Mafia Girl

Mafia Girl
#Pesta


__ADS_3

Megan berdiri di tengah tengah mall terbesar yang ia miliki.Memandang berkeliling, memeriksa apakah para pekerjanya bekerja dengan benar.Ia berjalan ke salah satu toko dan matanya memandang penuh kekesalan saat tubuhnya sudah benar benar memasuki tempat itu.Semua barang yang ada didepannya bercampur aduk menjadi satu. Entah itu bentuk,ukuran,maupun warnanya.


"Kau!Cepat bereskan semua kekacauan ini!". Kesalnya sambil menunjuk ke salah satu pegawai disana.Gadis berambut pirang kecoklatan itu lekas pergi dan segera menjalankan tugasnya.Dibantu dengan beberapa pegawai lainnya.


"Hei apa yang sedang kau lakukan disini?". Sahut sebuah suara dari arah belakang.Suara lembut itu lantas membuat Megan segera membalikkan tubuhnya.


"Kau".Seru Megan saat melihat sesosok wanita yang seumuran dengannya.Mata hezelnya tampak berbinar dengan senyuman yang menunjukan lesung pipinya.


"Lama tidak berjumpa,Megan".Ujarnya


"Tidak juga!Kita hanya tidak bertemu sekitar tiga tahun saja kok".Balas Megan ketus.Ia kembali pada tugasnya,mengontrol para pekerja yang ada di depannya.


"Kau dari dulu memang tidak pernah berubah! Selalu saja cuek!Setidaknya kau bertanya apakah kabarku baik baik saja.Atau apalah itu".Gerutunya sambil cemberut.Ia tampak menatap kesal ke arah Megan.


"Aku yakin kabarmu baik baik saja.Buktinya, kau ada disini dengan keadaan aman". Mia Alexander.Ia adalah teman terdekat Megan sejak masa perkuliahan dulu.


"Huh terserah!".Gerutunya.Mia melangkahkan kakinya menyusuri toko itu.Matanya tampak mencari cari sebuah barang yang sedang memenuhi isi pikirannya.Merasa perlu bantuan,Megan berjalan ke arahnya.


"Apa yang sedang kau cari?".


"Emm,,,Mungkin beberapa gaun untuk ku coba".Megan menyerngitkan alisnya dan lalu mengangguk.


Megan berjalan lebih dulu dengan Mia mengikutinya dari belakang.Mereka berjalan ke arah toko yang di dalamnya memiliki banyak sekali gaun gaun indah dengan harga yang tentu mahal.Pelayan toki menyambut kedatangan mereka dengan ramah.


"Pilihlah sesukamu".Ucap Megan datar.Mia mengerti dan mulai menggerakkan kaki dan tangannya.Ia hanya memilih dua gaun di tangannya dari banyaknya gaun yang berada disana.Ia mengangkat gaun itu tinggi tinggi dan mengarahkannya tepat di depan Megan.


"Hijau atau kuning?".Ujarnya nampak bertanya.Megan mengangkat bahunya.


"Acara apa?".


"Ouh apakah kau lupa?Hari ini adalah hari ulang tahunku Megan".Megan terdiam. Memang ia tidak terlalu peduli dengan itu semua.Lupa?Tentu saja!Bahkan iapun lupa kalau ia memiliki teman yang sangat bawel padanya.


"Maaf aku tidar terlalu mempedulikan hal semacam itu.Kalau begitu,kau pakai saja gaun yang berwarna peach yang ada di pojok sana".Mia mengalihkan pandangannya ke arah pojok yang ditunjuk oleh Megan.Sebuah gaun indah dengan tampilan elegan tersampai rapi disana.

__ADS_1


Dengan girang,Mia berjalan ke arah itu dan meraih gaun di depannya.Benar benar sangat pas dan cocok!Apalagi dengan kulit putih yang ia miliki.Menambah keserasian antara barang dan pemiliknya.


"Kalau begitu,kau pakailah gaun yang ini". Sahut Mia sambil menyodorkan sebuah gaun berwarna biru muda ke arah Megan.Megan enggan menerimanya dan menatap Mia dengan sebuah pertanyaan.


"Aku mohon kau bergabung dalam pestaku ini.Lagipula sudah lama kita tidak bertemu". Dia berkicau dengan penuh semangat dan penuh harapan.Megan memandang wajah temannya sejenak.Bukannya tidak mau,tapi ia tidak suka jika harus berkumpul dengan orang banyak yang hanya mencelotehkan ucapan ucapan tak penting.Apalagi ia harus berakting dengan wajah cantiknya di depan orang banyak.


Tapi ia juga tidak enak menolak ajakan yang diberikan padanya!


"Ayolah terima!".Pintanya lagi dengan sebuah puppy eyes.Dan oh,,!!Itu sangatlah kekanak kanakan di mata Megan.


"Baiklah aku akan datang".Entah apa yang


ia pikirkan sampai sampai menyetujui permintaan temannya itu.


Senyuman pun merekah lebar di wajah Mia. Ia langsung memberikan gaun itu pada Megan sambil mendorong masuk agar cepat berganti.Selesai dengan itu semua,keduannya berjalan ke arah kasir untuk membayar barang belanjaan mereka.Walaupun Megan sendiri yang mempunyai toko itu,ia juga harus membayar barang belanjaannya.Kalau tidak, dari mana para pekerjanya itu mendapat gaji!


