Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Selesai, Aku Akan Ke Rio de Janeiro


__ADS_3

Turin Italia


Vicenzo tertawa kecil melihat Iris tampak berkurang cantiknya karena memar akibat kecelakaan melalui layar MacBooknya.


"Iris, kamu nggak jadi cantik..." goda Vicenzo.


"Lha aku jadi apa Zo?" balas Iris sambil manyun.


"Cewek tomboi dengan wajah babak belur ..."


"Enzoooo!" pekik Iris sebal. "Oh bagaimana dengan Agen Tony Jameson. Sudah mendapatkan apa yang kalian cari?"


"Sudah. Dan kami akan menyerbu markas Ferrara dalam waktu dekat ini"


"Apakah Polizia Italia akan ikut?" tanya Iris.


"Mereka terpaksa ikut karena sudah melihat bagaimana keluarga kami sangat berpengaruh di State. Bahkan Senat pun tidak berkutik saat Oma Moon membongkar semuanya."


"Kamu berhati-hatilah Zo. Dan aku ingin semuanya segera berakhir ..." jawab Iris sambil mengompres dagunya yang memar.


"Sayang kita jauh ya Iris..." gumam Vicenzo sambil menopang dagunya dengan tangannya.


"Kenapa memang?" tanya Iris bingung.


"Aku... Akan membuat kan ramen kimchi buat gadis yang sedang babak belur..." senyum Vicenzo membuat pipi Iris memerah.


"Enzoooo... Kamu merayu aku?" ucap Iris dengan nada manja.


"Iya. Aku merayu kamu... " jawab Vicenzo.


"Why?"


"Karena mia cara Iris ( Iris sayang ku ), sepertinya aku jatuh cinta kepadamu..." Mata coklat Vicenzo menatap lembut dan mesra ke Iris yang membuat gadis itu semakin memerah wajahnya.


"Enzo, kamu nggak romantis !" protes Iris. "Aku maunya, begitu urusan Turin selesai, kamu datang ke Rio de Janeiro... Nyatakan cintamu padaku secara langsung..."


"Lho ini nggak langsung?" tanya Vicenzo dengan wajah bingung.


"Aku kan sudah bilang kalau ini nggak romantis ! Harusnya kita makan ramen berdua dengan candle light dinner... Lalu kamu nyatakan perasaan kamu padaku... "


"Kamu yang lebih tidak romantis, Iris ! Candle light dinner itu dengan makanan yang proper bukan ramen..." gelak Vicenzo.

__ADS_1


Keduanya pun tertawa bersama. "Sejak kapan kamu suka sama aku Zo?" tanya Iris.


"Sejak pertama melihat kamu di rumahmu. Dan aku rasa kamu cewek badass yang memang menjadi kriteria aku soal wanita..."


"Karena Oma dan Madremu badass?" Iris menatap geli ke Vicenzo.


"Yeah, mungkin karena itu. Saudara - saudara perempuan aku semuanya badass meskipun mereka masih kecil-kecil. Di keluarga aku, selembut lembutnya kamu sebagai perempuan, tetap saja kalau sudah keluar jiwa bar-bar nya ya sama saja meskipun caranya berbeda" senyum Vicenzo.


"Apakah kamu melihat aku karena aku badass? Atau yang lain?"


"Mia Cara, aku suka wanita cerdas, wanita yang punya prinsip dan bisa stand up serta independen... Tapi juga bisa menempatkan diri jika keluar manjanya..."


"Aku anak tunggal Enzo, dan aku terbiasa manja sama Daddy."


"Kalau kamu nanti bersama aku, kamu bisa bermanja denganku..." goda Vicenzo.


Iris terbahak. "Oh my God Enzo ! Kalau begini kamu sangat terlihat Italia... Tukang merayu..."


"Hei, aku hanya merayu ke kamu, tidak pernah ke wanita lain..." jawab Vicenzo.


"Benarkah?" Iris menyipitkan matanya yang indah.


"Sumpah Pramuka !"


Hyde yang berjalan masuk ke dalam kamar Vicenzo sambil membawa semangkuk es krim, menggelengkan kepalanya mendengar sepupunya merayu Iris.


