
Perfektur Yamanashi Jepang
Shinichi memeluk erat Raiden dan Raihanun erat usai semuanya selesai. Hideo menghampiri anak dan cucunya yang duduk di lantai teras itu.
"Opaaaa..." seru Raiden sambil memeluk Hideo. Pria berdarah Korea Jepang itu menyimpan Glocknya di balik punggungnya lalu memeluk erat cucu nya yang hobi bikin semua orang darting.
"Kamu baik-baik saja Raiden?" tanya Hideo.
"Baik-baik saja Opa. Hanya saja tadi ..."
"Dendeng-chan, yang culik kamu yang mana?" tanya Nobu saat petugas kesehatan membawa seseorang dari ruang yang dindingnya roboh dengan tandu.
"Yang itu. Yang hidung nya pakai plester" jawab Raiden. "Oh matanya juga rusak kata mas Akito. Gara-gara kena tembak cat mbak Nyunyun."
Nobu dan Momiji hanya menepuk jidatnya.
"Kok dia pakai plester di hidung?" tanya Shinichi bingung.
"Jadi tho appa, waktu Den Den Mushi yang imut ini diculik, kan berontak tuh. Nah sudah tahu aku itu nggak bisa diam, kena tonjok deh... Aku nggak salah kan appa? Wong aku kaget kan refleks..." cengir Raiden membuat semua orang melongo.
Visualnya Dendeng kecil
"Kamisama, kok bisa sih aku punya adik macam Dendeng..." gumam Yukihiro kesal.
__ADS_1
Jin tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Raiden yang masih memasang wajah polos. "Ya ampun Hideo, nggak Shinchan nggak anaknya ... Tidak ada yang beres..."
Hideo hanya tersenyum smirk. "Yuk kita semua pulang. Biar inspektur Yoshizawa yang urus karena kita akan ajukan kasus penculikan."
"Señor Park."
Semua orang menoleh dari arah dalam rumah dan tampak seorang pria latin keluar dengan peralatan senjata lengkap.
"Agen Gustavo?" tanya Nobu. "Saya Nobu."
"Senang bertemu dengan anda semua" senyum pria itu sambil bersalaman dengan semua orang. "Maaf tadi saya harus bersembunyi karena bisa-bisa saya kena peluru nyasar kalian. Oh ini tanda pengenal saya." Agen Luiz Gustavo mengeluarkan dompet identitas nya dan Tama langsung memotretnya untuk diperiksa otentikasi data dirinya.
"Kami tadi tidak memakai peluru tajam tapi peluru bius" jawab Nobu.
"Oom... " panggil Raiden.
"Yes, Raiden."
"Oom apa hubungannya dengan pemain sepakbola Marcelo Gustavo?" tanya Raiden tahu pria ini lah yang tadi dilihatnya menyalakan rokoknya. "Aku tadi lihat wajah Oom saat menyalakan korek untuk merokok. Mukanya Oom familiar jadi aku berusaha mengingat siapa ... Eh iya baru aku ingat mirip Marcelo Gustavo."
Agen Luiz Gustavo tersenyum. "Matamu jeli sekali. Kenapa kamu sangat hapal dengan pemain sepakbola?"
"Raiden sangat suka semua olahraga tapi memang sepakbola adalah favoritnya. Brazil adalah salah satu tim kesukaannya selain Inggris, Korea dan Jepang" jawab Shinichi.
"Marcelo itu adikku. Kandung. Jadi jika wajah kami mirip ya wajar. Tapi aku salut dengan pengamatan tajam seorang Raiden Park. Dia bukan anak kecil biasa karena sangat pemberani..." puji Agen Luiz Gustavo.
__ADS_1
"Ah, akhirnya rasa penasaran aku terjawab sudah... Bisa bobok dengan tenang... Eh ... PR matematika akuuuu !" seru bocah itu heboh.
"Ohya ampun... Malah mikir PR..." gumam Tama geli.
***
Kepulangan Raiden kembali ke kediaman Park, disambut hangat Omanya Fayza dan ibunya Kedasih. Tapi acara mengharukan hanya berlangsung sebentar karena setelahnya Kedasih memarahi malah main bukannya membuat PR. Momiji pun tidak luput dari amukan Kedasih membuat Shinichi hanya bisa tersenyum geli.
"Shin, kasihan itu Momiji dan Raiden dimarahi Dasih" ucap Hideo sambil menyesap kopinya.
"Biarin saja appa. Aku sih mending lihat Dash-dash marah marah daripada nangis. Lebih cantik kalau marah" seringai Shinichi.
Hideo hanya menggelengkan kepalanya. Kacau ... Kacau...
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Sorry pendek aku dah ngantuk soalnya
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1