
Ketika pintu ruangan tempat Anastasia dirawat terbuka, pandangan mereka langsung beralih kpd Zaroon dan Justic.
" Hai, nana. Bagaimana keadaan mu? " tanya Zaroon.
" Lebih baik. " jawab Anastasia.
" Kau benar-benar membuat kami khawatir tahu, lain kali jgn memendam masalah sendiri. "
Zaroon mengacak-acak rambut Anastasia yg membuatnya menggerutu karena kesal, sedangkan Zaroon hanya tertawa karena nya.
" Ngomong-ngomong aku masih belum percaya, kau benar-benar menyiksanya didepan umum. " ucap Justic.
" Iya, seperti itulah kenyataan nya. " sahut Cassandra.
" Lalu bagaimana dgn wanita itu? " tanya Sherly.
" Itu.... Sebenarnya Damian membuat keluarga nya hancur, dan membuatnya menjadi makanan buaya. " ucap Zaroon.
" Apa!!... kenapa dia memberikannya kpd buaya?! " tanya Anastasia.
" Kenapa? Apa kau masih ingin menyiksa nya? " tanya Justic.
" Bukan. "
" Lalu? "
Mereka bingung karena Anastasia terlihat kesal karena wanita itu menjadi makanan buaya, mereka pikir Anastasia masih ingin menyiksa nya. Tapi saat mendengar jawaban Anastasia mereka semakin bingung, jika dia tdk mau menyiksa nya lalu utk apa?...
" Seharusnya dia memberikan wanita itu kpd Alfa dan Seth. " gerutu Anastasia kesal.
mereka (-Cassandra) semakin bingung, mereka tdk tahu siapa yg Anastasia maksud. Mereka hanya saling pandang sebelum kembali bertanya.
" Siapa Alfa dan Seth, kak? " tanya Sherly.
" Mereka peliharaan Nana. " sahut Cassandra.
Mereka pun hanya mangut-mangut dgn jawaban dari Cassandra. Akhirnya mereka tahu siapa yg Anastasia maksud.
" Mereka apa? " tanya Zaroon.
__ADS_1
" Alfa adalah serigala putih dan Seth adalah harimau putih. " jelas Cassandra.
" Kenapa putih semua? " tanya Justic.
" Karena aku suka putih. " jawab Anastasia dgn serius.
" Apa tdk mau yg lain? " tanya Zaroon.
" Hemmm.... ide bagus. Kita tambah dgn rubah arktik, karena berwarna putih. " ucap Anastasia.
Jawaban dari Anastasia membuat mereka menepuk kepala mereka, entah kenapa jika bicara tentang hewan dgn Anastasia, pilihan nya selalu tertuju kpd hewan berwarna putih. Apan sebegitu sukanya warna putih sampai Anastasia selalu memilih putih.
Ditempat lain, Damian tengah sibuk dgn persiapan pesta kejutan utk Anastasia. Meski pestanya masih satu hari lagi, ia langsung mempersiapkan nya sedari kemarin.
" Ryu, bagaimana dgn persiapan pestanya? " tanya Damian.
" Iya, seperti yg kau inginkan. Tapi dimana kita akan menggelar nya? " tanya balik Ryuzen.
" Hemm... Ditaman monsion ada pohon wisteria kan? kita lakukan disana saja. "
" Kenapa memangnya dgn pohon wisteria? "
" Nana menyukai pohon wisteria. Sebelum kembali ke monsion, beritahu kpd para gadis utk menjauhkan Nana sampai matahari tenggelam. "
" Kau tdk perlu khawatir. "
" Iya terserah, deh. Aku kembali saja ke ruangan ku. "
Ryuzen pun keluar dari ruangan Damian, ia pergi keruangan nya sendiri utk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Setelah kepergian Ryuzen, Damian menarik laci mejanya dan mengambil sebuah kotak kecil dgn hiasan pita berwarna biru.
Ia membuka kotak itu dan memandangi isinya, dlm hati ia berharap kalau benda itu bisa membantu nya.
" Kuharap ini berguna. " batin Damian.