"Kalian itu ... Sudah, habis membabat habis markas Ferrara, kamu segera pergi ke Rio. Yakin kan cewek Brazil itu !" celetuk Hyde. "Hai, cewek Brazil. Bagaimana luka-luka mu? Ada yang serius?"


"Hai Yakuza Jepang... Syukurlah hanya memar saja. Tapi kata Enzo, aku jadi semakin badass" kekeh Iris.


"Syukurlah. Apakah sudah ada hasil ekstraksi botol-botol anggur itu?"


"Belum Yakuza. Kita tunggu saja."


Vicenzo dan Hyde saling berpandangan.


***


"Kita kapan akan menyerbu ke pabrik Ferrara?" tanya Bayu. Dirinya, Ken, Blaze dan Alessandro belum pulang ke kota masing-masing hampir dua bulan demi menyelesaikan vendetta ini.


"Kata Tony Jameson, bubuk kokain akan segera jadi pada hari Kamis mendatang dan mereka akan memasukkan ke dalam botol-botol agar bisa dikirim pada hari Minggu" jawab Dante usai menemui mantan agen CIA itu.

__ADS_1


"Aku rasa kita ambush pada hari Kamis. Langsung sebelum jadi botol. Aku sudah menghubungi kepala kepolisian Turin dengan sedikit ancaman, mereka siap menggerebek pabrik itu" ucap Antonio.


"Kamis Will do. Bukan apa-apa, aku, mbak Bee dan Ken sudah lama meninggalkan New York dan Dubai. Aku sudah gemas dengan Duncan dan Scarlett yang berbuat ulah di sekolah..." gerutu Bayu.


Para sepupu prianya tertawa. "Apalagi yang dilakukan D dan S?" tanya Alessandro.


"Well anggap saja apa yang dialami Raj dan Mintang dengan trio ABC nya, terjadi di duo nakal keluarga Blair O'Grady..." sungut Bayu.


"Bay, D itu gambaran elu ! Ngaca !" kekeh Luke.


"Iya sih tapi aku kan dulu sendirian.. Ini? D dan Scarlett itu benar-benar tag team !" Bayu memegang pelipisnya, pusing merasakan kedua anaknya yang masih di bangku junior high school.


"Generasi anak-anak kita memang tukang gedubrakan... Tapi tetap ajaran kita saling support satu sama lain itu wajib dan mereka pun menerapkan hal tersebut" senyum Antonio.


"Aku rasa generasi kita sudah kacau, ya bang Lukie... Ternyata generasi anak-anak kita parah..." kekeh Bayu.


"Semoga kita diberikan usia panjang jadi bisa melihat bagaimana mereka dewasa nanti..." senyum Dante.


"Aamiin."


***


Shohei dan Shaun mempelajari blue print pabrik Ferrara bersama dengan Giovanni dan para pengawal lainnya di ruang rekreasi pengawal Mancini.


"Kita bisa masuk dari berbagai arah ini Badut" ucap Shaun.


"Benar Domba. Kita bisa lewat sini dan sini. Jangan lupa, ada dua ruang bawah tanah dan aku rasa itu tembus dengan jalan kabur yang sudah dibangun puluhan tahun saat awal keluarga Ferrara mulai berdiri dan mengangkat dirinya sebagai Mafioso" ucap Shohei membuat semua orang menatap pria Hongkong itu. "What? Aku belajar sejarah keluarga masing-masing di Turin. Memangnya kalian tidak?"


"Intinya kali ini kita dibantu oleh Polizia Turin untuk menggerebek pabrik itu. Dan pesan dari Signor Mancini, Michael Ferrara dan Manuel Raymundo adalah bagian beliau. Biarkan Signor Mancini dan Signor Bianchi yang mengambil nyawa mereka. Kita bereskan semua anak buahnya" potong Shaun.


"Kalau yang tidak tewas, akan kita apakan?" tanya Giovanni. "Buat amnesia?"


"Nope Gio, kita serahkan ke Polizia. Sekali-kali kita berbuat benar untuk menutupi ketidak benaran lainnya" cengir Shaun.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa gaaaeeessss


Maaf aku hari ini agak slow up karena urus anakbulku yang mengalami semi kelumpuhan karena jatuh


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2