
Pagi harinya Anastasia dkk langsung pergi, mereka mulai kembai bersekolah. Saat mobil mereka memasuki kawasan sekolah, mereka mendapatkan tatapan dari seluruh orang disekolah itu. Iya bagaimana tdk, mobil mewah datang ke sekolah aja udah di perhatiin, apa lagi yg datangnya udah kaya malaikat yg turun dari langit.
Mereka pun turun dari mobil mereka :
Mobil yg ditumpangi Anastasia.
Mobil yg ditumpangi Vero dkk dan Sherly.
Mobil yg ditumpangi Leo, Jordan dan Adrian.
Mereka pun pergi menuju ke kelas mereka. Suasana di sana saat ini sudah seperti biasanya, murid-murid yg ada disana mulai terbiasa dgn kejadian waktu Anastasia mengamuk. Mereka tdk menjauhi nya atau menyebarkan info yg tdk benar, mereka kembali ke sebelum kejadian itu terjadi.
Tapi ada satu hal yg berubah di sana, yaitu moto hidup mereka. ' Jgn mengganggu Anastasia dkk ' Kira-kira seperti itu lah yg mereka pikiran. Selama mereka tdk menyinggung Anastasia semuanya baik-baik saja.
Anastasia juga sedikit terkejut dgn hal itu, tapi yah dia tetep memasang wajah datarnya. Bahkan kpd murid yg menyapa nya hanya mendapat deheman kecil darinya.
" Berbeda dari yg ku pikiran. " batin Anastasia.
Saat sampai di depan pintu kelasnya, ia langsung membuka pintu itu. Seketika suasana hening di kelas itu ketika mendengar suara pintu, mereka berpikir orang lain yg membuka pintu itu.
Tapi saat melihat Anastasia yg masuk para siswi langsung berhamburan kearahnya, para siswa pun ikut senang melihat kehadiran nya. Jujur saja Anastasia bingung dgn apa yg terjadi.
" Anastasia, akhirnya kau kembali. " ucap siswi A.
" Kami benar-benar membutuhkan kehadiran mu" Siswi B.
" Anastasia kau penyelamat kami. " ucap para siswa.
" Tunggu, siapa aku? Dimana aku? " batinnya.
Anastasia hanya diam saja karena masih terkejut dgn apa yg terjadi, bahkan ia berpikir ia masuk ke kelas yg salah.
Vero dkk dan yg lainya juga sama terkejut nya dgn hal itu, mereka tdk tahu apa yg membuat semua makhluk di sekolah ini sangat bahagia melihat kedatangan mereka. Karena 2 minggu lebih mereka tdk datang, apa terjadi hal yg tdk mereka ketahui.
" Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat seperti orang yg habis datang dari kandang singa? " tanya Veronica bingung.
" Tentu saja kami senang, berkat kehadiran kalian sekolah ini akan kembali damai. "
" Haah.... Apa maksud kalian? " tanya Cassandra.
" Memangnya apa yg terjadi selama kami tdk ada ? " tanya Leo.
" Itu... Masalah orang yg berkuasa disini. "
" Tunggu biar ku tebak, Yuna dkk dan Merlia kembali membuat ulah. " tebak Leo.
Semua orang mengangguk mengiyakan ucapan Leo, itu membuat Anastasia dkk mengerti apa yg mereka khawatir kan.
" Tdk hanya kembali berulah, mereka semakin menjadi-jadi. " ucap salah satu siswi, namanya Layla.
" Apa maksud mu? " tanya Jordan.
__ADS_1
" Mereka selalu menindas kami, bahkan tdk segan menggunakan kekuatan fisik. " ucapnya.
Mengingat hal itu membuat semua murid yg ada disana terlihat murung, bahkan ada beberapa dari mereka yg terlihat memiliki luka.
" Tapi dgn adanya Anastasia, mereka pasti tdk akan berani berulah lagi. " lanjutnya senang, begitu pula dgn orang-orang yg ada disana.
" Aku mengerti, kembalilah duduk di tempat kalian. Sebentar lagi pelajaran akan di mulai. " ucap Anastasia.
" Baik. " all.
Mereka semua langsung duduk kembali, begitu pun dgn Anastasia dkk. Dan benar saja, pelajaran pun langsung dimulai dgn ujian Fisika yg menguras otak mereka. Tentu tdk dgn Anastasia, ia sudah mengetahui pelajaran yg menjadi ujian.
Karena meski ia liburan, Setiap malam ia selalu membaca dan mencoba mengerjakan soal. Saat bel Istirahat berbunyi, mereka pun langsung antusias karena pelajaran yg rumit itu berakhir. Semua Murid yg ada disana langsung pergi ke kantin.
" Nana, apa kau ikut ke kantin? " tanya Katania.
" Kalian saja, aku tdk lapar. " ucapnya bangkit dari kursinya.
" Kakak mau kemana, ya? " tanya Sherly.
" Paling juga ke atap. " jawab Veronica datar.
" Kalau begitu ayo kita saja yg ke kantin. " ajak Jordan.
Mereka pun langsung pergi dari sana menuju kantin, mereka memesan makanan mereka dan menikmati nya sambil mengobrol.
Sedangkan diatap, Anastasia sedang tidur samabil menikmati cahaya matahari. Suasana yg sepi dan tenang, dgn angin yg berhembus membuatnya semakin nyaman di sana.
Ketika tengah asik dgn apa yg ia lakukan, Anastasia tiba-tiba saja mendengar obrolan beberapa siswa yg juga ada di sana. Karena posisi Anastasia yg berbaring di atas bangunan yg ada di sana, membuat mereka tdk menyadari keberadaan nya.
" Hei, apa kalian dengar? Katanya jika Anastasia ada di sini kita bisa aman. " ucap siswa A.
