Mafia Girl

Mafia Girl
eps 89


__ADS_3

Tiba-tiba saja sebuah suara terdengar di tempat itu, mengalihkan fokus semua orang yg ada di sana. Mereka mencari-cari asal suara dan menemukan nya di tempat Anastasia bersandar.


Anastasia menyalakan sebuah alat perekam suara, disana terdengar suara Merlia dkk yg sedang membicarakan rencana utk membully Sherly. Membuat semua orang yg ada di sana jadi percaya apa yg di ucapkan Cavita, tapi membuat Merlia dkk kesal bercampur gelisah.


Anastasia pun menatap dingin ke empat orang itu, tanpa memperdulikan orang-orang yg memperhatikan nya. Ia melangkah mendekati Merlia dan Yuna dkk.


" Aku hanya sedang ingin menunjukkan bukti yg kalian minta. Ada yg ingin kalian katakan?? " tanya Anastasia dingin.


" Ah... Tung... I.. Itu.. " ucap Merlia panik.


" Ah... Tung... Itu? Bahasa dari negara mana itu?? Bisakah kalian menggunakan salah satu dari 9 bahasa yg ku mengerti?? "


Mendengar itu membuat mereka diam tdk bisa menyahut, semua yg ada di sana pun tdk berani utk menyela karena melihat tatapan dingin dari Anastasia.


" Yg penting, sekarang kita tahu ada 4 pelaku utama. Yg satunya hanya kebetulan ada di sana, tapi tdk melakukan apapun. Hanya melihat tanpa menghentikan mereka, tatap saja dianggap bersalah. "


" Ma... Maafkan aku. " ucap Layla dgn sangat sedih dan gemetar.


" Nah, sekarang. Kalian enaknya di apakah, ya?? Ngomong-ngomong kalian menyebutku ja***g kan?? Mungkin aku harus menyebar kan video-video dan foto kalian di rumah prostitusi, mungkin sebaiknya seluruh konspirasi kalian juga ku sebarkan, ya?? "


" Kau mengancam kami, ya?? Dasar kriminal!! " bentak Merlia dgn tdk tahu malu.


Merlia masih saja setia dgn keangkuhan nya.Sedangkan Yuna dkk malah gemetar ketakutan.


" ku kira kalian punya sedikit penyesalan setelah semua yg kalian lakukan. " ucap Anastasia semakin dingin.


" Aku tdk akan pernah memaafkan mu. Keberadaan mu hanya sebuah gangguan, jika saja kau tdk datang aku pasti masih menguasai sekolah ini!!. Aku tdk mau tunduk di bawah kakimu seperti anjing yg patuh kpd majikan nya, aku akan terus membuat orang-orang di sekitar mu menderita!! Kalau sudah paham ayo bilang ' Aku mengerti Merlia, kumohon hentikan. ' Ayo bilang!!. " ucap Merlia.


Anastasia hanya menunduk dan bergumam pelan, hingga tdk ada yg mendengar nya bahkan yg berdirinya dekat dgnnya pun tdk mendengar apa yg ia ucapkan.


" Hah?!! Tdk kedengeran!! " bentak Merlia.


" .... Bunuh kau.... " ucap Anastasia masih dgn suara yg tdk jelas.


" Eh... "


Merlia jadi bingung dgn apa yg di ucapkan oleh Anastasia, ia hanya bisa mendengar beberapa kata saja tanpa ia mengerti.


" Akan ku bunuh kau!! " bentak Anastasia.

__ADS_1


Ia menendang dinding di belakang Merlia, tepat di sebelah kepalanya. Membuat Merlia mematung karena ketakutan dan juga masih tdk percaya, hanya beberapa centi lagi kaki Anastasia akan mengenai kepalanya. Tamu yg lainpun juga sama terkejut nya dgn Merlia.


Saat Anastasia menarik kembali kakinya, ia melirik ke belakang sebentar. Dinding yg halus di belakang nya langsung retak karena Anastasia menendangnya, bahkan mungkin akan tubuh jika sekali lagi ia melakukan hal yg sama.


Ia kembali melihat ke arah Anastasia dgn raut ketakutan di wajahnya, ikut memandangi apa yg ada di hadapan nya. Orang-orang juga ikut ketakutan.


" Wajahmu ingin bernasib sama dgn dinding itu?? Mungkin saja kau takkan bisa lagi melihat dirimu di cermin. Saat ini, menjadi seorang pembunuhan pun aku tdk keberatan. Aku tdk akan meminta kalian utk meminta maaf. Kalau kalian takut, menyingkirlah dari kehidupan ku. Dasar..... SAMPAH. "


Karena suasana di sana sangat hening, ucapan dingin dan bentak kan Anastasia terdengar sangat jelas di telinga semua orang. Membuat mereka yakin tdk boleh mengganggu Anastasia atau pun orang-orang yg berada di dlm lindungan nya.


Tubuh Merlia merosot di hadapan Anastasia, gadis itu menatap rendah orang yg ada di depan nya itu. Yuna dkk pun semakin gemetar karena hal itu, seharusnya mereka tdk ikut ambil bagian dlm pembully Sherly.


" Stev. " panggil Anastasia.


Stev pun langsung berjalan mendekati Lady nya dan membungkuk hormat.


