Mafia Girl

Mafia Girl
eps 77


__ADS_3

* Di bar


Anastasia baru saja sampai di sana, ketika memasuki bar itu ia memilih duduk di depan peramu yg ada di sana. Karena sekarang ia melepaskan topengnya, tentu saja ia menjadi pusat perhatian di sana.


Siapa yg tdk mengenali Anastasia di kota itu, mereka langsung tahu dlm sekali lihat. Mereka memandangnya berpikir jika ini adalah kesempatan yg bagus utk mendekati nya.


" Apa yg anda pesan, nona? " ucap pria peramu yg ada di hadapannya.


" Berikan aku wine. " jawab Anastasia datar.


Pria itu hanya mengangguk dan kemudian menuangkan wine itu ke dlm gelas di hadapan Anastasia, seperti yg selalu dia pesan. Anastasia memandangi minuman di depannya sejenak, ketika seorang pria berjalan kearahnya dan berdiri di sampingnya.


" Halo, nona cantik. Kenapa kau sendirian? " tanya nya.


Anastasia tdk menjawab ucapan pria itu, ia malah lebih fokus kpd minuman nya. Pria itu tdk merasa kesal karena Anastasia tdk merespon ucapan nya, itu karena dia sudah tahu kalau Anastasia dikenal dgn sebutan CEO dingin.


" Ya ampun, jadi rumor itu benar ya. " ucap pria itu.


Kali ini ia berhasil membuat Anastasia menatapnya penasaran, terlihat dari ia yg menaikan salah satu alisnya.


" Kau tdk tahu, orang-orang memanggil mu CEO perempuan paling dingin, loh. " ucapnya.


Anastasia hanya beroh ria mendengar itu, iya karena itu memang benar, rumor yg tdk asing baginya.


" Jika kau mau, kau bisa bergabung dgn pekerjaan kami yg lain loh. " pria itu tersenyum sangat lebar karena berpikir mendapatkan keberuntungan besar.


Pria itu berusaha membuat Anastasia membantunya, pekerjaan yg ia maksud adalah menyelundupkan barang-barang terlarang seperti nerkoba dll. Jelas sekali dia ingin memanfaatkan Anastasia, dgn kekuasaannya mereka akan lebih mudah melakukan itu. Namun bukan hanya itu yg mereka incar.


" Aku menolak. " tolak Anastasia dgn cepat sambil meminum wine nya. Ia sudah tahu kalau akan di manfaatkan.


" Ayolah, kau bahkan belum tahu apa itu kan? " ucapnya, pria itu menberikan sebuah isyarat di belakang Anastasia.


Ternyata dia tdk datang sendiri, ia mengajak beberapa rekannya utk membuat Anastasia membantu mereka suka maupun tdk. Dan sekarang rekan-rekannya itu sedang berdiri di belakang Anastasia.


" Aku tdk tertarik. " ucap Anastasia pula masih tenang-tenang saja meskipun dia tahu dia dlm bahaya.


" Heeh, padahal kau akan mendapatkan keuntungan besar jika melakukan nya. " ucapnya.


Keuntungan besar? Asal tahu saja ya, Anastasia bisa saja melakukan itu dari dulu. dia kan seorang mafia, apa yg tdk bisa ia lakukan?


" Aku punya pekerjaan yg lebih menguntungkan. " ucap Anastasia datar.


" Bagaimana jika kau lihat saja dulu, ayo ikut dgn kami. " pria itu mencoba menyentuh Anastasia.


Namun dgn cepat Anastasia menepis tangan pria itu, dan mengarahkan pistol yg ia sembunyikan dibalik gaunnya ke kepala pria itu.


" Jgn sentuh aku. " ucapnya dingin.

__ADS_1


Pria itu berloncat kaget ketika Anastasia menodong kan senjata api di kepalanya. Ia berjalan mundur sambil mengangkat ke dua tengahnya. Rekan-rekannya juga terkejut karena melihat Anastasia membawa senjata.


Anastasia pun berdiri dari duduknya dan menatap mereka semua dgn tajam. Apa yg terjadi di antara mereka juga tdk luput dari tatapan seluruh pengunjung disana.


Sedangkan peramu yg melayani Anastasia masih diam tdk berkata apapun, itu adalah hal yg biasa baginya. Anastasia sudah sering membuat beberapa properti di sana rusak, iya tentu saja dia juga yg mengganti hal itu.


Karena itulah peramu itu memilih diam dan tdk ikut campur, karena dia tahu siapa Anastasia yg sebenarnya. Sebenarnya peramu itu juga adalah pemilik tempat itu, dan ia juga sudah bergabung dgn kelompok Anastasia.


" Sepertinya kalian tdk takut mati mendatangi ku dgn cara seperti itu. Kau pikir bisa memanfaatkan ku seperti itu, hah? " ucap Anastasia dingin.


" Haha... Jadi kau sudah tahu kalau kau akan di manfaatkan, ya. Bravo.. " pria itu bertepuk tangan seolah tdk ada yg perlu ia khawatir kan.


" Katakan tujuan mu yg sebenarnya. "


" Iya, sebenarnya bukan hanya bantuan mu utk pekerjaan ku, tapi juga harga yg seseorang tawarkan utk mendapatkan dirimu. " pria itu menyeringai ketika mengatakan itu.