" Kalau begitu kita aman. " siswa C.
Anastasia terus mendengar apa yg mereka bicarakan, masih dgn posisi santainya.
" Tapi apa kalian tahu, Merlia dan yg lainnya itu licik. Dia bisa saja membuly yg salah satu dari Anastasia dkk. " ucap Siswa D.
" Mana mungkin, memangnya siapa yg bisa mereka tindas. " siswa B.
" Di antara mereka, bisa saja Sherly atau Katania. Mereka terlalu baik kpd seseorang. " Siswa A.
" Tapi jika dia menindas mereka, bukankah itu cari mati namanya. Apa lagi Sherly itu adik Anastasia, dan dia putri keluarga Chornelia." Siswa B.
" Iya juga sih. " Siswa D.
" Tapi mereka itu terlalu nekad, jika mereka melakukan nya. Mereka pasti mengancam mereka dgn sesuatu. " siswa C.
Mereka mengangguk mengiyakan ucapan dari siswa C itu, dia memang benar. Mereka itu terlalu nekad utk ukuran orang yg tdk tahu apa-apa. Anastasia yg merasa perlu menanyakan sesuatu pun bangun dari posisi nyamannya dan melompat tepat di belakang siswa-siswa itu.
Mereka terkejut karena Anastasia tiba-tiba saja mendarat dibelakang mereka, apa dia sudah ada di sana dari tadi? itu lah yg mereka tanya kan kpd diri mereka sendiri.
" A.. Anastasia. " ucap Siswa B.
Anastasia hanya menatap mereka datar sambil memasukkan tangan nya ke dlm saku.
" Katakan semua yg kalian tahu. " ucapnya, sambil terus melihat mereka yg ada di sana.
__ADS_1
Di tempat Vero dan yg lainnya, mereka baru saja selesai dari kantin dan sedang kembai ke kelas mereka. Namun tiba-tiba Sherly berpisah dgn mereka.
" Anu... Kak Vero, aku harus ke toilet sebentar. Kalian duluan saja. " ucap Sherly.
" Perlu di temani? " tanya Cassandra.
" Tdk perlu, lagi pula hanya sebentar kok. "
" Kalau begitu pergilah, jgn sampai di ganggu oleh baj*ngan, ya. " ucap Veronica sedikit berteriak karena Sherly sudah pergi dulu.
" Baik. " jawab Sherly.
Mereka pun kembali berjalan menuju kelas, sedangkan Sherly pergi ke toilet. Ketika selesai ia hendak membuka pintu di dalam toilet, tapi kemudian....
Byuurr....
Tubuh Sherly tersenyum air yg di taruh di atas pintu itu, ia begitu kaget dgn hal yg terjadi, Tubuhnya sudah basah kuyup karena air itu.
" Apa ini? Siapa yg melakukan ini? " ucapnya.
" Kami yg lakukan. "
Sherly langsung melihat kearah suara itu, disana ada Yuna dan Merlia yg tersenyum melihat nya, sedangkan Talia dan Serena memblokir jalan keluar dari sana.
" Kenapa kalian lakukan ini? " tanya Sherly.
" Karena kami tdk suka dgn mu, terutama kakakmu dan teman-temannya itu. " ucap Yuna dingin.
" Tapi kenapa? "
" Karena dia sudah mengambil segalanya dari kami. "
" Jika kalian tdk mengganggu nya, kakak ku juga tdk akan mengganggu kalian. " ucap Sherly membela Anastasia.
" Kurang ajar. " Merlia mendorong tubuh Sherly sampai terjatuh.
" Akhh... "
Sherly meringis ketika tubuhnya jatuh, dan tangannya terluka karena mengenai bagian pintu yg tajam. Merlia kemudian menjambak rambut Sherly dgn kuat sehingga dia menengadah.
" Berani sekali kau menjawab ucapan ku dgn sombong seperti itu. " ucapnya marah.
" Akhh... Lepaskan aku. " ucap Sherly.
" Asal kau tahu, ja***g yg kau sebut kakak itu membuatku kehilangan kekuasaan kami disini. Karena itu lah kami akan membalas nya, dan yg pertama merasakannya adalah kau, Sherly. "
Merlia menyeringai setelah mengatakan itu, ia benar-benar percaya kalau dia bisa membuat Sherly takut dan pergi dari sekolah ini, maka Anastasia juga akan ikut pergi.
Ia kemudian melepaskan rambut Sherly dgn kasar, dan tersenyum meremehkan ketika melihat Sherly yg terduduk karena ulahnya.
" Hehe... ingatlah utk tdk mengadu kpd siapapun, kau tdk mau di sebut sebagai orang yg hanya bisa merepotkan orang lain kan. " ucap Yuna tertawa sinis.
Sherly tertegun dgn apa yg Yuna katakan, ia tdk mau jika terus merepotkan kakaknya. Ia sedah melihat kalau Anastasia sendiri sudah cukup tertekan dgn masalahnya, ia tdk mau membuatnya semakin tertekan.
" Tdk, aku tdk boleh membuat Kakak khawatir lagi. Aku harus menyelesaikan ini sendiri. " batinnya.
Ia mengepalkan tangannya ketika ia memutuskan utk tdk memberi tahu Anastasia, ia tdk bisa melakukannya karena itu akan menambah masalah, tapi di sisi lain apa ia bisa melakukan itu sendiri.
__ADS_1
Ia hanya diam saat mendengar tawa mereka yg nyaring saat keluar dari sana, Sherly hanya menatap mereka kosong, ia tdk bisa melakukan apa-apa. Setelah Yuna dan yg lainnya benar-benar pergi ia pun bangkit dari duduknya dan pergi ke UKS utk mengobati lukanya.