Mafia Girl

Mafia Girl
eps 74


__ADS_3

Anastasia berjalan kearah ruangan yg digunakan utk merawat seseorang, Ia berdiri di depan jendela yg ada di sana, memperhatikan Jeffry yg sedang memeraiksa gadis bernama Cavita itu. Ketika Jeffry Keluar dari sana ia langsung menanyakan keadaan gadis itu.


" Bagaimana keadaannya, Jeffry? " tanya Anastasia, ia bahkan tdk melihat arahnya saat menanyakan itu.


" Kondisinya jauh lebih baik dari pada saat dia datang. " ucap Jeffry.


Anastasia hanya mengangguk mendengar itu, namun jauh di dlm hatinya ia begitu bersyukur gadis itu baik-baik saja.


" Siapa dia, Nana? " tanya Jeffry, ia sangat penasaran siapa gadis yg dibawa Anastasia pulang itu.


" Bisa dibilang, dia satu-satunya teman ku sejak kecil. " jawab Anastasia.


Terlihat banyak kesedihan diwajah cantik Anastasia, itu juga dpt dilihat oleh Jeffry. Meski dia belum terlalu lama tinggal di monsion atau bersama dgn Anastasia dan yg lainnya, ia dpt memahami apa yg mereka rasakan, itu karena dia juga merasakannya.


" Tdk perlu khawatir, dia akan segera bangun. " ucap Jeffry sambil menepuk pundak Anastasia.


Anastasia melihat kearah Jeffry, dia tersenyum, kemudian ia pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.


Jeffry hanya memandangi punggung Anastasia yg semakin menjauh dari sana, ia tdk tahu apa yg mengganggunya saat ini, tapi asalkan itu bukan hal yg membuatnya dlm masalah dia bisa sedikit tenang.


Anastasia pergi ke ruangannya, ia kesana utk menghubungi orang yg ia suruh mengawasi keluarga Akashia.


" Gray, apa yg dilakukan keluarga itu kpd keluarga Mizar? " tanya Anastasia.


" Lady, sepertinya mereka membuat mereka bangkrut. Dan tdk lama setelah itu, tuan dan nyonya Mizar mengalamai kecelakaan. Tapi dari yg saya selidiki, kecelakaan itu adalah hal yg di sengaja.


Setelah itu nona keluarga Mizar dibawa paksa oleh mereka, sepertinya dia menerima siksaan dari sana. Namun entah kemana mereka membawanya pergi. " jelas Gray di sebrang sana.


" Bisa kau cari tahu siapa yg melakukannya? "


" Tentu Lady. "


" Bagus. "


Anastasia pun memutuskan sambungan telpon nya, ia menyenderkan kepalanya di kursi kerjanya dan memandangi langit-langit ruangan itu. Segala hal menjadi sangat rumit seiring waktu, keluarga itu juga semakin menyusahkan orang-orang yg pernah berada di sisinya.


" Keluarga Akashia, aku tdk akan melepaskan kalian!!. " gumam Anastasia, ia mengepalkan tangannya ketika mengingat apa saja yg telah mereka lakukan.


Ditempat lain, saat ini sedang terjadi pertarungan antara Veronica melawan Jordan. Tdk, bukan pertarungan seperti itu, tapi mereka sedang bermain video game.


" Ahh... Jordan tunggu jgn menyerang dulu. " ucap Veronica panik.


" Jika aku menunggu mu, aku yg kalah tahu. " jawab Jordan yg bermain dgn pro.


" Eh.. eh.. Jgn dihajar dong. Ah... gimana sih. "


" Yg benar dong mainnya. "


Mereka terlihat sangat serius memainkan nya, bahkan mereka tdk menghiraukan orang-orang di sekitar mereka.


" Mereka berdua kenapa, sih? " tanya Cassandra.


" Kesetanan kali. " jawab Ryuzen yg sedang makan cemilan.


