
Ospedale Regina Margherita Hospital Turin Italia
Antonio bersyukur diperbolehkan masuk ke dalam ruang ICU setelah Blaze memaksanya untuk mandi biar segar dan merapikan brewok serta rambut keriting nya.
Mengenakan baju steril dan baju baru yang dibawakan oleh Alano, Antonio mengambil tempat duduk di sebelah Savrinadeya yang masih belum sadar.
"Deya... Aku tahu kamu tidak bisa mendengar aku... tapi aku ingin kamu tahu, aku selalu ada di sisimu..." ucap Antonio sambil menggenggam tangan Savrinadeya. "Bangunlah sayang, aku dan Alano rindu matamu yang menatap galak ke kami jika ribut tidak jelas ... Matamu yang selalu menatap lembut ke aku dan Alano kalau sedang akur... Dan... " Antonio mengusap air matanya. "Dan aku berjanji, akan menghabisi orang yang melakukan ini padamu dengan tanganku sendiri..."
Pria itu meneteskan air matanya. "Bangun Deya, aku... Tidak bisa melihatmu seperti ini... Aku ... Aku rindu padamu..."
Antonio mengelus pipi mulus Savrinadeya dengan telunjuknya. "Deya, istriku... Kekasih hatiku..."
Mata coklat Antonio melihat bagaimana kelopak mata Deya mulai bergerak dan ujung jari Wanita itu pelan menyentuh tangan suaminya.
"An...to...ni..o..." bisik Savrinadeya. Perlahan mata itu terbuka dan Savrinadeya tersenyum ke arah suaminya.
Antonio tersenyum bahagia lalu menciumi wajah istrinya penuh kelembutan. "Welcome back ... " ucapnya sambil menangis.
***
Blaze dan Samuel belum mau memindahkan Savrinadeya dari ruang ICU sampai wanita itu benar-benar baik. Alano memeluk ibunya pelan saat diijinkan masuk oleh Dokter Del Piero. Dan seperti dengan rencana Bayu dan Luke, Savrinadeya diberitakan meninggal di meja operasi akibat komplikasi saat dilakukan tindakan.
***
Markas Mancini
Arsyanendra membaca pesan dari Alano di ponselnya yang mengatakan Savrinadeya sudah sadar tapi masih di ICU, tersenyum tipis dan dalam hatinya dia mengucapkan hamdalah.
Vicenzo dan Hyde yang membaca pesan itu hanya saling berpandangan dengan wajah datar karena tahu ini adalah bagian dari taktik Bayu dan Luke.
__ADS_1
"Sekarang, katakan padaku. Dimana aku bisa menemui Kefka ?" Arsyanendra memajukan tubuhnya dengan menatap tajam. "Aku tidak yakin dia sudah terbang ke Rio de Janeiro karena dia pasti menunggu berita yang sudah ditunggu-tunggu... Signora Savrinadeya Bianchi, baru saja dinyatakan meninggal di meja operasi."
Fazzio Gennaro terkejut mendengarnya. "Be... Benarkah?"
Ketiga pengawal yang berada di dalam ruangan itu terkejut tapi Shohei melihat kode dari mata Hyde bahwa ada sesuatu, hanya memasang wajah datar. Pria Jepang itu mengetuk punggung Shaun dengan kode Morse yang menyatakan itu adalah taktik para tetua. Shaun menoleh ke arah Shohei dengan tatapan judes.
"Shinken ni? Ima demo mōrusu shingō o tsukatteimasu ka( Really ? Hari gini masih memakai kode Morse )?" ucap Shaun dengan bahasa Jepang.
"Demo kōka aru yo ( tapi efektif kan )?" cengir Shohei.
"Anata wa furui gakkōdesu ( Kamu tuh kuno )!" balas Shaun.
"Kalian sudah selesai ?" Arsyanendra menatap dua pengawal Vicenzo dan Hyde saling ribut sedangkan Isaak hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudah your highness" jawab Shohei dan Shaun bersamaan.
