Mafia Girl

Mafia Girl
eps 102


__ADS_3

**Di sebuah monsion tersembunyi, negara S.


Setelah dikeluarkan dari penjara, Stella di bawa ke sana oleh orang yg tdk ia kenal. Seorang pria tampan yg misterius, yg ia tahu hanya pria itu menyebut namanya Haris Leonardo. Pria itu membawanya ke ruang kerjanya di monsion tersembunyi itu


" Jadi... Apa yg kau inginkan sampai-sampai membebaskan ku dari penjara?? " tanya Stella ketus.


" Sepertinya kau benar-benar tdk bisa menunggu ya, nona Stella. " ucap Haris dgn senyum misterius.


" Ck. Katakan saja apa mau mu?? "


Haris duduk di kursinya dan tersenyum miring melihat Stella.


" Aku menginginkan, Anastasia. " ucapnya.


Stella terkejut mendengar keinginan pria itu, iya itu hal yg wajar sih. Apa lagi Anastasia itu cantik, tapi yg mengganggu pikiran Stella adalah orang-orang yg ada di sekitar nya.


" Lalu kenapa kau membawa ku kemari?? Pergi dan ambil putrimu itu. Oh, benar juga. Kau tdk bisa karena dia dikelilingi orang-orang itu. " Stella tersenyum sinis.


Pria itu sama sekali tdk tersinggung dgn ucapan Stella, dia malah semakin melebarkan senyuman nya dan itu membuat Stella merinding.


" Memang tdk ada yg salah. " ucap Haris. " Karena itu aku butuh bantuan mu. "


Stella mengerutkan dahinya, pria di depannya sangat mencurigakan baginya.


" Dan apa itu?? " tanya Stella.


" Aku ingin kau membunuh semua anggota khusus di Darkness Angel. " ucap pria itu.


Lagi-lagi Stella terperanjat mendengar ucapan pria itu.


" Kau gila, apa kau pikir aku akan membahayakan hidupku utk menghancurkan mefia no 2 dunia itu?!! " ucap Stella kesal.


" Tentu tdk, tapi apa kau tahu siapa pemilik mafia itu?? " tanya Haris, membuat Stella diam. " Siapa lagi kalau bukan Anastasia. " lanjutnya.


Iya, Stella tahu. Dia sudah mendengar nya dari Anastasia sendiri waktu itu, karena itu dia memilih utk mencari aman terlebih dahulu sebelum membalasnya.


Haris berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Stella yg diam saja.


" Aku ingin kau membunuh Veronica dan teman-temannya, dan aku akan mendapatkan Anastasia. " ucapnya.


" Kau lupa kalau dia dilindungi BDK. " ucap Stella.


" Tentu tdk, aku tahu semua tentang Anastasia. Dia punya segala yg ku inginkan dari seorang perempuan. Wajah cantik, tubuh yg bagus, berpengaruh, kuat dan juga pemberani. Aku menginginkan gadis itu. "


Stella tdk yakin jika pria itu bisa membuat Anastasia bertekuk lutut di hadapan nya, Anastasia yg sekarang berbeda dgn yg dulu. Stella bisa merasakannya, tekanan saat ia berada di depannya. Aura dingin yg di keluarkan nya, dan tatapan mengintimidasi itu. Tubuhnya selalu gemetar ketika mengingat itu.


Namun di sisi lain, itu adalah tawaran yg bagus baginya. Ia bisa membalas Anastasia lewat pria itu, Haris nampaknya sangat tertarik kpd Anastasia. Sedangkan Anastasia hanya mencintai Damian, jika Anastasia dan Damian dipisahkan. Itu adalah pembalasan rasa sakit yg bagus, mengingat Anastasia membuat nya harus berpisah dari Michaela.


" Apa jaminan mu aku tdk akan ketahuan?? " tanya Stella.


Pria itu kembali tersenyum. " Kau tdk perlu khawatir, aku yg menjamin keselamatan mu. " ucapnya.


