Mafia Girl

Mafia Girl
eps 106


__ADS_3

Saat pesta selesai, mereka mulai pulang ke rumah masing-masing. Anastasia saat ini tdk tinggal di monsion nya lagi, mulai sekarang dia tinggal di rumah pribadi milik Damian. Sejak sampai di sana, ia tdk berhenti memikirkan apa yg di bicarakan oleh Veronica dan Cassandra di pestanya. Itu membuatnya sangat gugup sekarang, ia memang sudah terbiasa tidur dgn Damian tapi...... Ya kalian mengerti lah, mereka tdk pernah lebih dari tidur bersama.


Dan sekarang dia benar-benar gugup, bagaimana jika Damian meminta haknya sebagai seorang suami. Ah, dia benar-benar bingung.


Ia pun memutuskan utk pergi ke kamar mandi utk membersihkan dirinya. Setelah beberapa saat ia keluar dan melihat Damian yg duduk di kasur sambil memainkannya leptop nya.


" Apa yg kak Ian lakukan?? " tanyanya. Anastasia ikut duduk di samping Damian.


" Mmm... " Melirik Anastasia sebentar kemudian kembali kpd leptop nya. " Hanya melihat sedikit pekerjaan. " jawab Damian.


" Sudah mandi?? "


" Sudah. "


" Mmm....Kak Ian, apa kita harus melakukan 'itu' sekarang?? "


Mendengar perkataan itu membuat Damian langsung menatapnya, sedangkan Anastasia malah menundukkan kepalanya karena malu dgn wajah nya yg sudah pasti semerah tomat. Damian hanya menaikan salah satu alisnya, melihat Anastasia yg menunduk sambil memainkan jarinya.


" Kenapa?? Kau belum siap?? Jika belum siap kita bisa menundanya. " ucap Damian.


" Tdk bukan itu. Hanya saja.... " Anastasia sedikit menjeda kata-katanya. " Hanya saja.. Mungkin aku... Aku.. . sedikit gugup. " ujarnya.


Damian hanya tersenyum mendengar pengakuan Anastasia. Ia menutup leptop nya dan menyimpan nya, kemudian menarik Anastasia ke dlm pelukan nya.


" Nana, tatap mataku. " pintanya, tangannya mengangkat wajah Anastasia yg sedari tadi terus menunduk.


" Apa kau takut? " tanyanya.


" Tdk, hanya saja... Kak Ian kan tahu ini adalah pertama kalinya utkku. Jadi... Aku agak gugup. " ucap Anastasia.


" Apa kau percaya padaku?? "


" Tentu saja. "


" Jika ku bilang aku akan memperlakukan mu dgn lembut, kau akan percaya?? "


" Tentu. "


" Jadi... Apa aku boleh melakukan nya?? "


Anastasia diam sebentar, kemudian mengangguk. " Iya. " ucapnya.


Damian tersenyum ketika mendapatkan persetujuan dari Anastasia, ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Anastasia dan mencium bibir nya dgn lembut. Segera setelah ciuman itu pun berubah menjadi lum***n dan his**an. Sedangkan tangannya mulai bergerak menelusuri tubuh Anastasia.


Anastasia sedikit mendesah karena geli ketika Damian meraba tubuhnya. Dan entah sejak kapan mereka sudah tdk mengenakan sehelai kain pun. Damian benar-benar terpesona dgn tubuh Anastasia, begitu pun dgn Anastasia.


" Aku akan memulai nya, apa kau siap?? " tanya Damian.

__ADS_1


" Emm.. " Anastasia menganggukkan kepalanya.


" Jgn khawatir, aku akan melakukan nya dgn lembut. " bisiknya di telinga Anastasia.


Anastasia hanya mengangguk dan memejamkan matanya ketika Damian memulai nya. Dan malam itupun, Anastasia benar-benar menjadi milik Damian sepenuhnya.


Mereka melakukan kegiatan mereka sampai larut malam, sampai akhirnya mereka pun terlelap. Damian memeluk tubuh polos Anastasia sampai pagi menjelang.


Paginya Damian bangun lebih dulu, hal pertama yg ia lihat adalah wajah tidur Anastasia yg ada di samping nya. Saat mengingat kejadian semalam membuat senyuman mengembang di wajahnya. Ia terus memandangi wajah perempuan yg sekarang sudah menjadi istrinya itu.


