Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Romeo Akihiro


__ADS_3

Turin Italia


Hyde dan Vicenzo menghabiskan tiga jam di cafe itu sampai melihat dua mobil Van keluar dari pabrik itu. Kedua saudara itu melihat Tony Jameson dan Rocha Ruben mengawal masing-masing satu mobil Van.


"Watashitachiha forō suru ( Kita ikuti )?" tanya Hyde ke Vicenzo dengan bahasa Jepang. Keduanya dari tadi mengobrol dengan bahasa ibu Hyde agar orang tidak tahu.


"Mochiron ( tentu saja )." Vicenzo meletakkan uang di meja dan segera pergi menuju mobil mereka.


***


Di Dalam Mobil Van


"Siapa target kita sekarang? Setelah Radhi Blair, kita kesulitan mendekati keluarga McCloud dan McGregor di London karena MI6 menjaga mereka" ucap Tony Jameson.


"Jakarta. Kepolisian mereka termasuk lemah. Imigrasinya apalagi. Masih belum terlalu banyak perubahan jadi kita mudah memasukkan Cell kita macam orang-orang China itu... " jawab Rocha Ruben melalui earpiece nya.


"Siapa yang kamu incar?"


"Romeo Akihiro. Dia hanya seorang dokter jantung, easy target."


"Aku kira kamu akan mengincar Dewananda Hadiyanto" ucap Tony Jameson.


"No, Dewananda Hadiyanto punya pengawal. Romeo Akihiro, tidak."


"Good."


***


Vicenzo dan Hyde mengikuti mobil itu dari jauh sambil memperhatikan sekelilingnya karena mereka mengantisipasi kejadian Dante bisa menimpa mereka.


"Mereka ke port lagi Zo..." ucap Hyde.


"Mereka mengirimkan lagi Hyde... Brengseeekkk !" umpat Vicenzo.


"Sabar Zo. Memang mata pencaharian mereka seperti itu." Hyde mengutak-atik sesuatu di iPad nya.


"Kamu ngapain?" tanya Vicenzo yang melihat sepupunya sibuk sendiri.


"Mencoba hack communication mereka. Mereka memakai teknologi Jang Corp jadi aku berusaha menguping pembicaraan mereka ... Menyusup istilah kerennya" senyum Hyde. Pria muda yang ambidextrous itu mulai membuat validasi dan kode untuk bisa menyusup.


"Hyde..."


"Hhhmmm... "

__ADS_1


"Apa kamu sadar jika kita semua dari generasi sebelumnya, 'dipaksa' untuk polyglot. Paling tidak kita mampu berbicara empat sampai lima bahasa asing di luar Inggris" komentar Vicenzo.


"Tujuh !"


"What?"


"Aku bisa tujuh. Inggris, Indonesia, Jawa, Jepang, Perancis, Jerman, Korea. Tujuh."


"Masih kalah dengan Oom Shinichi... " senyum Vicenzo.


"Dia terlalu jenius... Yeesss !" Hyde berseru bisa masuk dalam program ear com dua agen itu.


"Kita dengarkan apa kata mereka."


Note


Polyglot adalah, seseorang yang menguasai lebih dari 5 bahasa atau lebih. Mereka bisa menulis dan berbicara bahasa asing dengan lancar. Seorang polyglot yang terkenal adalah diplomat Jerman bernama Emil Kerbs menguasai 65 bahasa hingga meninggal pada tahun 1930an.


Sumber Kompas TV


***


"Mereka mengincar Oom Romeo?" seru Hyde yang berhasil menguping tapi mereka tidak bisa mendengar suaranya.


"Aizen pasti ngereog kalau tahu bokapnya diincar..." gumam Hyde.


"Bocah itu harus di redam karena lebih emosional dibandingkan kita" timpal Vicenzo yang memarkirkan mobilnya agak terlalu jauh dari pelabuhan. "Dasar keturunan Reeves."


"Tapi setahu aku, Oom Romeo pasti membawa pistol di tas dokternya ..."


"Tetap saja Hyde, lebih aman jika ada pegawal kan?" Vicenzo membaca notifikasi di ponselnya. "Sialaaaann..." kekehnya.


"Kenapa Zo?"


"Opa David sudah antisipasi dengan Opa Hoshi... Mereka sudah waspada bersama dengan Oom Arka dan Oom V. Oom Romeo sudah mendapatkan pengawalan, begitu juga dengan Oom Dewa. Jakarta sudah siap jika harus gegeran..." Vicenzo memperlihatkan pesan dari kedua opanya ke Hyde.


"Dasar panasan semua..." gelak Hyde.


***


RS PRC Group Jakarta


Romeo Akihiro baru saja menyelesaikan operasi jantung yang sangat delicate hingga membuat dirinya lelah fisik dan mental. Dokter jantung itu berjalan bertiga dengan suster Anita, suster kepercayaannya yang berusia sama dengan dirinya dan memiliki pengalaman yang tidak perlu diragukan lagi.

__ADS_1


Romeo melirik ke arah pengawalnya, Zayn, yang setia mengawal nya sejak beberapa hari ini. Romeo sendiri merasa tidak perlu ada pengawal namun iparnya semua memaksa.


"Dok, jadwal operasi besok jadi kan jam sembilan pagi?" tanya suster Anita sambil memasukkan jadwal di ponselnya yang terhubung dengan web rumah sakit.


"Jadi lah Sus. Ini sudah sore dan sudah tidak ada jadwal lagi kan?" tanya Romeo.


"Tidak ada Dok" jawab suster Anita.


"Kalau begitu, aku bisa pulang cepat" senyum Romeo.


"Iya dok. Kalau begitu, saya kembali ke ruang suster setelah memberikan laporan" timpal suster Anita.


"Monggo suster Anita."


Suster Anita pun pergi meninggalkan Romeo yang masuk ke dalam ruang prakteknya bersama Zayn.


"Kita pulang yuk Zayn. Aku benar-benar lelah, ingin tidur" ajak Romeo sambil memasukkan barang bawaannya di tas ranselnya.


"Dok, sudah bawa senjata?" tanya Zayn.


"Ya ampun, kalian kok paranoid banget sih..." kekeh Romeo. "Sudah, tidak akan ada apa-apa seperti sebelumnya." Pria bedarah Jepang itu melipat snelinya dan memasukkan ke dalam tas jinjing.


Keduanya pun berjalan keluar dari ruang praktek Romeo menuju lantai satu untuk keluar dari rumah sakit. Mobil BMW milik Romeo berada di parkiran depan.


Saat Romoe dan Zayn hendak masuk mobil, tiba-tiba dua orang asing mendatangi mereka dan menodongkan pistol ke arah Romeo dan Zayn.


Romeo hanya bisa menatap tajam ke arah dua orang itu karena dirinya tidak sempat mengambil pistol di balik punggungnya yang tertutup baju scrubnya.


"Hoje você morre, Romeo Akihiro ( Hari ini kamu mati, Romeo Akihiro )!" ucap salah satu dari dua orang itu.


Romeo mengangkat tangan dan memejamkan matanya, merasakan bahwa harinya sudah akan usai beberapa detik lagi.


DOR ! DOR !


Suara dua tembakan terdengar di pelataran parkir dan semua orang yang ada disana berteriak histeris.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2