" Tapi mereka mengenali wajahku, bagaimana mungkin aku bisa mendekati nya. "


" Kau bisa mengubah wajahmu kan, aku yg akan membayarnya. "


" Maksudmu... aku melakukan operasi plastik?? "


" Tentu saja, apa lagi. "

__ADS_1


Stella berpikir sejenak, itu bukan ide yg buruk. Saat ini semua orang pasti mengenalinya sebagai perempuan yg jahat, jika dia melakukan operasi itu, tdk akan ada yg mengenalinya.


" Jadi bagaimana, nona Stella?? " tanya Haris.


" Baiklah, aku setuju. " jawab Stella meskipun dia juga ragu.


" Oke, mulai sekarang namamu adalah Alexandra Atlanta. Kau akan berperan sebagai adikku. "


Haris mengulurkan tangannya, Stella pun menyambut uluran itu dan mereka pun bersalaman. Dan disaat yg bersamaan pun sebuah kerjasama terjalin diantara mereka.


** Bandara negara K.


Anastasia dkk segera berangkat utk kembali ke negara S, jet pribadi mereka pun sudah menunggu mereka. Saat ini mereka sedang berpamitan dgn bibi Rin yg mengantar mereka.


" Nana sayang, jaga dirimu ya. " ucap bibi Rin sambil memeluk Anastasia.


" Baik, bibi juga jgn lupa jaga kesehatan bibi. " ucap Anastasia sambil membalas pelukan bibi Rin.


" Damian, jgn Nana kecil dgn baik, ya. " ucap Gilang, anak bibi Rin. Ia menepuk pundak Damian sambil tersenyum.


" Pasti, kak. Lain kali datanglah berkunjung ke sana. " ucap Damian.


" Tentu, tentu. Ingat utk mengundang kami saat pernikahan kalian. "


Damian terkekeh pelan. " Tentu saja, mana mungkin aku melupakan kakak. " ucapnya.


Mereka pun tertawa singkat karena melihat Anastasia menatap mereka dgn kesal.


" Kak Gilang sama saja. " Anastasia mendengus kesal.


" Hahaha.... Jgn marah begitu. Jaga kesehatan mu dgn baik, ya. " ucap Gilang sambil mengacak-acak rambut Anastasia.


Mereka keluar dan melihat dua keluarga yg sudah menyambut mereka dgn senyuman. Anastasia nampak bahagia bertemu dgn mereka lagi, ia segera berlari dan memeluk Clara dan Claudia secara bersamaan.


" Mamah... Ibu... " ucapnya kemudian memeluk mereka. " Aku rindu kalian. "


" Kami juga merindukan mu, sayang. " ucap Claudia.


" Bagaimana perjalanan mu?? " tanya Clara.


" Semuanya baik, kok. " Anastasia melepaskan pelukan nya dan tersenyum manis kpd mereka berdua.


" Ekhm... Jadi hanya mamah dan ibumu saja yg dipeluk. " ucap Albert.


Sedangkan Aria tertawa geli mendengar ucapan Albert, ia berpikir sebenarnya dia atau Albert yg ayah Anastasia. Anastasia juga tertawa kecil mendengar ucapan itu kemudian memeluk kedua pria itu.


" Tentu saja aku juga rindu papa dan ayah. " ucap Anastasia.


" Bagaimana kabarmu selama di sana, Sayang?? " tanya Aria.


" Aku baik, papa. "


Yg lainya pun datang menghampiri mereka setelah mengambil beberapa barang. Damian terheran-heran dgn tingkah ayahnya yg selalu terlihat manja di depan Anastasia.


" Apa ayah pikir cuma ayah yg ingin di peluk, Nana?? " ucap Damian.


" Ah.. Kau sudah terlalu sering dipeluk oleh nya, kali ini giliran kami yg tua yg dipeluk oleh Nana. " ucap Albert.


