
Rumah Sakit di Turin Keesokan Harinya
Ken Al Jordan bekerja sama dengan dokter ahli syaraf memang sepakat bahwa kondisi Kefka harus segera dioperasi. Dan setelah diperiksa semuanya, akhirnya hari itu dilakukan operasi.
Antonio tampak dingin saat melihat Kefka dibawa ke ruang operasi diatas brankar. Kefka membalas tatapan Antonio dengan sama dinginnya.
"Apa kamu berharap aku akan mati di meja operasi?" ucap Kefka.
"Nope. Aku berharap kamu selamat, dan bisa aku hajar" jawab Antonio dingin.
Kefka tertawa. "Semoga aku mati di meja operasi jadi aku tidak bisa kamu hajar !"
"Siapa bilang ! Mayatmu akan aku cincang dan aku berikan ke piranha hitam peliharaan ku ... " seringai Antonio yang membuat Kefka terkejut.
"You won't dare !"
"Kamu lihat saja! Disaat arwahmu gentayangan, kamu bisa tahu apa yang akan aku lakukan pada mayatmu !" Antonio mencengkram bahu Kefka. "Jika kamu berpikir aku tidak berani melakukannya, kamu salah besar."
Kefka menatap tajam ke arah Antonio.
"Selamat operasi.... Kita lihat saja, aku atau piranha aku yang menang?" seringai Antonio.
***
Laboratorium Milik Keluarga Mancini
Vicenzo dan Hyde melihat hasil ekstraksi botol anggur yang sudah menjadi bubuk putih. Clementine lalu mengambil sebuah alat test drugs dan meletakkan sedikit bubuk itu disana. Hasilnya bewarna ungu kebiruan yang berarti pure kokain.
"Dapat berapa gram dari satu botol ini, Cle?" tanya Vicenzo.
"Satu botol ini bisa menghasilkan 50 gram dan di pasaran, kokain seperti ini per gram di Inggris bisa menembus angka $110 tapi di negara Amerika Selatan, way drop. Kokain seperti ini dihargai sekitar $14 sampai $20."
"Karena disana banyak penghasil kokain rumahan dan saingan sangat keras" timpal Vicenzo.
"Di Jepang bisa menembus angka $180 dan di Australia di angka $274. Ini pure kokain Zo..." sahut Hyde.
"Jika di Amerika Selatan hanya segitu..."
"Mereka akan menjualnya ke luar Brazil. Aku rasa mereka mengekstrak nya di pabrik Brazil lalu menjualnya di negara - negara yang bernilai tinggi untuk pure kokain. Termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Disana harga kokain bisa tembus hingga $300 per gram" jawab Hyde.
"Menurutmu, mereka menyerang Oom Radhi karena itu?" tanya Vicenzo.
"Bisa jadi. Keluarga Al Azzam Blair dan Al Jordan adalah nama yang memiliki kuasa di Dubai selain keluarga lain. Jika dua keluarga kalian goyah, maka mereka bisa masuk Dubai dengab pasar gelap lalu menjalar ke Arab Saudi." Hyde memegang pelipisnya. "Mereka harus dihabisi Zo !"
"Aku setuju akan hal itu !"
Clementine menatap kedua penerus klan Mancini dan Yakuza Takara itu dengan perasaan campur aduk.
"Kalian berdua, berhati-hatilah. Karena meskipun pabrik mereka sudah hancur, bukan berarti mereka tidak punya pabrik lainnya" ucap wanita itu serius.
"Kami tahu Cle. Tapi korban di keluarga kami sudah cukup banyak dan kami tidak akan berhenti sampai mereka semua mati !" jawab Vicenzo tegas.
***
__ADS_1
Jakarta, Indonesia ... RS PRC Group
"Opa Quinn !"
Hoshi hanya menatap datar ke arah gadis cantik yang dianggapnya seperti cucunya sendiri itu.
"Apa Kay..." balas Hoshi cuek saat sedang menikmati kopi bersama dengan Alsaki Baskara.
"Opaaaa ... Itu penjahatnya diapain sama Opa?" protes Kaysa. "Seriously Opa ! Aku harus menjahit lebih banyak lagi !"
"Kan Opa bilang dipites."
"Astagaaaa demi Dragon Ball dan Trunks... Nggak gitu Opaaaa!" rengek Kaysa.
"Terima saja Kay" balas Alsaki cuek.
"Eh bocil ! Diam !" Kaysa menatap judes ke Alsaki yang memang lebih muda darinya.
