Mafia Girl

Mafia Girl
eps 60


__ADS_3

Ruangan itu seperti ruang CCTV yg ada dirumah itu, bahkan semua kamera yg ada disana juga tersambung kesana selain ketempat yg pernah mereka lihat. Yg berbeda hanya layar pengawasan yg ada disana menunjukan semua tempat dikota, dan itu berarti mereka memiliki kamera pengawas diseluruh kota.


Disana juga terdapat banyak komputer yg biasa Anastasia dan Cassandra gunakan utk merentas dan mengumpulkan informasi.


" Ini serius, kalian punya kamera pengawas diseluruh kota? " tanya Jordan tdk percaya.


" Iya seperti yg kau lihat. " ucap Cassandra. " Tuan Aria, sebelum nyonya Clara menghilang dimana dia? " tanyanya.


" Dia bilang akan pergi ke mall di jalan xxxx." ucap Aria.


Cassandra pun langsung mencari semua rakaman kamera pengawas yg ada diseluruh mall tersebut, dan berhenti saat ia mendapat kan apa yg ia cari.


" Ketemu. " ucapnya.


" Benarkah? " tanya Prensais antusias.


Mereka pun melihat setiap apa yg Clara lakukan dari kamera itu, dia sempat menelpon seseorang yg mereka yakini kalau itu Anastasia. Setelah itu Clara terlihat keluar dari sana.


" Lihat itu, ada orang-orang yg mengikuti mamah Clara. " ucap Violetta.


Mendengar itu mereka pun juga menyadari itu, tdk lama kemudian orang-orang berpakaian hitam itu membekap Clara dan membawanya menggunakan mobil. Tapi kemudian mobil itu menghilang saat memasuki terowongan.


" Siapa mereka? " tanya Albert.


" Tunggu, Cassandra putar lagi video itu. " ucap Damian.


Cassandra pun kembali memutar video dimana Clara diculik.


" Berhenti. " ucap Damian.


" Ada apa, Damian? " tanya Claudia.


" Coba perbesar gambarnya dari pria kedua disebelah kiri. "


Cassandra pun menurutinya dan memperbesar gambar itu, membuat beberapa dari mereka terkejut.


" Itu... Bukankah itu anak buah geng Salamander. " ucap Zaroon.


" Darimana kak Zaroon tahu? " tanya Sherly.

__ADS_1


" Kau bisa tahu dari lambang dipakai mereka, disana terdapat lambang Salamander. " ucap Ryuzen.


" Tdk, tunggu. Salamander tdk mempunyai orang seperti mereka, Lady pernah mencari setiap identitas anggota mafia yg ada. Dan mereka tdk terdaftar di anggota Salamander, hanya 4 kelompok yg tdk Lady cari tahu. " ucap Stev melirik Katania.


Katania pun mengangguk kan kepalanya saat Stev melihat kearahnya.


" Empat kelompok itu adalah BDK (Blood Demon King), Black Eye, Red Night, dan King of Blood." ucap Katania.


Mendengar itu membuat mereka berpikir, siapa diantara kelompok itu yg melakukan itu. Mereka tdk bisa langsung menyerang tanpa mengetahui siapa orang nya, tapi mereka tdk bisa terus mengulur waktu.


" Jadi, kita harus memastikan diantara 3 kelompok yg tadi disebutkan? " tanya Veronica.


" Iya, tapi kita tdk bisa terus menunda. " ucap Jordan.


" Lebih baik kalian beristirahat terlebih dahulu. " ucap Aria.


" Tapi paman, jika kita tdk melakukan nya sesegera mungkin kita bisa saja kehilangan jejaknya. " ucap Jordan.


" Tdk, kesehatan kalian juga penting. "


Mereka merasa tdk yakin dgn apa yg diucapkan oleh Aria, mereka tahu jika dia sangat khawatir dgn istrinya. Tapi dia juga masih mengkhawatirkan orang lain, mereka ingin segera menyelesaikan ini agar Anastasia segera kembali seperti sebelumnya.


" Jika kita tdk menemukannya sekarang bukankah terlalu beresiko utk Nana, dia bisa saja nekat pergi. " ucap Veronica.


" Kenapa memangnya? " tanya Albert.