Damian hanya menggelengkan kepalanya mendapatkan jawaban itu, benar-benar tdk seperti ayahnya yg selalu tegas seperti biasanya.

__ADS_1


" Mohon maaf, bisakah kita pulang sekarang. Aku benar-benar ngantuk. " ucap Leo.


Mereka tertawa mendengar ucapan Leo, apa lagi penampilan nya yg terlihat benar-benar seperti tdk tidur selama seminggu.


" Hahaha.... Leo, coba kau lihat dirimu sekarang. " ucap Jordan.


" Memangnya kenapa?? " tanya Leo.


" Sudahlah, benar kata Leo. Kalian pasti lelah, ayo pulang dulu saja. " ucap Clara.


Mereka pun pergi dari bandara menuju monsion Anastasia, semua orang memilih menginap di sana utk sekarang. Apa lagi Anastasia dkk yg lelah karena perjalanan.


Sesampainya di depan monsion, Mereka melihat Nina yg ada di depan pintu, sedang menerima buket bunga. Setelah mereka turun dari mobil mereka langsung bergegas mesuk, Nina menyapa mereka satu persatu dgn sopan. Dan ia juga menyapa Vero dkk yg berhenti di depannya.


" Wah, kau dapat bunga. Dari siapa?? " tanya Katania.


" Ah, ini bukan utk saya nona Vero. Ini utk nona Anastasia. " ucap Nina.


" Hemm... Nana, kemarilah. Nina punya sesuatu utkmu. " teriak Veronica.


Anastasia yg masih bicara di halaman pun melihat kearah mereka, ia berjalan kesana setelah mendengar Veronica berteriak.


" Ada apa?? " tanya Anastasia.


" Nona, ada yg memberikan bunga ini utk anda. " sahut Nina.


Anastasia melihat bunga yg ada di tangan Nina, keningnya langsung berkerut dan wajah nya berubah tdk senang. Vero dkk dan Nina pun menyadari hal itu.


" Siapa yg mengirimnya, Nina?? " tanya Anastasia.


" Saya tdk tahu, Nona. Pengirim itu hanya bilang kalau bunga ini utk anda, kemudian memberikan surat ini. "


Anastasia pun menerima bunga dan surat itu dari Nina.


" Lain kali, jika ada yg mengirimkan bunga seperti ini lagi jgn diterima. " ucap Anastasia.


" Baik Nona, kalau begitu saya kembali bekerja terlebih dahulu. " ucap Nina, ia membungkuk kpd Anastasia.


Anastasia hanya mengangguk, kemudian Nina pergi dari hadapan nya. Anastasia menatap bunga itu sebentar, sebuket bunga mawar biru yg ada di tangan nya. Kemudian ia melemparkan bunga itu, sedangkan tangannya yg lain meremas surat yg datang bersama dgn bunga itu.


" Ada apa, nana?? " tanya Cassandra.


" Tdk ada, tdk apa-apa. " ucap Anastasia. " Ayo masuk. "


Vero dkk pun masuk bersama dgn Anastasia ke dlm, Anastasia langsung pergi ke kamarnya.


" Sepertinya Nana tdk suka dgn kedatangan bunga itu. " ucap Veronica.


" Kau benar, apa yg membuatnya tdk senang ya. " ucap Cassandra.


" Apa sebaiknya kita bertanya?? " tanya Katania.


" Tdk, kurasa jgn. Dia sedang dlm suasana hati yg buruk. " sahut Cassandra.


Mereka hanya bisa menghela nafas, kemudian pergi ke kamar masing-masing. Sedangkan di kamar Anastasia....


Ia langsung merebahkan dirinya di kasur, pikiran nya terus mengingat mawar biru itu. Dia tdk suka, dia sangat membencinya, apalagi jika mengingat siapa yg memberikan nya. Anastasia menggigit bibirnya, padahal ia tdk mau mengingat orang itu lagi.


" Sialan pria itu, padahal aku tdk mau mengingat nya. " batin Anastasia.

__ADS_1


__ADS_2