Mafia Girl

Mafia Girl
#Panggilan


__ADS_3

Esoknya di pagi yang terlihat sangat cerah, Megan memarkirkan mobilnya ditempat parkir pertama yang sudah tersedia yang memang dikhususkan untuk dirinya.Ia bersantai sejenak sebelum mematikan kontak mobilnya.Dia melihat kaca spion, merapikan kembali penampilannya agar terlihat lebih rapi.Walau sebenarnya, penampilannya itu tetap saja sama.Megan mendorong pintu mobilnya dan langsung menapakkan high heels hitamnya di atas aspal.Ia menarik segera tubuhnya keluar dan menutup kembali pintu mobilnya. Cahaya mentari yang terik pun mulai menerpa kulit halus Megan.Merasa tak nyaman,Megan langsung saja memakai kacamata hitamnya dan melenggang pergi menuju gedung pencakar langit yang berdiri dengan sangat kokoh didepannya.


Ia melangkahkan kakinya lebar lebar hingga akhirnya iapun sampai didepan pintu masuk kantornya.Seorang penjaga pun membukakan pintu itu lebar lebar dan memberikan jalan untuk bossnya.Karyawan karyawan yang sudah datang pun membungkuk hormat dan melontarkan senyuman ramah mereka. Sedangkan Megan hanya menanggapi dengan senyuman tipis di sudut bibirnya.Walaupun demikian,para karyawannya itu tampak senang dengan perlakuan kecil yang Megan lakukan.


Saat ini Megan berada di kantor utamanya yang merupakan perusahaan pertama yang ia bangun melalui kerja keras dan usahanya. Tentu dengan beberapa bantuan teman terdekatnya juga.Para Karyawan yang ada dikantor ini memang sudah mengetahui wajah asli bos mereka.Tetapi mereka semua sudah diminta untuk menutup rapat rapat akan hal ini.Tentu saja mereka setuju dengan kompensasi yang mereka dapatkan setiap bulannya untuk menutup mulut dengan jumlah yang hampir setara dengan gaji bulanan mereka.Sedangkan Megan tak terlalu memikirkan tentang uang uang itu,karena identitasnyalah yang lebih penting.Ia tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi padanya nanti. Mengingat para pesaing bisnisnya yang tak segan segan akan memburunya nanti. Meskipun Megan sendiri adalah seorang Mafia,tapi ia tidak mau melibatkan semua itu dalam permasalahan kantornya.Kecuali keadaan itu sangat mendesak.


"Hallo nona Megan,selamat pagi!".Sapa Ariel, sekretaris pribadi Megan saat Megan baru saja masuk kedalam ruangannya.Perlu kalian ketahui,bahwa Megan dan Ariel berada di ruangan yang sama ketika bekerja.Tentu dengan ruangan yang tak kecil pula.Karena Megan berpendapat,jika dirinya ditempatkan diruangan yang berbeda dengan sekretarisnya,itu akan sangat merepotkan.


"Pagi,Ariel".Balas Megan dan langsung saja mendaratkan bokongnya diatas kursi kebesarannya.Ia pun meletakkan tas yang ia bawa tepat disamping mejanya.Beda halnya dengan Ariel,gadis itu kini telah keluar ruangan untuk mengerjakan tugasnya.Yaitu menyiapkan secangkir kopi yang selalu ia siapkan untuk bosnya.


"Apa saja yang aku lewatkan selama beberapa hari ini?".Tanya Megan sambil menyeruput kopinya.


"Seperti yang anda lihat nona,semuannya berjalan dengan baik.Semuanya telah saya copy di komputer anda.Anda bisa melihatnya sendiri".Uajarnya dengan pandangan yang terus tertuju pada notebook yang berada di tangannya.Jari jemarinya pun tak henti henti menggerakan bolpoin diatas kertas itu.


"Baiklah,apa saja jadwalku untuk hari ini?". Tanya Megan dengan pandangan yang terus tertuju pada layar komputernya.


"Pukul 9.24 anda ada meeting bersama dengan para manager kantor,pukul 1.00 jadwal makan siang bersama Pak William daru PT Yolanda Grup, pukul 2.45 seminar dengan PT Lianxi Grup sampai pukul 4.30. Dan untuk yang terakhir adalah menghadiri undangan pesta ulang tahun tuan Fedrick". Ucap Ariel memberitahukan dengan detail.


"Baiklah,kalau begitu aku akan menghadiri kegiatan yang pertama saja.Untuk yang lainnya,kau urus saja sendiri".Balas Megan yang segera diangguki oleh sekretarisnya itu. Segera,iapun undur diri untuk menyiapkan bahan bahan meeting yang akan dilaksanakan hampir setengah jam lagi itu.


Sedangkan Megan masih berkutat dengan laptopnya.Membuka dan membaca satu persatu file dengan teliti agar tidak terlewat sepatah kata pun.Karena dengan bekerja, bisa mengurangi sedikit beban dalam hidupnya itu.


"Sudah selesai".Gumamnya sambil meregangkan otot ototnya yang terasa ngilu. Segera ia bangkit dari duduknya dan keluar dengan beberapa dokumen ditangannya. Ia melenggang pergi menuju lift dan menekan tombol 34.Ruangan yang hendak ia tuju yang mungkin sudah banyak orang yang sedang menunggu kehadirannya.


