
Turin Italia, Mansion Bianchi
Luke tertawa terbahak-bahak mendengar Raiden sudah bebas dari penculik tapi tidak selamat dari Omelan Kedasih. Gara-garanya bocah bandel itu memilih pergi beli mainan bersama Momiji daripada membuat PR terlebih dahulu dan akhirnya kena culik.
Keluarga Bianchi lainnya hanya menggelengkan kepalanya apalagi Hyde dan Shohei yang sudah hapal kelakuan Raiden.
"Tapi ada agen ABIN menyusup ke dalam kartel dan kita tidak ada yang tahu?" ucap Antonio yang baru sadar lantainya rusak akibat tembakan emosionalnya. "Duh, aku bisa dimarahi Deya ini lantainya rusak..."
"Daddy terlalu emosi" kekeh Alano yang sudah bisa merasa tenang karena semua penjahat sudah pergi. "Dimarahi mommy lho."
Antonio menatap putranya dengan tatapan memelas apalagi lantai mansion mereka baru direnovasi lima tahun lalu dan lantai granitnya yang memilih Savrinadeya. "Al, nanti kalau mommy marahi Daddy, kamu bantu ya?"
Alano tertawa kecil. Meskipun Antonio dikenal garang di dunia bisnis tapi pria jangkung itu paling lemah kalau berhadapan dengan istrinya. Antonio sangat bucin dan memuja Savrinadeya karena istrinya bukan tipe wanita aneh-aneh.
"Nasibmu Tomat" kekeh Alessandro sambil menepuk punggung iparnya.
"Duh ! Kacau ini..." gumam Antonio yang lebih takut dimarahi Savrinadeya daripada berhadapan dengan kartel.
"So, sekarang kita bagaimana? Cari Manuel Raymundo dan Michael Ferrara?" tanya Alexis Accardi.
"Kita tunggu keluarga Mancini. Lagipula, aku juga belum mendapatkan kabar dari Michel. Apakah aman di Sisilia atau tidak" jawab Luke.
***
Mansion Mancini, Turin Italia
"Tapi Raiden selamat kan?" tanya Leia memikirkan keponakannya yang hobinya membuat banyak orang darting berdasarkan informasi para pengawalnya di Tokyo.
"Selamat tapi tembok yang disentuhnya tidak selamat" jawab Shinichi saat mereka melakukan panggilan video.
Bayu dan Dante memegang pelipis masing-masing. Tangan Raiden memang ajaib.
"Temboknya memang sudah rapuh ditambah Dendeng bersandar disitu jadi ... Begitulah" cengir Shinichi.
"Sekarang bocahnya gimana?" tanya Leia.
"Minta bolos sekolah. Katanya terlalu trauma dimarahi okasan. Tapi aku rasa karena dia belum buat PR matematika saja..." jawab Shinichi santai.
Ketiga orang dewasa disana terbahak mendengar nya.
"Jadi agen Luiz Gustavo ada Tokyo dan dia tahu bahwa yang diculik itu Dendeng?" tanya Dante kembali serius.
"Dia tidak tahu tadinya tapi setelah para penculiknya bilang kalau itu anakku dan keponakan kalian. Mereka berencana untuk menyandera Raiden dan memeras kalian ... Seriously? Den Den Mushi? Memangnya anakku begitu polosnya untuk tidak bisa menghubungi aku sebagai appanya?" kekeh Shinichi.
__ADS_1
"Mana opanya adalah mantan ketua mafia Silver Shining dan Opa buyut nya seorang Yakuza. Blood of mafia mengalir di Raiden dalam bentuk putramu yang ajaib" timpal Bayu. "So, kalian bekerja sama dengan Agen Gustavo?"
"Yup. Agenda Manuel Raymundo selanjutnya adalah ke Sisilia. Dengar kalian, meskipun kalian menghancurkan tiga pabrik nya di Brazil, Raymundo masih memiliki banyak dana di bank Swiss dan Cayman Island yang tidak bisa disentuh oleh law enforcement, tidak juga oleh FBI..." jawab Shinichi.
"Jadi dia benar-benar mempelajari siapa saja yang terlibat di Brazil 25 dan 20 tahun lalu. Jangan-jangan saat di Hongkong, dia juga mempelajari siapa saja kita..." gumam Bayu. "Tapi Hongkong dan Brazil itu beda."
"Berbeda tapi mereka tahu aksi kita, Bay" timpal Dante.
"Kamu kan nggak ikutan di Hongkong bang."