Tdk lama kemudian Anastasia pun bangun, dan melihat Damian yg menatapnya sambil tersenyum.


" Selamat pagi, sayang. " ucap Damian.


" Pagi. " Anastasia mencoba utk bangun, namun ia urungkan ketika merasakan sakit di **** ********** nya. " Aww... " rintihnya.


" Apa masih sakit?? "


" Iya, ini salah mu. "


Damian hanya terkekeh mendengar gerutuan nya. " Memangnya kau mau ke mana?? " tanyanya.


" Tentu saja ke kamar mandi. " jawab Anastasia malas. " Kyaa.. . "


Anastasia berteriak ketika Damian memangku nya dgn tiba-tiba, ia benar-benar terkejut karenanya.


" Apa yg kak Ian lakukan?? " tanyanya.


" Tdk mau. " Wajah Anastasia berubah menjadi merah.


" Ayolah, aku tdk akan melakukan apapun. "


" Janji?? "


" Iya. "


Akhirnya Anastasia pun tdk mempermasalahkan nya lagi, toh dia juga akan mandi dgn suaminya kan. Damian pun mengisi bathup dgn air, dan mendudukkan Anastasia di dlmnya, beserta dirinya.


" Mmm.... Nana, apa pendapat mu jika kita pergi berlibur selama dua minggu saja. " tanya Damian.


" Kemana?? " tanya balik Anastasia.


" Kemana pun, asal kau senang. "


" Tapi.... Bagaimana dgn... "


Anastasia sengaja tdk meneruskan kalimat nya, karena Damian pun pasti mengerti dgn apa yg akan ia ucapkan.

__ADS_1


" Tdk perlu khawatir, dia tdk akan melakukan apapun. "


" Dari mana kak Ian tahu?? "


" Kau tahukan monsion mu itu markas mafia, orang itu tdk mungkin masuk sembarangan karena sekarang penjagaan nya lebih ketat. Utk keluarga kita, kita bisa minta Ryu dan yg lain menjaga mereka. Mungkin lebih baik jika mereka tinggal di sebuah rumah agar lebih aman. "


" Jika kak Ian bilang begitu, aku tdk masalah. "


" Jadi kau mau ke mana?? "


Anastasia nampak berpikir utk liburan nya, ya terhitung singkat tapi pasti menyenangkan. Itu juga bisa membuatnya lebih menenangkan pikiran nya.


" Bagaimana jika negara J. Kudengar pemandangan alamnya indah di sana. " ucap Anastasia.


" Baiklah. Dan aku punya satu permintaan. " ucap Damian.


Anastasia menolah mendengar itu. " Apa? " tanyanya.


" Bisa Berhenti memanggilku kakak, sekarang kau istriku bukan adikku. " ucap Damian.


" Hahaha.... Sebelumnya juga kak Ian tdk mempermasalahkan itu. "


" Sudahlah ganti saja. "


" Jadi.... Ku sebut apa, ya?? " Anastasia kembali berpikir tantang nama panggilan utk Damian. " Sayang?? Itu terlalu umum. Darling? Kurasa terlalu lebay. Hemmm..... Bagaimana jika Dear saja?? " tanyanya.


" Boleh. "


" Baiklah, mulai sekarang aku akan memanggil kak Ian, Dear. "


Anastasia tersenyum sangat manis sekarang, itu membuat Damian juga merasa senang. Ia bisa melihat kembali Anastasia yg dulu, saat ia pertama kali bertamu.


Setalah sekarang dgn mandi mereka, mereka keluar dari sana dan memakai pakaian mereka.


" Dear, tdk berkerja?? " tanya Anastasia.


" Tdk, aku sedang malas. " jawab Damian.


" Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan uang?? "


" Tenang saja, sayang. Uangku tdk akan habis meski aku tdk kekantor selama sebulan. "


" Sombong, aku juga bisa. " ucap Anastasia datar.


Damian hanya tertawa melihat Anastasia yg tdk mau kalah dgn nya, iya memang Anastasia bisa di bilang bos paling malas datang ke perusahaan nya sendiri, tapi dia yg paling sukses. Aneh bukan, orang lain harus bekerja keras, tapi dia hanya tinggal menjentikkan jarinya dan semua pekerja nya beres.


Dan pada akhirnya mereka hanya males-malesan di rumah setelah sarapan.

__ADS_1


__ADS_2