Seketika keluar lah sekelompok orang lagi yg bersembunyi di sana, sekitar 30 orang mengepung dirinya dan juga ada seseorang lagi yg berjalan mendekati nya.


" Wah, wah. Lihat siapa ini? Nona Anastasia yg terhormat, terjebak dlm masalah. " ucap orang itu.


Orang itu bernama Haikal, kakak dari Kayli yg waktu itu dibereskan oleh Anastasia. Iya meskipun Kayli sendiri tdk mengetahui kalau dia punya kakak laki-laki, tapi pria itu selalu menjadi bayangan yg melindungi nya.


" Ku kira siapa yg mengencangkan ini, ternyata orang gila ya. " ucap Anastasia yg masih tenang tenang saja.


" Hahaha... Kau terlihat sangat tenang, apakah aku masih belum mengetahui situasi nya Nona Anastasia, oh bukan Lady Sia." ucap pria itu menyeringai.


Anastasia hanya menatapnya datar, untung para pengunjung disana keluar katika melihat segerombolan orang menghampiri nya. Sepertinya insting bahaya mereka sangat kuat, tapi itu malah menjadi hal yg merugikan bagi seseorang.


" Len, ku kirim uang ganti ruginya nanti. " ucap Anastasia.


" Iya tentu saja harus, kau selalu melakukannya kan? " ucapnya kemudian ikut pergi dari sana dgn santai.


Sekarang hanya ada Anastasia dan juga orang-orang yg mengepung nya di sana, suasana di sana sekarang sangat hening, tdk ada yg mengucapkan satu kata pun di antara mereka.


Saat itu juga Anastasia melemparkan kursi yg ia pakai sebelum nya, menyadari hal itu pria bernama Haikal itu menendang balik kursi itu. Anastasia tdk hanya melakukan itu, ia juga melemparkan bom asap yg membuat mereka tdk bisa melihat apapun.


Saat pandangan mereka terhalangi oleh asap itu, Anastasia memanfaatkan nya utk pergi ke kuar dan membawa mobilnya menjauh. Ia menyadari situasi yg tdk menguntungkan baginya itu. Dan saat asap itu hilang, orang-orang itu pun juga langsung mengejar nya.


** Di jalan menuju bar.


" Hei, Damian kau ada di mana? Kami sudah dekat dgn bar itu. " ucap Justic.


" Aku masih dlm perjalanan. " jawab Damian.


" Hemm... Bagaimana dgn yg lain? "


" Kami masih lumayan jauh. " ucap Stev.

__ADS_1


" Kami segera menyusulmu. " ucap Cassandra.


Justic hanya mengiyakan ucapan mereka, kemudian ia merasa bingung karena mobil yg mereka tumpangi tiba-tiba saja berhenti.


" Hei, Zaroon. Kenapa ku menghentikan mobilnya? " tanya nya.


" Lampung merah, itu tandanya berhenti kan? " jawab Zaroon dgn santai. (Orang yg selalu patuh dgn aturan)


" Hei kak, kita tdk sedang dlm situasi yg lebih penting dari pada mematuhi aturan lalu lintas. " ucap Jordan.


" Menjaga keselamatan itu penting, Jordan. "


Jordan menyesal karena angkat bicara saat ini, ia malah mendapatkan ceramah an dari Zaroon. Sedangkan Cavita malah menatap mereka datar.


" Apa kalian selalu bertengkar karena masalah sepele? " tanya Cavita.


" Tdk, kalau Damian dan Leo iya. " jawab Justic dgn cepat.


" Aku tdk mengerti kalian, sebaiknya kita... "


Ucapan nya terhenti ketika melihat sebuah mobil dikejar oleh segerombolan mobil lain.


" Itu.. Itu mobil kak Nana. " ucap Jordan.


" Zaroon, jalankan mobilnya cepat. " ucap Cavita khawatir.


Zaroon pun langsung tancap gas mengejar mereka, ia terus menambah kecepatan karena Anastasia dan orang-orang itu semakin jauh.


" Hei, Damian. Nana kecil di kejar oleh orang-orang yg tdk di kenal. " ucap Justic.


" Apa?! Kemana dia pergi?! "


" Kami sedang mengejar nya, aku akan menyalakan GPS nya, kau ikuti saja. "


" Oke. "


Mereka terus mengejar Anastasia, bahkan jika mereka melanggar hukum karena berkendara dgn tdk hati-hati di jalan raya. Untung saja jalan saat ini agak sepi karena malam semakin larut.


" Kak, tambah kecepatan nya. Mereka semakin cepat!. " ucap Jordan.


" Baiklah. " jawab Zaroon.


" Tdk, tunggu Zaroon!! Hentikan mobilnya, ada kereta yg mau lewat!!. " ucap Cavita yg melihat perlintasan kereta yg memberi peringatan.


Otomatis Zaroon pun menghentikan mobilnya secara mendadak, mereka tepat berhenti di sebelah rel kereta yg melewati mereka. Mereka pun keluar dari mobil dan melihat keadaan mereka dan arah Anastasia pergi.


" Cih, kereta ini sangat mengganggu. Damian, Nana kecil pergi ke arah jembatan layang yg rubuh. " ucap Justic.

__ADS_1


" Mengerti, aku ada di jalan atasnya. " ucap Damian.


Mereka pun hanya bisa menunggu kereta itu berlalu, setelah jalan kembali terbuka mereka melanjutkan utk mengejar Anastasia.


__ADS_2