
* Saat makan siang.
Setelah membereskan barang mereka masing-masing, waktu makan siang pun datang. Mereka makan dgn tenang tanpa ada masalah sedikit pun, mereka becanda dan bergurau tentang satu sama lain. Anastasia juga terlihat sangat senang dgn waktu yg ia habiskan bersama mereka.
" Nana, apa aku ingin melihat informasi yg Stav cari? " tanya Damian tiba-tiba.
Mendengar ucapan Damian membuat semua orang yg ada disana menghentikan kegiatan makannya, dan membuat mereka menatap nya terkejut. Anastasia juga hanya nya dan memiringkan kepalanya.
" Tdk, karena aku sudah melihat nya. " ucap Anastasia datar.
" Kapan? " tanya Damian terkejut.
" Waktu disekolah, kalau tdk salah saat ake ada diatap. Waktu itu ada beberapa siswa yg kesana sambil melihat konferensi pers keluarga itu, sekalian saja aku meminjam telpon nya utk melihat yg lain. " jelas Anastasia.
Penjelasan Anastasia membuat mereka mematung tdk percaya, jika Anastasia sudah melihat nya. Anastasia sendiri bingung dgn ekspresi mereka setelah ia menjelaskannya.
" Kenapa? " tanya Anastasia bingung.
" Kau sudah melihat semuanya? Lalu utk apa kau meminta Stev mencari informasi? " tanya Veronica.
" Hanya utk bukti, aku hanya melihat dan tdk mendapatkan nya.Karena itu aku memintanya mencarinya, aku ingin memintanya utk mengedit video yg bisa kugunakan utk senjata. Dan mencari bukti kejahatan mereka secara tertulis juga. " ucap Anastasia.
" Apa nona ingin menanyangkan semua itu? " tanya Adrian.
" Jadi kau sudah merencanakan nya. " ucap Katania.
" Iya begitulah. "
Itu membuat mereka terkejut sekaligus kagum dgn apa yg Anastasia rencanakan, padahal ia sudah melakukan banyak hal dan masih memikirkan hal itu.
" Kalau begitu, Lady ingin membuat mereka hancur dgn semua bukti itu. " ucap Stev.
" Tapi jika hanya itu, kita belum bisa membuktikan jika mereka menyakiti mu. " ucap Zaroon.
" Itu benar, jika kita hanya menunjukan itu, mereka akan berpikir jika kau masih menganggap mereka keluarga mu. " sahut Cassandra.
" Bagaimana dgn CCTV dirumah itu. " tanya Jeffry.
" Aku memiliki rekaman di kediaman utama, tapi tdk ruang bawah tanah. " ucap Damian melihat kearah Anastasia.
Melihat itu membuat yg lainnya juga melihat kearah Anastasia, mereka penasaran dgn rekaman apa yg ada padanya. Anastasia hanya menyeringai setelah mendengar tentang rekaman ruang bawah tanah rumah itu. Meski begitu dimatanya terlibat sebuah perasaan sakit yg sangat dalam.
" Aku memiliki nya, tapi tdk akan kami perlihatkan sekarang. Kalian tdk harus tahu sekarang. " ucap Anastasia membaung wajahnya.
Mereka mengerti ada sebuah kenangan buruk ditempat itu bagi Anastasia, karena itu mereka tdk memaksanya lebih jauh.
" Tdk masalah, kau bisa menceritakan nya kpd kami jika kau siap. " ucap Prensais tersenyum kpdnya.
" Kakak tdk perlu terlalu memikirkan kami, kakak harus merasa bahagia juga. " ucap Sherly.
" Itu benar. " sahut Violetta.
" Baiklah. " ucap Anastasia tersenyum.
Melihat itu mereka menjadi sedikit lega karena Anastasia tdk terlalu mempersalahkan nya. Bahkan memutuskan utk tdk memikirkan itu terlalu dalam.
" Lalu siapa saja yg akan kau ajak kesana? " tanya Justic.
__ADS_1
" Kami juga ingin ikut. " ucap Leo dan Jordan.
" Hei, yg memutuskan itu nana, loh. " ucap Ryuzen.
" Aku juga mau ikut dgn kak nana. " ucap Lucas.
" Diana juga. " ucap Diana.
" Diana, Lucas. Jgn memaksa kak nana. " ucap bibi Mei.
Mendengar itu membuat Lucas dan Diana menjadi murung, mereka tahu jika ibu mereka pasti melarang nya, karena itulah ia meminta pendapat Anastasia. Mendengar berbagai orang yg ingin ikut dlm balas dendam nya Anastasia hanya tersenyum tipis, ia meletakkan alat makannya kemudian menatap mereka dgn serius.
" Kalian semua ikut." ucap Anastasia.
Ucapan Anastasia membuat mereka semua menjadi antusias seketika, merdeka sangat ingin melihat permainan Anastasia secara langsung dan terlibat didalamnya, akhirnya itu bisa terwujud.
Setelah makan siang mereka pun langsung bersiap utk pergi ke pinggir pantai utk menikmati liburan mereka. Saat selesai mengganti pakaian mereka langsung bermain disana, mereka melakukan banyak hal disana.
Damian dan yg lainnya pun berselancar di hamparan laut dan ombak yg bagus.
" Hei Damian, giliran mu. " ucap Justic sambil berteriak.
" Aku datang. " jawab Damian.
