
Hari perayaan pernikahan Stella dan Michael pun tiba, saat ini seluruh keluarga Akashia dan Manhave sedang menyambut tamu yg mereka undang. Pesta itu dirayakan di rumah keluarga Akashia yg baru, karena rumah lama mereka di ledakan oleh Stev atas permintaan Anastasia. Rumah yg sekarang cukup besar meski tdk sebesar monsion Anastasia.
Stella dan Michael juga ikut berbaur dgn tamu yg lain, membahas benyak hal dgn mereka utk mengakrabkan diri. Beberapa dari kelompok Anastasia pun sudah berada di sana, yg belum hanya tokoh utama nya saja. Anastasia masih menunggu laporan dari Jordan tentang masalah stasiun TV yg menyiarkan acara ini.
Di tempat Jordan, derap langkah orang-orang yg mengikuti nya menggema di salah satu stasiun TV terbesar di kota ini. Ia pergi menuju ruang penyiaran dimana mereka menyiarkan acara dua keluarga besar itu.
BRAK......
Jordan membuka pintu ruangan itu dgn keras, membuat orang-orang yg ada di sana terkejut. Ia pun masuk kedlm bersama dgn Stev dan Jeffry juga beberapa dari orang-orang nya, yg lain Jordan suruh berjaga di setiap lantai di tempat itu.
" Siapa kau?!! Bagaimana kau bisa masuk ke sini?? " ucap salah satu orang yg ada di sana.
" Mulai sekarang aku yg ambil alih siaran ini, jadi jgn ada yg melakukan apapun tanpa perintah ku. " ucap Jordan sambil duduk di salah satu kursi dekat layar yg ada di sana.
" Kami tdk mau menuruti orang yg tdk punya izin seperti kalian. " ucap orang itu lagi.
" Sayang sekali, kami sudah punya izin itu. " Stev memperlihatkan surat izin yg ia maksud, Anastasia sudah mempersiapkan nya agar mereka tdk terkesan seperti memaksa mereka. Iya meski utk mendapatkan surat itu Anastasia harus memaksa direktur mereka terlebih dahulu.
Orang-orang yg melihat surat itu pun langsung diam dan mematuhi apa yg mereka katakan.
" Nana, disini aman. " Jeffry menghubungi Anastasia menggunakan alat komunikasi yg ia bawa.
" Oke. " jawab Anastasia.
Ia pun meminta supirnya kembali menjalankan mobilnya menuju ke pesta keluarga Akashia. Saat mobilnya berhenti di depan rumah itu, semua wartawan yg ada di luar sana mulai memandang ke arahnya.
Dari rumah keluarga itu pun, seorang pria berlari dan langsung membukakan pintu mobilnya dan menunduk hormat. Semua orang sudah penasaran dgn siapa yg ada di dlm sana, hingga di hormati sampai segitunya.
Tiga orang gadis pun turun dari sana, mereka terpukau dgn kecantikan yg mereka miliki. Apalagi pakaian mewah yg mereka kenakan, yg memiliki harga yg sangat tinggi.
( Pakaian yg dipakai Anastasia)
( Pakaian Veronica)
( Pakaian Katania)
Mereka berjalan melewati kerumunan itu tanpa mempedulikan pertanyaan-pertanyaan yg mereka tanyakan. Saat sampai di depan pintu masuk rumah itu, orang yg menjaga langsung membungkuk seperti orang yg sebelumnya.
" Sepertinya Justic dan Zaroon sudah mengganti mereka semua. " batin Katania.
Mereka pun di tuntun menuju aula pesta di sana, pintu itu pun terbuka dan langsung memperlihatkan para pengusaha yg ada di kota ini. Anastasia dkk pun masuk ke sana dgn elegant, memperlihatkan bahwa mereka bukan orang sembarangan.
Para tamu yg melihat kehadiran nya pun mulai membicarakan mereka, ada yg terpukau dgn wajah cantik mereka, ada juga yg bertanya-tanya siapa mereka. Namun ada satu kata yg mereka sematkan dari semua itu 'perempuan yg paling depan, serasa tdk asing'.
Anastasia mengedarkan pandangan nya, mencari-cari orang yg menjadi targetnya. Ia melihat Stella sedang bersama dgn seluruh keluarga nya juga keluarga Manhave.
__ADS_1
" Ketemu. " batin Anastasia, ia memperlihatkan seringai yg sangat menyeramkan.