"Bocil begini lebih jangkung dari kamu, chibi !" balas Alsaki cuek.
Kaysa dan Alsaki saling menatap satu sama lain dengan tatapan judes.
"Kimi-dachi ( kalian berdua )... Lama-lama Opa suruh si Kampret satu ngelamar ke Bambang gentolet deh !" ucap Hoshi santai.
"Apa maksud Opa?" Kaysa dan Alsaki menatap judes ke Opa berwajah cantik itu.
"Kalian itu. Cocok lho..."
"Kami tidak cocok !" balas Kaysa dan Alsaki bersamaan lalu saling membuang muka.
"Siapa ? Opa? Perasaan kamu saja, Saki..."
Alsaki menggelengkan kepalanya sebal dengan ide gila Opanya.
***
Rio de Janeiro Brazil
"Iris ! Kamu tidak kembali ke Inggris?" tanya Eduardo Oliviera saat melihat putrinya malah asyik di ruang IT.
"Nggak dulu Papa. Aku ambil kuliah online dari sini" jawab Iris sambil terus mengutak-atik keyboard nya.
"Tumben kamu ambil kuliah online. Kenapa?" Eduardo duduk di sebelah putrinya yang sedang menatap layar monitor.
"Aku sedang membantu Vicenzo. Dia sudah mengirimkan hasil ekstraksi botol-botol anggur itu dan itu hasilnya kokain murni, papa..."
"Apa yang akan kamu bantu, sayang?"
Iris tersenyum smirk. "Mencuri botol-botol itu dan menukarnya dengan formula gula halus..."
"Tapi sayang, peti-peti itu kan belum sampai karena perjalanan membutuhkan 25 hari dan ini sudah hari ke sepuluh perjalanan dari Turin" ucap Eduardo.
"Justru karena masih ada waktu itu Papa, aku sudah meminta Lucio dan Naolin membuat botol-botol itu yang sudah dicampur dengan gula halus. Begitu peti-peti itu tiba, kita tukar ..."
__ADS_1
Eduardo tertawa sambil menepuk kepala putrinya. "Kamu tuh memang deh !"
***
Turin Italia
"Idemu brilian Iris. Tapi apa kamu yakin bisa menukarnya?" tanya Vicenzo saat melakukan panggilan video.
"Aku memang tidak tahu ada berapa peti tepatnya jadi aku akan kira-kira saja. Oh bagaimana dengan dua oknum agen federal itu? Apakah mereka mengamuk saat kapal itu meledak."
"Absolutely dan mereka kembali ke pabrik itu dengan marah. Dan aku yakin si Raymundo pasti sedang ngamuk kehilangan uang lagi !"
Iris tertawa. "Aku sangat suka acara gegeran !"
"Iris, kamu memang cocok jadi temanku... Kita sama-sama suka gegeran..." cengir Vicenzo.
"Vic, aku sangat suka keributan. Bagiku, hidup terlalu monoton itu membosankan... Dan saat Papa bilang akan membantu temannya yang mafia Italia, aku pikir this is it ... Aku bosan di Inggris jadi aku pulang ke Rio ternyata ada gunanya..." senyum Iris.
"Kamu tidak tahu saja bagaimana kami kalau sudah gegeran... Sangat totalitas !" senyum Vicenzo.
Hyde yang baru saja selesai mandi, tampak bingung melihat sepupunya asyik mengobrol di depan layar MacBooknya.
"Siapa Zo?" tanya Hyde yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Iris."
Hyde pun berdiri di belakang Vicenzo. "Hai cewek Brazil ..." sapa nya.
"Hai Yakuza. Oh, Hyde... Tampaknya b*m cat milik Shohei tertinggal di kamarnya beberapa. Apakah boleh aku pakai jika diperlukan?" tanya Iris.
"Pakai saja. Toh pasti bakalan berguna untuk kamu" jawab Hyde santai. "Kalian ngobrol dulu, aku mau buat ramen. Kamu mau Zo?"
"Ramen? Rasa apa? Kimchi? Duh sayang jauh... Aku pengeeeennn" cengir Iris.
"Memangnya di rumah tidak ada?" tanya Vicenzo.
"Ada. Tapi kan lebih enak kalau dibuatkan..." senyum Iris.
"Kalau kamu ke Turin, akan aku buatkan ramen lengkap dengan kimchi..." sahut Vicenzo.
"Hontou ( Benarkah )?" seru Iris dengan wajah berbinar.
"So desu ne ( benar )" jawab Vicenzo.
Hyde menggelengkan kepalanya. "Dasar!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️