Damian pun kembali menyimpan kotak itu, dan berjalan kearah jendela besar diruangan nya. Ia terus memandangi kota dari sana, sampai suara ketukan pintu membuat lamunan nya buyar.
" Masuk. " ucap Damian.
Pintu itu terbuka dan terlihat seorang wanita masuk kedalam ruangan itu. Wanita itu bernama Siska, dia adalah sekretaris Damian. Dia adalah satu dari sekian banyak orang yg menyukai Damian, tapi ia lah yg paling beruntung karena bisa menjadi sekretaris Damian.
__ADS_1
Bahkan saat Anastasia datang kesana utk pertama kali nya pun, Siska menatap tdk senang karena Anastasia ingin bertemu dgn Damian. Siska berpikir kalau Anastasia adalah wanita penggoda dan ia tdk mau Damian digoda olehnya.
" Tuan, Nyonya Chornelia ingin bertemu. " ucap Siska.
" Kalau begitu persilahkan masuk. " jawab Damian.
Siska pun keluar dan mempersilahkan Clara utk masuk, ia bertanya-tanya karena Clara ingin bertemu dgn Damian.
" Apa hubungan mereka ya? " batin Siska.
Setelah Clara masuk ia beranjak pergi menuju tempatnya, karena sudah melakukan tugasnya.
" Damian bagaimana keadaan mu? " tanya Clara dgn senyum mengembang diwajahnya.
" Aku baik, mah. Apa yg membuat mamah datang ke sini? " tanya Damian ikut tersebut karena melihat Clara.
" Mamah ingin bicara dgn mu, Damian. Sekalian membawa kan mu makan siang. " Ucap Clara girang, sambil menunjukkan kotak makan siang yg ia bawa.
" Terima kasih, mah. "
Damian dan Clara duduk di sofa yg ada diruangan itu, Clara pun mulai menata makanan yg ia bawa utk Damian. Damian sangat senang karena Clara memperhatikan nya seperti anaknya sendiri, ia pun mulai mamakan masakan Clara. Setelah selesai Damian dan Clara pun mulai membicarakan apa yg membuat Clara datang kemari.
" Jadi apa yg ingin mamah bicarakan? " tanya Damian.
" Aku yakin kau sudah tahu tentang hubungan kami dgn keluarga itu, Jadi mamah tdk akan bertele-tele lagi. Damian, apa nana benar-benar akan membalas keluarga itu? " tanya Clara.
" Iya, menurut Vero dan yg lainnya begitu. Nana juga pernah berkata akan membuat keluarga itu merasakan apa yg ia rasakan. " ucap Damian.
" Begitu ya. Jika seperti itu, mamah mau kau menjaga Nana dgn ekstra jika kalian ada disana nanti. "
" Ada apa, mah. Apa kau takut Nana diambil lagi? "
" Tentu saja mamah takut, Damian. Tapi bukan hanya itu, mamah takut kalau gadis bernama Stella itu mencoba menyakiti Nana. Kau tahu kan kalau alasan Nana menjadi seperti ini bukan hanya karena keluarga itu, tapi juga karena gadis itu. Orang seperti dirinya akan lebih berbahaya dari pada orang-orang serakah di kelurga itu. " jelas Clara.
" Mamah tenang saja, aku pasti akan melindungi Nana apapun yg terjadi. " Damian berusaha meyakinkan Clara utk tdk khawatir.
" Tentu saja, mamah percaya kpd Mu. Tapi kau harus ingat, kalau rubah yg berambisi itu pasti akan melakukan apapun, bagaimana pun caranya. "
" Tentu, mah. Akan ku ingat. "
__ADS_1
Setelah membicarakan beberapa hal, Clara pun pamit utk pulang, Ia juga berencana utk pergi melihat Anastasia. Damian pun mengantarkan Clara sampai didepan lift, ia sangat senang karena bisa dekat dgn keluarga Anastasia.
Clara sendiri juga sangat senang karena Anastasia bisa mendapatkan pria sebaik dan se perhatian Damian, ia berharap jika Anastasia akan selalu bahagia bersamanya.