Mafia Girl

Mafia Girl
eps 93


__ADS_3

Pagi ini Stella membantu suaminya utk bersiap ke kantor, ia tdk lagi memikirkan apa Anastasia akan membalas nya atau tdk. Ia yakin karena selama 3 tahun ini dia tdk kunjung muncul, dan orang yg ia suruh utk mencarinya mengatakan kalau Anastasia telah mati.


Iya tentu saja orang itu juga sebenarnya suruhan Anastasia, ia ingin membuat Stella merasa menang terlebih dahulu. Agar saat ia jatuh akan terasa lebih menyakitkan. Semua keluarga Akashia dan Manhave juga tahu akan hal itu, mereka tdk akan berpikir kalau Anastasia saat ini ada di kawasan mereka dan sedang mempersiapkan pembalasan yg akan membuat mereka hancur seketika.


" Nah, selesai. Apa kau akan pulang malam, Sayang?? " tanya Stella.


" Iya tergantung kondisi nya, jika aku akan pulang aku akan memberitahu mu. " jawab Michael.


" Baiklah. "


Michael pun mengecup kening Stella singkat dan kemudian pamit pergi.


" Aku pergi dulu. "


" Hati-hati di jalan. " Stella melambaikan tangannya kpd Michaela.


Setelah suaminya itu pergi ia pun kembali ke kamarnya, sudah selama ini dia memakai topeng utk membuatnya terlihat baik dan lemah. Ia sudah mulai bosan dgn itu, tapi jika ia menunjukkan dirinya yg sebenarnya Michael mungkin akan berpikir jika masalah Anastasia dulu adalah rencana nya.


" Haah... Akhirnya tdk akan ada lagi yg mengganggu ku, wanita itu juga sudah mati. " ucapnya dgn seringai mengembang di wajahnya.


Saat tengah asik dgn lamunan nya, ia dibubarkan dgn suara telpon yg ada di sisinya. Ia pun bangkit dan melihat siapa yg pagi-pagi sudah menelpon nya. Nama yg ada di sana adalah 'Lolita', ia pun mengangkat telpon itu.


" Ada apa, Lolita?? "


" Stella... Hiks, tolong aku. "


Stella menjadi bingung karena mendengar suara Lolita yg menangis di sebrang telpon.


" Ada apa dgnmu?? "


" Stella, aku hancur.. Hiks.. Karir ku hancur. Ada yg menyebarkan Video ku saat tidur dgn orang-orang itu.. Hiks.. Bagaimana ini..?? "


" Apa?!! "


Mata Stella membelalak ketika mendengar nya, ia tdk tahu lagi apa yg harus ia lakukan utk orang seperti Lolita yg tdk pernah bisa duduk diam. Ia pun langsung mencari video yg di maksud Lolita, dan saat ia menemukan nya ia benar-benar tdk tahu lagi.


" Kali ini siapa yg kau singgung, Lolita?!! "


" A.. Aku, aku tdk menyinggung siapapun, aku menuruti semua perkataan mu. "


" Terakhir kali kau terlibat hal seperti ini, kau juga tdk mengatakan nya kpdku!! Kau pikir aku orang yg bisa menyelesaikan hal ini secara instan apa?!! "


" A.. Aku.. Aku.. "


" Dengar!! Aku tdk bisa lagi membantu mu jika begini, kau harus mencari orang lain yg bisa!! "


" A.. Apa?? Apa kau tdk mau membantu ku lagi?! Setelah semua yg ku lakukan utkmu!!. "


" Haha... Membantu ku apa?? Selama ini kau hanya diam dan melihat tanpa membantu ku, apa yg telah kau berikan, hah?!! "


" Ka.. Kau, apa kau ingin aku melaporkan semua kejahatan mu selama ini?!! "


" Hahahaha.... Lakukan saja jika kau bisa, menurutmu kenapa aku mengatakan itu kpdmu, hah. Karena tdk akan ada yg percaya kpdmu, dan setelah nya hidupmu juga akan berakhir. "

__ADS_1


" Apa maksud mu?? "


Tiba-tiba saja di tempat Lolita terdengar suara pintu terbuka dgn pelan, ia pun reflek menoleh dan melihat seorang pria berpakaian serba hitam dan menggunakan masker.


" Siapa kau?!! Beraninya kau masuk ke rumah ku tanpa ijin!! "


" Aku, bukan siapa-siapa. Aku yg akan mengakhiri mu. "


Setelah mengucapkan kata-kata itu, pria tersebut mengarahkan sebuah pistol kpd Lolita. Lolita yg terkejut belum sempat utk memproses apa yg terjadi di hadapan nya, pria itu lebih dulu menembakkan senjatanya tepat ke jantung nya.


Lolita langsung mati seketika. Pria itu menghampiri mayat Lolita yg terbaring di lantai, ia mengambil telpon nya yg masih terhubung dgn Stella.


" Misi selesai. " ucap pria itu kpd Stella.


" Kerja bagus, pastikan semua buktinya mengarahkan kpd wanita itu sendiri. "


" Maksudmu kau ingin membuat nya terkesan bunuh diri. "


" Tentu saja. "


" Baiklah, tapi jgn lupa dgn sisa bayaran nya. "


" Jgn khawatir soal uang, aku akan langsung mengirimnya ketika kau menyelesaikan nya. "


" Oke. "


Sambungan itu pun putus, dan Stella tertawa dgn penuh kegembiraan karena satu-satunya orang yg mengetahui rahasia kecilnya sudah tiada. Akhirnya tdk akan ada lagi orang yg bisa menandingi nya.


" Haha.. Jadi dia langsung membuangnya ketika sudah tdk berguna. " ucap Anastasia.


" Lady, apa kita perlu mengawasi Stella?? " tanya Stev.


