
Sekitar 45 menit kemudian mereka sampai didepan minsion, Anastasia merasa heran karena keadaan monsion sangat sepi, bahkan tdk ada cahaya sedikit pun. Ia mengawasi sekitar karena takut ada penyerangan.
" Kenapa disini sangat sepi, kemana yg lainnya? " tanya Anastasia.
Mendengar itu membuat mereka tahu jika Anastasia sendiri tdk mengingat hari apa ini. Mereka tersenyum dan tiba-tiba saja menutup mata Anastasia, Anastasia sendiri terkejut dgn apa yg mereka lakukan.
" A.. Apa yg kalian lakukan? Lepaskan penutup mata ini. " ucap Anastasia.
" Sudahlah, kami ingin menunjukkan sesuatu utk mu? " ucap Veronica.
" Sesuatu? Jgn bercanda dgn ku, Veronica!. Kau tdk berencana menceburkan ku ke kolam kan? "
" Itu ide yg bagus, tapi bukan itu. "
" Sudahlah kak, ikut saja. Ayo aku yg tuntun kakak. " ucap Sherly.
" Jgn khawatir, ini bukan jebakan. " ucap Cassandra.
Anastasia hanya bisa pasrah ketika mereka membawa paksa dirinya, ia tdk tahu kemana mereka membawanya tapi ia dpt memastikan kalau mereka tdk masuk ke dlm monsion. Saat sampai ditempat yg ditentukan, mereka langsung menjauh dari Anastasia dan berdiri didepan nya bersama yg lainnya.
Veronica sendiri tetap dibelakang Anastasia dan membuka penutup mata Anastasia. Setelah penutup mata itu dibuka dan disaat yg sama semua lampu yg ada disana menyala, Anastasia mulai membuka matanya dan ia terbelalak kaget dgn apa yg ia lihat.
" SELAMAT ULANG TAHUN, NANA. " all.
" Ka.. kalian... " ucap Anastasia.
" Selamat ulang tahun, Nana. " ucap Veronica memeluk Anastasia dari belakang.
" Kalian merencanakan ini? " tanya Anastasia.
" Iya sayang, kau menyukainya? " tanya Clara dan Claudia.
Anastasia tdk bisa lagi berkata-kata, ia begitu senang dan terharu dgn apa yg mereka lakukan. Air mata pun mulai mengalir dari matanya, sebuah senyum lebar terukir diwajahnya, membuat semua orang yg ada disana senang.
" Iya, aku sangat menyukai nya. Terima kasih. " ucap Anastasia terharu.
" Ya ampun, sejak kapan putri mamah ini menjadi cengeng. " ucap Clara menggoda Anastasia.
" Sepertinya dia benar-benar senang. " ucap Claudia.
Mereka pun langsung memeluk erat Anastasia yg sedang menangis bahagia. Ia tdk pernah merayakan ulang tahun sejak 4 tahun lalu, dan saat hari ulang tahunnya keluarga itu selalu mengurung Anastasia diruang bawah tanah dan menyiksa Anastasia. Karena itulah ini menjadi hal yg paling membahagiakan baginya, apalagi ia merayakan nya bersama orang-orang yg menyayangi nya.
Tdk lama kemudian Clara dan Claudia melepaskan pelukan mereka, Anastasia berjalan menghampiri Albert dan Aria. Ia pun langsung memeluk mereka berdua, mereka pun membalas pelukan dari Anastasia. Dan selanjutnya giliran teman-teman nya dan Damian yg memberinya pelukan.
Malam itu adalah malam yg paling indah bagi Anastasia, ia bisa merayakan kebahagiaan bersama orang-orang yg paling berharga bagi nya. Karena malam semakin larut dan udara semakin dingin, mereka pun memilih utk mengakhiri pesta itu dan masuk ke dlm. Clara, Aria, Albert dan Claudia pun memilih utk menginap karena Anastasia melarang mereka kembali larut malam.
Anastasia juga memilih utk pergi kekamar nya dan membersihkan diri, setelah selesai ia pun keluar dari kamar mandi. Ia melihat Damian yg sedang duduk menunggu nya.
__ADS_1
" Kau sudah selesai? " tanya Damian tersenyum kearahnya.
" Iya... Apa yg kak Ian lakukan disini? " tanya Anastasia.
" Tdk ada, sih. Kemarilah biar kekeringan rambut mu. " ucap Damian.
Anastasia pun duduk ditepi ranjang dan membiarkan Damian mengeringkan rambutnya, ia sangat senang karena diperlakukan dgn manja oleh Damian.
" Hemm... Kak Ian, kudengar kalian akan mempercepat liburan kita. " ucap Anastasia.
" Jadi? " tanya Damian.