" Lady, ada yg bisa saya bantu? " tanyanya.


" Keluarkan, Yuna Arianda, Serena Naomi, Talia Isabela, dan Merlia Scarlett dari sekolah. Pecat kepala sekolah atas tuduhan penyalah gunakan dana sekolah dan ganti dgn orang-orang kita. "


" Baik Lady. " ucap Stev. " Nah, Nona-nona. Silahkan pergi dari sini dan jgn kembali lagi. "


" Kau tdk bisa melakukan ini, atas dasar apa kau mengeluarkan kami seenaknya?!! " tolak Yuna.


" Dasar?? Atas dasar apa, ya?? Atas dasar aku pemilik sekolah ini, dan kalian menyalahi aturan yg ku buat. " ucap Anastasia dingin.


Yuna tdk bisa lagi melawannya, tdk ada belas kasihan dimana perempuan di hadapan nya. Ia benar-benar menyesali tindakan nya yg merasa paling benar di sana.


" Wow, adikmu benar-benar hebat Ren. " ucap Riyan.


" Tentu saja, dia sangat hebat. " ucap Prensais bangga.


" Kau tahu soal ini?? " tanya Ryuzen kpd Damian yg dari tadi hanya diam saja.


" Kurang lebih begitu. " jawab Damian.


Ia pun memerintahkan orang-orang Anastasia yg berjaga di sana utk membawa keempat perempuan itu pergi dari sini. Suasana di sana masih hening bahkan setelah kepergian Merlia dkk. Orang-orang menunggu apa yg akan di ucapkan Anastasia.


Anastasia berjalan mendekati Layla yg masih diam menunduk karena menyesali apa yg terjadi, ia seharusnya membantu Sherly di toilet tadi.

__ADS_1


" Jgn khawatir, kami tdk menyalahkan mu. Mulai sekarang tdk usah ikut campur lagi. "


" Terimakasih, Anastasia. Kau benar-benar penyelamat di sini. " ucap Layla tersenyum senang. Yg dibalas senyum tipis dari Anastasia, ia pun berbalik menghadap para tamu yg ada di sana.


" Aku minta maaf kpd para tamu karena kejadian ini. Sebagai gantinya aku memiliki hadiah utk kalian sebagai permintaan maaf. "


Anastasia pun menepuk tangannya dua kali, dan masuklah orang-orang nya ( Yg perempuan) sambil membawa kotak-kotak di tangan mereka. Mereka membagikan hadiah itu kpd masing-masing orang yg ada di sana, sesuai intruksi dari dari Lady mereka. Setelah selesai mereka pun langsung pergi dari ruangan itu.


Para tamu terkagum-kagum dgn apa yg mereka dapat. Para perempuan mendapatkan kalung berlian yg sangat mahal, dan para pria mendapatkan jam tangan yg di pesan khusus oleh Anastasia yg juga memiliki harga yg fantastis.


" Semoga kalian menyukai hadiah itu. Dan sekarang mari kita lanjutkan pesta yg tertunda ini. " ucap Anastasia.


Pesta itu pun dilanjutkan sampai jam yg di tentukan Anastasia. Kali ini tdk ada hal lain yg menjadi pengganggu di tempat itu, mereka menikmati semua hal yg di siapkan di tempat ini.


Ketika Pesta itu berakhir semua orang pun pulang dgn teratur, mereka masih saja membicarakan hal yg terjadi tadi. Tapi mereka membenarkan apa yg di lakukan Anastasia di sana.


" Jadi kakak sudah tahu, ya? " tanya Sherly.


Saat ini mereka sedang berkumpul di parkiran, membicarakan apa yg direncanakan Anastasia sebelumnya.


" Iya, aku tahu semuanya. " jawab Anastasia.


" Be... Begitu, ya. Bagaimana menurut kakak, apa aku.... "


" Kau sudah benar. kau bisa saja mengadukan ini kpdku dan tdk pernah tumbuh. Tapi apa yg kau lakukan itu sudah benar jadi kau tdk perlu ragu, lakukan saja apa yg kau inginkan. Bahkan jika kau ingin memukul presiden sekali pun, aku yg akan bertanggung jawab. "


Sherly tertawa kecil mendengar tawaran memukul presiden, tapi ia juga tahu batasannya.


" Jgn bercanda kak, jika aku memukul presiden bisa-bisa negara ini hancur. " ucap Sherly.


" Tdk mungkin, kau sendiri tahu negara ini sudah di kuasai mereka berdua. " ucap Jeffry menunjuk Anastasia dan Damian yg mentap nya datar.


" Benar juga, jika kau memukul presiden. Bisa-bisa presiden sendiri yg jatuh karena Anastasia. " ucap Ryuzen membenarkan.


Mereka pun tertawa karena membayangkan apa yg akan di perbuat Anastasia jika itu benar-benar terjadi. Sepertinya akan menjadi hal yg menarik begi mereka.


" Sudahlah, ayo pulang. " ucap Damian.


Mereka pun segera masuk ke mobil masing-masing dan pergi dari sana. Malam berakhir dgn baik bagi mereka, dgn suasana yg mereka rasakan saat ini begitu menyenangkan. Tanpa ada hal yg mereka sesali, mereka bersyukur karena bisa mengenal Anastasia.

__ADS_1


__ADS_2