Mafia Girl

Mafia Girl
eps 57


__ADS_3

Saat ini Anastasia tengah berada dikamar nya, ia sedang mengurus beberapa pekerjaan yg harus ia urus dari perusahaan. Karena dirinya yg tdk bisa pergi ke putusasaan, ia harus mengerjakan ditengah-tengah liburan mereka.


Fokusnya teralihkan saat ia mendengar suara telpon nya yg berbunyi, dan saat ia melihat siapa yg menelponnya ia pun tersenyum dan langsung mengangkat nya.


" Halo mah, ada apa? " tanya Anastasia.


" Nana sayang, bagaimana kabarmu? Apakah kau sehat? " tanya Clara disebrang telpon.


" Aku baik mah, bagaimana dgn papah dan mamah sendiri?"


" Kami juga baik,sayang. Apa kakak dan adikmu tdk merepotkan mu? "


" Tdk ko mah. Mamah dimana saat ini, kenapa ramai sekali? "


Anastasia pun bangkit dari duduknya dan berjalan kearah jendela, ia memandangi pemandangan yg terlihat dari sana. Ia juga melihat Veronica yg sedang mengajari Lucas dan Diana cara menembak.


" Mamah ada dipusat perbelanjaan, makanya terdengar ramai. " ucap Clara.


" Kenapa mamah kesana? " tanya Anastasia.


" Mamah hanya bosan saja, apalagi saat ini dirumah tdk ada siapa-siapa. Papah pergi ke perusahaan, Ren dan Sherly ikut liburan jadi mamah sendirian. Kapan kau pulang, sayang. Mamah sudah merindukanmu. "


" Kenapa mamah tdk mengajak ibu Claudia saja? Aku akan pulang besok, bahkan sudah membereskan barang-barang. "


" Hemm... ide bagus, kenapa mamah tdk kepikiran yah? Kalau begitu mamah tutup telpon nya dulu ya. "


" Baiklah, mamah dan ibu hati-hati ya. "


Anastasia pun memutuskan sambungan telpon nya, entah kenapa ia merasa sesuatu yg buruk akan terjadi. Ia pun menepis pikiran itu dan memutuskan utk keluar dari kamar nya utk mengambil minum. Saat ia menuruni tangga, ia melihat Prensais dan Damian yg tengah bermain kartu.


" Ah, nana. Akhirnya kau keluar juga, apa pekerjaan mu sudah selesai? " tanya Prensais.


" Iya, bisa dibilang seperti itu. " ucap Anastasia berjalan kearah dapur.


" Apa kita akan pulang sekarang? Kenapa helikopter mu sudah disini? "


" Agar besok langsung berangkat. Kenapa tdk ikut jalan-jalan ke air terjun? "


Mengambil air dan meminumnya.


" Kami sudah kesana lebih awal. " ucap Damian.


" Kapan? "


" Saat mengantar Diana dan Lucas waktu itu. "


Anastasia hanya mangut-mangut dan berjalan kearah Mereka, Ia pun berdiri sambil melihat permainan mereka.


" Set, Aku menang...Hahaha...." ucap Damian sambil melemparkan kartunya keatas meja.


" Iya iya, kau menang. " Prensais hanya menghela nafasnya, entah mengapa ia merasa Damian menjadi kekanak-kanakan.


Damian tertawa penuh kemenangan ketika ia mengalahkan Prensais. Anastasia hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkahnya, ia juga tertawa kecil melihat wajah pasrah kakaknya. Tiba-tiba saja telponnya berbunyi dan ia langsung mengangkat nya.

__ADS_1


" Ada apa? " tanya Anastasia datar.


Damian dan Prensais terus memperhatikan Anastasia yg sedang menerima telpon, entah kenapa mereka merasa itu bukanlah sesuatu yg baik. Setelah mendengar jawaban dari sang penelepon Anastasia menjatuhkan gelas yg ia pegang dgn wajah yg tegang.


" APA!!! " teriak Anastasia.


Teriakan Anastasia membuat Damian dan Prensais langsung berdiri, wajah mereka pun langsung berubah khawatir. Anastasia menjatuhkan telpon nya, tubuhnya gemeter, keringat dingin mulai bercucuran ditubuhnya.


Dadanya mulai terasa sesak dan nafasnya mulai tdk beraturan, wajah nya pun mulai pucat dan ia terhuyung. Melihat itu Damian dan Prensais langsung menghampiri dan memeganginya agar tdk jatuh.


" Nana, kau Baik-baik saja? " tanya Prensais panik.


" Tenang kan dirimu, Nana. Jgn terlalu panik dulu, katakan apa yg terjadi? " Damian yg melihat Anastasia sangat syok pun memeluknya utk menenangkannya.


Prensais pun melihat telpon Anastasia yg masih terhubung dgn orang yg menelponnya tadi. Ia pun langsung mengambil telpon itu dan bertanya kpd orang disebrang sana.


Setelah mendengar nya, ekspresi Prensais pun tdk jauh berbeda dgn Anastasia, tapi Prensais masih bisa mengendalikan emosinya. Itu membuat Damian semakin bingung, sebenarnya apa yg terjadi?


" Ada apa, kak Ren? " tanya Damian.


" Mamah. Dia... Dia diculik. " Prensais mengepalkan tangannya utk menahan emosinya.


