
Pabrik Pembuatan Botol Anggur Milik Keluarga Ferrara di Turin Italia
Agen Tony Jameson dan Agen Rocha Ruben merasa kecolongan karena kapal kedua yang rencananya akan berlayar ke Brazil, harus meledak di bagian lambung hingga membuat semua peti-peti yang sudah disusun di tempat penyimpanan, tenggelam ke dalam air.
Dua agen CIA dan ABIN itu memerintahkan semua anak buah Michael Ferrara dan Manuel Raymundo untuk menyelam guna mengambil semua peti-peti yang berada di dasar laut.
Selama tiga hari mereka mengumpulkan semua peti-peti yang berserakan akibat ledakan itu. Tidak besar tapi cukup membuat lubang di lambung hingga semua barang tenggelam.
Mereka menghitung dengan teliti dan menyadari ada satu peti yang hilang. Agen Tony Jameson sendiri ikut mencari peti yang hilang itu namun tidak menemukan dimana pun.
"Brengseeekkk! F*** ! SIAPA YANG BERANI MENGAMBIL PETI ITU !" teriak Manuel Raymundo. Dia akan kehilangan paling tidak $50,000 dan $100,000 jika sudah di jalanan Jepang, Arab Saudi dan Australia. Bahkan bisa lebih karena itu kokain murni kwalitas premium.
"Aku rasa ada yang mengambilnya..." ucap Michael Ferrara.
"Siapa?" Manuel Raymundo menoleh cepat ke pria Italia itu.
"Si pelaku peledakan kapal lah. Bagaimana bisa lambung kapal bolong kalau tidak ada b*m disana. Tidak mungkin dipasang dari dalam kapal, pasti dipasang dari bawah laut. Pasti ada pengkhianat diantara kita yang melaporkan bahwa akan ada pengiriman botol anggur ke Brazil" jawab Michael Ferrara. "Dan aku tidak heran jika pelakunya adalah keluarga Mancini ataupun Bianchi."
Agen Tony Jameson lalu mencari rekaman CCTV dari dok pelabuhan. Setelah beberapa saat, mereka melihat ada empat orang sosok memakai baju hitam berada di dok milik keluarga Mancini. Dua diantaranya mengenakan baju selam dan membawa peti dari dalam air.
Sesaat mereka hendak mendapatkan wajah keempatnya, tiba-tiba rekaman itu langsung menghilang bagaikan terkena virus dan berlaku di semua CCTV. Rekaman itu baru muncul kembali saat keempat orang itu sudah menghilang dan keramaian serta kericuhan akibat kebakaran di kapal yang terbakar.
"Apakah kamu dapat wajahnya?" tanya Agen Rocha Ruben.
"Tidak perlu. Aku tahu siapa mereka. Vicenzo Mancini, Hyde Bianchi, Shaun Bruno dan Shohei Kawaguchi" jawab Agen Tony Jameson. "Mereka masuk dalam orang-orang yang diawasi CIA sejak kasus penembakan Savrinadeya Bianchi. Bagi CIA, mereka berbahaya dan ada instruksi jika mereka melanggar hukum federal maupun internasional, shoot to kill. Termasuk keluarga mereka yang di Turin, Milan dan Sisilia."
"How ironic, disaat CIA masih belum bisa berpaling dari semua alat spionase Jang Corp, kalian malah hendak menghabisi ipar Keluarga Jang. Apa kalian lupa, Jang Geun-moon bisa melakukan apa saja ..." kekeh Michael Ferrara.
"Justru teknologi dari mereka lah yang akan menjadi senjata makan tuan bagi penemunya. Macam b*m atom Einstein yang menjadi senjata terdahsyat abad ke 20..." seringai Tony Jameson.
"Aku rasa Jang Corp pasti memiliki banyak cara agar kalian tidak bisa berbuat seenaknya" sahut Michael Ferrara.
"Aku meragukan akan hal itu. Sebab di CIA aku masuk divisi teknologi dan aku sudah menemukan banyak cara untuk membuat runtuh teknologi Jang Corp !" ucap Tony Jameson percaya diri.
