Mafia Girl

Mafia Girl
eps 43


__ADS_3

Tdk lama kemudian Anastasia, Sherly dan Prensais tiba dikediaman nya. Prensais dan Sherly terkagum-kagum dgn monsion milik Anastasia yg sengat besar dan luas, mereka tdk tahu jika Anastasia tinggal disana.


Setelah Anastasia menghentikan mobilnya, ia langit disambut oleh beberapa pelayanan, ia langsung masuk diikuti oleh Sherly dan Prensais. Ia kembali disambut oleh bibi Mei, Lucas dan Diana disana.


" Kak nana. " ucap Lucas dan Diana.


Mereka berlari dan memeluk Anastasia saat melihatnya, Bibi Mei sangat senang karena Anastasia memperlakukan mereka dgn sangat lembut. Ia juga senang karena Anastasia dpt bertemu dgn keluarga nya.


" Kak Nana, kami merindukanmu. " ucap Diana.


" Benarkah? " tanya Anastasia.


" Tentu saja, kak Nana sudah berjanji akan mengajariku beladiri. " ucap Lucas, Anastasia hanya tersenyum mendengar apa yg diucapkan oleh Lucas.


" Nana, selamat kembali. Dan Halo tuan prensais dan nona Sherly. " ucap bibi Mei.


" Halo bibi, panggil kami seperti kau memanggil Nana saja. " ucap prensais


" Haha... baiklah. "


Bibi Mei senang karena keluarga Chornelia adalah keluarga yg baik dan tdk membeda-bedakan seseorang hanya dari fisik atau materi.


" Bibi, dimana yg lain?. " tanya Anastasia.


" Mereka semua ada diruang kerjamu, Nana. Mereka bilang kau meminta mereka berkumpul, jadi mereka kesana. "


" Apa kak Ian sudah datang?. "


" Iya Damian sudah datang bersama Ryuzen. "


Anastasia hanya mengangguk dan pergi kesana, Sherly dan Prensais hanya mengekori Anastasia karena tdk tahu harus kemana. Setelah sampai di depan pintu ruang kerjanya, Anastasia langsung membuka pintu itu dan melihat teman-temannya yg ada disana.


" Yo, nana kau sedah kembali. " ucap Justic.


" Wah, ternyata kalian ikut, ya. " ucap Zaroon.


" Iya kami tdk ingin kehilangan kesempatan bersama, Nana. " ucap Prensais.


" Jadi semuanya sudah berkumpul? " sela Anastasia, ia duduk dikursi nya.

__ADS_1


" Sudah. " ucap mereka serempak.


" Baiklah, mari kita jelas kan siapa kita kpd orang yg belum tahu tentang kita. " ucap Anastasia datar.


Yg ia maksud adalah Prensais, karena itulah ia bingung dgn apa yg dibicarakan Anastasia dan yg lainnya.


Setelah sebuah penjelasan yg panjang dan lebar, Prensais terperangah dgn apa yg ia dengar. Ia tdk tahu jika Anastasia adalah seorang mafia, dan tempat yg mereka tempati sekarang adalah markasnya.


" Baiklah aku mengerti garis besar nya, kau adalah seorang mafia begitu juga dgn Damian. " ucap Prensais. Yg dibalas anggukan oleh mereka.


" Jadi kenapa kau meminta kami berkumpul, Nana? " tanya Veronica.


" Ikut aku. " ajak Anastasia. " Oh, tapi sebelum itu. Jgn beritahu mamah dan papah ya kak. "


Prensais hanya mengangguk mengiyakan ucapan Anastasia, ia mengerti apa yg dikhawatirkan oleh Anastasia, tapi ia belum mengerti kenapa Anastasia harus menjadi seorang mafia.


Anastasia pun membawa mereka keruang siksaan, Stev membukakan pintu utk sang Lady. Disana ada seorang wanita yg diikat dan kepalanya ditutupi kain, mereka penasaran kenapa Anastasia membawa mereka kesana dan kenapa wanita itu ada disana.


Anastasia pun duduk di sebuah kursi yg sebelumnya disiapkan, tepat di depan wanita itu.


" Buka penutup kepalanya. " ucap Anastasia kpd bawannya yg ada disana.


" Da.. Damian, kumohon tolong aku. Aku takut. " pinta Kayli.


" Kayli. " ucap Damian terkejut.


" Kau mengenalnya Damian? " tanya Cassandra.


" Iya begitu lah." jawabnya.