" Atau Nana akan mengirim kita semua ke kutub utara. "


Setelah mendengar ucapan Cassandra, yg lainnya pun mulai membayangkan jika itu terjadi. Apa yg akan mereka lakukan jika Anastasia mengirim mereka ke kutub utara, mereka menelan ludah mereka saat membayangkan itu..


" Kalau begitu kita akan mendiskusikan nya dgn Nana besok, semuanya kembali kekamar kalian masing-masing. " ucap Damian sambil berjalan pergi dari ruangan itu.


Semua orang hanya menatap kepergian Damian dari sana, mereka mengerti apa yg Damian khawatir kan karena mereka juga sama.


" Sepertinya dia benar-benar tertekan dgn masalah ini. " ucap Aria kpd Albert.


" Iya, Sepertinya begitu. Apa kau yakin akan menundanya sampai besok? " tanya Albert.


" Iya, mereka juga perlu beristirahat. Lagipula Clara sama seperti Nana, dia wanita yg kuat, dia tdk akan menyerah begitu saja. "

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu ayo kita pergi juga. "


Albert dan Aria pun pergi dari sana, menyusul yg lain karena mereka sudah pergi lebih dulu.


** Di tempat Clara


Saat ini Clara tengah berusaha melepaskan tali yg mengikat tangannya, ia dikurung disebuah penjara ditempat yg tdk is kenal. Sejak penculikan nya siang tadi, ia baru sadar beberapa jam yg lalu dlm keadaan terikat.


Ketika ia sedang berusaha melepaskan ikatan itu, ia mendengar suara pintu yg terbuka. Ia juga melihat dua orang pria yg datang ke arah nya, dan salah satu dari pria itu adalah orang yg ia kenal.


" Ronald, apa yg sebenarnya kau lakukan? kenapa kau melakukan ini? " tanya beruntun Clara.


" Hanya utk memastikan kau tdk akan pernah bertemu putrimu lagi. " ucap pria yg bernama Ronald itu.


Pria itu adalah adik Julian Alexander Akashia, yg artinya dia adalah mantan paman Anastasia.


" Apa yg kau maksud? " Clara merasa aneh dgn perkataan Ronald, apakah dia belum tahu jika ia sudah bertemu dgn Anastasia.


" Hemm... Sepertinya kau belum tahu, Putri mu itu tdk persama kami lagi. " ucap Ronald.


Dan ternyata tebakan nya benar, dia belum tahu jika Anastasia sudah bersama dgn Clara lagi.


**Lalu bagaimana dgn pria yg satunya, ternyata dia ketinggalan informasi. Berarti ia juga tdk mengetahuinya**


" Dia belum tahu, aku tdk boleh membiarkan nya tahu, jika Nana kecil ku sudah kembali kepelukan ibunya. " batin Clara.


" Dia tdk bersama kalian lagi? Kemana dia sekarang? " akting Clara.


" Ck, Ck. Apa kau pikir jika aku tahu pun akan memberitahu mu? Tentu saja tdk, aku hanya memastikan kau tdk akan bertemu dgn nya agar tdk merusak rencana ku. "


" Katakan dimana dia, Ronald?! "


" Sebaiknya kau pikiran dirimu sendiri dulu, Clara. "


Ronald dan pria itu pun pergi meninggalkan Clara disana, ia sangat yakin jika Clara belum mengetahui itu. Tapi itulah kesalahan terbesar orang itu.


" Apa yg akan kau lakukan dgn wanita itu? " tanya pria yg satu lagi.


" Hemm... Siksa saja dia sampai mati, tapi jgn biarkan dia mati terlalu cepat. Dan pastikan jgn sentuh dia. " ucap Ronald.

__ADS_1


" Baiklah. "


Meskipun Ronald mengatakan itu, ia juga tdk rela jika Clara disentuh pria lain. Ia pernah menyukai nya tapi saat itu ia mengalah karena kakaknya lah yg dijodohkan dgn Clara, saat ia mendengar kalau perjodohan itu dibatalkan ia kembali berusaha utk mendapatkan nya. Tapi usaha nya sia-sia karena saat ia kembali Clara sudah menikah bersama pria lain.


__ADS_2