tanya Hyde.


"Iya."


"Nanda kore wa ( apaan )?"


"Kenapa kamu keren banget hari ini?"


Hyde melongo mendengar ucapan Kana. "Yare...yare ( ealah )" gumamnya sambil tertawa kecil dan Kana terpesona dengan wajah Hyde yang berbeda saat tertawa.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2