Mafia Girl

Mafia Girl
eps 114


__ADS_3

Dikamarnya, Anastasia yg terbangun karena mual malah dikejutkan dgn suara-suara tembakan yg berasal dari luar. Violetta pun sama terkejut nya dgn Anastasia, bahkan dia sampai memeluk Anastasia karena takut.


" Ka.. Kak apa itu?? "


" Tdk tahu, ayo lihat. "


Anastasia pun mengintip dari jendelanya, dan betapa senangnya dia melihat siapa yg membuat suara tembakan itu.


" Kak Ren. " ucapnya senang.


" Apa?! Itu kak Ren?! "


" Iya, dan lihat itu juga Justic. Pasti kak Ian dan yg lainnya datang menjemput kita. "


Anastasia menatap Violetta dgn wajah yg berseri-seri karena bahagia, akhirnya dia bisa kambali bersama dgn keluarga nya. Violetta pun juga merasakan hal yg sama, akhirnya mereka pergi dari tempat ini.


BRAAKK....


Tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka dgn sangat keras, kembali membuat mereka terkejut. Saat melihat Haris dgn dua anak buahnya masuk kesana, Violetta pun kembali ketakutan, apalagi dgn raut wajah Haris yg terlibat sangat marah.


" Oi, Oi. Bercanda kan, bagaimana mereka bisa tahu tempat ini?? " tanyanya sambil berjalan mendekati mereka. " Kalian, bawa gadis itu. "


Dua orang itu pun langsung menarik paksa Violetta yg bersembunyi dibelakang Anastasia.


" Tdk mau, tdk mau!! Lepaska aku!! Kak Nana, tolong!! " Violetta mencoba memberontak tapi tdk bisa.


" Vio!! Apa yg kau lakukan?!! Lepaskan dia!! "


Anastasia pun mencoba utk mengejar Violetta yg dibawa pergi oleh dua orang itu, tapi Haris mencekal lengannya.


" Kau ikut aku!. " ucap Haris dingin.


" Lepaskan aku!! Aku tdk mau!! "


Haris tdk memperdulikan ucapannya, ia menyeret Anastasia ke sebuah ruang rahasia dikamar itu.


" Lepaskan aku!! Kau melanggar kesepakatan kita!! "


" Akh.. "


Haris mendorong Anastasia masuk kedlm sana hingga jatuh, dan pintu rahasia itupun secara otomatis tertutup sendiri. Anastasia bangkit dan mencoba utk keluar dari sana tapi terlambat, pintu itu sudah tertutup.


" Tdk!! Buka pintunya!! Haris Leonardo br*****k, keluarkan aku dari sini!! " teriak Anastasia sambil memukul-mukul pintu keluar nya.


" Br*****k, kembalikan Vio padaku!! "


Anastasia menangis karena tdk bisa melakukan apapun, sekenceng apapun dia berteriak Haris tdk pernah mendengar nya. Andaikan disana ada teman-temannya dia bisa membantunya, kali ini pun dia hanya bisa berharap jika Damian dan yg lainnya bisa merebut Violetta dari tangan Haris.


Diluar ruangan itu, Haris pun masih berdiri di depan pintu itu. Dia memang tdk bisa mendengar apa yg Anastasia ucapkan karena ruangan itu kedap suara, tapi dia bisa menebak apa yg diinginkan nya.


" Tunggulah sebentar saja, setelah itu aku akan mengeluarkan mu. " gumamnya nya.


Ia pun melangkah pergi dari kamar itu. Tanpa ia sadari tenyata dia diawasi oleh Veronica dari awal, menunggu kesempatan utk membebaskan Anastasia.


Setalah ia merasa kalau pria itu sudah benar-benar pergi dari sana, ia pun masuk kedlm kamar lewat jendela dan disusul oleh Zaroon.


" Apa dia sudah pergi?? " bisik Zaroon.


" Iya, ayo. "


Mereka berdua pun mendekati tempat pintu ruangan dimana Anastasia dikurung, Zaroon mengambil sebuah lukisan yg ada didinding tempat pria itu membuka pintunya, dan akhirnya mereka melihat kunci utk membukanya. Mereka harus memasukkan sandi utk membuka pintu itu.