Ia kembali mencari-cari orang-orang nya, semuanya sudah ada di posisi masing-masing. Leo, Kriss dan Adrian pun sudah mengambil alih layar panggung di sana. Anastasia pun segera menghubungi semua orang-orang nya yg sudah siap.
" Mari kita mulai. " ucapnya.
Mereka pun segera bersiap dgn semua yg akan terjadi. Anastasia memberikan kode kpd Veronica dan Katania, mereka pun langsung pergi ke tempat seluruh keluarga itu berada. Keluarga-keluarga itu sama sekali tdk melihat kearahnya, benar-benar sangat ceroboh. Tdk melihat musuh yg datang mendekati mereka secara terang-terangan.
" Stella. " panggilnya dgn lembut.
Membuat orang yg di panggil menoleh, begitu juga dgn yg lainnya. Mereka tersentak kaget ketika melihat siapa perempuan yg berdiri di hadapan mereka.
" Anastasia?!!. " batin mereka.
Anastasia semakin melebarkan senyuman nya melihat ekspresi mereka. " Selamat utk pernikahan mu, ya. Maaf karena aku baru mengucapkan nya sekarang, kuharap kau tdk marah ya, Stella. "
Anastasia sengaja menekankan nama 'Stella' utk mempertegas bahwa dirinya benar-benar berdiri di depan mereka.
" Kenapa.... Kenapa dia ada di sini. Bukankah orang itu bilang kalau dia sudah mati. " batin Stella.
" Kak... Kak Anastasia, bagaimana kau bisa... datang ke sini?? " tanya Stella dgn gugup.
" Hemm.... Bagaimana, ya?? " ucap Anastasia berpura-pura polos.
" Apa yg kau lakukan, hah. Mencoba mengganggu pesta Stella, itu maksudmu. " tanya Vanya dgn kesal.
SRREEKK..... Anastasia membuka kipas yg ia bawa utk menutupi seringai nya.
" Ide bagus, tadinya aku hanya akan menunggu sampai pesta selesai baru bicara. Tapi tawaran mu menyenangkan. " ucap Anastasia.
" Dasar anak tdk tahu diri!! Sia-sia selama ini aku membesarkan mu, dan ini lah yg ku dapat setelah nya!! " bentak Julian.
Mendengar suara bentakan itu membuat semua tamu yg hadir lengsung menatap mereka, sisanya yg sudah mengenali Anastasia mulai membicarakan. Seolah-olah Anastasia adalah orang yg tdk tahu terima kasih.
Sedangkan Anastasia semakin melebarkan senyuman, ini lah situasi yg ia butuhkan. Ketika semua orang terpaku kpdnya, dia bisa menyebarkan ketakutan yg membuat mereka tdk bisa melawan nya.
" Bicara soal membesarkan ku, bukan kau yg melakukan nya. " ucap Anastasia.
" Apa?!! " tanya Julian.
" Benar, bukan kau yg membesarkan ku. Tapi kakek Lin yg lakukan, orang yg dibunuh putranya sendiri. Oleh adikmu Ronald Akashia. "
Semua orang terkejut mendengar itu, dan beberap terlihat gugup setelah nya. Semua ekspresi kedua keluarga itu tdk luput dari penglihatan Anastasia.
" Apa yg kau bicarakan, hah?!! Kau menunduh adikku membunuh ayahnya sendiri?!! " Julian murka, ia tdk mempercayai tuduhan itu. Yg is tahu Ronald adalah adiknya yg baik, tapi tdk tahu setiap keburukan pria itu.
" Itu benar, jgn berbohong dan menuduh adik ipar ku seperti itu!!. Dasar tdk tahu diri!! " sahut Sonya.
" Hoho.. Benarkah?? Apa kau benar-benar tdk tahu, nyonya Akashia?? Bagaimana jika aku tanyakan kpd yg lebih bersangkutan saja, ya. '
" Anastasia melirik Stella yg masih diam saja di dekat Michael, membuat perempuan itu terkejut.
__ADS_1
" Diam kau!! Sebaiknya kau jgn mengganggu keluarga ku!! Pergilah, cari ibumu yg seorang ja***g itu!! "
" Ibu siapa yg kau bilang ja***g, nyonya. "
Suara itu muncul dari balik orang-orang disamping Anastasia, tdk perlu di lihat pun Anastasia dkk sudah tahu siapa itu, Prensais. Dia muncul dari balik kerumunan orang itu, sambil menggandeng tangan Cassandra.
Semua mata tertuju kpd nya, mencoba mencari arti dari perkataan nya. Kemudian kembali kpd Anastasia dkk.