"Terima kasih untuk traktirannya".Senang Mia.Dan mendapat sebuah gumaman sebagai balasan.Keduannya berpisah setelah keluar dari toko.Mia pergi untuk melanjutkan belanjanya,Megan pergi untuk membeli hadiah yang akan ia bawa untuk nanti malam.


>>>>>>


"Shit!".Umpatnya karena ia benar benar lupa untuk meminta kartu undangan pada temannya itu.Kalau begini,bagaimana caranya ia bisa masuk!


Megan merogoh handphone nya dan mengetikan rankaian kata di dalamnya.Dan bunyi bip pun terdengar setelah beberapa menit kemudian.


Me:Mia bagaimana caranya aku masuk kalau kau sendiri tidak memberikan kartu undangan padaku?!


Mia:Ups,,,,sorry.I really forgot!If so,i'll wait for you at the entrance.


Megan hanya melihat tanpa membalasnya. Ia menunggu dengan sangat malas.Udara diluar sangatlah dingin,apalagi dengan pakaian yang hampir mengekspos seluruh punggung dan leher jenjangnya.Membuatnya semakin kesal!


Dari arah pintu,seorang wanita pun


melambai lambaikan tangannya di atas kepala.Memanggil Megan untuk datang menghampirinya.

__ADS_1


Sesudahnya mereka berhadapan,Mia tampak senang sekali dan langsung saja menarik lengan Megan memasuki tempat itu.Megan hanya patuh tanpa berucap lagi.Mia membawa Megan kedalam ruangan yang sudah dipenuhi orang orang dengan suara musik yang terdengar nyaring.Bola perak besar ditengah tengah memantulkan cahaya warna warni di dalam ruangan.Itu terlihat sangat luar biasa tetapi tetap saja tidak membuat Megan merasa terpana.Karena ia tidak menyukai pesta!Karena pesta yang ia anggap adalah,bermain dengan pistol dan bertarung dengan para musuhnya!


"Ini untukmu".Ujar Megan memberikan kotak yang sudah terbungkus rapi oleh pita dan pernak pernik lainnya.


"Wahhh terima kasih".Dia tampak terkekeh geli melihat ke arahku.


"Jangan memandangku seperti itu!Aku sangat tidak menyukainya".Ingat Megan dan tak dihiraukan sama sekali oleh Mia.


Mia berjalan mengintari tubuh Megan.Ia benar benar sangat iri dengan tubuh yang dimiliki temannya itu.Padahal ia bukanlah penduduk asli di negaranya,tetapi ia memiliki wajah dan tubuh sempurna jika dibandingkan dengannya.


"Hai apakah kau akan terus melakukan itu atau mengajakku berkeliling?".Megan berkicau.


"Baiklah,aku akan mengenalkanmu pada yang lainnya".Mia memperkenalkan saya pada orang orang yang ia kenal dan berhenti pada sekelompok wanita yang sedang asik berbincang bincang dengan minuman yang berada di tangan mereka.


Megan mengangguk pada mereka dan mereka pun satu persatu berjabat tangan dengan Megan dan memperkenalkan nama mereka yang sama sekali tidak diingat oleh Megan.Otaknya sudah terlalu penuh untuk mengingat nama yang hanya ia temui dalam satu malam ini.


"Kau terlihat sangat cantik".Pujinya.Mia tampak tersenyum ke arah Megan.


"Terima kasih.Kau juga tampak sempurna dengan gaun abu abu itu".Balas Megan tanpa ekspresi.Mereka melanjutkannya dengan beberapa perbincangan dan saat sebuah suara memanggil nama 'Mia',semuannya berhenti.


Mia pun pergi menghampiri pria yang memanggil namanya.Meninggalkan Megan dengan sekelompok orang yang tidak penting itu.Ia tidak bisa menahannya dan tidak ingin berbicara ringan dengan mereka.Untunglah handphone nya berdering dan ia bisa pergi


"Hallo?".Tanya Megan mengangkat telfonnya


"Hai kamu ada dimana?".Gavin bertanya dari sebrang sana


"Pesta".Balas Megan yang dibarengi helaan nafas


"Woah.Kau tidak apa apa?".Dia tampak berseru


"Ya.Jangan tanya".Megan memutar matanya malas.Ia tahu apa yang akan dikatakan oleh lelaki itu.Karena ia tahu bahwa Megan tidak menyukai apapun yang berhubungan dengan pesta.Mereka juga sering mengajak Megan untuk pergi bersama tetapi ia selalu menolak dengan banyak alasan.


"Oke".Katanya dan tidak berkata apa apa lagi

__ADS_1


"Aku akan berbicara denganmu lagi nanti". Dan Megan pun menutup sambungan.Megan mengalihkan pandangannya menatap sekitar. Ia baru sadar ia sudah terpisah cukup jauh dari orang orang dan sekarang ia hanya berdiri sendiri di pinggiran kolam renang yang berada di hotel itu.


"Aneh!Aku baru tahu ada seorang wanita yang tidak menyukai pesta!".Komentar sebuah suara halus dari arah belakang


__ADS_2