Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Tiba Di Rio de Janeiro ( Revisi )


__ADS_3

Suatu tempat di hutan Belantara Amazon Brazil


Kefka pun membuktikan ucapannya dengan melepaskan Shaun dan Shohei ke hutan belantara menjelang subuh. Kedua pengawal yang terpaksa akur itu ditutup kedua matanya dengan kain lalu dibawa pergi dengan mobil Jeep convertible ke dalam hutan.


Setelah berjalan sekitar dua puluh menit berjalan, keduanya dilempar dari mobil lalu mereka ditinggalkan begitu saja. Shaun dan Shohei pun berusaha melepaskan penutup matanya dan melihat betapa mereka benar-benar berada di tengah hutan antah berantah.


"Duh badut, kita dimana?" tanya Shaun dengan perasaan tidak enak. Dirinya lebih baik menerjang musuh dengan senjata di tangan daripada berada di hutan tropis yang sudah pasti penuh misteri dan ular ! Shaun sangat benci ular !


"Entahlah... Yang jelas di hutan..." jawab Shohei sambil melihat sekelilingnya untuk bisa mencari petunjuk bapak presiden...


"Gue juga tahu kita di hutan, Badut ! Tapi ini berapa kilometer dari rumah si Kampret?" sungut Shaun yang nyaris terlonjak gara-gara seekor monyet meloncat dari pohon satu ke pohon lainnya.


Shohei tampak memeriksa jam nya dan berusaha mencari arah mata angin dan jarak mereka pergi. "Kalau jam tangan aku tidak salah, kita berada 10 kilometer dari rumah si kampret kefka ..." jawab Shohei. Jam tangan pria Hongkong itu sudah dimodifikasi olehnya dengan teknologi canggih. Jam Bremont milik Shohei memang dikira jam tangan biasa tapi begitu dia menekan tombol kecil disana, menjadi smart watch.


"Oh my God... Jam tangan kamu itu smart watch? Tapi tidak kelihatan malah terlihat Bremont..." seru Shaun.


"Keuntungan tinggal di Jepang dan memiliki boss punya pemikiran diluar Nurul, adalah keuntungan tersendiri. Ini hasil rancangan Shinichi Park yang membuat jam tangan ini khusus buat pengawal pilihan jadi aku, YangYang-senpai, Hidetoshi-san, Tama-senpai punya jam seperti ini tergantung merk apa yang kamu mau" seringai Shohei. "Keluarga Yakuza lebih parah dibandingkan keluarga Mafioso. Kalian kan tahu bagaimana kota Tokyo sudah ada lima anggota keluarga Yakuza. Beda sama Turin, Bianchi dan Mancini menjqdi ipar dan itu punya kekuatan tersendiri. Takara Bianchi tidak."


"Iyain aja deh biar cepat dan ngomong - ngomong, kita kembali ke rumah si kampret atau mencari jalan keluar dari hutan menyeramkan ini?" tanya Shaun.


"Ini sih nggak seseram Aokigahara..." gumam Shohei sambil membaca peta dari jam tangannya. "Kalau dilihat dari peta ini, depan ada perumahan penduduk setempat. Pertanyaan... Apakah mereka bisa bahasa Inggris? Sebab, aku tidak fasih berbahasa Portugis."


Shaun hanya menatap Shohei dengan wajah memelas.


***


Rio de Janeiro Private Airport


Rombongan Turin akhirnya tiba di sebuah landasan pribadi milik keluarga Oliviera yang ternyata adalah sahabat baik keluarga Bianchi Turin dan New York.


"Antonio!" seru Eduardo Oliviera saat melihat pria itu turun dari pesawat. Pria dengan wajah khas Amerika Latin, rambut yang sudah memutih dan brewok yang sama warna dengan rambut, tampak berdiri dengan santainya disana.


"Eduardo ! Apa kabar my friend?" Antonio langsung memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


"Aku ikut berduka cita atas kematian atau 'kematian' Deya ?'" kerling Eduardo. "Bagaimana? Sehat-sehat semua?"


