Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Berat Tapi Memang Lebih Baik Begitu


__ADS_3

Penjara Federal Turin Italia


Alano menatap wajah Kefka yang tampak pucat dan tidak sehat namun dirinya masih belum bisa menerima begitu saja ucapan pria di hadapannya. Bayangan sang ibu, Savrinadeya, sampai dua kali di operasi akibat adanya infeksi akibat tertinggalnya proyektil peluru dan bagaimana ayahnya begitu terpuruk saat tahu belahan jiwanya harus berjuang mempertahankan nyawanya, semua berkelebat di mata Alano.


"Aku keluar dulu." Alano pun keluar dari ruang pertemuan itu dengan perasaan kacau balau. Raul yang melihat sepupunya tampak membutuhkan udara segar, lalu ikut dengan putra Antonio Bianchi itu.


Vicenzo dan Hyde membiarkan kedua adiknya keluar karena yang mendapatkan dampak paling besar adalah Alano. Dia nyaris kehilangan ibunya.


Kedua sepupu itu lalu duduk menggantikan posisi Raul dan Alano sebelumnya dan menatap Kefka.


"Apakah ada bukti bahwa kamu memang menderita kanker paru-paru?" tanya Vicenzo.


"Sebentar lagi pengacara aku akan datang kemari. Dia yang akan memberikan semua data padamu" jawab Kefka.


Hyde lalu menelpon seseorang. "Kamu sibuk nggak? Kalau nggak, nanti tolong dibaca catatan medis yang akan diberikan ke kita... Kita? Di penjara... Bukaaaannn Cumiii ! Kita mengunjungi Kefka di penjara Federal, bukan kita yang dipenjara, Bambaaaanngggg ! " omel Hyde sebal.


Vicenzo tersenyum smirk saat tahu siapa yang ditelepon Hyde karena tidak lain tidak bukan pasti Rania Bianchi Prasetyo, si dokter bedah tidak jelas karena sikap Absurd dan nyelenehnya yang sering membuat tidak hanya pasien pening tapi juga semua anggota keluarganya.


Rania sendiri dikejar - kejar oleh kakak kelasnya waktu SMA, bernama Chris Armstrong yang sekarang berprofesi sebagai atlet American Football di tim Dallas Cowboys. Dalam hati, Vicenzo berharap Chris bisa meluluhkan hati Rania agar bisa lebih kalem... agaknya...tapi Vicenzo sendiri tidak yakin.


***


Alano berjalan menuju halaman parkir penjara dengan diikuti Raul Accardi dan Geraldo, pengawalnya yang baru.


"Al... " panggil Raul.


"Aku tidak bisa Raul... Aku tidak bisa ! Aku tidak bisa memaafkan Kefka ! Kamu tidak tahu rasanya ... Melihat ibumu terbaring tidak berdaya, berjuang untuk tetap hidup bahkan sampai dua kali dioperasi ! Dan melihat bagaimana ayahmu seperti orang gila saat tahu kondisi ibumu ! Tidak Raul ! Aku tidak bisa memaafkan dia ! Bodo amat dia mau mampus, aku tidak perduli !" teriak Alano.


"Signor Accardi..." panggil Geraldo.


"Biar aku yang urus Geraldo. Alano butuh mengeluarkan semua uneg-unegnya..." Raul mengangguk ke arah pengawal yang tampak waspada melihat tuannya dalam mode bertarung.


"Baik Signor Accardi." Geraldo memilih mundur tapi tetap dengan sikap waspada.


"Al... Aku disana ! Aku ada bersamamu di rumah sakit ! Aku bersamamu saat Tante Deya harus operasi lagi ! Aku disana saat Tante Bee dan Oom Sammy berjibaku menyelamatkan nyawa Tante Deya ! Aku disana Al ! Kita menangis bersama ! Aku tahu, tidaklah mudah memaafkan seseorang yang nyaris membunuh ibumu tapi mau sampai kapan Al, kamu menyiksa diri kamu sendiri dengah amarah yang tidak hilang? Bersyukur Tante Deya sudah sehat lagi bahkan membuat kamu dan Oom Tomat kelimpungan gara-gara lantai rumah kalian ! Bersyukur Tante Deya memasakkan lagi makanan favorit kalian ! Al, semua itu butuh proses... Memang tidak mudah tapi Kefka sudah mendapatkan ganjarannya ! Dia sakit, Al ! Dia sakit tapi ibumu hidup sehat walafiat. Allah baik pada keluarga kamu, Al ! Tante Deya orang baik jadi Allah sayang padanya. Kefka memilih jalan yang salah dan Allah memberikan berkah padanya dengan sakit yang membuatnya bisa berdamai dengan kebencian yang ditanamnya dari kecil hingga dia mendapatkan kesempatan menebus dosanya dengan meminta maaf pada orang yang sudah dia sakiti."


Alano menatap sepupunya yang seperti bayangan nya selama ini. Hubungan Alano dan Raul sangat dekat satu sama lain seperti halnya kedua ayah mereka, Antonio Bianchi dan Alexis Accardi. Apalagi ibu mereka adalah saudara sepupu, Savrinadeya McCloud dan Raveena Blair Dewanata.

__ADS_1


"Aku harus memaafkan Kefka?"


Raul tersenyum. "Jika ingin hatimu tenang, iya. Berikan maafmu Al, meskipun berat. Insyaallah jika kamu tulus menerima maaf Kefka dan mau memaafkan, Allah akan melapangkan hatimu... Perlahan kebencian kamu akan hilang ... Forgiven but not forgotten. Coba kalau kamu berada di posisi Kefka ... Apa yang ingin kamu dapatkan?"


"Maaf dari orang yang sudah aku sakiti..." jawab Alano pelan.