" Kapan berangkat nya? " Anastasia berbalik utk melihat Damian.
Damian hanya tersenyum dan menempelkan jari telunjuknya dibibirnya.
" Rahasia. " ucap Damian.
Anastasia yg kesal memajukan bibirnya dan kembali berbalik membelakangi Damian, ia mendengus karena tdk mendapatkan jawaban yg pasti dari Damian. Damian yg melihat itu hanya terkekeh, ia kemudian memeluk Anastasia dari belakang dan menaruh dagunya di pundak Anastasia.
" Apa kau marah? " tanya Damian.
" Menurutmu? " tanya balik Anastasia.
" Sudahlah jgn marah lagi, aku punya sesuatu utk mu. " ucap Damian.
Damian pun memeberikanmu sebuah kotak kecil berbentuk persegi panjang. Saat Anastasia membukanya ia terlihat sangat senang karena hadiah dari Damian.
" Ini... " ucap Anastasia.
" Utk mu. Mungkin tdk seperti yg kakak lin berikan, tapi itu hadiah utkmu. " ucap Damian.
" Terima kasih, aku sangat menyukai nya. "
" Hanya ucapan Terima kasih saja kah? "
Anastasia tdk mengerti dgn yg diucapkan oleh Damian, ia pun berbalik dan menatap Damian dgn tatapan bertanya. Damian sendiri terus tersenyum kpdnya dgn senyuman yg misterius, Anastasia hanya menatapnya datar dan seketika berubah menatapnya dgn tajam.
" Kak Ian, mesum. " ucap Anastasia dgn tatapan tajam.
" Tdk, aku kan belum mengatakan apa yg kuinginkan. " ucap Damian.
" Jadi? " tanya Anastasia dgn polos.
Damian kembali tersenyum, ia kemudian menarik dagu Anastasia dan langsung me****t bibir nya. Anastasia sedikit kaget karena Damian tiba-tiba menciumnya, tapi ia kemudian membalas ciuman itu dan mengalungkan tangannya di leher Damian.
Ciuman mereka semakin panas dan Damian semakin mengeratkan pelukan kpd Anastasia, saat dirasa pasokan oksigen semakin menipis ia pun melepaskan ciuman mereka. Ia mengelus pipi Anastasia dgn lembut dan terus memandangi nya, memandangi wajah yg selalu ia mimpikan sejak dulu. Wajah anak kecil yg dulu mengulurkan tangannya dgn sukarela dan tersenyum dgn tulus.
__ADS_1
" Kak Ian. " ucap Anastasia.
Mendengar itu membuat lamunan Damian buyar, ia melihat Anastasia sedang menatapnya bingung. Ia pun hanya tersenyum karena melihat ekspresi itu.
" Kenapa kak Ian melamun seperti itu, bisa-bisa kesambet setan loh. " ucap Anastasia.
Damian terkekeh mendengar ucapan Anastasia.
" Setan tdk akan mengganggu ku. " ucao Damian.
" Kenapa? " tanya Anastasia.
" Karena setan yg takut pdku. " ucap Damian dgn percaya diri.
" Lalu kenapa kau tdk membuat setan-setan genit itu pergi? " tanya Anastasia datar.
Damian tertawa mendengar ucapan Anastasia, karena Anastasia menyebut orang-orang yg berusaha mendekatinya dgn sebutan 'setan'.
" Jika mereka 'setan', lalu kau siapa? " tanya Damian.
" Mereka itu setan, sedangkan aku itu iblis. " ucap Anastasia tersenyum.
" Kalau aku? "
" Kalau kak Ian, Kau adalah dewa yg diidam-idamkan oleh semua orang. "
" Benarkah? Jika begitu aku pasti banyak yg mau. "
" Iya itu benar, tapi aku akan mengirim mereka ke hadapan raja Hades sebelum mereka bisa mendapatkan mu. "
" Kalau begitu aku tdk perlu repot utk menyingkirkan mereka."
" Iya, iya. aku mau tidur saja, pergi sana. " usir Anastasia.
Ia pun membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya, dan mulai memejamkan matanya. Tapi tdk disangka, tangan kekar Damian tiba-tiba saja kembali memeluknya dari belakang. Ia kira kalau Damian sudah keluar, tapi ternyata dia masih ada disini.
" Kak Ian. " ucap Anastasia terkejut.
" Kalau begitu ayo tidur bersama. " ucap Damian.
" Haah?? "
" Kenapa? Lagi pula kita pernah tidur bersama"
" Iya, terserah kak Ian saja lah. "
Tdk lama kemudian mereka pun terlelap dgn posisi Damian yg terus memeluk Anastasia dari belakang. Dan saat pagi menjelang.....
__ADS_1