" Angka apa yg dia gunakan?? " tanya Zaroon.

__ADS_1


" Entahlah, yg ku lihat cuman dua angka bagian awal. " jawab Veronica.


" Apa?? "


" Kalau tdk salah, 21."


" Baiklah, sekarang pikiran angka apa yg berhubungan dgn 21."


Mereka berdua nampak berpikir keras dgn angka itu, tapi mereka tdk menemukan jawaban nya. Veronica yg kesal tdk mendapatkan jawaban dari otak nya mencoba mengacak sendiri semua angka yg ada tapi tetap tdk berhasil.


" Biar ku coba. "


Zaroon pun mengambil alih dan memasukan beberapa angka dan ternyata berhasil.


" Wow, bagaimana kau bisa tahu?? " tanya Veronica.


" Hanya menebak. " jawabnya.


" Memangnya angka apa yg kau masukkan?? "


" Tanggal ulang tahun, Nana. "


" Apa?!! "


Veronica tdk percaya ternyata sandinya adalah sesuatu yg dia ketahui, bahkan semua orang-orang nya tahu akan hal itu.


" Bagaimana bisa?? " tanyanya.


" Kau tahu Vero, beberapa pria selalu menggunakan apapun yg berkaitan dgn org yg ia cintai utk hal-hal semacam ini. " jawab Zaroon.


" Tapi dari mana dia tahu? Ah, tdk sekarang aku tahu. Ternyata orang itu penguntit. "


Zaroon hanya tersenyum mendengar itu, apalagi wajah Veronica yg datar saat mengetahui jawaban dari pertanyaan nya sendiri.


" Tdk, kita buka tahun depan. Ya tentu sekarang, Zaroon!! " ucap Veronica kesal.


Sedangkan Zaroon hanya terkekeh dgn sikapnya.


Anastasia yg mendengar suara pintu terbuka langsung mengangkat wajahnya, ia pikir mungkin pria itu kembali utk menjadikan nya senjata melawan Damian. Tapi saat pintu itu benar-benar terbuka ia benar-benar bahagia.


" Vero, Zaroon. " ucapnya.


" Ya ampun, Nana kami. Akhirnya kami menemukan mu. " ucap Veronica yg langsung memeluk Anastasia.


" Maaf membuatmu menunggu lama, Nana. " ucap Zaroon.


Anastasia menggelengkan kepalanya. " Tdk apa-apa, meski kalian mafia no 1 pun pasti butuh waktu utk mencari ku, kan. " ucapnya.


" Nah, sekarang ayo pergi. " ajak Veronica.


" Bisa kalian lepaskan rantai ini. "


Anastasia menunjukkan rantai yg mengikat tangan dan kakinya kpd mereka berdua, dan tentu saja itu membuat Veronica kesal.


" Astaga!! Apa-apaan orang itu, kenapa dia merantai mu sampai seperti ini?!! " ucap Veronica, ia mencoba utk melepaskan rantai di kaki Anastasia.


" Iya, tentu saja agar Nana kita tdk bisa memukul atau menendangnya, kan. " Zaroon mencoba membuka rantai ditangannya.


Setelah rantai-rantai itu lepas, Anastasia pun segara bengkit berdiri. Ia merobek bagian bawah gaun yg ia kenakan sampai lutut.


" Bagaimana dgn Vio?? " tanya Anastasia.


" Leo sudah mengikuti mereka, tdk perlu khawatir. " ucap Zaroon.

__ADS_1


" Baiklah, ayo pergi. " ucap Veronica.


Mereka pun langsung keluar dari sana bersamaan, mereka memutuskan utk membantu mereka yg bertarung dibawah sana.


Disaat yg bersamaan, saat Damian tengah bertarung dgn para anak buah Haris, Perhatian nya teralihkan kpd seorang pria yg bertepuk tangan dibelakang nya. Bukan hanya dia, tapi semua orang yg ada di sana langsung menatap kearah sana. Saat ini banyak anak buah Haris yg sudah tewas, dan hanya beberapa yg selamat.


