Mafia Girl

Mafia Girl
eps 107


__ADS_3

** Di tempat lain....


Seseorang tengah berjalan menghampiri sebuah ruangan, ketika ia membuka pintu di dlm sana ada seorang pria yg tengah duduk membelakangi nya. Tentu, siapa lagi kalau bukan Haris.


" Kau sudah mendengar nya, kan?? " tanya orang itu.


" Tentu. " jawab Haris.


" Dan kau masih akan menjalankan rencana mu? "


Pria itu tertawa singkat kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri orang itu.


" Alexandra, sudah ku bilang sebelumnya aku menginginkan nya. Aku tdk peduli dia sudah menikah atau memiliki anak, dia harus menjadi milikku. " ucapnya.


" Terserah. Dan lagi, namaku itu Stella bukan Alexandra. "


Yup, orang itu Stella. Dia baru saja datang ke sana, setelah sebelumnya pergi utk mendaftarkan diri sebagai salah satu pelayan di kediaman Vero dkk demi rencana pria di depannya itu. Meski ia tahu jika dia bisa saja mati di sana, tapi menolak keinginan pria itu juga sama saja mati.


" Hehe.. Bukankah itu membuatmu terlihat mencurigakan jika menggunakan nama itu di luar. " Haris berjalan lagi kearah samping, ia mengambil sebuah foto yg ada di atas meja. " Dengar adikku sayang, tugasmu hanya menyusup masuk ke kediaman mereka. Laporkan semua tindakan mereka kpd ku, dan jika ada kesempatan bunuh saja mereka. Mengerti?. " ucapnya.


" Baiklah, aku akan pergi bersiap. " ucap Stella kemudian pergi dari ruang itu.


Setelah kepergian Stella dari ruangan itu, Haris masih setia memandangi foto di tangannya itu. Foto dari gadis yg ia sukai, siapa lagi kalau bukan Anastasia. Dia mengambil foto secara diam-diam, dan tdk ada yg menyadari nya.


" Sebentar lagi.... Hanya tinggal sebentar lagi, kau akan menjadi milikku. " gumamnya dgn seringai yg tertera di wajahnya.


**


Setelah keluar dari ruangan itu, Stella bergegas pergi ke kamarnya, ia langsung masuk dan mengunci pintunya dari dlm. Semua yg ada di tempat itu patut di waspadai, terutama pria psiko itu. Hidupnya benar-benar tergantung kpd seberapa penurutnya dia kpd Haris.


" Gila... Pria itu benar-benar sudah gila. Bukan hanya seorang psikopat dia juga begitu terobsesi kpd Anastasia. " Stella hanya bisa menggigit kukunya.


" Aku bisa mati jika datang ke sana, tapi tdk menurutinya juga sama saja cari mati. Dia bisa membunuhku kapan saja, apa yg harus ku lakukan?? " batinnya.


Ia tdk tahu harus bagaimana, dan akhirnya hanya bisa pasrah pada keadaan. Padahal dulu dia yg membuat orang lain menjadi boneka utknya, tapi sekarang dia lah boneka itu.


" Benar-benar ironis... " gumamnya.


**


Besoknya, Anastasia dan Damian pergi ke Negara J utk berlibur. Saat ini mereka sedang di bandara utk berangkat, mereka memutuskan utk tdk menggunakan jet pribadi mereka.


" Jaga diri mu di sana ya, sayang. " Clara memberikan pelukan kpd putrinya itu.


" Tentu, mah. " sahut Anastasia. " Kalian juga jaga kesehatan kalian. " ucapnya


" Hahaha... Jgn khawatir kan kami, Nana. Disini banyak yg menjaga kami. " ucap Claudia.


Kali ini hanya masing-masing orang tua mereka saja yg mengantar, karena semuanya sedang sibuk, atau mungkin disibukkan oleh mereka berdua. Violetta harus pergi ke kampusnya utk belajar, Leo dan Jordan disuruh mengumpulkan informasi oleh Damian, sedangkan yg lain harus menerima tugas di perusahaan Damian maupun Anastasia.


" Hei boy, kapan kau akan memberikan cucu utk kami?? " bisik Albert.


" Ya ampun, ayah. Kami baru menikah dua hari yg lalu, dan kau sudah menanyakan ini. " jawab Damian.


" Iya wajar saja, kami yg tua-tua ini sudah ingin punya cucu. " sahut Aria.


" Benar. " ucap Albert.


" Hei, apa yg kalian para pria bicarakan?? " tanya Claudia.

__ADS_1


" Bukan apa-apa ibu, kalau begitu kami harus berangkat sekarang. " ucap Damian.


" Iya kalau begitu, hati-hati di jalan ya. "


" Dah semuanya. " ucap Anastasia.


Setelah selesai berpamitan, mereka pun segera menaiki pesawat yg akan segera lepas landas. Butuh waktu beberapa jam sampai tiba di negara J, Anastasia memutuskan utk tidur sebentar hingga mereka tiba.


Saat pesawat akan mendarat, Damian pun membangunkan Anastasia yg masih tidur.


" Nana sayang. " panggilnya.


" Mmm.... " Anastasia mulai membuka matanya dan menatap Damian yg membangunkan nya. " Ada apa?? " tanyanya.


" Kita sudah sampai. "


" Benarkah?? "


Damian mengangguk mengiyakan ucap Anastasia, ia senang karena melihat Anastasia yg antusias.