" Ah, maaf karena gangguan ini, tuan Prensais. Kami hanya mendapat kan seseorang yg tdk di undang. " ucap Maya, nyonya Manhave.
Prensais menatap Anastasia sebentar, melihat adik kecilnya itu yg terus tersenyum dibalik kipasnya. Serta Veronica dan Katania yg masih diam belum bicara.
" Aku tdk bertanya tentang itu, aku bertanya ibu siapa yg kau panggil ja***g?? " Prensais menekan kata-katanya dgn aura dingin yg membuat mereka tdk berani berucap.
Sebelum kedua keluarga itu sempat kembali berkata, Anastasia sudah lebih dulu memotong mereka.
" Dan aku bertanya siapa yg tdk di undang?? Bukankah kalian sendiri yg mengundangku?? " Anastasia menunjukkan undangan khusus yg di berikan kpdnya.
Mata mereka membelalak, undangan yg di pegang Anastasia adalah undangan yg tdk bisa di diterima orang sembarangan.
" I.. Itu.. Itu undangan yg ku berikan kpd pemilik CA Corps, bagaimana kau bisa memiliki nya?? " tanya Stella.
" Ouh, Aku mengerti. Kau mencurinya, iya kan. Dasar tdk tahu malu, datang karena tdk di undang dan kau mencuri undangan orang lain. " ucap Vanya dgn sinis.
Anastasia dan Katania hanya tersenyum mendengar itu, sedangkan Veronica menutup mulutnya agar tdk tertawa terbahak-bahak.
" Pffttt.... Bagaimana mungkin dia mencurinya, sedangkan CA Corps adalah miliknya. " sahut Cassandra.
Sekali lagi mereka sangat terkejut mendengar pengakuan itu, semua orang yg ada di sana pun ikut terkejut. Ternyata CEO dari perusahaan paling sukses di negara mereka adalah Anastasia.
" Itu.. Itu tdk mungkin, jgn sembarangan mengaku jika dia adalah pemilik perusahaan itu. Asal kau tahu, nama dari pemilik dari perusahaan itu adalah.... "
" Sia." Anastasia memotong ucapan Vanya, membuat nya diam tdk bicara. " Anastasia, bagaimana mana dari nama ku yg tdk memiliki kata 'Sia' di dlmnya?? "
Semua orang diam mendengar itu, mereka berada di antara yakin dan tdk yakin dgn apa yg mereka dengar. Anastasia pun melanjutkan kata-katanya.
Pakk.... Anastasia pun menutup kembali kipas di tangannya, dan menggenggam nya dgn kedua tanganya.
" Kalian punya dua kesalahan kpdku. Yg pertama, kalian memisahkan ku dgn orang tua kandungku. Dan setelah itu kalian menyiksaku sampai aku merasa seperti di neraka. Yg kedua, kalian telah membiarkan kakek mati begitu saja. Jika saja kalian membantu dan merawat nya sepenuh hati kakek pasti masih baik-baik saja sampai sekarang.
Tapi apa yg kalian lakukan?? Kalian tdk mempedulikan nya. Kalian hanya peduli pada harta yg akan kalian terima setelah kematian nya.
Karena itu aku datang sesuatu janjiku. Utk membalas, dan membawa kembali semua yg kalian rebut dariku. "
Ucapan Anastasia yg dingin membuat mereka merinding, apa lagi tatapan nya yg saat ini berubah jadi mengintimidasi mereka. Stella juga mulai kewalahan jika dia tdk berbuat apa-apa, ia pun kembali memulai dramanya.
Stella muali menangis " Hiks.. Kak Anastasia, apa ini semua salahku?? Aku tahu aku seharusnya tdk di sini.. Hiks.. Aku akan pergi, setelah itu kau bisa memiliki semua yg kau ingin kan lagi. Hiks... Tapi.. Kumohon, jgn ambil Mic. Aku sangat mencintai nya. "
" Stella... " ucap Michael lirih.
Anastasia hanya manatap nya datar, dia sudah terlalu benyak melihat drama seperti itu sampai ia hapal di luar kepalanya. Ia pun memukulkan kipasnya pelan di telapak tangannya, mengundang perhatian semua orang kembali ke arahnya.
__ADS_1
" Ah, tentu. Kau bisa memiliki nya, aku tdk peduli. " ucap Anastasia datar.
Mendengar itu membuat Stella melongo, bukankah Anastasia datang ke mari karena ingin merebut Michael kembali. Tapi apa yg ia dengar.....