Mafia Girl

Mafia Girl
eps 105


__ADS_3

**Seminggu kemudian....


Seperti rencana, Anastasia dan Damian benar-benar menikah hari ini. Anastasia juga nampaknya sudah agak melupakan tentang kegelisahan nya beberapa hari yg lalu. Mereka menyelenggarakan pernikahan dgn tdk terlalu mewah, mereka hanya mengundang beberapa orang penting saja.


Setelah mengucapkan janji suci mereka pun akhirnya resmi menjadi suami istri, dan itu menjadi kebahagiaan bagi semuanya, terutama Anastasia dan Damian sendiri.


" Selamat sayang, akhirnya kau akan punya keluarga sendiri. " ucap Clara dan Claudia.


" Terima kasih, mamah, ibu. " sahut Anastasia. Senyum manis terus mengembang di wajah cantiknya.


" Ingat utk menjaganya, Damian. " ucap Albert.


" Aku tahu, ayah. Tdk akan ku biarkan seseorang bisa tenang jika mengganggunya. " ucap Damian pasti.


" Iya, itu bagus. Mulai sekarang kami menyerah kan nya pada mu, ya. " ucap Aria.


" Tentu, pah. "


" Aduh-duh, lihat lah sekarang kau yg mendahului ku. " ucap Prensais memeluk adik kesayangan nya itu dgn erat.


" Makanya kakak segera ajak sandra menikah, dong. " ucap Anastasia.


Prensais hanya mengangguk-anggukan kepalanya, sebagai jawaban dari ucapan Anastasia. Sebenarnya dia memang berencana begitu, tapi pernikahan Anastasia yg mendadak sempat membuat semua terkejut. Dan Cassandra memilih utk menunda pernikahan nya dgn Prensais.


Karena Damian jadi sibuk dgn para pria, Anastasia pun memilih mencari sahabat-sahabatnya yg entah berkumpul di mana.


" Nana.." penggil Vero dkk dan yg lain.


Mereka melambaikan tangannya utk meminta Anastasia mendekat, Anastasia pun menghampiri mereka.


" Selamat ya, nana kami sekarang menikah. " ucap mereka serempak.


" Iya, jadi kapan yg lainnya?? " tanya Anastasia.


" Nanti kalau udah waktunya. " ucap Veronica.


" Kok malah terdengar tdk yakin, sih. " ucap Anastasia datar. " Ngomong-ngomong, bagaimana hubungan mu dgn Ryu, Katania?? "


" Ah, ka.. kalau itu... Kami baik-baik saja kok. Dia juga perhatian padaku. "


Katania jadi tersipu karena ditanya tentang hubungan nya dgn Ryuzen, memang itu selalu membuat yg lain penasaran. Apa lagi dgn sikap Ryuzen yg selalu datar itu, dan Katania yg lembut dan murah senyum.


" Heee.... Aku tdk menyangka Ryu bisa seperti itu. " ucap Cassandra.


" Sama. Biasanya kak Ryu selalu datar, sih." ucap Violetta.


" setuju. " sahut Sherly.

__ADS_1


" Yah, seseorang memang bisa berubah jadi berbeda jika bersama dgn orang yg mereka cintai. " ucap Veronica.


Yg lain juga mengangguk setuju dgn ucapan nya, iya memang contohnya adalah Anastasia dan Damian.


" Dan, oh. Nana kau harus siap-siap utk nanti malam. " ucap Cassandra sambil menggerak kan alisnya naik turun.


Anastasia hanya memiringkan kepalanya, tanda tdk mengerti dgn ucapan Cassandra.


" Memangnya akan ada apa?? " tanyanya.


" Ya ampun, nana. Kau itu tdk tahu atau pura-pura tdk tahu, sih. " Veronica merangkul pundak Anastasia sambil menunjukkan senyum gosipnya. " Menurut mu apa yg di lakukan sepasang suami istri saat malam hari, huh?? " lanjutnya.


Wajah Anastasia seketika berubah semerah tomat, tentu ia tdk berpikir teman-temannya akan membicarakan hal itu. Sedangkan yg lain malah tersenyum dgn sangat menyeramkan ( menurut Anastasia).


" Stop, stop, stop. Kenapa kalian malah membicarakan hal itu?? " tanyanya dgn wajah yg masih memerah.


" Ya, kak nana hati-hati saja. Bisa-bisa kak Damian membuat kakak tdk bisa berjalan, hohoho.. " ucap Violetta ikut menggoda Anastasia.


" Vio!... Jgn ikutan!. "


Mereka hanya tertawa melihat Anastasia yg malu, mereka hanya berniat menggodanya saja. Tapi hasilnya benar-benar membuat mereka gemas kpd Anastasia. Sedangkan di tempat Damian, mereka saat ini sedang bicara dgn serius.


" Jadi... Apa yg kau dapatkan, Jordan?? " tanya Damian.


" Hanya beberapa hal, sepertinya dia benar-benar sangat berhati-hati dgn hal ini. " sahut Jordan.