"Kami sehat-sehat semua. Oh aku perkenalkan.. Ini..."


"Bayu O'Grady, Alessandro Moretti... Aku mengenal mereka berdua karena kami sempat bertemu di situasi berbeda tapi bidang yang sama... Bisnis" senyum Eduardo Oliviera. "Signor O'Grady... Signor Moretti..."


"Ah Señor Oliveira... Dunia sempit bukan ?" senyum Bayu sambil bersalaman dengan pengusaha Brazil itu. Alessandro pun bersalaman dengan Eduardo.


"Sangat sempit. Lalu ini?" Eduardo melihat dua remaja yang berdiri di belakang Bayu dan Alessandro.


"Perkenalkan ini Vicenzo Mancini dan Hyde Bianchi... Vic putra Dante Mancini dan Hyde putra Luke Bianchi" ucap Bayu.


Vicenzo dan Hyde bersalaman dengan pria yang seumuran dengan ayah mereka.


"Ayo kita ke mansion Oliviera dan membicarakan rencana kalian untuk membebaskan pengawal dan vendetta Antonio." Eduardo mengajak mereka semua masuk ke dalam mobil SUV mewah milik keluarga Oliviera. Hyde dan Vicenzo melihat bagaimana pengawal Eduardo memegang senjata minimal AR-15.


Kedua sepupu itu saling berpandangan. Brazil lebih mengerikan daripada Italia dan Jepang.


***


Eduardo masuk bersama keluarga Turin dengan disambut istrinya yang cantik, Regina Oliviera dan putri nya yang berusia 18 tahun, Iris.


"Selamat datang semuanya... Lho mana Ajeng dan Sakura?" tanya Regina yang melihat Bayu dan Alessandro ikut serta.


"Ya tidak ikut lah Regina ... Ini kan urusan laki-laki" senyum Eduardo sambil memeluk pinggang istrinya.


"Sayang sekali, padahal aku rindu bergosip..." kekeh Regina. "Iris, ayo kenalan dengan ... Eh siapa?"


Antonio tertawa. "Ini Vicenzo Mancini, putra Dante dan Hyde Bianchi putra Luke. Keponakan kami. Ayo kalian kenalan dulu..."


Vicenzo dan Hyde saling bersalaman dengan gadis cantik itu.


"Kami tidak bisa bahasa Portugis... Jadi maafkan jika harus berbahasa Inggris" ucap Hyde sopan.

__ADS_1


"It's okay. Aku bisa bahasa Inggris kok. Apalagi bulan depan aku kembali masuk kuliah di Oxford" senyum Iris.


"Aaahh... Syukurlah... " ucap Hyde.


"Yuk kita bicarakan strategi membebaskan dua orang yang tersesat di hutan Amazon. Apakah GPS mereka terdeteksi?" tanya Eduardo. "Kita masuk ke ruang IT."


Vicenzo melirik ke arah Iris, gadis cantik berambut coklat dengan mata coklat terang yang terlihat sangat cerdas. Ini cewek menarik.


***


Hutan Amazon


Shaun dan Shohei berjalan sekitar empat jam dan selama itu Shohei harus tabah mendengar jeritan Shaun setiap melihat ular meskipun itu hanya piton kecil.


"Elu tuh ! Dasar Domba !" umpat Shohei yang sebal dipegang lengannya oleh Shaun macam cewek manja.


"Sudah tahu aku takut ular !" balas Shaun judes.


Keduanya pun tiba - tiba berhenti di depan pemukiman penduduk tengah hutan. Semua orang disana melihat kedatangan dua orang dengan suit yang sudah berantakan, Kumal dan lelah.


"Duh Badut... Semoga mereka bukan suku kanibal..." bisik Shaun ke Shohei.


Shohei hanya bisa menelan salivanya susah payah.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 25 08 23 )

__ADS_1


__ADS_2