Vero dan yg lainnya terlihat sedang berada di bibir pantai sambil membuat istana pasir bersama Lucas dan Diana. Sedangkan Anastasia sedang bersantai di kursi santai sambail menikmati angin laut yg sejuk.
" Nana, apa kau bisa berselancar? " tanya Zaroon.
" Iya begitulah. " jawab Anastasia.
" Apa ada taruhannya? " tanya Anastasia yg masih dgn posisi santainya.
" Bagaimana jika aku yg menang kakak harus memberi ku sebuah mobil keluaran terbaru. "
" Jika aku yg menang? "
" Kakak bisa meminta apa pun kpd ku. "
Anastasia menyeringai dgn taruhan yg dibuat oleh Leo, sepertinya Leo salah memilih lawan utk tanding. Anastasia adalah ratu di Pantai nya, ia tdk pernah kalah dlm berselancar saat kakek lin masih hidup, setelah kakek lin tiada Anastasia berhenti dari setiap kegiatan nya karena keluarga itu.
" Baiklah, jika aku yg memang kau harus memberiku beruang putih. " ucap Anastasia yg bangkit dari posisi santainya.
" Sepakat. " ucap Leo.
Ia sangat yakin jika ia bisa menang melawan Anastasia, mereka pun berjalan kearah para pria yg tengah melihat Damian berselancar.
" Kak, aku pinjam papan mu. " ucap Anastasia kpd Prensais.
" Hemm.. memangnya kau bisa berselancar? " tanya Prensais, menyerahkan papannya.
" Jgn remehkan aku. "
Anastasia dan Leo pun menunggu giliran setelah Damian, saat Damian selesai ia langsung menghampiri mereka dan melihat Anastasia yg tengah bersiap.
" Kau akan berselancar? " tanya Damian.
" Iya, adik kecil mu menantang ku selancar. " ucap Anastasia menunjuk Leo.
__ADS_1
Damian pun langsung melirik Leo dgn tatapan tajam, itu membuat Leo mematung ketakutan karena tatapan kakaknya.
" Yah... Jgn marah bagitu, lagi pula aku bisa melakukannya. " Anastasia mencoba menenangkan Damian.
" Baiklah. " Damian terpaksa mengalah karena Anastasia terlihat sangat antusias.
" Wah, apa ada pertandingan disini. " tanya Veronica, mereka memilih menghampiri mereka saat melihat keramaian disana.
" Iya. " jawab Jordan.
Pandangan mereka pun langsung tertuju kpd Anastasia dan Leo yg tengah menunggu ombak.
" So boy, Jgn lupa siapkan Pola Bear ku. " ucap Anastasia.
" Kita lihat saja hasilnya. " ucap Leo.
Saat ombak datang mereka pun mulai mendayung papan mereka mendekati ombak itu, sedangkan dipinggir pantai mereka penasaran dgn apa yg Anastasia dan Leo bicarakan.
" Apa yg mereka bicarakan? " tanya Sherly.
" Sepertinya mereka tengah membicarakan pertaruhan mereka. " ucap Zaroon.
" Apa taruhannya? " tanya Jordan dan Adrian.
" Itu... Leo dia meminta mobil keluaran terbaru kpd Anastasia jika dia menang, mungkin karena Leo tahu kalau Anastasia sudah mengerti mobil baru. " ucap Zaroon.
" Apa?! Sepertinya aku harus menjual koleksi mobilnya. " ucap Damian.
" Lalu apa yg nana minta? " tanya Katania.
" Itu... dia... "
Zaroon sedikit ragu utk memberitahukan nya kpd teman-teman nya, tapi melihat wajah penasaran mereka membuatnya penasaran juga dgn ekspresi mereka jika tahu apa yg Anastasia minat.
" Jika Nana menang, ia meminta seekor.... Beruang kutub. " ucap Zaroon.
" Buahahaha... jadi itu yg ia minta. " ucap Justic sambil tertawa.
Mereka pun tertawa karena hadiah yg diminta Anastasia kpd Leo, mereka pun semakin penasaran dgn hasil akhir pertandingan ini. Leo juga tdk sabar utk memenangkan pertandingan ini, jika ia menang maka ia akan mendapatkan mobil baru utk koleksi nya.
Tapi hasil akhirnya tdk seperti yg ia bayangkan, Anastasia menang dgn mutlak mengalahkan Leo. Senyuman menghiasi wajahnya, ia pun berdiri dipinggir pantai menunggu Leo yg terjatuh saat berlomba tadi.
Dgn wajah kusut Leo pun berjalan kearahnya dan berhenti tepat didepan teman-temannya.
" Ingat utk pola bear kecil ku, Leo. " ucap Anastasia.
" Iya, aku tahu. " ucap Leo kesal.
" Tangkap. "
Anastasia melemparkan sesuatu ke arah Leo, Leo pun menagkapnya dan melihat apa yg Anastasia berikan. Matanya terbelalak saat melihat apa yg ada di tangannya.
" Kak ini? " tanya Leo.
" Mobil baru, kau menginginkannya kan? " ucap Anastasia sambil berjalan kearah Villa.
Wajah Leo langsung berubah menjadi girang dan ia pun menyusul Anastasia kembali ke Vila. Damian dan yg lainnya pun juga menyusul mereka utk beristirahat karena hari sudah sore.
__ADS_1