" Apan!! "


Hal itu membuat Damian terbelalak kaget, bagaimana bisa Clara diculik. Anastasia semakin panik setelah mendengar penuturan kakaknya, ia memegangi kepalanya frustasi dan mulai menangis.


" Tdk, itu bohong kah. Mamah baik-baik saja. " ucap Anastasia histeris.


" Nana, tenang dulu.. " ucap Prensais.


Ia pun berlari kekamar nya dan meninggalkan Damian dan Prensais yg masih khawatir dgnnya.


" NANA.. " ucap keduanya memanggil Anastasia.


BRAAKK...


Anastasia menutup pintunya dgn keras, Mereka bedua pun semakin frustasi dgn situasi mereka saat ini. Mereka harus mencapai Clara, tapi disisi lain mereka juga harus membuat Anastasia tenang terlebih dahulu.


" Apa yg terjadi? "


Mendengar itu mereka berdua langsung melihat ke asal suara, mereka melihat Veronica, Lucas dan Diana yg berlari kearah mereka dgn wajah panik.


" Ada apa? kami mendengar Nana berteriak. " ucap Veronica.


" Apa kak Nana baik-baik saja? " tanya Lucas.


Mereka berdua masih diam tdk menjawab pertanyaan Lucas dan Veronica, mereka bingung dan juga khawatir, apa yg harus mereka lakukan. Veronica yg melihat wajah khawatir mereka mulai menduga kalau itu bukanlah hal yg bisa dibilang baik.


Diana dan Lucas juga bingung dgn sikap mereka berdua, Diana pun berjalan kearah Damian dan memegang tangannya.


" Kak Ian. " ucap Diana khawatir.


Damian yg melihat nya hanya bisa menghela nafas nya kasar, ia tdk tahu lagi apa yg harus ia lakukan.

__ADS_1


" Mamah Clara, dia diculik. " ucap Damian litih.


membuat mereka bertiga terkejut mendengar nya.


" Bagaimana mungkin, lalu bagaimana dgn... "


PRAAANGGG.....


Belum selesai Veronica menyelesaikan kata-katanya, mereka mendengar suara benda yg pecah dari atas.


" Itu dari kamar kak nana. " ucap Lucas.


Mereka pun langsung berlari kekamar Anastasia dan mengetuk-ngetuk pintunya.


" Nana... Nana... Buka pintunya. " ucap Prensais panik.


PRAAANGGG....


BRAAKK...


Anastasia sama sekali tdk merespon ucapan mereka dan malah semakin menjadi-jadi.


" Nana, biarkan kami masuk." pintar Veronica.


" Kak nana, apa yg terjadi? " tanya Diana.


Anastasia kembali tdk merespon apapun yg mereka ucap kan, kemudian tiba-tiba saja hening. Mereka pun semakin khawatir dgn kesunyian yg tiba-tiba itu.


" Kita tdk bisa menunggu lagi, aku akan mendobrak pintunya. " ucap Damian.


Veronica dan Prensais pun langsung menyingkirkan utk membiarkan Damian mendobrak pintu kamar Anastasia, ia menendang pintu itu dgn sekali tendangan, dan apa yg mereka lihat sungguh tdk terduga.


Kamar Anastasia benar-benar seperti kapal pecah, barang-barang disana sudah rusak dibuatnya. Dan mereka melihat Anastasia di tengah-tengah ruangan duduk sambil menatap kosong dan memegang sebuah gunting.


" Nana.. " panggil Veronica.


Anastasia benar-benar tdk merespon apapun, ia tetap menatap kearah jendela besar disana. Kemudian tiba-tiba saja Anastasia mengangkat tangannya dan menurunkan gunting itu di kakinya.


" ANASTASIA!! " bentak Damian.


Ia pun langsung berlari kearahnya dan merebut gunting itu dari tangan Anastasia, ia melemparkan gunting itu dan mencengkram bahu Anastasia dgn kuat. Melihat hal itu membuat Prensais dan Veronica terkejut, mereka tdk tahu kenapa Anastasia sampai seperti itu. Diana bahkan sampai menangis melihat itu, ia terus memeluk Lucas karena ketakutan.


" APA YG KAU LAKUKAN!! APA KAU BERNIAT MEMBUNUH DIRIMU SENDIRI?! " bentak Damian.


" Lepaskan aku!! Lepaskan aku!! " Anastasia mencoba memberontak.


" TENANGKAN DIRIMU!! JIKA KAU MELAKUKAN INI APA YG AKAN KAU KATAKAN KPD MAMAH CLARA NANTINYA!! "


" Ah, mamah... Kak Ian... "


Anastasia baru saja sadar dgn apa yg ia lakukan, seharusnya ia bersiap utk pergi mencari Clara, tapi kenapa malah begini. Air matanya kembali berlinang, apa yg ia lakukan? kenapa ia tdk mencari ibunya, semua pertanyaan itu terus berputar dikepalanya.


Ia juga terkejut setelah melihat Damian, ia tdk pernah melihatnya semarah itu. Damian yg melihat itu pun menjadi sedikit tenang, ia juga melepaskan cengkraman nya, dan kemudian memeluk Anastasia.

__ADS_1


Anastasia terus terisak dipelukan Damian, dan Damian terus menenangkannya. Prensais dan Veronica juga lega karena Anastasia bisa mereka tenang kan lebih dulu. Prensais pun menyuruh Veronica menghubungi yg lainnya utk kembali, mereka apa pulang sekarang.


__ADS_2