"Exactly. Berilah maaf pada Kefka karena ini akan menjadi terakhir kalinya kamu akan menemui Kefka."


Alano menatap wajah tampan Raul. "Bagaimana kamu bisa bilang begitu ?"


"Karena Al, kamu akan melangkah ke depan dan tidak akan menoleh ke belakang. Fokus kamu akan berubah... Kamu akan memikirkan bisnis keluarga Bianchi, kuliah kamu, Tante Deya dan Oom Antonio... Kehidupan pribadi kamu, mungkin... Dan apa artinya ? Kamu tidak akan mengingat Kefka lagi ... Kefka hanya lah masa lalu yang sudah kamu tutup dan simpan di laci paling dalam, yang sudah pasti kamu tidak akan membukanya kembali..." jawab Raul bijak.


Alano tampak tercenung mendengarkan ucapan Raul. Mereka berdua memang hanya beda beberapa bulan tapi pola pikir, Raul mirip dengan ayahnya, Alexis Accardi, yang lebih wise dibandingkan Antonio. Alexis lebih berpikir dua langkah ke depan hingga terkadang Antonio lebih sering meminta pendapat pada asisten sekaligus iparnya itu. Pola pikir Alexis ternyata menurun di Raul, putranya, meskipun sang ibu Raveena, memiliki andil juga tentang menghadapi semuanya dengan positif.


"Aku rasa kamu benar Raul... Karena setelahnya, aku tidak akan menginjakkan kakiku di tempat seperti ini. Aku akan melangkah ke depan tanpa menoleh ke belakang." Alano menatap sepupunya yang memberikan senyum menenangkan.


"That's Alano McCloud Bianchi yang aku tahu. Ingat Al, kamu keturunan Pratomo, Reeves, McCloud dan Bianchi yang dikenal memiliki hati seluas samudra. Kita bisa dengan mudah memaafkan seseorang yang sudah mengakui kesalahannya tapi kita juga bisa kejam dua kali lipat jika sudah menyenggol prinsip keluarga."


"Rasanya kalau kita membalas, lebih dari dua kali lipat deh ..." gumam Alano.


"Jadi? Kita masuk?" ajak Raul.


***


Ruang Pertemuan di penjara Federal Turin Italia


Pengacara Kefka datang dan segera memberikan semua rekam medis kliennya ke Vicenzo dan Hyde. Yakuza Takara itu segera menghubungi sepupunya, Rania Bianchi, dan membacakan semua data karena berbahasa Italia.


"Memangnya aku tidak bisa bahasa Italia? Bisa digantung diatas kolam piranha sama Opa, tahu nggak Yakuza kampret !" omel Rania yang membuat Hyde melotot judes ke sepupunya yang cantik itu di layar iPadnya.


"Biar cepat kupret ! Kalau aku perlihatkan begini bentuknya akan mirror tahu nggak !" balas Hyde galak sambil memperlihatkan kertas-kertas berupa rekam medis Kefka.


"Eh iya ternyata" cengir Rania.


Vicenzo hanya menggelengkan kepalanya mendengar sepupu perempuanya sama kacaunya dengan dirinya.


Kefka menatap ke Vicenzo yang sedang memegang pangkal hidungnya karena merasa pusing dengan keributan antara Rania dan Hyde. "Apakah kalian selalu ribut seperti ini?" tanya Kefka.

__ADS_1


"Siapa? Kami ?" tanya Vicenzo lelah.


"Siapa lagi" senyum Kefka.


"Kamu tidak tahu bahwa kami kalau tidak ribut, maka langit akan runtuh..." jawab Vicenzo asal membuat Kefka tertawa.


"Asterix."


Vicenzo tersenyum. "Bingo !"


"Aku iri dengan kalian. Sangat kompak dan sayang satu sama lain... " Mata coklat Kefka menatap sendu ke arah Hyde yang masih ribut dengan Rania.


"Jangan iri. Nanti kamu akan pening dan lelah sendiri" jawab Vicenzo.


Tak lama, Rania bisa menyimpulkan hasil rekam medis Kefka. "Dia memang memiliki sel kanker di paru-parunya tapi baru stadium dua. Jika kamu mendapatkan dokter yang kompeten dan delicate untuk mengangkat sel kanker yang menempel, insyaallah akan mendapatkan remisi hidup lebih lama di dunia ini dan mendapatkan kesempatan untuk bisa menebus dosa kamu..."


"Kalian memang blak-blakan kalau bicara ya?" senyum Kefka.


"Daripada sok manis tapi mukul dari belakang?" balas Rania judes.


Kefka tertawa lagi. "Thanks dokter Bianchi. Jadi aku dan pengacara aku bisa mengajukan untuk pengobatan dan operasi besar untukku..."


"Dengar Kamper, jika kamu sudah mengajukan itu dan kamu berniat untuk kabur, aku sendiri yang akan menangkap mu dan aku ambil paru-paru mu separo ! Akan aku lempar ke kolam piranha Opa !" ancam Rania dengan tatapan dingin dari mata coklatnya.


"Astagaaa... Tidak pria, tidak wanita, kalian sekeluarga memang sadis !" kekeh Kefka.


"Kami bisa jauh lebih sadis jika disenggol! Lu jual gue beli istilahnya !" ucap Alano sambil masuk ke dalam ruangan diikuti oleh Raul. "Jawab pertanyaan aku. Apakah jika kamu mendapatkan remisi dari operasi besar itu, kamu akan tetap dipenjara?"


Kefka menatap Alano. "Jika aku mendapatkan remisi itu, maka aku akan menyelesaikan masa hukuman aku disini. Bagaimana Alano?"


"Jika memang itu yang akan kamu lakukan, maka permintaan maaf kamu, aku terima."


***


Yuuhuuuu Up Malam Yaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2