Katania hanya tertawa melihat tingkah Vero dan Jordan, juga saat ia mendengar jawaban Ryuzen utk pertanyaan Cassandra. Ruangan itu menjadi semakin ramai karena Veronica yg teriak-teriak juga marah gak jelas, dia memarahi Jordan yg masih main dgn santainya.


" Wah, wah. Ada apa ini ramai sekali? " tanya Zaroon yg baru datang bersama dgn Damian dan Justic.


" Eh, kalian main apa? Ikutan dong. " ucap Justic kpd Jordan dan Veronica.


Sedangkan Damian langsung duduk di kursi dan ikut makan cemilan bersama dgn Ryuzen.

__ADS_1


" Nana, kemana? " tanya Damian.


" Gak tahu, dikamar kali. " ucap Veronica yg masih fokus dgn permainan nya.


Damian hanya mangut-mangut mendengar itu, mungkin Anastasia lelah pikirnya. Zaroon pun ikut duduk disana dan melihat apa yg dilakukan oleh Vero dan kedua temannya itu.


" Ngomong-ngomong Leo gak ke sini ya? " tanyanya.


" Hemm... Mungkin lagi jemput Violetta. " jawab Damian.


" Emang habis dari mana? "


" Abis liburan bentar. " kali ini Ryuzen lah yg menjawab.


Tdk lama kemudian mereka dihampiri oleh orang yg mereka bicarakan.


" Kakak. " panggil Violetta dgn girang.


" Hemm... " jawab Damian datar.


" Ish, kok gitu amat jawabnya. " gerutunya.


Damian hanya menaikan alisnya dgn gerutuan dari adiknya, itu malah semakin membuat Violetta kesal dgnnya. Kemudian ia ingat tujuan nya kesana utk bertemu dgn Sherly, tapi dia tdk menemukan nya di sana.


" Kak, Sherly kemana? " tanyanya.


" Sherly lagi istirahat, samperin noh di kamar. " jawab Cassandra.


" Oke. " ucap Violetta tersenyum senang.


Ia pun langsung pergi ke kamar Sherly utk membicarakan beberapa hal, sedangkan Leo yg terlupakan langsung menjatuhkan dirinya di lantai dgn wajah kusut.


" Kau kenapa, Leo? " tanya Katania.


" Benarkan. " sahut Damian tersenyum lebar.


" Kakak benar, seharusnya aku membiarkan dia membawa mobil saja. "


Ketika membahas itu dgn kakaknya, Leo di buat penasaran dgn suara yg baru ia dengar.


" Kak Sandra, aku tdk menemukan apa yg kau minta. " ucap Kriss.


Leo penasaran dgn siapa itu, iya mengingat Kriss sudah berkenalan dgn orang-orang yg ada disana dan hanya Leo dan Vio saja yg belum karena mereka tdk ada.


" Kak, dia siapa? " tanyanya.


" Oh, benar. Leo dia Kriss keluarga baru kami. " ucap Cassandra.


" Hai namaku Kriss Martin. " sapa Kriss.


" Namaku Leo, aku adiknya kak Damian. " ucap Leo.


" Begitu ya, pantas saja kalian agak mirip. " ucap Kriss.


" Memangnya kami mirip? " tanya mereka bersamaan.


Mereka pun tertawa mendengar pertanyaan dari keduanya itu, padahal mereka tinggal bersama dari mulai dilahirkan, tapi mereka bahkan tdk menyadari hal itu.


Mereka pun menghabiskan waktu dgn bercerita, Kriss juga tdk sungkan utk menceritakan tentang dirinya. Dia merasa bersyukur karena bisa diangkat menjadi keluarga oleh mereka, itu karena mereka sangat baik dan hangat.


**********

__ADS_1


Saat waktu senja perlahan berganti malam, seorang gadis yg sedang dirawat di sana juga bangun. Ketika ia membuka matanya, ia merasa berada di tempat yg asing baginya. Ia pun berusaha bangkit dan duduk di sana, ia melihat sekeliling nya benar-benar asing.