" Damian... kumohon tolong bantu aku. "


Kayli semakin ketakutan saat melihat orang-orang yg ada disana, ia juga tdk tahu dia ada dimana. Ia mulai menagis karena ketakutan. Sampai ucapan Anastasia membuat Kayli menyadari keberadaan nya, padahal ia tepat berada didepannya.


" Sepertinya kau tdk menyadari keberadaan ku, nona Kayli. " ucap Anastasia.


" Ka.. kau masih hidup? " Kayli semakin ketakutan saat melihat Anastasia.


" Aneh sekali perkataan mu, seperti kau sedah tahu jika aku tdk akan hidup lebih lama. " ucap Anastasia menyeringai.

__ADS_1


Hal itu membuat Kayli bungkam seketika, ia tdk menyangka kalau Anastasia masih hidup dan ada didepannya. Damian dan yg lainnya juga terkejut dgn apa yg diucapkan oleh Anastasia, mereka mulai curiga kalau Kayli yg mencoba mencelakai Anastasia.


" A.. apa maksud mu, aku tdk mengerti? " ucap Kayli pura-pura tdk tahu.


" Ouh, sepertinya kau tdk mengingatnya. Baiklah aku akan membantumu mengingat. Bawa dia masuk. " ucap Anastasia.


Tdk lama kemudian bawahan Anastasia masuk dgn seorang pria yg juga diikat, dan ia disuruh berlutut di depan Anastasia. Wajah Kayli seketika berubah menjadi pucat, ia tdk tahu kenapa pria itu bisa ada disana.


" Siapa namamu? dan siapa yg menyuruhmu menembakku? " tanya Anastasia dingin dgn tatapan membunuh yg sangat kuat.


Pria itu bergetar hebat, ia ketakutan setelah melihat Anastasia secara langsung. pria itu sempat melirik kearah Kayli kamudian kembali menundukan kepalanya.


" Na.. namaku Gray nona, a.. a.. ku dibayar oleh..wa.. nita itu.. utk membunuhmu. " ucap Gray terbata-bata karena ketakutan.


Semua orang (- Stev) kembali terkejut dgn pengakuan pria itu, mereka tdk menyangka Anastasia sedah menangkap orang yg ia cari dgn sangat cepat. Kayli semakin pucat setelah pria itu mengakui ap yg telah ia lakukan.


" I.. Itu tdk mungkin, aku tdk mengenalnya. Kumohon tolong aku Damian. " ucap Kayli semakin ketakutan dan berderai air mata.


Damian hanya diam saja dan menatapnya dingin, ia sangat menyesal tdk menyingkirkan Kayli lebih awal.


" Jadi nona Kayli apa yg akan kau lakukan? " tanya Anastasia dgn seringai nya.


" A... aku tdk mengenal nya, bukankah aku sudah menangatakannya, wanita sialan. Lepaskan aku. " teriak nya.


" Ha... hahahhaha.... kau ingin lepas dari sini, bermimpilah. " ucap Anastasia dingin.


Semua orang dibuat merinding dgn suara tawa Anastasia, apalagi saat melihat seringai dan tatapan tajam darinya. Prensais dan Sherly juga tdk menyangka kalau Anastasia memiliki sisi seperti itu.


" Diam kau, ja***g. Damian.... "


" Ck, ck. kau tdk bisa meminta kak Ian utk melepaskanmu. Disini aku lah yg berkuasa, aku ada di wilayah ku. Jadi nyawamu ada ditangan ku. "


Kayli semakin frustasi dan takut setelah mendengar ucapan Anastasia, ia tdk tahu siapa Anastasia yg sebenarnya tapi ia bisa mengerti situasi saat ini.


" Baiklah, hukuman apa yg pantas utk mu ya. Tapi sebelum itu, kau apa yg akan kau lakukan? " tanya Anastasia kpd Gray.


" Ku.. kumohon nona, to... tolong am.. puni aku. A... aku tdk bi.. sa mening... galkan a.. nak dan is.. triku. Sebagai gantinya a.. ku akan me.. menjadi ba... bawahan mu. " ucap Gray ketakutan.


" Kalau begitu baiklah. Sebagian ganti hukuman nya, pergilah ke negara K. Mata-matai keluarga Akashia, dan jgn kembali sampai aku mengijinkannya. Jika tdk, maka keluarga mu juga akan mendapatkan akibatknya. " ucap Anastasia dingin.

__ADS_1


__ADS_2