"Iya memang tapi aku terlibat di Turin dan Brazil... Tanahku, port aku dan pabrik anggur aku terletak di tempat yang sangat strategis untuk dijadikan tempat pabrik narkoba. Macam tanah keluarga Vega yang hanya beberapa kilometer dari perbatasan Columbia dan Venezuela." Dante menatap serius ke arah Bayu dan Shinichi.
Leia mengusap punggung Dante lembut. "Sekarang waktunya untuk menghentikan semua gegeran yang memakan banyak korban jiwa."
"Kita harus bunuh kepala naganya. Meskipun cell nya bisa menimbun kekuatan tapi harusnya dengan memberikan contoh, mereka akan berpikir ulang untuk membuat Gegeran lagi..." geram Bayu dengan rahang mengeras.
"Exactly. Aku tidak mau cucu kita nanti akan mengalami hal yang sama seperti Appa yang harus turun gunung meskipun Appa asyik-asyik saja ... " timpal Shinichi.
"Sekarang, kita panggil keluarga Bianchi dan peringatkan keluarga de Luca." Dante langsung menelpon Michel de Luca.
***
Palermo Sisilia Italia
"Dimana Gem dan L?" tanya Leia lewat panggilan video.
"Gemini dan L di rumah. Kami memang tidak kemana-mana hari ini."
"Kalian jangan pergi - pergi. Keadaan belum aman apalagi kalian tinggal di sana tanpa pengawalan ketat..."
"Siapa bilang Leia. Sejak kalian diserang, aku sudah menyiapkan pengawalan ketat disini. Bahkan Gemini dan L harus bekerja dan sekolah dari rumah" jawab Michel.
"Syukurlah. Kalian berhati-hatilah. Tunggu sampai pengawal dari Oom David datang" senyum Bayu.
"Absolutely Bay. Thanks."
***
Istana Al Jordan Dubai
"Dendeng tidak apa-apa kan?" tanya Galena saat mendengar adik sepupu nya diculik.
"Tidak apa-apa" jawab Garvita. Mereka semua diminta berkumpul di istana Al Jordan karena Ayrton ingin semua anak dan cucunya selamat mengingat Gabriel jadi bintang utama kasus Brazil. Bukan tidak mungkin anak dan cucunya yang lain juga diincar.
__ADS_1
"Syukurlah..." Galena merasa lega mendengar adiknya yang sering membuat darting kalau kumpul keluarga, tidak mengalami luka apapun.
"Mbak Lena... " panggil Keanu Al Jordan, putra Ken Al Jordan dan Dokter Faheema.
"Apa Keanu?"
"Daddy tidak apa-apa kan?" tanya bocah berusia empat tahun itu.
"Daddy mu baik-baik saja" senyum Galena sambil memeluk Keanu.
Ayrton tersenyum melihat para anggota keluarganya sudah berada di istana dan dirinya merasa tenang. Pria yang masih terlihat tegap itu pun masuk ke ruang keamanan.
"Mas Ay, apa kira-kira mereka berani datang ke Dubai?" tanya Enzo sambil melihat kamera CCTV yang terdapat di setiap sudut istana.
"Jika mereka berani datang ke Tokyo, mereka juga bisa menginjakkan kakinya di Dubai" jawab Ayrton dingin. "Jangan sampai kita kecolongan. Begitu juga dengan istana Al Azzam."
Enzo menatap layar monitor yang banyak itu. "Aku harap mereka tidak datang kemari."
"Aku pun berharap demikian termasuk tidak ke istana Brussels" geram Ayrton yang teringat cucunya Arsyanendra nyaris diculik juga.
Enzo menoleh ke arah kakak sepupunya. "Mereka tidak akan berani ke Belgia."
***
Sebuah klinik Kesehatan Rahasia di Turin
Ken Al Jordan mendengarkan suara teriakan frustasi Kefka saat tahu dirinya memiliki tumor di otaknya.
"Kalau kamu sudah selesai berteriak macam orang gila, bisakah kamu mendengar dengan kepala dingin?" ucap Ken dengan wajah datar dan aura yang terpancar sedingin Antartika.
"Apakah aku bisa sembuh? Tumorku bisa diambil?" tanya Kefka.
"Peluangnya 50-50. Dan Antonio Bianchi kemungkinan memilih menghajar kamu sampai setengah hidup lalu aku mengoperasi kamu. Kemungkinan besar kamu tewas di meja operasi menjadi 80 persen. Sama saja sih..." jawab Ken acuh.
Kefka menatap tidak percaya ke arah dokter berwajah dingin itu. Buah simalakama.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️