" Kau sudah bangun, ya? " tanya Jeffry dgn datarnya.


Gadis itu terkejut ketika mendengar suara seseorang disana, matanya tertuju kpd pria yg tdk ia kenal sedang mebulak-balik halaman buku. Pria itu tdk lain adalah Jeffry, saat dia menatapnya ia mulai gugup karena tdk mengenal siapa dia.


" Si.. Siapa kau? Dimana aku? " tanyanya gugup.


Jeffry bangkit dari duduknya dan berjalan sedikit mendekati gadis itu, ia tdk berjalan terlalu dekat, itu karena ia melihat gadis itu ketakutan karena berada di tempat dan juga bertemu dgn orang yg tdk ia kenali.


" Kau sedang di negara S, tepatnya di monsion kami. Dia membeli mu di tempat pelelangan dgn harga 50 milyar. " ucap Jeffry.


" A.. Apa? Si.. Siapa yg kau sebut 'Dia'? " tanyanya ketakutan.


Sepertinya gadis itu berpikir jika yg membelinya adalah seseorang yg kejam, atau seorang pria mata keranjang seperti biasanya.


" Aku akan menelpon nya, jadi kau bisa bertemu langsung dgnnya. Tdk perlu khawatir dia bukan orang jahat, meski dia mafia yg psico. " ucap Jeffry.


Gadis itu semakin terkejut dan ketakutan ketika mendengar kata 'mafia psico' itu, sedangkan jika Anastasia mendengar itu, dia pasti sudah mengubahnya menjadi samsak utk latihan. Ia pun mulai menghubungi Anastasia.


" ..... "


" Ah, aku malas datang ke ruang kerja mu. Jadi ku telpon saja. " Jeffry terlihat menjawab ucapan seseorang yg tdk lain tdk bukan adalah Anastasia.


" .... "


" Hei, jika kau ingin bilang aku pemalas, harusnya kau melihat bagaimana Leo yg lebih malas. " ucapnya kesal.


" ..... "


" Iya, iya. Kau benar-benar tdk bisa menunggu, ya. Gadis itu sudah bangun kau bisa.... " belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya Anastasia sudah lebih dulu mematikan telpon nya.


" Buset, ini anak langsung tutup-tutup aja. Untung bos kalau gak aku bikin perkedel kau. " ucapnya kesal sambil melihat layar ponsel nya yg sudah mati.


Jeffry pun beralih melihat kembali gadis itu, ia terlihat semakin ketakutan dgn apa yg terjadi. Sudah pasti dia salah paham dgn ucapan Jeffry yg seperti teka-teki itu.


" Dia akan segera datang. " ucapnya.


" Bi.. Bisakah kau membantu ku pulang. " pinta gadis itu.


" Mau pulang ke mana? Aku baru saja mendengar laporan dari dia jika kau tdk punya apa-apa lagi. "


Dia menunduk sedih, apa yg diucapkan Jeffry itu benar. Dia sudah tdk punya apa-apa lagi, bahkan keluarga pun sudah tdk punya, jika dia kembali kemana dia akan pergi.


" Aku.... "


Ucapan nya terhenti ketika mendengar pintu disana terbuka, masuklah sosok gadis cantik yg ia kenal. Ia sangat terkejut karena bisa melihatnya lagi, sejujurnya dia sangat merindukan gadis itu, ia bahkan meminta ayahnya utk mencarinya saat itu.


Ya, dia Anastasia. Anastasia juga tersenyum senang karena melihat teman masa kecilnya sudah bangun.


" Nana. " ucap nya tdk percaya.


" Cavita, akhirnya kau bangun bagaimana keadaan mu? Eh tunggu, kenapa kau terlihat habis ketakutan begitu? " tanya Anastasia.


------------------------------------------------------------------------



Nama : Cavita Mizar.


Umur : 17 tahun.

__ADS_1


Sifat : Baik dan sedikit tegas.


Ket : Satu-satunya sahabat Anastasia dari negara K sedari kecil.


__ADS_2