" Wah, hebat sekali kau bisa menemukan kami. " ucap Haris.


" Baj****n!! Kembalikan istri dan adikku padaku!! " geram Damian.


" Kalau aku tdk mau, bagaimana?!! "


" Akan ku cincang kau sampai mati!! "


Haris tdk takut dgn ancaman Damian, dia malah tertawa mendengar itu. Sedangkan Damian dan orang-orang nya dibuat geram dgn tingkah nya.


" Sebelum kau mencincang ku, sebaiknya kau khawatir kah nyawa seseorang terlebih dahulu. " ucap Haris.


Setelah mengucapkan itu, salah satu anak buahnya yg menyekap Violetta pun datang menghampiri nya, tentu dgn Violetta ditangannya. Damian pun terkejut karena orang itu membawa Violetta ke tempatnya saat ini.


" Kakak! " teriak Violetta dgn air mata yg berlinang.


" Vio!! Sialan kau!! "


" Bagaimana?? Apa kau akan menyelamatkan nya?? " tanya Haris.


" Lepaskan dia, baj****n!! "


" Hemm... Aku bisa melepaskan nya, asalkan kau meninggalkan Anastasia. " Ucapan itu membuat Damian semakin marah kpdnya. " Dan jika sebaliknya, adikmu itu akan mati. Dan tentu saja aku juga tdk akan menyerahkan Anastasia begitu saja. " ucapnya.


Haris mengarahkan pistol yg ia pegang ke kepala Violetta, hal itu membuat Violetta sangat ketakutan. Apalagi ia terkejut karena pria itu mengajukan pilihan seperti itu kpd kakaknya. Dia tdk mau mati, tapi dia juga tdk mau kakaknya kehilangan orang yg ia cintai.


Damian masih bungkam, dia tdk menjawab ucapan Haris. Ia belum mendapatkan info dari Vero dan Zaroon (atau mungkin mereka lupa) tentang keadaan Anastasia, dan sekarang dia harus memilih antara mereka berdua.


Dan tepat waktu, saat ia dirundung kebingungan ia mendapatkan info kalau Anastasia sudah aman dan sekarang sedang menuju kearah nya dan semua anggota nya berada. Dgn ini dia hanya perlu memilih Violetta, dan setelah orang itu membebaskan nya dia bisa langsung menghabisi orang itu.


" Kenapa diam saja, hemm... " tanya Haris.


Sebenarnya dia juga sedah merencanakan ini. Seperti yg kalian tahu, saat dia membawa Violetta dia membawa dua anak buah, dan sekarang dimana yg satunya?? Ternyata yg satunya bersembunyi dibelakang nya, ditampat yg tdk Damian lihat. Dia bersiap utk menembak nya saat Damian sudah menentukan pilihan, tentu karena itu perintah bosnya.


" Aku... Aku memilih adikku. " jawab Damian


Itu membuat Violetta terkejut dgn pilihan kakaknya. Orang-orang nya juga sudah tahu kalau Anastasia aman, tapi demi membuat Haris percaya mereka bersikap seorang mereka terkejut.


" Apa yg kakak lakukan?!! Kenapa hanya demi aku kakak membuang kak Nana?!! " teriak Violetta.


Tentu dia pasti salah paham dgn pernyataan Damian, itu karena dia tdk tahu tentang Veronica yg membebaskan Anastasia.


" Karena kau adikku. "


Violetta tdk percaya mendengar nya. " Tdk!!Jika kakak tdk membawa kembali kak Nana maka aku lebih baik mati saja!! "


Damian tdk menjawab lagi perkataan Violetta.


" Hoo... Tdk ku sangka kau akan memilih salah satu daripada keduanya. " ucap Haris.


" Karena aku sudah mendapatkan keduanya. " batin Damian.


" Kalau begitu sekarang.... "


Haris memberikan kode diam-diam kpd anak buah nya dan....


DOR.....

__ADS_1


__ADS_2