Setelah pesawat benar-benar mendarat, mereka langsung turun dan pergi menggunakan mobil yg sebelumnya sudah di siapkan.


" Jadi kita akan ke mana?? " tanya Anastasia.


" Aku punya sebuah Villa di pedesaan. Disana mempunyai pemandangan yg bagus dan udara yg segar, suasananya juga tenang dan damai. Bagaimana menurutmu?? " ucap Damian.


" Itu bagus. Akhirnya aku bisa santai di tempat yg tenang dan damai. "


Anastasia benar-benar senang karena bisa beristirahat dari semua kesibukan nya, dan itu ditempat yg bagus dgn org yg ia cintai. Ah, lengkap sudah kebahagiaan nya.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di Villa milik Damian.



" Tentu. "


" Heee.... "


Anastasia terkesan dgn villa Damian, meski ia sudah tdk terkejut jika villa itu cukup besar utk di tinggali berdua, dan juga mewah. Tapi letak dan pemandangan nya benar-benar menakjubkan.


" Oh, ya ampun. Lihat siapa ini, tuan Damian lama tdk berjumpa. "


Mendengar itu membuat Anastasia mengalihkan pandangan nya kdp sepasang ibu dan anak yg kebetulan ada di dekat mereka, begitu pun Damian.


Sepertinya Damian benar-benar terkenal, sampai-sampai di setiap tempat ada saja orang yg mengenalinya. Mereka berdua hanya menatap dua orang itu dgn ekspresi datar.


" Halo nyonya, memang sudah lama aku tdk ke sini. " ucap Damian.


" Memang, ngomong-ngomong apa kau masih belum punya pasangan. Jika belum kau bisa berkenalan dgn putriku, siapa tau kalian cocok. Hohoho... " ucap wanita itu.


" Maaf nyonya, tapi aku... "


" Ouh, perlu buru-buru. Pikirkan saja dulu. " Wanita itu memotong ucapan Damian.


" Tdk tahu malu... " Itulah yg di pikirkan Anastasia saat ini, saat melihat tingkah ibu-ibu di depannya ini. Apa lagi saat melihat tingkah anaknya yg berekspresi malu-malu itu, " Menjijikkan... " pikirnya.


" Mmm.... " Wanita itu baru saja menyadari keberadaan Anastasia di belakang Damian. " Siapa gadis ini, apa di adikmu?? " tanya nya.


" Aku istrinya. " jawab Anastasia cepat, terkesan datar tapi juga tegas.

__ADS_1


" Ouh, ya ampun. Benarkah...??. "


Jelas terlihat raut terkejut di wajah wanita itu, begitu pun dgn anaknya. Anastasia masih setia menatap mereka dgn wajah datarnya.


" Dear, apa kita akan masuk. Aku sangat lelah. " ucap Anastasia dgn kesan dibuat manja.


" Tentu, ayo masuk. "


Anastasia langsung menggandeng tengan Damian dan masuk ke villa itu, sesaat ia menoleh ke belakang utk melihat wajah dua orang itu. Mereka terlihat benar-benar kesal bercampur malu, sedangkan Anastasia tersenyum sinis kpd dua orang itu.


Setelah masuk, mereka pun membawa barang-barang mereka menuju kamar mereka. Dan Anastasia langsung mendudukkan dirinya di atas kasur dgn wajah yg di tekuk.


" Apa-apaan dua orang tdk tahu malu itu, benar-benar menjengkelkan. " gerutunya.


" Ada apa?? Kau masih jengkel dgn mereka?? " tanya Damian, ia pun duduk di sebelah Anastasia.


" Tentu saja, mereka benar-benar tdk tahu malu. "


" Iya, mereka memang seperti sejak aku pertama kali ke sini. "


Damian menarik Anastasia ke dlm pelukan nya, utk mengurangi rasa jengkel nya. Jgn sampai waktu mereka berdua berantakan gara-gara Anastasia kesal.


" Oh iya, apa kau tahu sayang..."


" Tdk tahu. "


" Tentu saja tdk tahu, kan aku belum selesai bicara. "


Anastasia hanya tertawa kecil karena wajah kesal Damian saat ia memotong ucapannya.


" Baiklah, lanjut kan. " ucapnya.


" Apa kau tahu, ayah dan papah sudah menanyakan tentang cucu mereka padaku. "


" Ke... Kenapa mereka menanyakan nya?? "


Wajah Anastasia sekarang berubah menjadi merah.


" Mungkin mereka sudah tdk sabar punya cucu, jadi.... "


" Jadi?? "


Anastasia jadi penasaran karena Damian menuda kata-katanya. Sedangkan Damian malah tersenyum misterius, ia pun mulai beralih dan menindih tubuh Anastasia.


" A... Apa?? " tanya Anastasia gugup, wajahnya semakin memerah dgn posisi mereka saat ini.


" Jadi, bagaimana jika kita membuat cucu utk mereka sekarang?? " bisik Damian di telinga Anastasia.


" Sekarang?! ! Ta.. Tapi ini masih siang. "


Anastasia mencoba utk mencari alasan, tapi tangan Damian malah merayap masuk ke dlm pakaian yg ia kenakan.


" Siapa yg bilang siang hari tdk boleh melakukan nya?? "


" Ahh, tolong!! Suamiku jadi mesum!! "


" Hahahahahahahaha..... "


" Help!! "

__ADS_1


__ADS_2