__ADS_1
***
Sementara Itu di Kantor Giordano Smith
"Oh, jadi CIA double cross Kami?" seringai pria imut itu. "Mereka sudah dibantu tapi diam-diam jadi pengkhianat? Untung bang Pedro dan bang Omar orang FBI dan bukan orang menyebalkan."
Giordano Smith tampak sibuk memeriksa segala sesuatu ketika ibunya datang setelah mendapatkan kabar dari putra tunggalnya.
"Bagaimana Gio?" tanya Jang Geun-moon.
"Ada yang main-main Eomma..." senyum Giordano licik.
"Siapa?" tanya wanita berdarah Korea Selatan itu.
"CIA."
Jang Geun-moon hanya menghela nafas panjang. "Lagi! Lama-lama aku buat mereka disfungsi er ek si !"
Giordano terbahak. "Eommaaa !"
"Agen CIA, Tony Jameson. Semenjak aku tahu CIA dan ABIN terlibat meskipun hanya oknum, aku tidak mau kecolongan..."
"Apa yang kamu lakukan Gio?"
"Agen Tony Jameson bilang benci peralatan Jang Corp dan akan membuat senjata makan tuan ke kita tapi kita kan yang membuat, kita yang tahu kelemahan masing-masing alat dan kita menyimpan semua memori peralatan spionase mereka. Jadi sebelum mereka mengira kita polos-polos saja menjual semua peralatan spionase, ada satu chip kecil yang menyimpan semua data." Giordano tertawa licik. "Dan aku menyadap semua agen yang masuk daftar hitam keluarga kita !"
"Pengalaman mengajarkan semuanya, Gio" senyum Jang Geun-moon. "Ingat kasus Yvonne?"
"Yup. Aku kira mereka tidak akan menyenggol keluarga kita lagi... Ternyata aku salah..." jawab Giordano yang menghubungi Vicenzo.
"Halo Oom" sapa Vicenzo dan Hyde di layar monitor.
"Heads up boys, CIA mengejar kamu dan duo pengawalmu..."
__ADS_1
"Bagaimana mereka tahu?" tanya Hyde.
"Mereka memakai peralatan Jang Corp untuk melacak kalian di dok. Oom punya semua datanya. Memang Alano dan Raul sudah membuat rusak CCTV saat kalian mau pergi membawa peti botol itu tapi agen Tony Jameson adalah anggota CIA. Dan dia tahu caranya..." papar Giordano.
"Apa yang mereka inginkan? CIA itu apa tidak belajar dari pengalaman?"
"Ada oknum-oknum yang tidak terima saat Tante menghabisi para cecunguk yang hendak membunuh Opa Patrick Rogers. Dan mereka menyuap CIA agar melawan kami" sahut Jang Geun-moon.
"Apakah Oma tahu siapa ?" tanya Vicenzo yang dijawab seringai Jang Geun-moon. "Anggap saja aku salah tanya" gerutu Vicenzo yang mengakui Oma jeniusnya sangat mengerikan.
"Kalian berhati-hatilah... Karena jika kalian ketahuan kena tilang atau buang sampah sembarangan atau berkelahi dimana saja, perintah nya jelas. Shoot to kill ke kalian." Giordano menatap ke kedua keponakannya dengan serius.
Vicenzo dan Hyde saling berpandangan. "Ini Turin. Hukum di Turin berbeda dengan Amerika. Jika mereka melakukan hukum rimba, kita jauh lebih dulu melakukan nya."
"Jangan bilang...." Jang Geun-moon menatap horor ke kedua cucunya yang dijawab seringai Vicenzo dan Hyde.
"Jangan khawatir Oma. Percaya pada kami dan aku yakin Oma akan melakukan hal senyap ke CIA. Betul?" Vicenzo menatap usil ke Jang Geun-moon.
"Memang kamu pantas jadi cucu Oma" kekeh Jang Geun-moon. "Berhati-hatilah kalian... Karena kalian semua sudah ketahuan di pelabuhan..."
"Absolutely." Kedua cucunya pun berpamitan dan Giordano menoleh ke arah ibunya yang masuk dalam main frame data semua peralatan spionase.
"What are you gonna do Eomma?" tanya pria yang mirip dengan ayahnya, Benjiro Smith.
"Menonaktifkan semua peralatan spionase yang dipakai CIA."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️