>>>>>>>>>


Baru saja Megan menyelesaikan meetingnya dan ingin mengistirahatkan tubuhnya,tiba

__ADS_1


tiba ponsel yang berada di samping mejanya itu berdering dengan sangat kencang. Membuat sang empu sedikit terpelonjat dibuatnya. Dengan jesal,Megan langsung


saja mengangkat sambungan itu dan menempelkan gagang telefon itu tepat disamping telinganya.Melihat tingkah bosnya yang nampak kesal,Ariel pun terkekeh kecil sambil bersusah payah menahan agar tawanya itu tidak pecah.


Ariel tahu walaupun bosnya itu memiliki sikap dingin dan cuek,tetap saja ia hanyalah seorang manusia.Tentunya ia juga memiliki emosi yang kapan kapan saja bisa meledak. Contohnya seperti saat ini.Ariel sudah tak merasa heran lagi akan tingkah Megan yang selalu saja berubah.Tetapi ia tidak tahu,apa yang menyebabkan Megan seperti itu.


"Ariel kau tunggulah diluar sebentar".Ucap Megan seusai melakukan panggilan tadi. Ariel langsung mengangguk,karena jika wanita di depannya sudah berkata demikian pasti akan ada seseorang yang datang dan pastinya akan berbincang bincang cukul lama. Entah hal apa yang mereka bicarakan,hingga membuat Ariel sendiri sangat ingin mengetahuinya.


Baru saja Ariel hendak menarik knop pintu didepannya,tiba tiba saja pintu itu sudah terbuka terlebih dahulu karena dorongan


dari arah luar.Mata Ariel pun terkunci pada sesosok lelaki berpostur tinggi dengan rambut pirang dan netra hitamnya yang sangat menawan.Ariel dibuat linglung sejenak akan pemandangan indah di depannya itu.


"Yatuhan,kenapa nona Megan selalu dikelilingi oleh lelaki tampan?!".Gumamnya dalam hati dengan pandangan yang belum ia alihkan sama sekali.


"Ekhmm,,,!!".Sebuah deheman yang cukup keras terdengar di dalam ruangan.Membuat kedua orang yang berada diambang pintu segera menoleh ke arah sumber suara.


"ahh,,,,Maaf nona kalau begitu saya permisi dulu".Jawab Ariel segera dan langsung saja keluar dengan sangat tergesa gesa.Megan tahu bahwa sekretarisnya itu pasti sedang menahan malu karena pertanyaan yang ia lontarkan.


"Siapa namanya?".Tanya lelaki berambut pirang itu dan langsung saja duduk di sofa yang berada disudut ruangan.


"Kenapa?Apakah kau menyukainya?Ingat ya, kau jangan pernah macam macam dengan nya karena dia wanita baik baik".Ujar Megan dengan kedua matanya yang memicing.


"Tenang saja,lagipula aku sudah memiliki kekasih".Ujarnya.Lelaki bernama lengkap Delvin Savian itu meletakan kakinya diatas meja yang berada dudepannya.


Mega memutar matanya jengah."Paling


hanya tahan sampai beberapa minggu saja".Ejeknya.Karena salah satu sifat yang dimiliki lelaki didepannya itu adalah 'playboy'

__ADS_1


"Lebih baik,daripada kau tidak punya sama sekali".Ledeknya balik.


"Sudahlah,back to topic.Bukankah tugasmu masih tersisa beberapa bulan lagi,tapi kenapa sudah kembali?".Tanya Megan sudah dengan mode seriusnya.Tetapi lelaki yang berada disebrangnya itu hanya menampakan wajah santainya.


"Karna aku mentelesaikan tugasku jauh lebih cepat dari perkiraan.Jadi aku bisa bersantai dan menghabiskan waktu lebih banyak bersama para wanitaku".Jawabnya dengan tambahan yang ia buat sendiri.


Megan lagi lagi dibuat jengah akan ucapannya."Lalu,apa yang membuatmu berkenan datang kemari?".


"Bos mencarimu".Ujarnya.Lelaki itupun langsung saja masuk kedalam mode seriusnya.Karna ia benar benar tidak ingin bermain main jika sudah menyangkut hal tentang 'bos' nya itu.


Megan mengangguk.Dirinya pun sudah tahu apa yang membuat bos nya itu mencari dirinya.Karena sudah beberapa hari ini,ia tidak melakukan aktifitasnya.Aktifitas sebagai seorang mafia.


"Dimana dia sekarang?".


"Mansion tua,jika dalam 20 menit lagi kau tidak kesana,kau akan mendapat hukuman,,,, Nata".Sebuah seringaian pun terpampang jelas dibibir Delvin dengan jari jemarinya yang ia gerak gerakan.


"Sial!".Decak Megan.Langsung saja ia menyambar segala keperluan yang akan ia bawa.Ia tidak ingin jika nantinya ia akan masalah karena keterlambatannya itu.


"Aku akan membalasmu nanti".Sinis


Megan dan langsung saja membanting


pintu ruangannya.Ia melenganggang pergi menuju parkiran.Tak mempedulikan tatapan karyawan yang merasa teraneh aneh akan tingkahnya.Karena tingkahnya sangat berbeda dengan yang tergambar saat tadi pagi mereka bertemu.


Megan melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata.Membelah jalanan yang sedang dipadati oleh banyak kendaraan dan lalu lalang orang orang.


"Kau memang tidak pernah berubah,Megan! Selalu saja menuruti aturan lama itu".Ucap Delvin sambil menatap kepergian mobil Megan.Ia berdiri menatap jalanan dengan kedua tangannya yang ia selipkan didalam saku celananya.

__ADS_1


__ADS_2