" Tdk perlu, toh pesta juga 2 hari lagi. Dan, oh. Hari ini aku akan keluar bersama kak Ian, ku serahkan urusan di sini pada mu, Stev. "


" Tentu, Lady. Anda tdk perlu khawatir. "


Anastasia hanya mengangguk dan kemudian pergi dari ruangan itu diikuti Stev, ia pun langsung pergi ke depan dan melihat Damian sudah menjemput nya.


Damian yg melihat kedatangan Anastasia menurunkan kaca mobilnya dan menyuruh Anastasia masuk, setelah itu mereka pergi dari sana.


" Kita mau ke mana, kak?? "


" Apa kau tdk mau jalan-jalan dulu?? Lagi pula tdk mungkin ada yg mengenali mu jika kau mengenakan kacamata sehitam itu. "


Damian menunjuk kpd kacamata hitam yg ada di kepala Anastasia.


" Lalu rambutku?? "


" Jgn khawatir, orang akan berpikir kau mewarnai nya. "


Anastasia mengangguk-anggukan kepalanya, benar juga orang tdk mungkin sembarangan menyebut nama seseorang. Dan lagi penampilan nya saat ini jauh berbeda saat dia masih tinggal di kota ini. Mereka pun pergi ke sebuah taman hiburan yg ada di kota ini.


" Kenapa ke taman hiburan?? " tanya Anastasia.

__ADS_1


" Kau tdk suka, kita bisa ganti tempat lain. " sahut Damian.


Anastasia pun langsung melihat kearah Damian setelah mendengar itu, karena sebenarnya dia juga ingin pergi ke sana.


" Tdk, bukan tdk suka. Tapi aku terkejut saja, kupikir kak Ian tdk mau ke sini. "


" Dan kenapa begitu?? "


" Iya, hanya pikiran ku saja. " ucap Anastasia " Duh, kenapa aku bilang begitu. Kan aku mau ke sana. " batin.


Meskipun wajah Anastasia menatapnya, Damian bisa tahu jika Anastasia sebenarnya ingin ke sana. Telihat sekali karena matanya tdk menatap mata Damian, dan wajah memerah karena malu. Ia hanya tersenyum melihat tingkah Anastasia yg seperti itu.


" Tapi kau suka kan?? Aku tahu kok. "


" Bagaimana kak Ian tahu?? "


" Hemm.. Ada deh. "


Damian tertawa ketika melihat wajah kesal Anastasia. Iya, Anastasia kesal karena Damian tdk menjawab pertanyaan nya dgn benar, ia memukul lengan Damian pelan dan kemudian ikut tertawa bersamanya. Damian pun langsung menarik tangan Anastasia dan masuk ke sana bersama.


Di sebrang jalan depan taman hiburan, tepatnya di sebuah restoran di sana. Seorang pria melihat mereka dgn wajah terkejut, atau mungkin karena melihat Anastasia. Dia adalah Michael, ia datang ke sana karena menemui rekan bisnis nya. Mereka memilih tempat itu karena sang rekan sedang menemani istri dan anaknya ke sana.


Saat matanya menangkap sosok perempuan di masa lalu nya, ia sangat terkejut. Ia bahkan tdk bisa memalingkan wajahnya ketika melihat perempuan itu tertawa dgn sangat gembira.


" Anastasia?!!. " batinnya.


Michael terpaku beberapa saat sampai Anastasia dan Damian masuk ke sana, jujur ada perasaan aneh di hatinya ketika melihat itu. Selamat sebuah rindu yg tdk bisa ia tahan lagi, rasanya dia ingin datang ke sebrang sana dan memeluknya.


Tapi saat ia melihat orang yg ada di samping nya, tertawa dan bercanda dgnnya entah entah kenapa dia merasa cemburu. Lagi pula itu belum tentu Anastasia, pikirnya.


" Tuan Manhave?? " tanya seseorang yg ada di samping nya dan membuyarkan lamunan Michael.


" Ah, iya?? "


" Apa ada yg salah, tuan??


" Tdk, maaf karena aku diam secara tiba-tiba. Aku hanya seperti melihat teman lamaku, tapi dia sudah pergi. "


" Jadi, apa kita bisa melanjutkan diskusi nya, tuan?? "


" Tentu saja. "


Mereka pun kembali ke urusan mereka, namun pikiran Michael tdk bisa lepas dari sosok perempuan itu. Wajahnya, senyuman nya, dan yg paling mencolok adalah rambutnya. Perempuan itu jelas-jelas Anastasia yg ia kenal dulu, perempuan yg pernah ia cintai dan mungkin masih.


Perempuan itu tertawa dgn sangat gembira, tawa yg tdk pernah di perlihatkan kpdnya dulu. Bahkan sebuah senyuman pun terkesan seperti dipaksakan olehnya, tapi ia melihat dia baru saja tertawa dan tersenyum dgn sangat gembira.


Ia buru-buru menyingkirkan pikiran yg tdk benar itu, jika ia melanjutkan nya bisa-bisa ia benar-benar cemburu kpd orang yg belum tentu Anastasia. Lagi pula dia tahu apa yg terjadi kpd Anastasia setelah pergi dari kediaman Akashia ( Yg jelas info palsu).


" Anastasia sudah tiada, dia pasti orang lain. " batin.


Meyakinkan dirinya sendiri bahwa yg ia lihat hanya ilusi, meski sebenarnya ia memang di hantui bayang-bayang Anastasia sejak memulai hubungan dgn Stella. Seolah ia tdk rela jika perempuan itu pergi, jelas-jelas dirinya sendiri yg membuang perempuan itu.


Ia bahkan tdk mempercayai nya karena perkataan Stella.

__ADS_1


__ADS_2