"Biasanya Signor Guilherme yang menghubungi kami. Dia digadang-gadang akan menggantikan Manuel Raymundo karena dia seperti anak angkatnya. Carlos Guilherme adalah saudara tiri Manuel Raymundo dan karena Manuel mandul, maka keturunannya yang diharapkan adalah dari Carlos" jawab Fazzio.
"Siapa yang menyuruh menabrak truk ke mobil Padreku?" tanya Vicenzo yang sudah tahu jawabannya tapi dia ingin mendengar lagi. "Michael Ferrara bukan?"
Fazzio Gennaro menggelengkan kepalanya. "Untuk Signor Mancini dan Signor Sergio, kecelakaan itu bukan suruhan Michael Ferrara...tapi Simone Ferrara..."
Ketiga saudara sepupu itu terkejut. "Apa? Simone Ferrara? Bukan Michael Ferrara?" seru Vicenzo bingung.
"Bukan Signor Mancini... Simone Ferrara adalah otak dari kasus tabrakan itu tapi dia menyebarkan berita bahwa adiknya yang melakukannya hingga Michael harus pergi dari Turin. Simone ingin menyingkirkan Michael dari Turin agar dia bisa menguasai keluarga Ferrara. Kesalahan mereka adalah bekerja sama dengan kartel Brazil... Dimana Kartel Brazil pun tidak bodoh. Mereka bermain dengan dua kaki..."
Arsyanendra berdiri dan berjalan memutari ruangan itu. "Lanjutkan..."
"Kartel Brazil tidak bisa masuk ke Turin karena kekuatan keluarga Bianchi dan Mancini ditambah kalian memiliki ipar Moretti dan De Luca... "
__ADS_1
Vicenzo tampak geram karena Simone Ferrara sudah meninggal membuat dirinya tidak bisa membunuhnya langsung.
"Lalu, apakah kartel Brazil tidak berpikir jika mereka tidak kami utak-atik 25 tahun yang lalu?" Tanya Arsyanendra sambil bersandar di tembok dengan tangan bersedekap.
"Mereka tidak terima empat agen CIA dan ABIN yang menjadi kurir mereka ditangkap oleh keluarga kalian... "
"For God's sake ! Mereka berempat membunuh kedua orang tua paman Gabriel Luna, menantu Emir Schumacher !" ucap Hyde.
"Mereka tidak perduli soal itu karena setelahnya mereka kesulitan mendapatkan kurir dan koordinator dari para Law Enforcement karena pengawasan ketat dari para biro..." jawab Fazzio.
"Soal kurir kan tidak perlu harus dari Law Enforcement" sahut Vicenzo.
"Tapi mereka memiliki paspor khusus macam diplomatik yang bisa bebas masuk ke negara manapun..." jawab Fazzio. "Mereka mengincar port milik keluarga Mancini, mengincar lokasi tempat kebun anggur Bianchi dan Mancini yang berbatasan berbagai negara hingga bisa memasarkan narkoba mereka."
Hyde tersenyum smirk. "Mereka tidak kapok atau macam keledai? Jatuh di lubang yang sama dengan berani melawan keluarga yang sama. Read my lip, Signor Gennaro. Kami tidak takut ! Generasi sebelum kami sudah gegeran di Dubai dan Hongkong. Jadi jika kami harus gegeran di Turin ataupun Rio de Janeiro... Bring it On !"
"Apalagi mereka sudah membunuh anggota keluarga kami. Eye for eye, life for life " jawab Vicenzo dingin.
"Kami masih muda, Signor Gennaro... Tapi soal kemampuan brutal, jangan diragukan. Kami belajar dari guru yang sebenarnya." Arsyanendra tersenyum yang entah mengapa Fazzio Gennaro merinding melihat wajah tampan pangeran Belgia itu.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1