" Ngomong-ngomong, kenapa kau mau tahu tentang orang itu, sih?? " tanya Justic.


" Ah, aku mengerti. Dia mencoba merebutnya, kan?? "


Ryuzen mengatakan itu sambil menunjuk Anastasia yg sedang berkumpul dgn teman-temannya. Dan ucapan itu dibalas anggukan oleh Damian, sedangkan yg lain nya terkejut.


" What?? Memang dia siapa?? " tanya Jeffry.


" Kak Jeff tdk tahu?? " tanya Leo. Dibalas gelengan kepala Jeffry.


" Dia seorang psikopat, kekuatan dan kekuasaan nya memang tdk sebesar kak Damian dan kak Nana. Tapi dia orang yg sangat nekat, dia bisa menggunakan apapun utk mendapatkan apa yg dia inginkan. " ucap Jordan.


" Dan sekarang dia menginginkan, Nona Anastasia. " lanjut Stev.


Mereka nampak berpikir, apa yg mungkin terjadi setelah ini, dan itu pasti bukan sesuatu yg baik.


" Apa kita perlu menyerangnya duluan?? " tanya Leo.


" Tdk, justru mungkin itu yg dia inginkan. Jika kita menyerangnya.. Sudah pasti kita tdk akan mengajak Nana yg merupakan apa yg ia inginkan, kan. Dan dgn begitu kita juga malah meninggalkan nya tanpa penjagaan. " ucap Zaroon.


" Dan meski kita membuat anak buah kita menjaganya, siapa yg bisa menjamin apa yg akan pria itu lakukan kpd bibi Mei, Lucas, dan Diana. Bagaimana dgn keluarga Chornelia dan Crawless. " lanjut Ryuzen.

__ADS_1


" Lalu apa yg akan kita lakukan?? Bisa jadi dia juga menyusupkan seseorang di antara orang-orang di sekitar kita. " ucap Kriss.


" Apa ada orang-orang baru yg masuk ke monsion, Adrian?? " tanya Justic.


Adrian berpikir sebentar, " sejauh ini hanya ada dua orang yg bekerja sebagai pelayan, itu pun mereka akan bekerja dua minggu lagi. Yah, saat dua orang pelayan lain akan mengambil liburan mereka. " ucapnya.


" Ah, benar juga. Ngomong-ngomong aku curiga kpd salah satunya. " ucap Jeffry.


Mendengar itu membuat yg lain menjadi penasaran, apa yg membuat Jeffry sampai curiga seperti itu. Jeffry memang dikenal sebagai orang yg sangat peka terhadap hal-hal kecil, dia juga bisa membaca ekspresi wajah seseorang. Atau singkat nya dia itu pakar ekspresi.


" Apanya?? Apa yg kau temukan?? " tanya Zaroon.


" Hemm.... Kau ingat seseorang yg bernama Alexandra Atlanta itu, Adrian?? " tanya Jeffry.


" Iya, aku ingat. " ucap Adrian.


" Nah, saat kita mempertanyakan alasan ia bekerja di kediaman. Dia benar-benar terlihat cemas akan sesuatu dan saat berkeliling kediaman, dia juga seperti mencari-cari sesuatu yg ada di sana. "


" Jadi maksudmu kau curiga padanya?? " tanya Justic.


" Iya, itu bisa saja kan. Dia bertingkah sangat mencurigakan. "


" Bagus, kalau begitu kalian harus mengawasinya. Bukan hanya dia, tali juga seluruh pekerja yg lain, sedangkan utk mafioso biar Ryu dan Justic yg lakukan. " ucap Damian.


" Baiklah, itu gampang. "


" Oh, bagaimana jika kita sadap saja telpon nya?? " usul Kriss.


Mereka berpikir sejenak tentang usulan Kriss, tentu itu ide yg sangat bagus.


" Bukan ide yg buruk. " ucap Stev.


" Kita terapkan juga kpd yg lain? " tanya Leo.


" Tentu, lakukan saja. " ucap Damian.


Dan akhirnya rencana mengatasinya tercapai, mereka harus ekstra hati-hati dgn hal ini. Salah-salah mereka bisa saja malah membuat apa yg diinginkan orang itu menjadi lebih mudah terwujud.


*****


Wiii.... Halo-ha guys..... 👋👋


Maaf nih author dah lama ga up, soalnya author kehabisan ide utk kelanjutan nya. Dan juga author nya males ngetik juga sih..... 😅😅😋


Tapi yah, author sekarang dah up jadi..... Yeyyy.... 😆😆


Menjelang akhir dari cerita ini wajar lah jika author males-malesan dikit, buat ngisi ide kelanjutan nya 😙😙. Jadi mohon di maklum ya... 😁

__ADS_1


Author cuma mau ngingetin, kalau suka sama karya author jgn lupa like, komen dan.... Vote ya kalau mau sih, author gak maksa kok. Makasih juga buat yg udah dukung cerita ini sampai bisa sejauh ini..... 😘😘


------------------------------------------------------------------------


__ADS_2